📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 3 dokumen

GEOLOGI DAERAH KECAMATAN BONEPANTAI DAN SEKITARNYA, KABUPATEN BONE BOLANGO, PROVINSI GORONTALO

Berdasarkan studi literatur, wilayah Bonepantai, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo merupakan daerah dengan potensi endapan mineral. Namun, informasi geologi rinci di daerah tersebut masih sangat terbatas; oleh karena itu, diperlukan kajian geologi yang lebih rinci untuk membangun pemahaman dasar sebelum tahapan eksplorasi lanjut dilakukan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kondisi geologi daerah Bonepantai dan sekitarnya yang meliputi geomorfologi, litologi, stratigrafi, dan struktur geologi, serta merekonstruksi sejarah geologi daerah penelitian. Metode yang digunakan meliputi pemetaan geologi dengan skala 1:25.000, didukung oleh studi literatur, analisis geomorfologi, analisis petrografi, dan analisis struktur geologi. Berdasarkan Pemetaan geologi pada luas 59,39 km², teridentifikasi enam satuan geomorfologi meliputi Perbukitan Aliran Lava Bondawuna, Perbukitan Intrusi Pelita Hijau, Perbukitan Intrusi Tunas Jaya, Punggungan Aliran Piroklastik Tamboo, dan Perbukitan Sisa Gunungapi Tulabolo Barat. Terdapat 10 satuan batuan yang terpetakan, terdiri atas yang tertua: Satuan Batupasir–Batulanau, Satuan Batugamping, Satuan Lava Andesit, Satuan Tuf Dasit, Satuan Tuf Lapili, Satuan Intrusi Diorit, Satuan Intrusi Andesit Piroksen, Satuan Intrusi Granit, Satuan Breksi Hidrotermal, dan Satuan Breksi Tuf. Struktur geologi berupa delapan sesar terpetakan dan dikelompokkan ke dalam dua tahap deformasi. Tahap pertama meliputi sesar mendatar dekstral NW–SE, sesar mendatar sinistral NNE–SSW, serta sesar normal NNW–SSW. Tahap kedua menghasilkan sesar normal dan normal-menganan ENE–WSW. Satuan granit yang tidak terpotong oleh sesar diinterpretasikan sebagai intrusi pascakolisi yang berkaitan dengan fase magmatisme pascakolisi pada rezim ekstensional, yang dipicu oleh proses rollback subduksi di Palung Sulawesi Utara. Integrasi data struktur geologi berupa sesar, kekar gerus dan kekar tarik menunjukkan bahwa daerah Bonepantai dikontrol oleh sistem ekstensional yang berhubungan dengan subduksi rollback Laut Sulawesi Utara. Selain itu, keberadaan breksi hidrotermal mengindikasikan adanya sistem hidrotermal yang berkembang dan berpotensi membawa mineralisasi.

2026
👤 Penulis: Muhammad Gilang Aldiansach
🏷️ Geologi 🏷️ Hidrologi 🏷️ Mineralisasi

STUDI GEOLOGI DAN KONTROL STRUKTUR TERHADAP ALTERASI DAN MINERALISASI DI DAERAH GUNUNG PANI, KECAMATAN BUNTULIA, KABUPATEN POHUWATO, PROVINSI GORONTALO

