📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 3 dokumen

SINTESIS DAN KARAKTERISASI SERBUK NANOKOMPOSIT (ZIRKONIA-ALUMINA-SILIKA-HIDROKSIAPATIT) SEBAGAI "FILLER" BAHAN RESTORASI UNTUK APLIKASI DIREK PADA GIGI

~

2026
👤 Penulis: Eresti Tyas Ayu
🏷️ Nanokomposit 🏷️ Restorasi Gigi 🏷️ Hidroksiapatit

SINTESIS NANOKOMPOSIT TERNER GRAFENA OKSIDA TEREDUKSI-SENG OKSIDA-KARBON AKTIF (RGO/ZNO/AC) UNTUK BAHAN ELEKTRODA BERKINERJA TINGGI SUPERKAPASITOR

Bahan karbon ideal untuk superkapasitor karena ketersediaan, keragaman bentuk dan harga yang terjangkau. Namun, kinerja superkapasitor terbatas oleh kerapatan energi rendah. Untuk mengatasi ini, perlu dikembangkan elektroda canggih yang memadukan luas permukaan tinggi, porositas optimal dan desain yang tepat untuk meningkatkan kinerja superkapasitor. Sintesis sederhana nanokomposit terner baru reduksi grafena oksida/seng oksida/arang aktif (rGO/ZnO/AC) menggunakan metode hidrotermal in-situ dengan bantuan ultrasonik telah disiapkan sebagai bahan elektroda superkapasitor. Bahan-bahan tersebut dikarakterisasi menggunakan metode Brunauer-Emmett-Teller (BET), Spektroskopi Raman, Mikroskopi Elektronik Pindai (SEM), Spektroskopi Ultraviolet-Tampak (UV-Vis), dan Difraksi Sinar-X (XRD). Pengukuran Voltametri Siklik (CV), Pengisian/Pengosongan Galvanostatik (GCD), dan Spektroskopi Impedansi Elektrik (EIS) dilakukan dalam sel tiga-elektroda untuk mengukur sifat elektrokimia dan kapasitif dalam larutan 1 M H2SO4. Pengukuran elektrokimia menunjukkan bahwa elektroda superkapasitor berbasis nanokomposit terner rGO/ZnO/AC memiliki kapasitansi spesifik tinggi sebesar 481,57 F.g-1 pada 0,1 A.g-1 dengan stabilitas siklus yang sangat baik, menunjukkan retensi kapasitansi sebesar 95,23% setelah 5000 siklus. Dibandingkan dengan nanokomposit biner rGO/ZnO yang memiliki kapasitansi spesifik sebesar 207,05 F.g-1 dan mempertahankan 89,17% nilai kapasitif awal setelah 5000 siklus. Nanokomposit hasil ini menunjukkan potensi besar sebagai bahan elektroda superkapasitor berkinerja tinggi.

2025
👤 Penulis: Muhammad Aulia Anggoro
🏷️ Nanokomposit 🏷️ Superkapasitor 🏷️ Karbon Aktif

BORON-DOPED DIAMOND TERMODIFIKASI LEMBARAN NANO MXENE DAN NANOPARTIKEL EMAS SEBAGAI SENSOR GLUKOSA NON-ENZIMATIK BERKINERJA TINGGI

Pemantauan glukosa darah yang akurat dan real-time sangat penting untuk manajemen diabetes. Sensor glukosa enzimatik saat ini menghadapi kendala stabilitas dan sensitivitas yang rendah. Untuk mengatasi hal ini, dikembangkan sensor glukosa non-enzimatik yang menawarkan stabilitas dan toleransi lingkungan yang lebih tinggi. Penelitian ini mengeksplorasi potensi nanokomposit berbasis boron-doped diamond (BDD), MXene V2C/Ti3C2, dan nanopartikel emas (AuNPs) sebagai sensor glukosa non-enzimatik. Keberhasilan sintesis MXene dikonfirmasi menggunakan X-ray Diffraction (XRD) dan Scanning Electron Microscopy (SEM). Hasil XRD menunjukkan puncak difraksi karakteristik MXene (V2C dan Ti3C2) pada sudut 2? = 8° yang mengonfirmasi jarak antar lapisan sesuai dengan nanosheet MXene yang terkelupas. Citra SEM menunjukkan adanya peningkatan jarak interlayer dari MXene sehingga strukturnya berlapis-lapis. Keberhasilan modifikasi elektroda BDD-V2C dan BDD-V2C-AuNPs dikonfirmasi menggunakan SEM dan X-ray Photoelectron Spectroscopy (XPS). Citra SEM menunjukkan distribusi homogen nanosheet MXene dan MXene-AuNPs dengan perbesaran 5 ?m pada permukaan BDD. Analisis XPS mengonfirmasi keberadaan elemen-elemen kunci, termasuk Ti, C, dan Au, dengan energi ikat Au 4f sebesar 84,0 eV, yang menunjukkan keberhasilan fungsionalisasi AuNPs. Hasil voltametri siklik dengan laju pindai 50 mV/s dengan potensial vs Ag/AgCl sebesar 0 hingga 0,8 V menunjukkan bahwa elektroda BDD-V2C AuNPs memiliki performa elektrokimia terbaik di antara 4 elektroda yang diuji (BDD-V2C, BDD-V2C-AuNPs, BDD-Ti3C2, dan BDD-Ti3C2-AuNPs). Elektroda ini menunjukkan sensitivitas tertinggi sebesar 24,14 ?A ppm?1cm?2 limit deteksi (LOD) terendah sebesar 0,15 ppm, repeatability/stabilitas jangka pendek dengan relative standard deviation (RSD) terkecil sebesar 0,73% dan stabilitas jangka panjang tertinggi dengan nilai I/I0 yaitu 0,93. Dengan performa yang luar biasa ini, nanokomposit BDD-V2C-AuNPs menunjukkan potensi besar sebagai sensor glukosa non-enzimatik yang akurat, stabil, dan tahan terhadap kondisi lingkungan dengan pH netral maupun ekstrem. Penelitian ini membuka peluang baru dalam pengembangan teknologi sensor glukosa untuk mendukung manajemen diabetes yang lebih efektif.

2025
👤 Penulis: Neng Firly Sriramadhani
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Sensor Glukosa Non-Enzimatik 🏷️ Nanokomposit
💬