πŸ“š Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 3 dokumen

OPTIMASI JARINGAN RANTAI PASOK DAN SKEMA SUBSIDI PADA PROGRAM KONVERSI MINYAK TANAH KE LIQUEFIED PETROLEUM GAS (LPG) DI 19 PROVINSI KONVERSI MENGGUNAKAN MIXED INTEGER LINEAR PROGRAMMING DAN MULTIPLE OBJECTIVE LINEAR PROGRAMMING

Program konversi minyak tanah ke Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 kg telah memberikan manfaat signifikan terhadap efisiensi biaya subsidi energi nasional. Namun, hingga saat ini terdapat 101 kabupaten di 19 provinsi yang belum melakukan program konversi, terutama di wilayah kepulauan dan Indonesia timur. Pelaksanaan konversi menghadapi tantangan berupa keterbatasan infrastruktur distribusi serta perlunya penyeimbangan kepentingan pemerintah sebagai pemberi subsidi, PT X sebagai penyelenggara distribusi, dan masyarakat sebagai penerima manfaat. Penelitian ini bertujuan merancang jaringan rantai pasok LPG dan skema alokasi subsidi yang optimal. Penelitian dilakukan dalam dua subtopik yang saling terintegrasi. Subtopik pertama menggunakan Mixed Integer Linear Programming (MILP) untuk menentukan konfigurasi jaringan rantai pasok yang meminimalkan total biaya investasi dan operasional distribusi selama periode 2027–2036 dengan mempertimbangkan keputusan pembangunan fasilitas, pemilihan moda transportasi, dan alokasi aliran produk. Hasil biaya distribusi dari model tersebut digunakan sebagai parameter pada subtopik kedua, yaitu optimasi alokasi subsidi menggunakan Multiple Objective Linear Programming (MOLP) untuk menentukan pembagian biaya yang optimal antara pemerintah, PT X, dan masyarakat. Hasil optimasi menunjukkan total biaya sistem sebesar Rp13,49 triliun yang terdiri atas CAPEX sebesar Rp3,15 triliun dan NPV OPEX sebesar Rp10,34 triliun. Model merekomendasikan pengembangan kapasitas depot LPG eksisting tanpa pembangunan depot baru serta pembangunan 19 SPBE baru. Selanjutnya, optimasi alokasi subsidi menghasilkan skema pembagian biaya terpilih dengan menurunkan kerugian biaya PT X sebesar 92,17%, dari Rp14,69 juta/MT menjadi Rp1,15 juta/MT, serta mengurangi kesenjangan beban biaya antara Pemerintah dan Masyarakat sebesar 96,38%, dari Rp93,60 juta/MT pada metode eksisting menjadi Rp3,38 juta/MT.

2026
πŸ‘€ Penulis: Fadisa Samuel Wara
🏷️ Optimasi Jaringan Rantai Pasok 🏷️ Analisis Subsidi Energi Nasional

OPTIMASI JARINGAN RANTAI PASOK DAN SKEMA SUBSIDI PADA PROGRAM KONVERSI MINYAK TANAH KE LIQUEFIED PETROLEUM GAS (LPG) DI 19 PROVINSI KONVERSI MENGGUNAKAN MIXED INTEGER LINEAR PROGRAMMING DAN MULTIPLE OBJECTIVE LINEAR PROGRAMMING

