📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 5 dokumen

PENGARUH APLIKASI KOMBINASI MEDIA TANAM INSECT FRASS DAN KOMPOS TERHADAP PERKECAMBAHAN, PERTUMBUHAN, BIOMASSA, DAN NUTRISI MICROGREENS KALE (BRASSICA OLERACEAE)

Tingginya permintaan terhadap microgreens yang terus meningkat karena nilai gizinya yang tinggi dan siklus panennya yang singkat, sehingga cocok untuk memenuhi kebutuhan pangan sehat, membuka peluang besar dalam sektor pertanian modern. Namun, di sisi lain, praktik budidaya konvensional yang tidak ramah lingkungan dan berkurangnya ketersediaan lahan menyebabkan penurunan kualitas lahan dan berkurangnya ruang untuk budidaya. Insect frass menawarkan solusi komprehensif yang mengintegrasikan aspek kesuburan tanah, efisiensi sumber daya, dan perlindungan tanaman dalam satu sistem pertanian berkelanjutan. Microgreens dipilih sebagai pangan rendah kalori dan bergizi tinggi, seperti vitamin C, E, K, dan mineral yang lebih tinggi dibandingkan sayuran dewasa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi media tanam terhadap perkecambahan, pertumbuhan, produktivitas, dan kualitas nutrisi microgreens kale (Brassica oleraceae). Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perbedaan komposisi media tanam. Data dianalisis menggunakan IBM SPSS Statistics versi 27 dengan uji ANOVA dan uji lanjut Tukey pada taraf signifikansi 5%. Terdapat 20 sampel penelitian dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan, meliputi P1 (100% tanah) sebagai kontrol negatif, P2 (tanah + NPK) sebagai kontrol positif, P3 (1,2% insect frass + tanah), dan P4 (30% kompos + 68,8% tanah + 1,2% insect frass). Parameter yang diamati mencakup persentase perkecambahan, tinggi tanaman, panjang akar, berat basah dan kering tajuk, berat basah dan kering akar, kadar air, shoot-root ratio, nutrisi media tanam, serta kandungan vitamin C dan kadar klorofil microgreens kale. Kondisi lingkungan yaitu suhu ruangan, kelembaban ruangan, serta faktor edafik (pH, suhu, dan kelembaban) pada setiap perlakuan media tanam diukur selama masa penelitian. Kondisi lingkungan selama penelitian berada pada rentang optimal dengan suhu ruang sebesar 25.56 ± 0.22°C dan suhu pada media tanam 25.35 ± 0.10°C. Kelembaban ruang tercatat rata-rata 62.85 ± 0.49%, sedangkan kelembaban edafik pada media tanam 61.92 ± 0.29%. Nilai pH edafik media tanam menunjukkan rata-rata 6.97 ± 0.01, yang masih berada dalam rentang optimal untuk pertumbuhan microgreens. Growth performance terbaik diperoleh dari perlakuan P4 (30% kompos + 68,8% tanah + 1,2% insect frass), yang menunjukkan peningkatan parameter pertumbuhan dan kandungan nutrisi secara signifikan dibandingkan perlakuan lainnya, dengan rata-rata persentase potensi berkecambah 90 ± 1.90%, daya berkecambah 82.67 ± 1.25%, kecepatan berkecambah 88 ± 2.44%, keserempakan berkecambah 88 ± 2.44%, rata-rata tinggi microgreens 6.61 ± 0.24 cm, panjang akar 4.90 ± 0.07 cm, berat basah tajuk 3.28 ± 0.16 g, berat kering tajuk 0.28 ± 0.01 g, berat basah total 4.85 ± 0.16 g, berat kering total 0.32 ± 0.01 g, shoot-root ratio 7.40 ± 0.94, nutrisi media tanam yang meliputi C organik 5,89% (sangat tinggi), N total 0,57% (tinggi), P tersedia 438,13 mg/kg (sangat tinggi), serta kandungan vitamin C pada microgreens 11.27 ± 0.14 (mg/100 g), kadar klorofil microgreens dengan spektrofotometer 25.68,8 ± 0.54 (mg/L), dan kadar klorofil metode SPAD 28.67 ± 0.18 unit SPAD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media tanam memberikan pengaruh yang nyata (P<0,05) terhadap persentase potensi berkecambah, daya berkecambah, tinggi tanaman, berat basah dan berat kering tajuk, berat basah dan berat kering total, shoot-root ratio, serta kandungan vitamin C dan kadar klorofil microgreens. Perlakuan P4 (30% kompos + 68,8% tanah + 1,2% insect frass) memberikan hasil paling signifikan di antara seluruh perlakuan. Namun, media tanam tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap indeks kecepatan berkecambah, keserempakan berkecambah, dan panjang akar microgreens. Secara keseluruhan, dapat disimpulkan bahwa aplikasi insect frass dengan kombinasi kompos dapat meningkatkan parameter pertumbuhan dan kandungan nutrisi microgreens kale (Brassica oleraceae) secara signifikan.

