📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 1 dokumen

STUDI GEOLOGI DAN MINERALISASI TIMAH DAN UNSUR TANAH JARANG PADA ENDAPAN PRIMER DI DAERAH TANJUNG GUNUNG, KABUPATEN BANGKA TENGAH, PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG

Pulau Bangka dikenal memiliki potensi endapan timah primer dan unsur tanah jarang (UTJ), namun keterkaitan antara keduanya masih belum diteliti secara mendalam. Penelitian berlokasi pada daerah Tanjung Gunung, Kecamatan Pangkalan Baru, Kabupaten Bangka Tengah, dalam IUP PT Timah Tbk. dengan luas sekitar 12 km2. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari kondisi geologi beserta kontrolnya terhadap proses alterasi dan mineralisasi, menganalisis karakteristik geokimia granitoid, serta mengidentifikasi zona alterasi, karakteristik, dan persebaran mineralisasi timah dan UTJ di daerah penelitian. Data dikumpulkan melalui pemetaan lapangan pada 79 titik observasi, kemudian diintegrasikan dengan analisis petrografi, mineragrafi, X-Ray Fluorescence (XRF), X-Ray Diffraction (XRD), dan Inductively Coupled Plasma Mass Spectrometry (ICP-MS). Secara geomorfologi, daerah penelitian diklasifikasikan menjadi dua satuan berupa Satuan Perbukitan Struktural Tanjung Gunung dan Satuan Dataran Denudasional Tanjung Gunung. Daerah penelitian tersusun atas empat satuan batuan, yaitu metabatupasir, batupasir, granit, dan endapan aluvial. Berdasarkan data geokimia, granit terbentuk akibat kolisi Blok Sibumasu dengan Sukhothai Arc–Indochina pada Trias Akhir–Jura Awal yang menghasilkan intrusi granitoid tipe-S peraluminous yang dikonfirmasi oleh nilai A/CNK sebesar 1,28 dan posisi sampel pada field syn-collision granites. Karakteristik geokimia granitoid dicirikan oleh pengayaan LREE, anomali negatif Eu, serta deplesi Ba, Sr, P, dan Ti yang mencerminkan evolusi magmatik lanjut. Struktur geologi didominasi oleh sesar mendatar menganan berarah NW-SE yang mengontrol bukaan rekahan tarik NNW-SSE sebagai jalur utama migrasi fluida hidrotermal. Lima zona alterasi teridentifikasi dengan urutan pembentukan dari fase suhu tinggi ke rendah berupa albitisasi, greisenisasi, serisitisasi, argilisasi, dan silisifikasi, dengan zona greisenisasi sebagai target paling prospektif mineralisasi timah. Mineralisasi timah primer hadir dalam empat tipe struktur berupa diseminasi, single vein, sheeted vein, dan lode vein berarah dominan NNW-SSE hingga WNW-ESE yang terbentuk dalam tiga fase paragenesis berupa fase magmatik, hidrotermal, dan supergen. Mineralisasi UTJ bersumber dari mineral aksesori berupa monasit, apatit, dan zirkon, dengan pengayaan maksimum yang terkonsentrasi di dalam zona albitisasi.

2026
👤 Penulis: A. Zaky Aditya
🏷️ Geologi 🏷️ Mineralisasi Timah 🏷️ Hidrologi
💬