Program konversi minyak tanah ke Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 kg telah memberikan manfaat signifikan terhadap efisiensi biaya subsidi energi nasional. Namun, hingga saat ini terdapat 101 kabupaten di 19 provinsi yang belum melakukan program konversi, terutama di wilayah kepulauan dan Indonesia timur. Pelaksanaan konversi menghadapi tantangan berupa keterbatasan infrastruktur distribusi serta perlunya penyeimbangan kepentingan pemerintah sebagai pemberi subsidi, PT X sebagai penyelenggara distribusi, dan masyarakat sebagai penerima manfaat. Penelitian ini bertujuan merancang jaringan rantai pasok LPG dan skema alokasi subsidi yang optimal. Penelitian dilakukan dalam dua subtopik yang saling terintegrasi. Subtopik pertama menggunakan Mixed Integer Linear Programming (MILP) untuk menentukan konfigurasi jaringan rantai pasok yang meminimalkan total biaya investasi dan operasional distribusi selama periode 2027–2036 dengan mempertimbangkan keputusan pembangunan fasilitas, pemilihan moda transportasi, dan alokasi aliran produk. Hasil biaya distribusi dari model tersebut digunakan sebagai parameter pada subtopik kedua, yaitu optimasi alokasi subsidi menggunakan Multiple Objective Linear Programming (MOLP) untuk menentukan pembagian biaya yang optimal antara pemerintah, PT X, dan masyarakat. Hasil optimasi menunjukkan total biaya sistem sebesar Rp13,49 triliun yang terdiri atas CAPEX sebesar Rp3,15 triliun dan NPV OPEX sebesar Rp10,34 triliun. Model merekomendasikan pengembangan kapasitas depot LPG eksisting tanpa pembangunan depot baru serta pembangunan 19 SPBE baru. Selanjutnya, optimasi alokasi subsidi menghasilkan skema pembagian biaya terpilih dengan menurunkan kerugian biaya PT X sebesar 92,17%, dari Rp14,69 juta/MT menjadi Rp1,15 juta/MT, serta mengurangi kesenjangan beban biaya antara Pemerintah dan Masyarakat sebesar 96,38%, dari Rp93,60 juta/MT pada metode eksisting menjadi Rp3,38 juta/MT.

2026
πŸ‘€ Penulis: Filbert
🏷️ Optimasi Jaringan Rantai Pasok 🏷️ Analisis Subsidi Energi 🏷️ Hidrologi

OPTIMIZATION OF OPERATIONAL COST OF NATIONAL FUEL OIL (BBM) DOWNSTREAM SUPPLY CHAIN NETWORK USING LINEAR PROGRAMMING APPROACH

Bahan bakar minyak (BBM) merupakan salah satu sumber energi yang sangat penting di Indonesia. Pada tahun 2022, bahan bakar minyak mendominasi total konsumsi energi sebesar lebih dari 477,82 BOE (barrel of oil equivalent). Di sisi lain, konsumsi bahan bakar minyak Indonesia juga mengalami tren positif selama beberapa tahun terakhir. Sebagian besar produk bahan bakar minyak diproduksi oleh PT Xβ€”perusahaan migas milik negara Indonesia yang memproduksi dan menjual berbagai jenis produk minyak dan gas dengan market share sebesar 84.99%. Pemerintah Indonesia telah mengeluarkan mandat yang mengharuskan PT X untuk mematuhi jaminan ketersediaan jenis bahan bakar tertentu di dalam negeri. Mengingat fakta bahwa PT X memiliki 6 unit kilang, 120 TBBM, dan lebih dari 14296 pelanggan, jaringan rantai pasokan PT X dianggap sebagai salah satu jaringan rantai pasokan paling kompleks di dunia. Saat ini, jaringan rantai pasokan PT X belum optimal karena biaya logistik yang tinggi yang disebabkan oleh kelebihan kapasitas jetty pada terminal serta konfigurasi jaringan rantai pasok yang belum optimal. Oleh karena itu, diperlukan optimasi jaringan rantai pasok PT X untuk meminimalkan total biaya rantai pasok hilir (suplai, handling & storage, dan distribusi) dan memenuhi semua permintaan dari semua pelanggan. Penelitian ini menggunakan pemrograman linier untuk mengoptimalkan jaringan rantai pasok hilir nasional PT X dengan meminimalkan total biaya suplai, handling & storage, dan distribusi. Model tersebut memutuskan jumlah produk bahan bakar minyak yang dipasok dan didistribusikan serta moda transportasi yang digunakan untuk memasok & mendistribusikan produk. Tingkat keputusan penelitian ini difokuskan pada tingkat strategis dan tingkat taktis. Solusi diperoleh dengan menggunakan bahasa pemrograman Python yang didukung oleh library PuLP. Penelitian ini akan memberikan biaya yang optimal untuk jaringan rantai pasok hilir bahan bakar minyak PT X yang akan menurunkan total cost per liter sebesar 29.85% (547,872,056 USD).

2024
πŸ‘€ Penulis: Cakrawala Krisna
🏷️ Optimasi Jaringan Rantai Pasok 🏷️ Pemrograman Linier 🏷️ Operasional Cost Bbm Downstream
πŸ’¬