📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 1 dokumen

EKSPLORASI PENGGUNAAN ULTRASONIKASI SEBAGAI ELISITOR ABIOTIK DALAM UPAYA PENINGKATAN PRODUKTIVITAS SERTA KANDUNGAN FITONUTRIEN MICROGREENS BUNGA MATAHARI (HELIANTHUS ANNUUS L.)

Peningkatan populasi Indonesia menuntut strategi diversifikasi pangan bergizi tinggi yang dapat dibudidayakan secara mandiri. Microgreens bunga matahari (Helianthus annuus L.) menjadi solusi potensial untuk menjembatani kesenjangan antara angka harapan hidup (lifespan) dan hidup sehat (healthspan). Penelitian terdahulu menunjukkan bahwa perlakuan ultrasonikasi (US) mampu mempercepat perkecambahan dan meningkatkan kandungan fitonutrien pada beberapa tanaman. Namun, efeknya pada microgreens bunga matahari belum diketahui. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi pengaruh ultrasonikasi terhadap produktivitas dan kandungan fitonutrien microgreens bunga matahari. Terdapat lima kelompok durasi perlakuan ultrasonikasi: 0 menit (kontrol), 5 menit, 15 menit, 30 menit, dan 45 menit. Sebanyak 120 benih microgreens bunga matahari, untuk setiap kelompok, disonikasi menggunakan ultrasonicator waterbath dengan frekuensi 35 kHz serta intensitas 70 W. Setelah ultrasonikasi, benih direndam dalam media ultrasonikasi yang sama selama 24 jam, kemudian air tersebut diambil untuk pengujian Angka Lempeng Total (ALT) bakteri dan fungi. Benih ditanam pada media cocopeat dan diamati persentase germinasi (GP) serta laju germinasi (GRI) setiap hari hingga hari ke-10 panen. Sebagian benih dikoleksi pada hari ketiga sebagai sampel analisis ekspresi gen relatif pathogenesis-related 1 protein (PR1) terkait respon terhadap mikroorganisme. Microgreens yang telah dipanen digunakan untuk pengukuran parameter biomassa (tinggi, berat basah, berat kering, dan kadar air) serta parameter fitonutrien (kadar vitamin C, kadar vitamin E, dan aktivitas antioksidan). Hasil menunjukkan bahwa ultrasonikasi tidak berpengaruh signifikan terhadap GP, GRI, tinggi, berat basah, berat kering, kadar air maupun kadar vitamin C (p-value > 0,05). Akan tetapi, perlakuan US selama 5 menit secara signifikan menyebabkan peningkatan kadar vitamin E (p-value < 0,05) sebesar 107,47% serta penurunan aktivitas antioksidan (p-value < 0,01), ditandai oleh peningkatan IC?? sebesar 90,45% dan penurunan persen inhibisi DPPH sebesar 12,59% dibanding kontrol. Ultrasonikasi tidak memengaruhi kelimpahan bakteri pada air (p-value > 0,05), tetapi seluruh variasi durasi ultrasonikasi mampu menurunkan kelimpahan fungi secara signifikan (p-value < 0,05) dibanding kontrol berdasarkan hasil ALT. Analisis ekspresi gen PR1 menunjukkan penurunan ekspresi pada perlakuan ultrasonikasi selama 5 dan 15 menit, masing-masing sebesar 0,636 dan 0,546-fold change (p < 0,01). Penelitian ini menunjukkan bahwa ultrasonikasi pada frekuensi 35 kHz dan daya 70 W tidak berpengaruh signifikan terhadap produktivitas tanaman, namun berpotensi meningkatkan kadar vitamin E dan secara efektif mereduksi kelimpahan fungi pada permukaan benih, sehingga mendukung kondisi pertumbuhan awal yang lebih optimal.

2026
👤 Penulis: Jovan Adelric
🏷️ Ultrasonikasi 🏷️ Microgreens Bunga Matahari 🏷️ Hidrologi Pertanian
💬