2026
👤 Penulis: Annisa Amelia Rosa
🏷️ Microgreens 🏷️ Kombinasi Media Tanam 🏷️ Hidrologi

PENGARUH KOMBINASI INSECT FRASS DENGAN MEDIA TANAM VERMICOMPOST TERHADAP PERKECAMBAHAN, PERTUMBUHAN, BIOMASSA DAN NUTRISI MICROGREENS KALE (BRASSICA OLERACEA)

Dalam beberapa tahun terakhir, microgreens berkembang sebagai komoditas hortikultura bernilai ekonomi tinggi karena kandungan nutrisi melimpah dan siklus produksi singkat. Namun, produksinya masih bergantung pada media tanam konvensional yang kurang berkelanjutan. Insect frass, hasil biokonversi limbah organik oleh larva Black Soldier Fly (BSF), berpotensi menjadi pupuk organik alternatif karena kaya unsur hara serta mengandung kitin yang merangsang pertumbuhan tanaman. Namun, penggunaan frass secara tunggal berisiko menimbulkan variasi kualitas dan fitotoksisitas, sehingga diperlukan kombinasi dengan media organik lain seperti vermicompost untuk meningkatkan stabilitas dan efektivitasnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh aplikasi insect frass dan dengan kombinasi media tanam berbasis vermicompost terhadap performa perkecambahan, pertumbuhan, produktivitas, kualitas fisiologis dan nutrisi, serta karakteristik media dan respon air pada microgreens kale (Brassica oleracea). Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap Faktorial (RAL) dengan perbedaan media tanam sebagai perlakuan. Terdapat 4 perlakuan yaitu P1 (Tanah 100%), P2 (Tanah + NPK), P3 (Tanah + Insect frass 1,2%), P4 (50% Tanah + 50% Vermicompost + Insect frass 1,2%). Parameter yang diamati meliputi daya dan potensi berkecambah, kecepatan serta keserempakan tumbuh, tinggi tanaman, panjang akar, bobot tajuk dan akar, kadar air, rasio tajuk-akar, serta kandungan vitamin C dan klorofil. Suhu dan kelembapan ruangan dicatat selama penelitian, sedangkan analisis nutrisi media dilakukan sebelum tanam dan setelah panen. Data dianalisis menggunakan IBM SPSS Statistics versi 26. Growth performance terbaik diperoleh dari perlakuan P4 dengan media tanam yaitu 50% tanah + 50% vermicompost + insect frass 1,2% dengan daya berkecambah, potensi berkecambah, kecepatan berkecambah, tinggi tanaman, panjang akar, bobot basah dan kering tajuk, kadar air, kadar klorofil, kadar vitamin c masing-masing sebesar 91,33±0.67, 93.33±1.76, 81.23±1.93, 8,26 ± 0.32 cm, 7.70±0.31 cm, 5.17±0.35 gr, 1.78±0.22 gr, 0.26±0.03 gr, 0.17±0.01 gr, 94.82±1.00 %, 24.70±1.01 SPAD, 23.10±2.01 mgl/L dan 17.63 mg/100gr. Sementara itu, keserempakan berkecambah terbaik diperoleh pada perlakuan P1 dengan perlakuan media tanam 100% sebesar 92±0.63 Sedangkan untuk nilai shoot root ratio tertinggi diperoleh pada P2 dengan media tanam tanah sebesar 1.59 ± 0.23 . Hasil penelitian menunjukkan bahwa media tanam berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap parameter perkecambahan, tinggi tanaman, panjang akar, bobot basah tajuk, bobot basah akar, bobot kering akar, bobot total, kadar air, kandungan vitamin. Namun, media tanam tidak berpengaruh nyata (P>0,05) pada shoot root ratio dan kandungan klorofil pada microgreens kale (Brassica oleracea). Secara umum, aplikasi kombinasi insect frass & vermicompost dapat meningkatkan performa perkecambahan, pertumbuhan vegetative, akumulasi biomassa serta kandungan nutrisi pada microgreens kale (Brassica oleracea).

