📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 5 dokumen

OPTIMASI PARAMETER PROSES RUBBER PRESS DENGAN METODE DESIGN OF EXPERIMENT DI PT INDONESIA TRC INDUSTRY

PT Indonesia TRC Industry is a manufacturing company that produces components made from rubber, metal, and plastic. One of the quality problems in the Roll Press Department is the high number of not good (NG) products in the rubber press process. Based on February 2026 data, the NG percentage in the Roll Press Department reached 9.02%, while the company target was 3.17%. Priority analysis showed that the Roller Paper Eject part contributed the highest number of NG products, with outer tear as the dominant defect. Under the existing condition, this part produced 809 NG pieces out of 8,400 actual production pieces per shift, or 9.63%. This study aims to design a process improvement proposal for the rubber press process to reduce NG products with outer tear defects on the Roller Paper Eject part. The problem-solving process was carried out using the DMAIC approach through the Define, Measure, Analyze, Improve, and Control stages. The Define stage was used to define the problem, scope, target, primary metric, and project focus through a project charter. The Measure stage collected data on machine start interval, panel temperature, mold temperature, and the number of NG products as the response. The Analyze stage was conducted using a fishbone diagram, Five Whys, and Design of Experiment (DOE). The Improve stage was carried out through Response Optimization as a further analysis within DOE to determine the parameter combination that minimizes the number of NG products. The Control stage was conducted by preparing process control recommendations in the form of a proposed work instruction draft. The results showed that the main improvement parameters were machine start interval and mold temperature. Based on the Response Optimization results, the optimal combination was a machine start interval of 186 seconds and a mold temperature of 162.655°C. This combination produced a predicted NG value of 1.35472 pieces out of 200 pieces, resulting in an optimized NG percentage of 0.68%. This indicates a potential NG reduction from the existing condition of 9.63% to 0.68%. The proposed improvements include setting the machine start interval, controlling mold temperature, adjusting panel and mold temperature, and preparing a proposed work instruction draft. The financial impact analysis showed that the proposal is potentially feasible, with an initial investment of Rp12,766,800, an NPV of Rp5,345,871, a monthly IRR of 6.36%, a BCR of 1.42, and a payback period of 9 months.

2026
👤 Penulis: Mohammad Khoeru Rizki
🏷️ Optimasi Proses Produksi 🏷️ Manajemen Kualitas Produk 🏷️ Teknik Pengujian Eksperimental

USULAN PERBAIKAN PROSES PENGEMASAN ARANG MELALUI PENDEKATAN LINE BALANCING DI PT CHITRA KALPIKA MAS

PT Chitra Kalpika Mas merupakan perusahaan manufaktur arang yang mengalami permasalahan produktivitas pada divisi pengemasan, ditandai dengan seringnya terjadi keterlambatan pengiriman akibat tidak tercapainya target produksi. Berdasarkan data periode Mei 2024 – April 2025, rata-rata ketercapaian target produksi hanya sebesar 67,59%. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi akar permasalahan dan merancang usulan perbaikan untuk meningkatkan produktivitas lintasan pengemasan. Metode yang digunakan adalah pendekatan Lean Manufacturing untuk mengidentifikasi pemborosan atau inefisiensi dan Line Balancing dengan pemodelan Linear Programming untuk optimasi alokasi tugas dan stasiun kerja. Model optimasi dirumuskan menggunakan perangkat lunak Lingo. Hasil analisis kondisi eksisting menunjukkan konfigurasi 7 stasiun kerja dengan efisiensi lintasan hanya 37,04% dengan idle time 1.628,09 detik dan bottleneck pada stasiun pemotongan. Setelah optimasi, diusulkan konfigurasi baru dengan 10 stasiun kerja yang menurunkan cycle time dari 369,44 detik menjadi 123,70 detik. Usulan perbaikan ini berhasil meningkatkan efisiensi lintasan menjadi 77,44% dan mengurangi idle time secara signifikan menjadi 279,03 detik. Dengan alokasi 21 operator, kapasitas produksi meningkat dari 6.976 goni/bulan menjadi 13.330 goni/bulan, sehingga dapat memenuhi demand pasar sebesar 12.723 goni/bulan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi usulan perbaikan berbasis optimasi line balancing dapat mengatasi permasalahan produktivitas dan keterlambatan pengiriman di PT Chitra Kalpika Mas. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi perusahaan dalam mengambil keputusan strategis terkait peningkatan efisiensi operasional dan sebagai dasar pengembangan penelitian lanjutan di bidang optimasi proses produksi.

