📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 1 dokumen

PENGARUH CARA APLIKASI BIOSTIMULAN EKSTRAK DAUN KELOR (MORINGA OLEIFERA) TERHADAP KUANTIFIKASI PERTUMBUHAN DAN HASIL BIOMASSA TANAMAN KALE (BRASSICA OLERACEA VAR. ACEPHALA)

Penurunan produksi tanaman kubis di Indonesia dari 1,50 juta ton (2022) menjadi 1,39 juta ton (2023) disebabkan oleh teknik budidaya yang kurang tepat dan serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) yang menurunkan kualitas dan nilai jual kale. Di sisi lain, penggunaan pupuk sintesis yang berlebihan menimbulkan konsekuensi negatif pada bidang pertanian. Biostimulan berbasis ekstrak daun kelor berpotensi meningkatkan produktivitas tanaman, namun kajian mengenai metode aplikasi yang optimal pada tanaman kale masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh berbagai cara aplikasi biostimulan ekstrak daun kelor terhadap pertumbuhan, kandungan pigmen, dan hasil biomassa tanaman kale (Brassica oleracea var. Acephala), serta menentukan metode aplikasi yang paling efektif. Percobaan dilaksanakan di Screenhouse ITB Jatinangor pada Oktober–November 2025 menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan lima ulangan. Perlakuan terdiri atas kontrol (C0), aplikasi foliar (C1), aplikasi melalui tanah (C2), dan kombinasi foliar + tanah (C3) menggunakan ekstrak daun kelor konsentrasi 1:30 (v/v). Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, indeks luas daun (ILD), kandungan klorofil (SPAD) dan karotenoid, serta biomassa segar dan kering. Data dianalisis menggunakan One-Way ANOVA yang dilanjutkan uji DMRT pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi melalui tanah (C2) secara signifikan meningkatkan tinggi tanaman pada 28 dan 35 HST. Tidak terdapat pengaruh signifikan perlakuan terhadap jumlah daun, diameter batang, ILD, serta kandungan klorofil dan karotenoid. Pada bobot kering akar, perlakuan C2 menghasilkan nilai tertinggi (0,95 g), sementara perlakuan kombinasi (C3) menghasilkan rasio tajuk-akar (Shoot-Root Ratio) tertinggi (3,82). Efektivitas biostimulan dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan tingginya kesuburan awal media tanam. Disimpulkan bahwa aplikasi melalui tanah paling efektif untuk mendukung pertumbuhan aksial dan pengembangan akar, aplikasi foliar cenderung meningkatkan kualitas fisiologis daun, sedangkan aplikasi kombinasi (tanah + foliar) optimal dalam memodifikasi alokasi biomassa ke bagian tajuk. Pemilihan metode aplikasi perlu disesuaikan dengan tujuan budidaya spesifik.

2026
👤 Penulis: Hasya Atqiya
🏷️ Pertumbuhan Tanaman 🏷️ Biostimulan Ekstrak Daun Kelor 🏷️ Optimalisasi Metode Aplikasi
💬