📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 2 dokumen

EFEKTIVITAS NIRA NIPAH (NYPA FRUTICANS) SEBAGAI PENGGANTI MOLASE UNTUK APLIKASI BIOSTIMULASI DALAM TEKNOLOGI MEOR (MICROBIAL ENHANCED OIL RECOVERY)

MEOR (Microbial Enhanced Oil Recovery) merupakan metode Enhanced Oil Recovery yang memanfaatkan aktivitas mikroorganisme untuk meningkatkan perolehan minyak dan dipengaruhi oleh ketersediaan sumber karbon sebagai nutrisi mikroorganisme. Molase umum digunakan sebagai sumber karbon, tetapi ketersediaannya dipengaruhi oleh dinamika pasar industri, sehingga harganya cenderung fluktuatif. Nira nipah (Nypa fruticans) merupakan cairan manis kaya akan gula, berasal dari tanaman nipah (Nypa fruticans) yang populasinya berlimpah di pesisir pantai Indonesia. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas nira nipah (Nypa fruticans) sebagai sumber karbon alternatif untuk mensubstitusi molase dalam aplikasi MEOR pada reservoir minyak Jambi. Metode penelitian meliputi inkubasi selama 5 hari medium berisi brine water dan crude oil sebagai sampel kontrol, sementara sampel perlakuan ditambahkan NPK, DAP, dan nira nipah atau molase dengan pengamatan parameter profil pertumbuhan bakteri, perubahan pH, indeks emulsifikasi (E24), penurunan tegangan antarmuka (Interfacial Tension/IFT), perubahan viskositas minyak, serta analisis SARA (Saturated, Aromatic, Resin, Asphaltene). Hasil penelitian menunjukkan laju pertumbuhan bakteri sampel nira nipah sebesar 2,146 hari-1, sedangkan molase 2,723 hari-1, dengan densitas akhir keduanya berada di sekitar 8,45 log CFU/mL. Pada parameter tegangan permukaan, penurunan IFT dan pembentukan emulsi (E24) nira nipah lebih besar (masing-masing 33,14% dan 61,30%) dibandingkan molase (masing-masing 14,49% dan 60,13%). Kestabilan emulsi sampel nira nipah didukung oleh produksi asam organik yang tinggi, sehingga mencapai pH 5,35 (molase 6,37). Sebaliknya, media molase lebih unggul dalam menurunkan viskositas minyak (23,84%) dibandingkan nira nipah (7,42%). Berdasarkan analisis SARA, konsentrasi fraksi saturated dan resin pada sampel molase mengalami pola naik-turun yang lebih besar serta menghasilkan endapan asphaltene (5%) yang lebih tinggi dibandingkan dengan nira nipah (2%). Melalui penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa nira nipah efektif diaplikasikan sebagai pengganti molase untuk aplikasi biostimulasi dalam teknologi MEOR.

2026
👤 Penulis: Yolla Padmadewi Wiragapa
🏷️ Microbiologi 🏷️ Enhanced Oil Recovery (Eor) 🏷️ Kecerdasan Buatan

MICROBIOLOGICAL SOURCE TRACKING BAKTERI SALMONELLA SP. DAN ESCHERICHIA COLI DENGAN METODE ANTIBIOTIC RESISTANCE ANALYSIS DI SUNGAI CITARUM HULU

Saat ini terdapat berbagai masalah yang terjadi di DAS Citarum Hulu yang semakin meningkat, yaitu peningkatan luas lahan kritis dan pencemaran air dari kegiatan industri, pertanian serta domestik sehingga semakin menurunkan kualitas air sungai. Usaha pencegahan yang tepat sasaran hanya dapat dilakukan jika sumber pencemar telah diketahui. Dengan metode Microbiological Source Tracking, pencemar dapat dilacak sampai ke sumbernya, sehingga pengelolaan pencemar dapat dilakukan seperti konsep point source. MST memiliki dua metode utama, yaitu konvensional dan modern. Metode konvensional menggunakan karakterisasi kultur dan uji biokimia mikroba, sedangkan cara modern dengan phenotyping dan genotyping. Antibody resistance analysis (ARA) dapat membedakan bakteri yang sama namun sumbernya berbeda berdasarkan diversitas resistensi bakteri tersebut terhadap antibiotik, sehingga dapat membedakan sumber pencemaran Escherichia coli yang berasal dari manusia dan hewan. Pelacakan dilakukan terhadap bakteri jenis Salmonella sp. dan Escherichia coli di sepanjang Citarum Hulu yang dibagi menjadi 9 segmen berdasarkan keberadaan percabangan sungai. Pelacakan Salmonella sp. dilakukan dengan metode Total Plate Count dan diketahui bahwa Sungai Ciwidey yang terletak di Desa Cilampeni, Kecamatan Katapang menjadi sumber Salmonella sp. dengan jumlah sebesar 120 CFU/ml. Pelacakan Escherichia coli dilakukan dengan menguji resistensi dari tiap isolat yang diambil dari 9 segmen Citarum Hulu terhadap sepuluh jenis antibiotik. Sumber Escherichia coli dibedakan menjadi manusia, ayam, kambing dan sapi. Diketahui bahwa Escherichia coli yang berasal dari manusia dominan pada segmen Rancasari dan Margaasih, sedangkan yang berasal dari sapi dominan pada segmen Baleendah. Escherichia coli yang berasal dari ayam dan kambing terukur tinggi pada segmen Margaasih. Sebaran Escherichia coli tidak berkorelasi dengan jumlah ternak dan cakupan sanitasi masyarakat. Selain itu, sebaran Escherichia coli yang merupakan bakteri indikator fekal yang berasal dari sumber ternak dan manusia ternyata tidak berkorelasi dengan jumlah bakteri patogen jenis Salmonella sp.. Dengan demikian, diperlukan bakteri indikator lain yang lebih spesifik dalam pemantauan bakteri patogen di sungai Citarum Hulu. Selain itu, hasil ARA diharapkan dapat membantu usaha pencegahan pencemaran Coli Fecal langsung dari sumbernya dengan mengarahkan rencana pembangunan instalasi pengolah limbah fekal.

2024
👤 Penulis: Siska Widya Dewi Kusumah
🏷️ Microbiologi 🏷️ Analisis Antibiotik 🏷️ Manajemen Pencemaran Air
💬