📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 3 dokumen

PREFERENSI PEMILIHAN MODA TRANSPORTASI, ABILITY TO PAY DAN WILLINGNESS TO PAY PADA RENCANA LRT BANDUNG RAYA KORIDOR BABAKAN SILIWANGI-TEGALLUAR

Kota Bandung menghadapi krisis mobilitas yang serius dengan predikat kota termacet di Indonesia, sementara rencana pembangunan light rail transit (LRT) Bandung Raya sebagai Proyek Strategis Nasional hadir sebagai solusi jangka panjang. Keberhasilan proyek ini sangat bergantung pada skema kerjasama pemerintah dengan badan usaha (KPBU) yang mengandalkan pendapatan tiket, namun hingga kini belum tersedia data mengenai karakteristik pengguna, preferensi, kemampuan bayar, dan kemauan bayar calon penggunanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik sosio-ekonomi dan pola perjalanan, preferensi pemilihan moda, serta nilai ability to pay (ATP) dan willingness to pay (WTP) masyarakat lokal pada koridor Babakan Siliwangi-Tegalluar sebagai landasan rekomendasi kebijakan tarif dan strategi operasional. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode stated preference melalui choice experiment berbasis orthogonal design yang disebarkan kepada 160 responden komuter harian menggunakan teknik purposive sampling. Analisis statistik deskriptif digunakan untuk mengidentifikasi profil sosio-ekonomi dan pola perjalanan responden sekaligus menghitung nilai ATP berdasarkan proporsi pengeluaran transportasi. Atribut layanan yang dianalisis dalam pemodelan preferensi meliputi waktu tempuh, biaya perjalanan, waktu tunggu, waktu akses, jumlah perpindahan moda, dan sistem pembayaran, yang dimodelkan menggunakan multinomial logit model. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi landasan ilmiah bagi pemangku kepentingan dalam menetapkan kebijakan tarif yang inklusif dan strategi pelayanan yang responsif terhadap kebutuhan komuter harian di Kawasan Metropolitan Bandung Raya

2026
👤 Penulis: Qalya Khaliza
🏷️ Mobilitas Kota 🏷️ Manajemen Transportasi Publik 🏷️ Analisis Preferensi Konsumen

ANALISIS JARINGAN BUS RAPID TRANSIT (BRT) DENGAN KONSEP SEAMLESS MOBILITY DI KOTA BANDUNG

Sistem transportasi perkotaan yang tidak terintegrasi secara fungsional dan spasial masih menjadi tantangan utama dalam pengembangan mobilitas di Kota Bandung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi penerapan konsep seamless cities sebagai pendekatan dalam perencanaan dan pengembangan sistem Bus Rapid Transit (BRT). Pendekatan penelitian menggunakan metode mixed method dengan menggabungkan metode kuantitatif yang datanya diperoleh dari data sekunder berbagai instansi dan sumber lainnya yang berbasis analisis spasial dengan model penilaian indikator yang mencakup bangkitan dan tarikan, kepadatan penduduk, kepadatan aktivitas, aksesibilitas terhadap fasilitas publik, dan ketersediaan moda transportasi alternatif, serta metode kualitatif yang datanya diperoleh dari webscraping media sosial X dan obervasi yang berbasis analisis persepsi dan sentiment masyarakat melalui platform media sosial X. Analisis dilakukan melalui pemetaan indikator, pembobotan skoring, dan integrasi hasil overlay spasial untuk menghasilkan perencanaan koridor, halte, dan fasilitas integrasi BRT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skenario perencanaan berbasis seamless cities memberikan hasil yang lebih optimal dibandingkan kondisi eksisting, baik dari segi jumlah pusat pelayanan yang terlayani, perluasan jangkauan halte, penambahan titik halte, maupun keberadaan fasilitas interchange antarmoda. Penelitian ini menegaskan bahwa penerapan prinsip seamless mobility berbasis empat pilar— mobility, environment, governance, dan economy—dengan pendekatan berbasis pengguna (user-centered) mampu menjadi kerangka efektif dalam merancang sistem BRT yang inklusif dan berkelanjutan. Kontribusi penelitian ini terletak pada integrasi pendekatan teoritis dan aplikatif dalam menjawab tantangan mobilitas perkotaan kontemporer dan menawarkan strategi yang dapat direplikasi di kotakota lain di Indonesia.

2025
👤 Penulis: Rafi Devana Azaria
🏷️ Mobilitas Kota 🏷️ Bus Rapid Transit (Brt) 🏷️ Perencanaan Transportasi Publik

PREFERENSI MODA PELAKU PERJALANAN TERHADAP TRAVEL TIME DAN TRAVEL COST ANTARA BUS DAN KERETA API (STUDI KASUS: MAKASSAR-PAREPARE)

Sulawesi Selatan sebagai wilayah dengan mobilitas tinggi di Indonesia, memerlukan infrastruktur transportasi yang memadai untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan perkotaan yang berkelanjutan. Sejalan dengan komitmen pemerintah untuk mengembangkan jaringan kereta api di Pulau Sulawesi, lintasan kereta api dari Kota Makassar ke Kota ParePare telah dibangun. Sebelumnya, pelaku perjalanan hanya memiliki opsi bus sebagai angkutan umum untuk perjalanan antarkota. Namun, dengan hadirnya kereta api sebagai alternatif baru, pilihan moda transportasi pelaku perjalanan menjadi bertambah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui preferensi moda pelaku perjalanan antara bus dan kereta api (Makassar-Parepare) dengan mempertimbangkan faktor-faktor yang mempengaruhi pilihan moda transportasi oleh pelaku perjalanan dengan karakteristik sosio ekonomi dan karakteristik perjalanan berdasarkan revealed preference serta atribut travel time dan travel cost untuk stated preference. Dimana, hasil dari penelitian menunjukkan bahwa karakteristik pelaku perjalanan berdasarkan sosio ekonomi dan karakteristik perjalanan cenderung lebih memilih moda kereta api. Selanjutnya dari hasil intervensi yang telah dilakukan terhadap atribut travel time dan travel cost ditemukan bahwa pelaku perjalanan akan memilih moda angkutan umum dengan waktu tempuh yang lebih singkat dan biaya yang lebih terjangkau

2024
👤 Penulis: Anggel Erpa Erong Pakiding
🏷️ Mobilitas Kota 🏷️ Perbandingan Transportasi Umum 🏷️ Pilihan Moda Transportasi
💬