2026
👤 Penulis: Melvin
🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Optimasi Proses Produksi 🏷️ Lean Manufacturing

USULAN METODE PENYUSUNAN POLA POTONG 2D KOMPONEN FURNITUR DENGAN MEMPERTIMBANGKAN ORIENTASI POLA PADA TAHAP PENYUSUNAN QUOTATION DI PT AGX

PT AGX menghadapi tantangan dalam merancang pola potong material kayu pada komponen produksi furnitur untuk memaksimalkan pemanfaatan area material secara efisien, khususnya pada tahap quotation sebagai bagian dari persiapan produksi. Saat ini, pola potong masih ditentukan secara manual tanpa sistem pendukung yang terdokumentasi dengan baik, sehingga sering kali menimbulkan ketergantungan yang tinggi pada head of production selaku perancang pola potong, risiko miskomunikasi, pemborosan material, dan sulitnya memantau efisiensi pola potong secara konsisten. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu sistem perancangan pola potong 2D yang terstruktur dan berbasis model optimasi untuk mendukung proses quotation yang lebih cepat, akurat, dan efisien. Penelitian ini mengusulkan pengembangan sistem penyusunan pola potong berbasis 2D Cutting Stock Problem (2DCSP) dengan tiga tahapan utama. Tahap pertama menghasilkan pola potong awal (initial pattern) dengan algoritma bottom-left fit berbasis heuristik dengan mengurutkan komponen dari panjang terbesar dan juga mempertimbangkan rotasi apabila panjang komponen melebihi 90% lebar material. Tahap kedua merupakan perbaikan dengan mengalokasikan ulang komponen dari lembar dengan efisiensi terendah ke pola lain yang masih memiliki ruang kosong. Tahap ketiga memanfaatkan model Integer Linear Programming (ILP) untuk memastikan pemenuhan kebutuhan komponen secara tepat, menghitung jumlah lembar material per pola, serta merekapitulasi penggunaan pola identik untuk memudahkan perencanaan produksi. Sistem ini diuji pada data aktual produksi dari tiga proyek berbeda dengan total sebelas jenis material. Hasil pengujian menunjukkan bahwa untuk sembilan dari sebelas material, pola potong hasil sistem lebih sedikit atau sama dengan kebutuhan aktual. Dari percobaan yang dilakukan, dengan kondisi material yang penuh, rata-rata efisiensi material mencapai 90,79%. Sistem ini juga terbukti mendukung proses quotation lebih cepat, akurat, terdokumentasi, dan mengurangi ketergantungan pada keputusan subjektif dari head of production. Dengan demikian, sistem pola potong yang dikembangkan relevan untuk diimplementasikan sebagai solusi perencanaan material yang efisien dan terstruktur di PT AGX.

2025
👤 Penulis: Shandrina Nur Syifa
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Optimasi Proses Produksi