Pulau Sulawesi merupakan wilayah yang kaya akan mineralisasi di Indonesia. Salah satu daerah dengan potensi mineralisasi ini berada di Gunung Pani. Secara administratif, daerah penelitian berada di Desa Hulawa, Kecamatan Buntulia, Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo, dengan luas area sebesar 8,75 km2. Daerah ini diketahui memiliki tipe endapan epitermal sulfidasi rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebaran litologi dan alterasi pada daerah penelitian. Selain itu, penelitian ini juga dilakukan untuk mengetahui pola struktur geologi dan peranannya terhadap alterasi dan mineralisasi di daerah penelitian. Sebanyak 76 sampel batuan dan 8 lubang bor digunakan untuk analisis pada penelitian ini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini antara lain pemetaan lapangan, petrografi sayatan tipis, sayatan poles, dan analisis spektral dengan menggunakan Analytical Spectral Devices (ASD). Stratigrafi daerah penelitian dari tua ke muda terdiri dari 8 satuan batuan, yaitu Satuan Granodiorit, Satuan Monzonit, Satuan Riodasit Masif, Satuan Riodasit Banded, Satuan Breksi Riodasit, Satuan Breksi Diatrema, Satuan Tuf Lapili, dan Satuan Aluvial. Struktur geologi yang berkembang didominasi oleh sesar menganan turun berarah barat laut-tenggara dan sesar normal mengiri berarah timur laut-barat daya. Pengamatan lapangan menunjukkan sesar menganan turun memotong sesar normal mengiri. Adapun zona alterasi yang berkembang pada daerah penelitian, yaitu zona alterasi silika + ilit ± adularia, silika + ilit + smektit, ilit + smektit + silika, silika + smektit + ilit + klorit + kalsit, dan silika + klorit + kalsit + epidot. Mineralisasi pada daerah penelitian hadir sebagai urat, terdiseminasi, dan breksi hidrotermal dengan mineral bijih berupa pirit, arsenopirit, dan kalkopirit. Alterasi dan mineralisasi pada daerah penelitian dikontrol oleh sesar normal mengiri berarah timur laut-barat daya yang muncul akibat tektonik ekstensional. Peristiwa tektonik ini dapat terjadi akibat adanya penebalan kerak dan kolaps kerak bagian atas lengan utara Sulawesi pada fase subduksi Lempeng Laut Sulawesi. Sesar ini dipotong oleh sesar menganan turun berarah barat laut-tenggara yang merupakan tren sesar aktif di lengan utara Sulawesi.

2024
👤 Penulis: Yusuf Fadhilah Firman
🏷️ Geologi 🏷️ Mineralisasi 🏷️ Tektonik

STUDI GEOLOGI DAERAH MANGOLI TIMUR DAN MINERALISASI AREA NAFLOW, IZIN USAHA PERTAMBANGAN PT INDOMINERAL UTAMA SEJAHTERA, PULAU MANGOLI, KABUPATEN KEPULAUAN SULA, PROVINSI MALUKU UTARA

Pulau Mangoli merupakan bagian dari Mikrokontinen Banggai Sula yang berasal dari Benua Australia dan telah mengalami proses tektonik yang kompleks. Dengan proses geologi yang kompleks, area penelitian ini menjadi menarik untuk dilakukan penelitian yang mendalam, tetapi belum ada penelitian khususnya pada studi geokimia, alterasi, dan mineralisasi di area tersebut. Studi ini dilakukan sebagai studi awal dalam eksplorasi regional untuk menentukan genesa dan karakteristik kondisi geologi di Mangoli Timur serta kondisi alterasi, geokimia, dan sistem mineralisasi yang berkembang di Area Naflow. Penelitian ini dilakukan dengan metode pemetaan lapangan dengan luas area 56 km2 untuk studi geologi dan 16 km2 untuk studi geokimia, alterasi, dan mineralisasi sebagai penelitian detail pada Area Naflow. Metode yang digunakan adalah pemetaan geologi dan alterasi, analisis petrografi, analisis mineragrafi, analisis XRay Fluoresence, serta analisis Inductively Coupled Plasma Mass Spectrometry. Daerah penelitian tersusun atas tujuh satuan batuan berdasarkan persebaran litologi dan analisis geomorfologi yaitu satuan metamorf kompleks, gabro, granit, batulanau, diabas, leukogranit, dan aluvial. Pada Area Naflow muncul zona alterasi yang lemah dari intrusi leukogranit yang menerobos batuan gabro. Intrusi leukogranit bertekstur aplit menunjukkan bukti model mineralisasi pegmatit berkembang pada daerah penelitian. Zona alterasi terdiri dari zona epidot + klorit + serisit dan epidot + klorit + aktinolit. Pada zona alterasi ini juga muncul mineral bijih berupa pirit, kalkopirit, hematit, dan magnetit dengan tekstur diseminasi. Pada analisis geokimia unsur jejak batuan leukogranit terlihat bahwa perbandingan kandungan Mg/Li tinggi jika dibandingkan dengan komposisi granit di kerak benua bagian atas yang menunjukkan adanya pengayaan unsur Li. Pada penelitian detail Area Naflow, analisis geokimia batuan utuh dari enam sampel leukogranit menunjukkan bahwa batuan leukogranit berasosiasi dengan VAG (Volcanic Arc Granite). Selain itu, unsur U, Th, dan Rb juga memiliki konsentrasi

2024
👤 Penulis: Muhammad Eko Akbar Heriyanto
🏷️ Geologi 🏷️ Mineralisasi 🏷️ Alterasi Geologis
💬