📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 2 dokumenDESAIN DAN IMPLEMENTASI SISTEM MANAJEMEN LOGISTIK BERBASIS WEB MENGGUNAKAN DJANGO DENGAN ARSITEKTUR MICROSERVICES
Industri logistik yang terus berkembang menuntut sistem manajemen yang skalabel dan andal, sementara arsitektur monolitik yang umum digunakan menghadapi keterbatasan dalam hal skalabilitas parsial dan fleksibilitas teknologi. Penelitian ini merancang dan mengimplementasikan sistem manajemen logistik berbasis web menggunakan arsitektur microservices dengan tiga layanan utama (Auth Service, Shipment Service, dan Invoice Service) yang dibangun menggunakan Django, dikontainerisasi dengan Docker, dan diintegrasikan melalui API Gateway berbasis NGINX, dengan antarmuka pengguna menggunakan Vue.js. Pengujian fungsional menggunakan metode black-box testing terhadap 27 skenario uji menunjukkan seluruh fitur berjalan sesuai kebutuhan, sementara pengujian performa menggunakan Locust memperlihatkan sistem memenuhi kriteria ISO/IEC 25010:2023 (P95 ? 3 detik, error rate < 1%) hingga beban 600 virtual user, dengan titik jenuh teridentifikasi pada rentang 800–1.000 virtual user. Perbandingan dengan arsitektur monolitik menunjukkan monolitik 14–53% lebih cepat pada seluruh tingkat beban akibat overhead komunikasi antarservice, meskipun keunggulan microservices dalam skalabilitas independen diperkirakan akan lebih terlihat pada infrastruktur yang benar-benar terdistribusi.
RANCANG BANGUN ARSITEKTUR MICROSERVICES DENGAN PENDEKATAN DDD DAN API GATEWAY PATTERN PADA SISTEM MANAJEMEN RANTAI PASOKAN AGRIKULTUR
Tugas Akhir ini merancang dan mengimplementasikan sistem manajemen rantai pasokan agrikultur yang modular dan andal dengan menggunakan pendekatan berbasis arsitektur microservices. Permasalahan yang diangkat adalah bagaimana membangun sistem yang dapat dikembangkan secara independen, aman, dan tetap responsif terhadap beban penggunaan yang tinggi. Dalam Tugas Akhir ini, pendekatan Domain-Driven Design (DDD) digunakan untuk membagi sistem ke dalam layanan-layanan independen berdasarkan bounded context, sedangkan API gateway pattern diterapkan sebagai pintu masuk tunggal guna menyederhanakan komunikasi antarlayanan sekaligus meningkatkan keamanan. Sistem dikembangkan dalam beberapa layanan utama, di antaranya layanan autentikasi, pengelolaan komoditas, pengelolaan aktivitas produksi, dan pemesanan. Evaluasi sistem dilakukan pada beberapa aspek, di antaranya kesesuaian fungsionalitas, modularitas, maintainability, skalabilitas, serta keamanan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa semua endpoint berfungsi sesuai skenario, layanan tetap berjalan meskipun salah satu service dimatikan, dan perubahan pada satu layanan tidak berdampak pada layanan lainnya. Pengujian kinerja melalui load testing hingga 200 virtual users menunjukkan rata-rata waktu respons sebesar 300 ms yang masih berada dalam batas toleransi. Selain itu, sistem juga terbukti aman terhadap serangan SQL injection melalui penggunaan parameterized query. Berdasarkan evaluasi tersebut, dapat disimpulkan bahwa rancangan arsitektur microservices berbasis DDD dan API gateway pattern mampu memenuhi kebutuhan sistem manajemen rantai pasokan agrikultur dari sisi modularitas, maintainability, skalabilitas, dan keamanan.