OPTIMASI PRODUKSI DIOSGENIN DARI KULTUR PUCUK TRIGONELLA FOENUM-GRAECUM L. DENGAN VARIASI KONSENTRASI METIL JASMONAT

Trigonella foenum-graecum L. (fenugreek) merupakan tanaman herbal yang mengandung senyawa bioaktif yang dapat dimanfaatkan sebagai obat, salah satunya diosgenin. Diosgenin merupakan metabolit sekunder turunan sapogenin steroid yang memiliki manfaat dalam mengatasi penyakit metabolik seperti diabetes melitus tipe 2. Optimasi perolehan diosgenin dalam tanaman fenugreek dapat dilakukan pada lingkungan terkontrol seperti kultur in-vitro, di mana cara yang dapat dilakukan yaitu meningkatkan biomassa tanaman dan memberikan perlakuan menggunakan elisitor. Metil jasmonat (MeJA) merupakan elisitor biotik yang dapat memicu regulasi gen pembentuk diosgenin pada konsentrasi tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis hormon pertumbuhan dan konsentrasi yang tepat pada medium untuk menghasilkan biomassa pucuk paling optimal. Selain itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi variasi konsentrasi elisitor metil jasmonat pada medium serta waktu elisitasi yang tepat untuk mendapatkan perolehan diosgenin yang tinggi dari hasil perbanyakan biomassa pucuk. Fenugreek diperoleh dari inisiasi biji pada medium in-vitro. Optimasi medium dilakukan dengan menambahkan variasi hormon pertumbuhan meliputi 6 benzylaminopurine (BAP) (1;1,5;2 ppm) dan Kinetin (1;1,5;2 ppm) selama 3 minggu kultivasi. Variasi medium elisitasi meliputi 50;100;200 ?M selama 1 dan 2 minggu elisitasi. Analisis perolehan diosgenin dilakukan pada biomassa hasil elisitasi dengan metode High-Performance Liquid Chromatography (HPLC). Hasil optimasi kultur pucuk menunjukkan medium BAP 1,5 ppm memiliki perbedaan nyata terhadap kontrol dengan parameter jumlah pucuk mencapai 4,833 ± 0,2887 dan mencapai kenaikan terhadap kontrol sebesar 50%, sedangkan pada variasi lainnya mengalami kenaikan di antara 24-44%. Hasil subkultur pucuk pada medium BAP 1,5 menunjukkan laju pertumbuhan relatif sebesar 0,977 hari-1. Diperoleh variasi paling optimal adalah pada perlakuan pemberian metil jasmonat 100 ?M selama 2 minggu elisitasi dengan perolehan diosgenin mencapai 0,139 ± 0,035 mg/g DW. Hasil ini menunjukkan kenaikan sebesar 62% terhadap kontrol. Oleh karena itu, metode pada penelitian ini dapat meningkatkan perolehan senyawa diosgenin sehingga dapat diaplikasikan ulang pada skala industri.

2025
👤 Penulis: Vanessa Abigail Kurniawan
🏷️ Optimasi Proses Produksi 🏷️ Kultur In-Vitro Fenugreek 🏷️ Regulasi Gen Pembentuk Diogenin

PERKEMBANGAN KATALIS PADAT UNTUK PRODUKSI BIODIESEL

Indonesia merupakan salah satu produsen minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) terbesar di dunia, dengan produksi diproyeksikan mencapai 46 juta ton pada 2023-2024. Untuk mencapai target bauran energi terbarukan sebesar 23% pada tahun 2025, pemerintah Indonesia telah menerapkan kebijakan B35, pencampuran solar dengan fatty acid methyl ester (FAME) yang berasal dari transesterifikasi CPO. Secara tradisional, katalis homogen digunakan dalam proses ini, tetapi sensitivitasnya terhadap asam lemak bebas dapat menyebabkan pembentukan sabun, mengurangi hasil biodiesel. Akibatnya, katalis heterogen sedang dikembangkan karena kemampuan mereka untuk mencegah pembentukan sabun dan daur ulang mereka, berkontribusi terhadap produksi biodiesel yang berkelanjutan. Namun, beberapa katalis heterogen tertentu membutuhkan lebih banyak metanol, waktu reaksi yang lebih lama, dan suhu yang lebih tinggi, sehingga memerlukan eksplorasi opsi katalis yang lebih optimal. Penelitian ini mengkaji kinerja katalis padat K2O/?-Al2O3 dalam produksi biodiesel dari RBDPO dan pengaruh suhu reaksi, waktu reaksi, dan prekursor katalis terhadap kinerja katalis. Eksperimen melibatkan transesterifikasi menggunakan katalis K2O/?-Al2O3 yang disintesis dengan prekursor kalium iodida (KI) dan kalium nitrat (KNO3), dengan biodiesel dianalisis kandungan FAME, bilangan asam, nilai saponifikasi, dan kadar gliserol. Proses transesterifikasi menghasilkan biodiesel dengan kadar FAME berkisar antara 95,84% hingga 98,17%, memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI 7182:2015) untuk kualitas biodiesel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu reaksi memiliki dampak paling signifikan pada kandungan FAME, dengan suhu yang lebih tinggi meningkatkan hasil. Waktu reaksi juga berpengaruh positif terhadap hasil, sedangkan jenis prekursor memiliki efek minimal. Ditemukan bahwa mengoptimalkan waktu reaksi dan suhu dengan katalis K2O/?-Al2O3 secara signifikan meningkatkan efisiensi produksi biodiesel, sementara prekursor tidak berpengaruh signifikan.

2024
👤 Penulis: Azra Hijran
🏷️ Kemurnian Minyak Sawit 🏷️ Proses Transesterifikasi Biodiesel 🏷️ Optimasi Proses Produksi
💬