📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 4 dokumen

PENGEMBANGAN SISTEM PENJADWALAN KAPAL TONGKANG BERBASIS MULTI-OBJECTIVE OPTIMIZATION MENGGUNAKAN NSGA-II PADA OPERASI LEPAS PANTAI MIGAS

Penjadwalan kapal tongkang pada operasi lepas pantai migas di PT XYZ masih dilakukan secara manual menggunakan spreadsheet dan pengalaman operator. Proses tersebut membutuhkan waktu koordinasi panjang, sulit direplikasi, dan berisiko menghasilkan pemanfaatan sumber daya yang kurang optimal. Penelitian ini mengembangkan sistem penjadwalan kapal tongkang berbasis multi-objective optimization dengan algoritma Non-Dominated Sorting Genetic Algorithm II (NSGA-II). Sistem ini menghasilkan alternatif jadwal yang memenuhi constraint operasional. Objektif dari sistem ini adalah meminimalkan makespan, total jarak pelayaran, dan idle time, serta memaksimalkan early oil. Keempat objektif tersebut memiliki potensi konflik satu sama lain, misalnya jadwal dengan makespan yang singkat belum tentu menghasilkan jarak pelayaran minimum. Oleh karena itu, sistem yang dikembangkan tidak hanya mencari satu solusi terbaik, tetapi menghasilkan alternatif solusi kompromi yang dapat dipilih sesuai kebutuhan operasional. Persoalan dimodelkan sebagai Multi-Objective Vehicle Routing Problem (MOVRP) dengan mempertimbangkan data kapal tongkang, lokasi anjungan dan sumur, daftar pekerjaan, durasi pekerjaan, locked program, serta waktu tempuh antar lokasi. Solusi direpresentasikan dalam kromosom yang memuat prioritas dan alokasi pekerjaan, kemudian diterjemahkan melalui mekanisme decoding dan repair agar setiap jadwal memenuhi constraint. Implementasi sistem mencakup prapemrosesan data, evaluasi fungsi objektif, algoritma NSGA-II, algoritma Genetic Algorithm sebagai pembanding, serta visualisasi. Evaluasi dilakukan melalui analisis sensitivitas parameter, perbandingan dengan Genetic Algorithm dan jadwal aktual, serta User Acceptance Test (UAT). Hasil pengujian menunjukkan bahwa NSGA-II mampu menghasilkan himpunan solusi yang layak dan memberikan beberapa alternatif kompromi antarobjektif. Dibandingkan pendekatan pembanding, NSGA-II unggul dan lebih sesuai untuk persoalan multiobjektif karena tidak hanya menghasilkan satu jadwal, tetapi sekumpulan pilihan jadwal yang dapat dianalisis berdasarkan kebutuhan operasional. Hasil UAT memperoleh nilai 4,82 dari 5,00, yang menunjukkan tingkat penerimaan pengguna sangat baik. Dengan demikian, sistem yang dikembangkan dapat menjadi alat bantu penjadwalan yang lebih terstruktur, objektif, dan informatif bagi operasi kapal tongkang lepas pantai migas.

2026
👤 Penulis: Shazya Audrea Taufik
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Optimisasi Operasional 🏷️ Manajemen Rantai Pasok Migas

PENGOPTIMALAN POLA OPERASI PEMBANGKIT PADA SISTEM TERISOLASI TAHUNA 1 UNTUK MEMINIMALKAN BIAYA POKOK PEMBANGKITAN

Pulau Sangihe merupakan pulau terbesar dari Kabupaten Kepulauan Sangihe yang terletak di sisi utara Pulau Sulawesi. Dikarenakan pulau ini belum terhubung dengan sistem grid Sulawesi Utara dan Gorontalo, maka kelistrikan Sistem Tahuna 1 termasuk dalam kategori sistem terisolasi. Sistem Tahuna 1 terdiri dari Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Tahuna, PLTD Tamako, Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Sangihe, dan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) Ulung Peliang yang sinkron melalui Jaringan Tegangan Menengah (JTM) 20 kV dengan total daya mampu sebesar 15.358 kW. Nilai Biaya Pokok Pembangkitan (BPP) Sistem Tahuna 1 pada tahun 2023 secara kumulatif mencapai Rp4.210,86/kWh, hal ini dikarenakan belum terdapat skema penjadwalan unit pembangkit per jam sebagai acuan dispatcher dalam pengoperasian sistem. Pada penelitian ini, dirancang skema penjadwalan operasi unit pembangkit per jam pada Sistem Tahuna 1 untuk meminimalkan BPP dengan mempertimbangkan profil beban sistem, kemampuan unit pembangkit, dan spinning reserve. Perancangan skema penjadwalan operasi unit pembangkit per jam dilakukan pada 12 unit mesin PLTD Tahuna dan 6 unit mesin PLTD Tamako sebagai variabel bebas. Sedangkan pada PLTS Sangihe dan PLTMH Ulung Peliang dijadikan sebagai variabel kontrol, dikarenakan pembebanan kedua pembangkit tersebut terhadap Sistem Tahuna 1 tergantung kondisi alam sehingga tidak dapat diprediksi (intermittent). Berdasarkan hasil skema penjadwalan operasi dengan pertimbangan dua unit cadangan putar, terdapat penurunan nilai BPP Sistem Tahuna 1 dari awalnya Rp4.210,86/kWh menjadi Rp2.913,66/kWh atau 30,81% lebih ekonomis apabila dibandingkan dengan kondisi saat ini. Skema penjadwalan ini juga menjadi pilihan yang lebih baik untuk diimplementasikan apabila ditinjau dari sisi keandalan pengoperasian sistem distribusi 20 kV. Hal ini dikarenakan masih terdapat unit mesin cadangan (Unit #12) yang difungsikan cadangan putar sebagai bentuk mitigasi apabila unit mesin cadangan putar utama (Unit #11) gagal dalam merespon PLTS dan/atau PLTMH yang mengalami penurunan maupun kehilangan beban.

