📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 3 dokumenPENINGKATAN KINERJA LINTASAN PERAKITAN AKHIR PESAWAT CN-235 MELALUI OPTIMASI PENYEIMBANGAN LINTASAN, PENGEMBANGAN MODEL EVALUASI EFEKTIVITAS, DAN PENJADWALAN BERBASIS KONFIGURASI SUMBER DAYA
Perencanaan produksi Final Assembly Line (FAL) pesawat CN-235 di PT Dirgantara Indonesia sering kali menghadapi tantangan berupa ketidakseimbangan beban kerja, inefisiensi penjadwalan, dan kurangnya pemantauan efektivitas operasional yang terintegrasi. Penelitian ini bertujuan untuk merancang Sistem Informasi Terintegrasi berbasis Decision Support System (DSS) guna membantu pengambilan keputusan manajerial secara lebih objektif dan mendukung target produksi 24 pesawat per tahun. Pengembangan sistem informasi ini dirancang menggunakan metodologi System Development Life Cycle (SDLC). Sistem ini memadukan tiga modul analisis utama: modul Multi-manned Assembly Line Balancing (mALBP-II) untuk menyeimbangkan beban kerja antar stasiun, modul penjadwalan Resource- Constrained Project Scheduling Problem (RCPSP) menggunakan algoritma metaheuristik Improved Jaya (IJAYA), serta modul Overall Equipment Effectiveness (OEE) untuk mengevaluasi efektivitas operasional historis. Hasil perancangan adalah sebuah purwarupa sistem informasi berbasis web yang berhasil menyatukan aliran data produksi secara otomatis. Sistem ini terbukti mampu mengalkulasi metrik OEE untuk mengidentifikasi stasiun kritis, meratakan beban perakitan, dan menyajikan visualisasi Gantt Chart penjadwalan yang optimal melalui algoritma IJAYA. Integrasi ini memberikan instrumen yang komprehensif bagi perencana produksi untuk meminimalkan waktu menganggur dan mereduksi lead time secara berbasis data.
PENINGKATAN KINERJA LINTASAN PERAKITAN AKHIR PESAWAT CN-235 MELALUI OPTIMASI PENYEIMBANGAN LINTASAN, PENGEMBANGAN MODEL EVALUASI EFEKTIVITAS, DAN PENJADWALAN BERBASIS KONFIGURASI SUMBER DAYA
Perencanaan produksi Final Assembly Line (FAL) pesawat CN-235 di PT Dirgantara Indonesia sering kali menghadapi tantangan berupa ketidakseimbangan beban kerja, inefisiensi penjadwalan, dan kurangnya pemantauan efektivitas operasional yang terintegrasi. Penelitian ini bertujuan untuk merancang Sistem Informasi Terintegrasi berbasis Decision Support System (DSS) guna membantu pengambilan keputusan manajerial secara lebih objektif dan mendukung target produksi 24 pesawat per tahun. Pengembangan sistem informasi ini dirancang menggunakan metodologi System Development Life Cycle (SDLC). Sistem ini memadukan tiga modul analisis utama: modul Multi-manned Assembly Line Balancing (mALBP-II) untuk menyeimbangkan beban kerja antar stasiun, modul penjadwalan Resource- Constrained Project Scheduling Problem (RCPSP) menggunakan algoritma metaheuristik Improved Jaya (IJAYA), serta modul Overall Equipment Effectiveness (OEE) untuk mengevaluasi efektivitas operasional historis. Hasil perancangan adalah sebuah purwarupa sistem informasi berbasis web yang berhasil menyatukan aliran data produksi secara otomatis. Sistem ini terbukti mampu mengalkulasi metrik OEE untuk mengidentifikasi stasiun kritis, meratakan beban perakitan, dan menyajikan visualisasi Gantt Chart penjadwalan yang optimal melalui algoritma IJAYA. Integrasi ini memberikan instrumen yang komprehensif bagi perencana produksi untuk meminimalkan waktu menganggur dan mereduksi lead time secara berbasis data.
PENINGKATAN KINERJA LINTASAN PERAKITAN AKHIR PESAWAT CN-235 MELALUI OPTIMASI PENYEIMBANGAN LINTASAN, PENGEMBANGAN MODEL EVALUASI EFEKTIVITAS, DAN PENJADWALAN BERBASIS KONFIGURASI SUMBER DAYA
Perencanaan produksi Final Assembly Line (FAL) pesawat CN-235 di PT Dirgantara Indonesia sering kali menghadapi tantangan berupa ketidakseimbangan beban kerja, inefisiensi penjadwalan, dan kurangnya pemantauan efektivitas operasional yang terintegrasi. Penelitian ini bertujuan untuk merancang Sistem Informasi Terintegrasi berbasis Decision Support System (DSS) guna membantu pengambilan keputusan manajerial secara lebih objektif dan mendukung target produksi 24 pesawat per tahun. Pengembangan sistem informasi ini dirancang menggunakan metodologi System Development Life Cycle (SDLC). Sistem ini memadukan tiga modul analisis utama: modul Multi-manned Assembly Line Balancing (mALBP-II) untuk menyeimbangkan beban kerja antar stasiun, modul penjadwalan Resource- Constrained Project Scheduling Problem (RCPSP) menggunakan algoritma metaheuristik Improved Jaya (IJAYA), serta modul Overall Equipment Effectiveness (OEE) untuk mengevaluasi efektivitas operasional historis. Hasil perancangan adalah sebuah purwarupa sistem informasi berbasis web yang berhasil menyatukan aliran data produksi secara otomatis. Sistem ini terbukti mampu mengalkulasi metrik OEE untuk mengidentifikasi stasiun kritis, meratakan beban perakitan, dan menyajikan visualisasi Gantt Chart penjadwalan yang optimal melalui algoritma IJAYA. Integrasi ini memberikan instrumen yang komprehensif bagi perencana produksi untuk meminimalkan waktu menganggur dan mereduksi lead time secara berbasis data.