📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 3 dokumenINTERVENSI INFRASTRUKTUR TRANSPORTASI DALAM RANGKA PENERAPAN KONSEP 15-MINUTE NEIGHBORHOOD PADA KAMPUNG KOTA DI SEKITAR KAWASAN TOD MRT JAKARTA
Pembangunan TOD MRT Jakarta membawa level baru pada mobilitas DKI Jakarta. Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa MRT Jakarta menjadi moda transportasi paling modern andalan masyarakat. Akan tetapi, di balik itu pelayanan first and last mile (FLM) travel masih sering kurang dipertimbangkan sehingga kualitas FLM pada layanan MRT Jakarta belum sepenuhnya memuaskan bagi pengguna. Di sisi lain, masih terdapat area pinggiran berupa kampung kota di sekitar kawasan TOD MRT Jakarta yang masih terhambat aksesibilitasnya terhadap infrastruktur perkotaan, salah satunya infrastruktur perkotaan. Konsep 15-minute neighborhood berpotensi untuk menjembatani kedua permasalahan aksesibilitas yang terjadi dengan menerapkan prinsip perancangan kawasan yang dapat mengakses fungsi - fungsi sosial perkotaan hanya dengan 15 menit durasi perjalanan melalui moda berjalan kaki atau bersepeda. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bentuk intervensi infrastruktur transportasi yang dapat diterapkan pada kampung kota di sekitar kawasan TOD MRT Jakarta dalam rangka menerapkan konsep 15-minute neighborhood. Tujuan ini dicapai melalui tiga tahap, identifikasi kecamatan potensial, identifikasi bentuk dan kuantitas kebutuhan infrastruktur transportasi, serta estimasi biaya dan metode pembiayaan yang dibutuhkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kecamatan Tanah Abang dan Kecamatan Setiabudi memiliki tingkat aksesibilitas kawasan permukiman terhadap layanan dasar fungsi sosial perkotaan paling tinggi sehingga berpotensial untuk menerapkan konsep 15-minute neighborhood. Meskipun begitu, didapatkan bahwa masih terdapat kebutuhan untuk menyediakan jalur khusus pejalan kaki dan pesepeda serta penerapan traffic calming pada jalan lingkungan dan gang-gang permukiman untuk memprioritaskan mobilitas pejalan kaki dan pesepeda. Penyediaan infrastruktur transportasi ini dinilai masih dapat dipenuhi melalui APBD DKI Jakarta dengan tetap terbuka pada peluang kontribusi dari pihak swasta.
ANALISIS PENGARUH MOBILITAS TERHADAP PENYEBARAN COVID-19 ANTARA DUA DAERAH MENGGUNAKAN METODE SEIR
Pandemi COVID-19 menyebabkan berbagai perubahan dalam kehidupan masyarakat secara global, termasuk mobilitas penduduk dari suatu daerah ke daerah lainnya. Hal ini dikarenakan COVID-19 dapat menular melalui interaksi antar individu. Oleh karena itu, dilakukan berbagai pembatasan mobilitas individu supaya mengurangi terjadinya interaksi yang dapat menyebab meningkatnya penyebaran COVID-19. Tugas akhir ini bertujuan untuk mengkaji penyebaran penyakit dengan tingkat penyebaran yang tinggi, menggunakan COVID-19 sebagai contoh fenomena. Penyebaran penyakit akan ditinjau dengan faktor mobilitas yang digambarkan menggunakan model epidemiologi SEIR (Susceptible, Exposed, Infected, Recovered). Faktor mobilitas antar dua daerah dengan laju yang menggambarkan perpindahan penyakit ke setiap kompartemen lainnya. Selanjutnya, dilakukan analisis titik kesetimbangan dan simulasi numerik dari model yang telah dibangun untuk melihat dinamika setiap populasi yang ada pada model. Analisis yang diperoleh yaitu peningkatan mobilitas dari suatu daerah dapat menyebabkan peningkatan laju penyebaran di daerah lainnya. Lalu, penerapan model ke data COVID-19 di Jakarta dan Jawa Barat dengan model fitting untuk mengestimasi parameter dengan galat minimum. Setelah itu, dilakukan analisis sensitivitas parameter dengan mengubah besaran tiap parameter untuk melihat perubahan yang terjadi pada simulasi model yang telah dibangun. Dari analisis sensitivitas, diperoleh bahwa parameter yang membawa dampak paling signifikan yaitu parameter laju mobilitas dan parameter laju penularan di setiap daerah. Perubahan yang akan dilihat yaitu perubahan pada tingkat penyebaran penyakit di kedua daerah. Hasil analisis model ini akan ditentukan tindakan penanggulangan untuk kasus penyakit dengan tingkat penyebaran yang tinggi di masyarakat.
PERANCANGAN LAHAN PADA KAWASAN TRANSIT ORIENTED DEVELOPMENT (TOD) ISTORA-SENAYAN MELALUI PENDEKATAN INFILL DEVELOPMENT
Perkembangan pesat perkotaan di DKI Jakarta telah menimbulkan tantangan besar terkait mobilitas, lingkungan, ketersediaan lahan, dan kualitas hidup penduduk. Dari sensus BPS tahun 2010-2021, dapat dilihat bahwa kepadatan penduduk di Jakarta terus meningkat hingga memiliki angka kepadatan penduduk yang tertinggi di antara provinsi lain di Indonesia. Angka kepadatan penduduk yang semakin tinggi menunjukkan tekanan besar terhadap infrastruktur, sumber daya, dan kualitas hidup masyarakat. Sebagai respons terhadap masalah ini, pemerintah DKI Jakarta menawarkan sebuah konsep pengembangan berupa Transit Oriented Development (TOD), yang merupakan sebuah konsep pembangunan kawasan yang menekankan integrasi transportasi umum dan pemanfaatan lahan yang optimal. Salah satu kawasan TOD yang menjadi fokus penelitian adalah TOD Istora - Senayan, yang terletak di sekitar pusat bisnis dan komersial Senayan Central Business District (SCBD). Meskipun memiliki lokasi yang strategis, tetapi masih terdapat lahan kosong di sekitar Stasiun MRT Senayan yang belum dimanfaatkan, serta perumahan kumuh yang belum tertata dengan baik. Kondisi ini bertentangan dengan prinsip kawasan TOD yang mengutamakan penggunaan lahan yang kompak, padat, berintensitas tinggi, terintegrasi, dan berkelanjutan. Studi ini menggunakan metode pengambilan data observasi, wawancara, dan studi dokumen untuk mencapai tujuan berupa merancang lahan pada Kawasan TOD Istora-Senayan melalui pendekatan infill development. Dari hasil studi, dirumuskan kriteria normatif seperti pencampuran penggunaan lahan, kepadatan tinggi, inklusivitas, konektivitas, keamanan, dan ramah lingkungan. Selain itu, dirumuskan juga visi perancangan berupa menciptakan kawasan yang hidup, produktif, dan berkelanjutan. Hasil dan kesimpulan yang didapatkan dari penelitian ini adalah bahwa perancangan kawasan campuran melalui pendekatan infill development pada TOD Istora-Senayan dapat menjadi salah satu solusi untuk masalah mobilitas, keterbatasan lahan, dan peningkatan kualitas hidup penduduk perkotaan, meningkatkan pemanfaatan lahan dan kepadatan penggunaan, mengatasi persoalan lahan kosong dan perumahan tidak tertata di sekitar Stasiun MRT Senayan, serta menciptakan tata ruang yang lebih teratur sesuai prinsip pengembangan kawasan.