📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 2 dokumenNEUROARCHITECTURE FOR BIRTH AND BEYOND: DESIGNING SPACES FOR MATERNAL WELL-BEING AND POSITIVE BIRTH EXPERIENCE
Tingginya prevalensi kecemasan dan depresi pascapersalinan di Indonesia menunjukkan bahwa kesehatan mental ibu masih menjadi aspek yang kurang diperhatikan dalam sistem perawatan maternal, padahal kondisi ini berdampak langsung pada keberlanjutan kesehatan generasi berikutnya sebagaimana ditekankan dalam SDG 3 (Good Health and Well-Being). Fenomena fear tension pain syndrome memperlihatkan bagaimana rasa takut dan kecemasan ibu terhadap proses persalinan dapat memicu ketegangan tubuh yang justru memperbesar persepsi nyeri, sementara lingkungan binaan fasilitas kesehatan maternal konvensional yang cenderung klinis, bising, dan minim privasi belum dirancang untuk mendukung regulasi hormonal alami tubuh, khususnya keseimbangan oksitosin dan kortisol selama persalinan. Kondisi ini melatarbelakangi eksplorasi neuroarsitektur sebagai topik utama perancangan, yakni pendekatan arsitektural yang menempatkan respons neurologis dan psikofisiologis pengguna sebagai dasar pertimbangan desain ruang perawatan maternal. Tipologi bangunan yang dipilih adalah fasilitas perawatan maternitas yang berlokasi di kawasan Jalan Parahyangan Raya, Bandung, dengan pertimbangan kebutuhan fasilitas kesehatan ibu dan anak yang berorientasi pada kenyamanan psikologis, bukan sekadar fungsi medis semata. Pendekatan yang digunakan adalah neuroarsitektur yang diintegrasikan dengan prinsip biophilic design guna menciptakan lingkungan yang secara neurologis mendukung penurunan kadar kortisol dan peningkatan oksitosin melalui elemen spasial seperti pencahayaan alami, kualitas akustik, sirkulasi organik, dan area transisi privat-publik. Metode perancangan mencakup studi literatur terhadap teori neuroarsitektur, kajian preseden fasilitas maternitas, serta analisis tapak dan konteks lingkungan sekitar untuk merumuskan strategi massa dan zonasi ruang yang responsif terhadap kebutuhan psikofisiologis pengguna. Tujuan perancangan ini adalah menghasilkan rancangan arsitektur fasilitas maternitas yang menurunkan tingkat kecemasan dan nyeri persalinan melalui pendekatan neurosains lingkungan, sekaligus mendorong terciptanya pengalaman melahirkan yang positif. Luaran yang diharapkan berupa produk rancangan arsitektur yang aplikatif serta kontribusi teoretis bagi pengembangan wacana neuroarsitektur dalam konteks fasilitas kesehatan maternal di Indonesia.
PERANCANGAN PANTI SOSIAL TRESNA WERDHA KHUSUS DEMENSIA DENGAN PENDEKATAN NEURO-ARSITEKTUR
Prevalensi Demensia di Indonesia meningkat pesat, dengan perkiraan jumlah penderita mencapai 7,5 juta pada tahun 2050. Kondisi ini menuntut solusi perawatan jangka panjang yang efektif dan sesuai dengan kebutuhan lokal. Keterbatasan fasilitas perawatan khusus Demensia di Indonesia, ditambah dengan akses layanan kesehatan yang terbatas dan fokus perawatan yang lebih banyak pada aspek fisik daripada kognitif, menjadi tantangan utama. Selain itu, budaya merawat lansia di rumah dan ikatan keluarga yang erat menunjukkan perlunya desain panti sosial tresna werdha khusus Demensia yang mendukung kedekatan emosional dalam pelayanan dan fasilitasnya. Penelitian dan perancangan ini bertujuan untuk merancang Panti Sosial Tresna Werdha khusus Demensia berbasis Neuro-arsitektur di pusat kota, guna memudahkan akses keluarga dan memfasilitasi interaksi lebih intensif dengan lansia dengan demensia. Lokasi pusat kota akan memungkinkan fasilitas ini menjadi bagian dari komunitas, mempermudah kunjungan keluarga, dan melibatkan mereka dalam perawatan. Desain ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang mendukung pemulihan fisik, kognitif, dan emosional, serta mengurangi beban keluarga dalam perawatan. Secara global, tantangan penanganan Demensia meliputi peningkatan jumlah penderita dan kesenjangan akses perawatan berkualitas, terutama di negara berkembang. Dengan proyeksi mencapai 152,8 juta penderita pada tahun 2050, dibutuhkan pendekatan inovatif dan berkelanjutan, seperti penerapan neuro-arsitektur, untuk mendukung aspek kognitif dan emosional pasien. Pendekatan desain ini harus menyesuaikan dengan kebutuhan lokal dan tantangan global. Penelitian ini menggunakan data kualitatif, panduan internasional, dan referensi jurnal untuk mengembangkan konsep dan program ruang yang relevan.