2025
👤 Penulis: Gilang Cahyo Nugroho
🏷️ Optimisasi Operasional 🏷️ Sistem Terisolasi 🏷️ Penjadwalan Unit Pembangkit

OPTIMASI EFISIENSI OPERASIONAL MELALUI PERBAIKAN STRATEGI CRUSHING DAN LOADING DI PT GIRIMULYA RESOURCE

Pada tahun 2023, produksi batu bara PT Girimulya Resource mencapai 42,1 juta ton, yang mana 34,2 juta ton di antaranya diproses menggunakan fasilitas penggerusan dan pemuatan milik perusahaan. Sisanya 7,9 juta ton diproses oleh fasilitas penggerusan pihak ketiga karena keterbatasan kapasitas. Antara tahun 2018 dan 2023, utilisasi fasilitas penggerusan dan pemuatan PT Girimulya Resource di bawah 85%. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi akar permasalahan di balik kinerja yang belum memuaskan dengan menggunakan metodologi DMAIC, dengan fokus pada kepuasan pelanggan sebagai pendorong utama profitabilitas dalam proses produksi. Berbagai alat dan teknik, termasuk Pareto Chart, Fishbone Diagram, metode 5Whys, diskusi kelompok dan observasi, digunakan untuk mengungkap faktor-faktor penting dan akar permasalahan. Berdasarkan temuan ini, dua (2) solusi cepat dan tiga (3) solusi jangka panjang, diusulkan untuk meningkatkan utilisasi fasilitas. Dua (2) solusi cepat, yaitu melakukan proses peledakan dan pembongkaran jembatan timbang yang ada di KM 0,3, sehingga berhasil mengurangi bongkahan batu bara dan antrian di KM 0,3. Ketiga (3) solusi jangka Panjang, yang ditujukkan untuk akar permasalahan yang bersifat bisa dikendalikan, telah diimplementasikan sebagian sejak pertengahan tahun 2023, dengan uji coba lebih lanjut dimulai pada bulan Januari 2024. Hasil awal menunjukkan manfaat positif dari upaya ini, dengan utilisasi fasilitas yang melampaui 85%. Peningkatan ini diharapkan dapat mengurangi biaya operasional yang terkait dengan penggunaan pelabuhan pihak ketiga secara signifikan.

2025
👤 Penulis: Adi Supriyatna
🏷️ Optimisasi Operasional 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Teknologi Penggerusan Dan Pemuatan

ALGORITMA SIMULATED ANNEALING UNTUK INTEGRASI ALOKASI SANDAR KAPAL, PENUGASAN QUAY CRANE, DAN ALOKASI LAPANGAN PENUMPUKAN PETI KEMAS EKSPOR DI TERMINAL PETI KEMAS UNTUK MEMINIMASI ONGKOS OPERASIONAL TERMINAL

Permasalahan terkait alokasi dan penugasan sumberdaya di pelabuhan merupakan permasalahan pada tingkat operasional pelabuhan dibutuhkan untuk mengoptimalkan pelayanan di pelabuhan. Integrasi antara perencanaan alokasi sandar kapal, penugasan quay crane, dan alokasi blok pada lapangan penumpukan dilakukan untuk mengoptimalisasi penggunaan fasilitas pelabuhan sehingga terjadi efisiensi operasional, peningkatan produktivitas, mengurangi biaya operasional yang tinggi akibat kapal harus menunggu lama di pelabuhan. dan akhirnya meningkatkan profitabilitas pelabuhan. Penelitian ini menggunakan algoritma Simulated Annealing (SA) yang dikembangkan dari model matematis penelitian sebelumnya yang telah dilakukan untuk menyelesaikan masalah integrasi antara alokasi sandar kapal, penugasan quay crane, dan alokasi lapangan penumpukan petikemas ekspor dengan karakteristik dermaga diskrit, waktu kedatangan kapal yang dinamis dengan adanya tenggat waktu (due date), dan penggunaan rolling time horizon. Hasil dari penelitian yang sudah dilakukan, algoritma SA yang telah dikembangkan memperikan gap nilai waktu komputasi sebesar 8.65% lebih unggul terhadap waktu komputasi dari model matematis yang dihasilkan dari penelitian Danendra (2020).

2024
👤 Penulis: Zulfi Mutiara Nagita
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Optimisasi Operasional
💬