2026
👤 Penulis: Salwa Salsadila
🏷️ Microgreens 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Kecerdasan Buatan

PENGARUH VARIASI KOMPOSISI MEDIA TANAM TERHADAP GERMINASI, BIOMASSA, DAN KANDUNGAN VITAMIN E, FE, K, ZN PADA MICROGREENS BUNGA MATAHARI (HELIANTHUS ANNUUS L.)

Indonesia mengalami urbanisasi yang pesat, dengan proyeksi 66,6% penduduk Indonesia tinggal di perkotaan pada tahun 2035. Penduduk perkotaan lebih rentan terjangkit penyakit terkait gaya hidup tidak sehat. Konsumsi sayuran yang cukup dapat mengurangi resiko seseorang menderita penyakit-penyakit tersebut. Di daerah perkotaan dengan lahan yang terbatas, microgreens menjadi alternatif pangan fungsional untuk memenuhi gizi dan meningkatkan kesehatan masyarakat. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh komposisi media tanam terhadap kualitas dan kuantitas hasil panen microgreens bunga matahari. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 5 kelompok dan 5 perlakuan media tanam. Perlakuan terdiri atas cocopeat 100% (P1), cocopeat 60% dan tanah 40% (P2), cocopeat 60% dan vermiculite 40% (P3), cocopeat 60% dan vermicompost 40% (P4), serta cocopeat 60% dan perlite 40% (P5) berdasarkan rasio bobot per bobot. Parameter yang diamati pada penelitian ini meliputi kondisi mikroklimat dan edafik selama penelitian, tinggi tanaman, bobot panen, rasio tajuk-akar, germination index, germination percentage, serta kandungan vitamin E, Fe, K, dan Zn. Microgreens bunga matahari dipanen 10 hari setelah tanam. Analisis data dilakukan dengan uji homogenitas Saphiro-Wilk dan normalitas Levene, kemudian dilanjutkan dengan uji ANOVA two way factors dan uji lanjut Tukey-b. Data yang tidak homogen diuji dengan Welch ANOVA dan uji Post-Hoc Games Howell. Data dengan penyimpangan tinggi diuji dengan uji non-parametrik Kruskal-Wallis dengan uji post-hoc Dunn. Hasil analisis menunjukkan bahwa media tanam berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, panjang akar, bobot panen, germination percentage, germination index, kandungan Fe dan Zn. P2 menghasilkan microgreens bunga matahari dengan tinggi tanaman, bobot panen, dan kandungan Fe tertinggi. P3 menghasilkan microgreens bunga matahari dengan panjang akar, germination index, dan kandungan Fe tertinggi. P4 menghasilkan microgreens bunga matahari dengan kandungan Zn tertinggi. Media tanam tidak berpengaruh nyata terhadap kadar air, rasio tajuk-akar, kandungan vitamin E dan kandungan K pada microgreens bunga matahari. Media tanam terbaik untuk microgreens bunga matahari adalah P3 dengan bobot panen 0,28 g/tanaman, panjang akar 11,26 cm, germination index 51,744, germination percentage 93%, kadar air 90,12%, kandungan vitamin E 7,83 mg/100 g bobot basah, kandungan Fe 69,48 mg/100 g bobot basah, kandungan K 0,41 mg/100 g bobot basah, dan kandungan Zn 16,80 mg/g bobot basah. Oleh karena itu, media tanam P3 menjadi media tanam yang cocok digunakan dalam budidaya microgreens bunga matahari untuk memenuhi kebutuhan nutrisi masyarakat kota.

