📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 2 dokumenANALISIS SPASIAL WILAYAH TERDAMPAK TSUNAMI BERDASARKAN VARIASI MODEL GEMPA DI JAWA BARAT SELATAN
Negara Kesatuan Republik Indonesia merupakan negara dengan pertemuan empat lempeng tektonik besar, yaitu lempeng Indo-Australia, lempeng Eurasia, lempeng Pasifik dan lempeng Filipina. Tugas Akhir ini mengambil studi kasus pada zona subduksi Jawa. Jika disekitar lokasi pertemuan lempeng tersebut akumulasi energi terkumpul sampai suatu titik dimana lapisan bumi tidak lagi sanggup menahan tumpukan energi tersebut. Maka dapat menyebabkan pelepasan energi berupa pergerakan kerak bumi dan mungkin dapat mengakibatkan bencana gempa bumi, tsunami dan pemicu aktifnya gunung berapi. Dalam penulisan Tugas Akhir ini lebih membahas tentang mitigasi bencana tsunami dengan beberapa variasi model gempa zona subduksi Jawa Barat Selatan pemicu tsunami. Lokasi sumber gempa tepatnya pada pada koordinat 105° 03’ 22.70” BT dan 08° 16’ 21.32” LS pada kedalaman 10 kilometer dari permukaan air. Penulisan Tugas Akhir ini dilakukan dengan melalui beberapa metode diantaranya menentukan variasi model gempa, melakukan simulasi tsunami, menganalisis secara spasial dampak tsunami hasil simulasi. Dalam simulasi tsunami ini digunakan perangkat lunak tsunami yang dibuat oleh Mamoru Nakamura dari Universitas Ryukyus, Jepang. Dengan metode-metode tersebut didapatkan suatu informasi mitigasi bencana tsunami berupa tinggi maksimum tsunami dan area genangan tsunami yang didasarkan pada variasi model gempa dan pemodelan tsunami pada perangkat lunak simulasi. Hasil penulisan Tugas Akhir ini juga dapat digunakan sebagai informasi peringatan dini tsunami.
PENGEMBANGAN MODEL ANALISIS CEPAT TENSOR MOMEN GEMPABUMI BERPOTENSI TSUNAMI DARI DATA HIGH-RATE GNSS CORS
Indonesia, terletak pada pertemuan lempeng tektonik Eurasia, Indo-Australia, dan Pasifik dalam Cincin Api Pasifik, menunjukkan aktivitas seismik tinggi, menyumbang lebih dari 80% gempabumi signifikan global. Tsunami seperti Aceh 2004 (Mw 9.1), Nias 2005 (Mw 8.6), dan Palu 2018 (Mw 7.5) menegaskan kebutuhan sistem peringatan dini tsunami yang cepat dan akurat. Metode seismik konvensional, seperti GCMT, memerlukan lebih dari 20 menit untuk inversi tensor momen, melampaui jendela ideal <10 menit. Penelitian ini mengembangkan model analisis cepat tensor momen menggunakan data high-rate GNSS CORS 1 Hz dari jaringan Ina-CORS untuk memperkuat InaTEWS.Fokus pada gempabumi Padang 2009 (Mw 7.6), Simeulue 2012 (Mw 8.6), Nias 2011 (Mw 6.1), Mentawai 2010 (Mw 7.8), dan Palu 2018 (Mw 7.5), penelitian ini memanfaatkan PRIDE PPP-AR untuk posisi presisi, deteksi gelombang P (Wavelet, STA/LTA, AIC), dan inversi tensor momen (AK135, gil7, IASP91, PREM). Hasil penelitian menunjukkan estimasi parameter sumber dalam 80–215 detik, dengan AK135 mencapai reduksi varians 64,44%–68%. Validasi terhadap BMKG, USGS, dan GCMT menunjukkan deviasi magnitudo <0,1 dan mekanisme fokus <10%. Sinyal perpindahan GNSS mengindikasikan dominasi vertikal pada subduksi dan horizontal pada strike-slip, meskipun distribusi stasiun tidak merata diatasi dengan pengurangan noise. Temuan mengkonfirmasi efektivitas data GNSS CORS untuk estimasi cepat tensor momen pada jaringan jarang, mendukung InaTEWS sesuai Peraturan Presiden No. 93/2019 dan SDGs. Tantangan distribusi stasiun dan noise merekomendasikan ekspansi jaringan, optimasi machine learning, dan integrasi data oseanografi. Penelitian ini berkontribusi pada seismologi GNSS dan mitigasi bencana.