📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 2 dokumen

PERANCANGAN BUKU SERIAL MULTISENSORI SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN KOSAKATA BAHASA ISYARAT INDONESIA (BISINDO) BAGI ANAK TUNARUNGU BERBASIS OBJEK KONTEKSTUAL LINGKUNGAN SEKITAR

Tingginya angka gangguan pendengaran di Indonesia serta fakta bahwa sebagian besar anak tunarungu lahir dari orang tua dengar berdampak pada keterbatasan pemerolehan bahasa sejak usia dini. Selain itu, ketersediaan media pembelajaran bahasa isyarat yang sistematis, interaktif, dan berjenjang masih terbatas, sehingga proses pemerolehan bahasa anak tunarungu belum optimal. Penelitian ini bertujuan merancang buku serial multisensori sebagai media pembelajaran kosakata BISINDO berbasis objek kontekstual di lingkungan sekitar anak. Perancangan difokuskan pada penyediaan media yang sesuai dengan tahapan perkembangan bahasa anak tunarungu usia dini melalui pendekatan multisensori visual, kinestetik, taktil, serta dukungan auditori melalui pendamping. Metode perancangan yang digunakan adalah Double Diamond yang meliputi tahap discover, define, develop, dan deliver. Hasil perancangan berupa buku serial multisensori yang dirancang untuk meningkatkan keterlibatan anak dalam proses pembelajaran bahasa isyarat secara bertahap dan kontekstual. Dengan demikian, perancangan ini diharapkan dapat menjadi alternatif media pembelajaran inklusif yang mendukung pemerolehan bahasa isyarat BISINDO sejak usia dini.

2026
👤 Penulis: Hariani Hakiki Wijaya
🏷️ Multisensori 🏷️ Pembelajaran Bahasa Isyarat 🏷️ Tahapan Perkembangan Anak Tunarungu

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN MULTISENSORI UNTUK MEMAHAMI WAKTU DAN DURASI BAGI ANAK DENGAN DISKALKULIA

Proses pembelajaran merupakan elemen penting dalam pengembangan potensi seorang anak, termasuk anak dengan kebutuhan khusus seperti diskalkulia. Diskalkulia merupakan bagian dari kesulitan belajar spesifik atau Specific Learning Disorder (SpLD) yang memengaruhi kemampuan memahami konsep matematika, seperti berhitung, mengenali angka, dan menyelesaikan masalah matematis. Salah satu kesulitan utama yang dialami anak dengan diskalkulia adalah dalam memahami konsep waktu, seperti penghitungan menit, jam, serta pengenalan pola waktu khususnya pada jam analog. Ketidakmampuan memahami waktu ini dapat mengganggu kemampuan anak dalam melakukan manajemen waktu, menentukan skala prioritas atau menyusun jadwal sehari-hari. Penggunaan jam digital yang biasanya dijadikan sebagai solusi sementara, pada dasarnya tidak memberikan pemahaman mendalam terhadap konsep waktu, sehingga anak kesulitan bahkan takut apabila harus melakukan pengelolaan waktu secara mandiri. Karena hal ini, cenderung sulit bagi mereka untuk menjalani hidup yang teratur dan produktif, yang dapat menurunkan kepercayaan diri serta memengaruhi hubungan sosial dan profesional saat sudah dewasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan metode pembelajaran yang fokus pada penguasaan konsep waktu melalui pendekatan media pembelajaran multisensori. Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan kemampuan anak dengan diskalkulia dalam memahami waktu, sehingga mereka dapat lebih percaya diri dan mampu beradaptasi di masa yang akan mendatang.

2024
👤 Penulis: Jasmine Amelia Putri Andreani
🏷️ Diskalkulia 🏷️ Pendidikan Anak Berkesulitan Belajar 🏷️ Multisensori
💬