📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 2 dokumen

PEMANFAATAN VIDEOGRAMETRI DALAM PENENTUAN POSISI UNTUK TRAJEKTORI

Kemajuan teknologi turut mempengaruhi perkembangan metode penentuan posisi, salah satunya adalah metode videogrametri. Metode videogrametri merupakan penentuan posisi dengan menggunakan video sebagai sensornya. Prinsip dasar dari metode videogrametri sama dengan metode fotogrametri, yaitu memanfaatkan kondisi kesegarisan. Kondisi kesegarisan merupakan kondisi dimana titik eksposur kamera, titik objek pada sistem koordinat detektor (2D), dan pada sistem koordinat ruang (3D) berada pada satu garis lurus. Dengan kondisi ini maka dapat dibentuk persamaan matematis untuk menentukan koordinat titik objek dalam sistem koordinat ruang berdasarkan objek yang terekam pada video. Selain parameter posisi, pada metode videogrametri terdapat parameter lain yaitu parameter waktu. Untuk itu sensor-sensor yang digunakan harus disinkronisasikan agar memiliki sistem waktu yang sama. Pada penelitian ini, metode videogrametri dimanfaatkan dalam pembuatan trajektori. Trajektori suatu objek sendiri dapat dibentuk berdasarkan perubahan posisi objek tersebut. Oleh karena itu semakin banyak perubahan posisi suatu objek yang bisa ditentukan, semakin representatif trajektori objek tersebut.

2026
👤 Penulis: SYARIF HIDAYATTULLAH (NIM 15107079); Pembimbing: Dr. Deni Suwardhi, ST., MT. dan Dr. Ir. Irawan Soem
🏷️ Kartografi Numerik 🏷️ Optik Non-Linier 🏷️ Analisis Trajektori

STIMULATED BRILLOUIN SCATTERING PADA PANDU GELOMBANG

Stimulated Brillouin Scattering (SBS) adalah fenomena optik nonlinier dimana gelombang optik pump yang berintensitas tinggi menghasilkan gelombang akustik melalui peristiwa elektrostriksi. Gelombang akustik ini berinteraksi dengan gelombang pump menghasilkan gelombang cahaya Stokes yang memiliki panjang gelombang lebih panjang yang pada gilirannya memberikan umpan balik yang meningkatkan energi gelombang akustik. Interaksi antara gelombang optik dan akustik yang meningkat ini menghasilkan cahaya hambur yang bertumbuh secara eksponensial dengan spektrum yang tajam. Karakteristik dari peristiwa SBS ini dinyatakan oleh parameter Brillouin gain yang pada dasarnya diperoleh dari overlap integral mode optik dan akustik. Dalam penelitian sebelumnya telah melaporkan perhitungan Brillouin gain berdasarkan perumusan Optical Force (OF), di mana Brillouin gain tidak hanya dipengaruhi oleh paradigma klasik efek nonlinier material intrinsik dalam bentuk electrostriction tetapi juga karena tekanan radiasi. Dalam Tesis ini, perumusan Acoustic Wave Perturbation (AP) diterapkan dalam menganalisis respons optik dan mekanis dari pandu gelombang, di mana dalam menghitung proses hamburan ditinjau efek Photoelasticity (PE) dan Moving boundary (MB). Perumusan AP ini menghindari ketidakpastian yang terkait dengan kontribusi gaya optik pada pandu gelombang. Untuk memvalidasi perumusan AP ini, telah dihitung Brillouin gain dari berbagai struktur pandu gelombang, yaitu pandu gelombang nano silikon mengambang, pandu gelombang nano litium niobat (LiNBO3) pada substrat safir (Al2O3) dan arsenik trisulfida (As2S3) yang terkubur dalam silikon dioksida (SiO2). Brillouin gain yang diperoleh dari perumusan AP ini memiliki hasil yang sama dengan nilai yang dilaporkan menggunakan metode perhitungan yang berbeda maupun hasil pengamatan eksperimen.

2024
👤 Penulis: Khaikal Ramadhan
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Optik Nonlinier 🏷️ Hidrologi
💬