📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 3 dokumenPERANCANGAN INTERIOR MUSEUM GASTRONOMI NUSANTARA BERBASIS INTERPRETASI KULINER MULTISENSORI
Indonesia memiliki kekayaan kuliner tradisi yang amat beragam, namun menghadapi ancaman akibat ketergantungan impor pangan serta pergeseran gaya hidup generasi muda yang cenderung mengonsumsi makanan modern maupun instan. Perubahan pola konsumsi ini berisiko mengikis keberagaman pangan lokal dan identitas budaya Nusantara. Oleh karena itu, diperlukan sebuah sarana rekreasi edukatif yang mampu memperkenalkan serta melestarikan narasi gastronomi Indonesia secara interaktif dan relevan dengan generasi modern. Tujuan perancangan ini adalah mewujudkan museum gastronomi modern bernama Gastro Loka. Museum ini dirancang untuk merekonstruksi dan mempresentasikan identitas kuliner tradisi dari berbagai penjuru Nusantara melalui pendekatan spasial yang tidak sekadar visual, melainkan juga menyentuh aspek sensori manusia secara menyeluruh. Metode perancangan yang digunakan meliputi pengumpulan data melalui studi literatur, observasi, serta analisis kualitatif terhadap karakteristik kuliner lokal, perilaku pengunjung, dan standar museum interaktif. Pendekatan perancangan menerapkan interpretasi kuliner multisensori yang mengintegrasikan aspek pencahayaan, materialitas, akustik, tekstur, dan pengalaman olfaktori ke dalam ruang interior. Konsep desain museum mengusung tema "Kelana Rasa Nusantara", yang mengarahkan alur eksplorasi pengunjung melalui rangkaian program spasial yang saling terintegrasi. Implementasi desain diwujudkan melalui pembagian zona utama, meliputi galeri pameran interaktif untuk narasi sejarah dan tradisi pangan, area workshop untuk edukasi pembuatan hidangan secara langsung, hingga restoran gastronomy fine dining yang menyajikan reinterpretasi kuliner Nusantara. Seluruh elemen interior dan tata pamer dirancang terpadu guna menstimulasi emosi dasar pengunjung serta membangun kembali kebanggaan terhadap kekayaan pangan lokal.
PERANCANGAN INTERIOR MUSEUM GASTRONOMI NUSANTARA BERBASIS INTERPRETASI KULINER MULTISENSORI
Indonesia memiliki kekayaan kuliner tradisi yang amat beragam, namun menghadapi ancaman akibat ketergantungan impor pangan serta pergeseran gaya hidup generasi muda yang cenderung mengonsumsi makanan modern maupun instan. Perubahan pola konsumsi ini berisiko mengikis keberagaman pangan lokal dan identitas budaya Nusantara. Oleh karena itu, diperlukan sebuah sarana rekreasi edukatif yang mampu memperkenalkan serta melestarikan narasi gastronomi Indonesia secara interaktif dan relevan dengan generasi modern. Tujuan perancangan ini adalah mewujudkan museum gastronomi modern bernama Gastro Loka. Museum ini dirancang untuk merekonstruksi dan mempresentasikan identitas kuliner tradisi dari berbagai penjuru Nusantara melalui pendekatan spasial yang tidak sekadar visual, melainkan juga menyentuh aspek sensori manusia secara menyeluruh. Metode perancangan yang digunakan meliputi pengumpulan data melalui studi literatur, observasi, serta analisis kualitatif terhadap karakteristik kuliner lokal, perilaku pengunjung, dan standar museum interaktif. Pendekatan perancangan menerapkan interpretasi kuliner multisensori yang mengintegrasikan aspek pencahayaan, materialitas, akustik, tekstur, dan pengalaman olfaktori ke dalam ruang interior. Konsep desain museum mengusung tema "Kelana Rasa Nusantara", yang mengarahkan alur eksplorasi pengunjung melalui rangkaian program spasial yang saling terintegrasi. Implementasi desain diwujudkan melalui pembagian zona utama, meliputi galeri pameran interaktif untuk narasi sejarah dan tradisi pangan, area workshop untuk edukasi pembuatan hidangan secara langsung, hingga restoran gastronomy fine dining yang menyajikan reinterpretasi kuliner Nusantara. Seluruh elemen interior dan tata pamer dirancang terpadu guna menstimulasi emosi dasar pengunjung serta membangun kembali kebanggaan terhadap kekayaan pangan lokal.
VISUALISASI NARASI MITOLOGI LAUT JEPANG DALAM BENTUK MEDIUM KERAMIK FUNGSIONAL: SCULPTURE INCENSE WATERFALL
Tugas akhir ini mengangkat mitologi laut Jepang sebagai sumber narasi yang diterjemahkan ke dalam medium keramik fungsional berbentuk sculpture incense waterfall. Empat tokoh mitologis Ry?jin, Ningyo, Umib?zu, dan Namazu, Kashima dipilih sebagai representasi simbolik relasi manusia dengan laut, yang mencakup aspek kekuasaan, ambiguitas, ketidakpastian, serta keseimbangan antara kehancuran dan keteraturan alam. Pendekatan ini bertujuan menghadirkan mitologi tidak hanya sebagai cerita visual, tetapi sebagai pengalaman ruang yang bersifat multisensorik. Metode penciptaan dilakukan melalui tahapan riset literatur mitologi, eksplorasi visual, eksperimen material, serta proses perancangan dan perwujudan karya. Medium yang digunakan adalah tanah liat earthenware Sitiwinangun dengan teknik direct sculpting. Pewarnaan massa tanah diterapkan melalui teknik body staining menggunakan campuran oksida logam, dan karya dibakar pada suhu 1050°C tanpa glasir untuk mempertahankan kejujuran material. Elemen asap dupa backflow diintegrasikan sebagai bagian fungsional dan konseptual, didukung oleh aroma dan elemen suara untuk membangun pengalaman inderawi yang menyeluruh. Hasil penciptaan menunjukkan bahwa keramik fungsional mampu menjadi medium naratif yang efektif dalam menyampaikan mitologi melalui perpaduan bentuk, material, dan pengalaman multisensorik. Karya ini diharapkan dapat memperluas pemahaman terhadap praktik keramik kontemporer sebagai medium yang tidak hanya bersifat visual, tetapi juga mampu membangun relasi emosional dan reflektif antara karya, ruang, dan audiens.