π Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 3 dokumenPENGEMBANGAN WEBSITE MENU MAKANAN BERGIZI SEIMBANG UNTUK BALITA
Masa balita merupakan masa yang sangat penting untuk anak karena pada masa inilah pertumbuhan serta perkembangan tubuh dan otak anak berjalan dengan pesat. Dengan demikian, pemenuhan asupan gizi sangat penting untuk menjaga proses tersebut berjalan dengan baik. Akan tetapi, di Indonesia sekitar 21,5% anak-anak pada usia balita yang memiliki status gizi stunting. Oleh karena itu, dikembangkan suatu website rekomendasi menu makanan yang dapat membantu orang tua dalam memastikan anak memenuhi kebutuhan gizi hariannya. Website ini menggunakan algoritma optimasi dalam menyusun menu makanan mingguan yang memprioritaskan ketercapaian target AKG serta keberagaman variasi makanan. Algoritma optimasi dibuat menggunakan metode MaOO memakai solver C-TAEA dengan membandingkan hasil rekomendasi menu makanan menggunakan 5 objektif berupa nutrisi makro yang terdiri atas kalori, protein, lemak, karbohidrat, dan serat dengan algoritma yang menggunakan 17 objektif berupa 5 nutrisi makro dan 12 nutrisi mikro yang terdiri atas berupa 5 vitamin dan 7 mineral. Hasil yang didapat menunjukkan bahwa penggunaan nutrisi makro saja sebagai objektif memberikan hasil menu makanan dengan penyimpangan nutrisi yang lebih sedikit dan variasi makanan yang lebih beragam. Optimasi menggunakan target AKG tahun 2014 menunjukkan penyimpangan kalori dengan 5 objektif sebesar 7,45%, sedangkan 17 objektif sebesar 10,15%. Penyimpangan nutrisi makro secara keseluruhan adalah 12,37% untuk 5 objektif dan 16,83% untuk 17 objektif. Variasi makanan yang didapatkan dengan 5 objektif bernilai 0,642 β 0,967, sementara 17 objektif bernilai 0,642 β 0,934. Sedangkan untuk optimasi dengan target AKG tahun 2019, penyimpangan kalori dengan 5 objektif adalah 7,71% dan 17 objektif adalah 13,01%. Dengan penyimpangan nutrisi makro secara keseluruhan untuk 5 objektif adalah 15,32% dan 17 objektif adalah 18,79%. Variasi makanan yang didapatkan untuk 5 objektif bernilai 0,594 β 0,972, sementara 17 objektif bernilai 0,591 β 0,937. Algoritma berhasil merekomendasikan menu makanan dengan ratarata deviasi nutrisi makro di bawah 20%. Algoritma kemudian diimplementasikan ke dalam sebuah website yang mampu menerima informasi usia dan alergi anak, kemudian menampilkan target AKG anak, menu makanan mingguan, serta kandungan nutrisi dalam menu makanan.
PENGEMBANGAN PRODUK DAN PENGALAMAN MAKAN UNTUK MEMPERKENALKAN MAKANAN BERBASIS SERANGGA (ENTOMOFAGI) KEPADA ANAK-ANAK (STUDI KASUS: GUNUNGKIDUL, DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA)
Populasi global diproyeksikan akan mencapai 9,8 miliar pada 2050 dengan populasi Indonesia mencapai 328,93 juta jiwa. Hal ini memicu tantangan ketahanan pangan, terutama ketersediaan protein hewani (United Nation, n.d.). Merespon hal ini, FAO (Food and Agriculture Organization) mempromosikan praktik memakan serangga, atau yang disebut dengan entomofagi, sebagai sumber protein alternatif di masa depan (Van Huis dkk., 2013). Namun, ketakutan akan serangga (entomofobia) menghambat penerimaan entomofagi karena ketidakpuasan sensori dan masalah higienitas (Ruby dkk., 2015). Sementara itu, di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, tercatat sebanyak 17,02% balita mengalami stunting akibat kekurangan protein, meskipun serangga tersedia sebagai sumber pangan lokal (Muyasaroh, 2024). Penelitian ini akan mengembangkan desain produk pangan dan pengalaman makan berbasis serangga untuk memberikan eksposur awal positif terhadap serangga sebagai sumber pangan lokal pada anak-anak dengan mengintegrasikan aspek sensori dan budaya Gunungkidul melalui pengalaman makan yang menyenangkan. Edukasi pada anak pra-sekolah akan digunakan sebagai metode pengenalan pangan. Melalui studi lapangan dan eksperimen desain, penelitian bertujuan untuk menciptakan produk akhir yang relevan dengan budaya setempat. Hasil desain produk pangan dan desain pendukungnya sebagai media dan sarana pengalaman makan edukatif diharapkan dapat mendukung dan berkontribusi terhadap misi ketahanan pangan di tahun 2050 dengan mempromosikan serangga sebagai protein alternatif masa depan.
PENGEMBANGAN STRATEGI PEMASARAN MELALUI INSTAGRAM: STUDI KASUS LILβBITES
Pemerintah saat ini menghadapi tantangan besar terkait malnutrisi, terutama di Indonesia, karena prevalensinya yang tinggi. Salah satu masalah malnutrisi yang membutuhkan perhatian adalah wasting, yang menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Wasting adalah masalah gizi yang menyebabkan berat badan dan tinggi badan anak tidak mencukupi, tidak memenuhi norma yang diharapkan untuk kelompok usia mereka. Masalah gizi ini sangat terkait dengan makanan sebagai sarana untuk memenuhi kebutuhan gizi anak. Anak-anak membutuhkan makanan utama dan camilan untuk meningkatkan asupan gizi mereka. Orang tua semakin menyadari nilai gizi dari makanan yang mereka berikan kepada anak-anak mereka. Namun, kondisi pasar saat ini menunjukkan bahwa camilan anak-anak yang ada seringkali kurang bernutrisi dan tidak cukup memenuhi kebutuhan gizi mereka. Di sinilah Lil'Bites hadir, sebagai bisnis makanan anak-anak yang berspesialisasi dalam menawarkan camilan sehat dan bergizi. Lil'Bites menyediakan produk yang dibuat dari bahan-bahan bergizi untuk memenuhi kebutuhan gizi anak-anak. Sebagai bisnis, salah satu saluran pemasaran utama Lil'Bites adalah Instagram. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi, meningkatkan, dan mengoptimalkan efektivitas strategi pemasaran Instagram Lil'Bites dengan tujuan keseluruhan untuk menilai, memperbaiki, dan mengoptimalkan kinerja strategi pemasaran Instagram Lil'Bites serta meningkatkan kesadaran pasar di Instagram. Penelitian ini menggunakan pendekatan pemecahan masalah untuk mengevaluasi faktor internal dan eksternal yang memengaruhi strategi pemasaran Instagram Lil'Bites. Penelitian ini kemudian mempersempit temuan dengan menggunakan analisis Fishbone untuk mengidentifikasi penyebab-penyebab mendasar. Akibatnya, penelitian ini menghasilkan pengembangan dan implementasi solusi serta rencana aksi untuk meningkatkan strategi pemasaran Instagram agar lebih menarik dan efektif. Hal ini memerlukan dukungan finansial dan pengembangan keterampilan sumber daya manusia.