2026
👤 Penulis: Lidwina Caroline Napitupulu
🏷️ Microgreens 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Hidroponik

SISTEM AKUAPONIK-AEROPONIK UNTUK PERTUMBUHAN MICROGREENS PADA VARIASI MEDIA TUMBUH COCOFIBER, VERMIKULIT DAN KAPAS

Alih fungsi lahan pertanian di wilayah perkotaan akibat meningkatnya jumlah penduduk menjadi tantangan besar bagi pemeuhan kebutuhan pangan, termasuk sayuran dengan nilai gizi tinggi. Seiring dengan isu tersebut, sistem pertanian berkelanjutkan seperti akuaponik menjadi solusi relevan, terutama untuk masyarakat perkotaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas tiga media tanam berbeda – cocofiber, vermikulit, dan kapas – dalam sistem akuaponik untuk budidaya microgreens. Microgreens diamati selama 14 hari pada parameter pertumbuhan berupa Alih fungsi lahan pertanian di wilayah perkotaan akibat meningkatnya jumlah penduduk menjadi tantangan besar bagi pemeuhan kebutuhan pangan, termasuk sayuran dengan nilai gizi tinggi. Seiring dengan isu tersebut, sistem pertanian berkelanjutkan seperti akuaponik menjadi solusi relevan, terutama untuk masyarakat perkotaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas tiga media tanam berbeda – cocofiber, vermikulit, dan kapas – dalam sistem akuaponik untuk budidaya microgreens. Microgreens diamati selama 14 hari pada parameter pertumbuhan berupa berat basah (total, tajuk, akar) dan kandungan klorofil (total, a, b). Vermikulit menjadi media tanam terbaik untuk pertumbuhan, menghasilkan berat basah total, tajuk, dan akar tertinggi secara berturut-turut sebesar 120,77 g; 99,50 g; dan 21,3 g, diikuti cocofiber (90,2 g; 72,85 g; dan 17,34 g) dan kapas (60,35 g; 45,92 g; dan 14,43 g). Sedangkan, pada kandungan klorofil, cocofiber menghasilkan klorofil a dan total klorofil tertinggi sementara vermikulit unggul dalam klofil b. Secara statistik, variasi media tanam berpengaruh signifikan terhadap parameter pertumbuhan, tetapi tidak pada kandungan klorofil. Penelitian ini menyimpulkan bahwa vermikulit adalah media tanam paling efektif untuk memaksimalkan biomassa microgreens dalam sistem akuaponik, meskipun cocofiber juga dapat menjadi alternatif yang baik terutama dalam produksi klorofil.

2025
👤 Penulis: Evie Silmi Madani
🏷️ Akuaponik 🏷️ Microgreens 🏷️ Media Tanam

PENGARUH VARIASI MEDIA TANAM DENGAN PENGAYAAN GAS CO? TERHADAP PERTUMBUHAN, BIOMASSA, DAN NUTRISI MICROGREENS SUNFLOWER (HELIANTHUS ANNUUS) DENGAN APLIKASI SISTEM CLOSED CHAMBER

Tingginya permintaan terhadap microgreens yang terus meningkat seiring kesadaran masyarakat akan pola makan sehat, membuka peluang besar dalam sektor pertanian modern. Namun, di sisi lain, praktik budidaya konvensional yang tidak ramah lingkungan berpotensi menyumbang emisi karbon dan memperburuk kondisi lingkungan. Hal ini mendorong perlunya inovasi dalam sistem budidaya yang tidak hanya produktif, tetapi juga berkelanjutan dan rendah emisi. Microgreens dipilih menjadi komoditas karena kandungan gizi yang tinggi, seperti vitamin C, E, K, dan mineral yang lebih tinggi dibandingkan sayuran dewasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi media tanam dengan pengayaan aliran gas CO? terhadap pertumbuhan, produktivitas, dan kualitas microgreens sunflower (Helianthus annuus) menggunakan sistem closed chamber. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap Faktorial (RAL) dengan perbedaan media tanam dan pengaliran CO2 sebagai perlakuan. Data dianalisis menggunakan IBM SPSS Statistics versi 26, yang digunakan dengan lisensi individu.Terdapat 8 perlakuan yaitu P1 (50% kompos + 50% cocopeat), P2 (100 % insect frass), P3 (100 % vermikompos), P4 (90% kompos + 9% vermikompos + 1% insect frass) dengan P1-P4 tanpa pengaliran gas CO2, P5 (50% kompos + 50% cocopeat), P6 (100% insect frass), P7 (100% vermikompos), dan P8 (90% kompos + 9% vermikompos + 1% insect frass) dengan P5-P8 menggunakan pengaliran gas CO2 1000 - 1500 ppm. Parameter yang diamati mencakup persentase perkecambahan, tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, panjang akar, berat basah dan kering tajuk, berat basah dan kering akar, kadar air, shoot-root ratio, serta kandungan vitamin C dan klorofil. Kondisi lingkungan yaitu suhu ruangan, kelembaban ruangan, intensitas cahaya, konsentrasi CO2, EC dan TDS larutan nutrisi yang diukur selama masa penelitian. Growth performance terbaik diperoleh dari perlakuan P5 dengan media tanam yaitu 50% kompos + 50% cocopeat dan pengaliran gas CO2 (1000 - 1500 ppm) dengan persentase perkecambahan, tinggi tanaman, panjang akar, luas daun, bobot basah tajuk, bobot basah akar, bobot kering tajuk, kadar air, dan klorofil masing-masing sebesar 0,84 ± 0,04 %; 7,66 ± 0,02 cm; 8,95 ± 0,14 cm; 2,56 ± 0,20 cm2; 19,55 ± 0,03 g; 5,38 ± 0,02 g; 1,33 ± 0,00 g; 2,57 ± 0,38 g; 24,92 ± 0,03 %; 82,60 SPAD dan 14,63 (mg/L). Sementara itu, kandungan vitamin C terbaik diperoleh melalui perlakuan P1 dengan komposisi media tanam yaitu 50% kompos + 50% cocopeat tanpa pengaliran gas CO2 sebesar 8,33 mg/L. Sedangkan untuk nilai shoot root ratio tertinggi diperoleh melalui perlakuan P7 dengan media tanam 100% vermikompos sebesar 2,05 ± 0,03. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media tanam memberikan pengaruh yang nyata (P<0,05) terhadap parameter tinggi tanaman, bobot basah tajuk, bobot basah akar, bobot kering akar, bobot total, shoot root ratio, kadar air, kandungan klorofil SPAD dan klorofil total microgreens sunflower (Helianthus annuus). Namun, media tanam tidak berpengaruh nyata (P>0,05) pada luas daun, panjang akar, bobot kering tajuk, dan kandungan vitamin C microgreens sunflower (Helianthus annuus). Lalu, hasil penelitian juga menunjukkan bahwa pengaliran gas CO2 memberikan pengaruh yang nyata (P<0,05) terhadap parameter tinggi tanaman, bobot basah tajuk, bobot basah akar, bobot kering akar, bobot total, kadar air, kandungan klorofil SPAD dan klorofil total microgreens sunflower (Helianthus annuus). Namun, pengaliran gas CO2 tidak berpengaruh nyata (P>0,05) pada luas daun, panjang akar, bobot kering tajuk, shoot root ratio dan kandungan vitamin C microgreens sunflower (Helianthus annuus). Secara umum, aplikasi kompos dan cocopeat serta pengaliran gas CO2 dapat meningkatkan growth performance dan kandungan klorofil microgreens sunflower (Helianthus annuus).

2025
👤 Penulis: Trinitaty Bulan M Hutabarat
🏷️ Microgreens 🏷️ Budidaya Alternatif 🏷️ Nutrisi Media Tanam
💬