πŸ“š Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 20 dokumen

IDENTIFIKASI GEJALA DEGENTRIFIKASI KOMERSIAL TERHADAP PELAKU USAHA SEPATU PASCAPANDEMI COVID-19 DI SENTRA INDUSTRI SEPATU CIBADUYUT, KOTA BANDUNG

Kawasan Sentra Industri Sepatu Cibaduyut di Kota Bandung merupakan salah satu sentra industri rakyat yang mengalami transformasi spasial dan ekonomi signifikan dalam dua dekade terakhir. Sebelum pandemi COVID-19, kawasan ini menunjukkan gejala gentrifikasi yang berlangsung dalam tiga bentuk, yaitu state-led gentrification melalui revitalisasi infrastruktur berbasis kebijakan pemerintah, new-build gentrification melalui pembangunan properti baru berskala besar, serta commercial gentrification yang ditandai oleh masuknya pelaku usaha baru berskala internasional, termasuk dominasi pedagang sepatu dari luar daerah dalam aktivitas perdagangan lokal. Namun, pandemi COVID-19 sejak tahun 2020 memicu kemunduran vitalitas kawasan secara masif, yang mengindikasikan terjadinya degentrifikasi komersial. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis gejala degentrifikasi komersial pascapandemi, dengan fokus pada dampak terhadap keberlangsungan usaha lokal, perubahan struktur ekonomi kawasan, serta strategi adaptasi pelaku usaha. Penelitian menggunakan metode campuran, bersifat deskriptif-eksploratif, serta menggabungkan pendekatan deduktif dan induktif. Data primer diperoleh melalui kuesioner terhadap 55 pelaku usaha sepatu aktif di koridor Jalan Cibaduyut Raya, didukung wawancara mendalam dan observasi lapangan. Hasil menunjukkan bahwa rata-rata omzet usaha hanya pulih ke 39,1% dari kondisi prapandemi, tingkat kekosongan bangunan mencapai 26,2%, harga sewa turun 22,1%, investasi usaha baru menurun 32,1%, dan jumlah pengunjung hanya pulih ke 19,8%. Empat indikator degentrifikasi, yaitu peningkatan kekosongan, penurunan harga sewa, penurunan investasi, dan penurunan pengunjung, terkonfirmasi secara empiris berdasarkan kerangka Han et al. (2021) dan Hanaoka (2007). Penelitian ini menegaskan relevansi konsep degentrifikasi dalam konteks komersial di Global South serta menunjukkan bahwa strategi adaptasi pelaku usaha belum mampu membalikkan trajektori penurunan tanpa intervensi sistemik.

2026
πŸ‘€ Penulis: Zahran Rayssal Ghaza
🏷️ Degentrifikasi Komersial 🏷️ Sentra Industri Sepatu 🏷️ Pandemi Covid-19

REKONSTRUKSI BUSINESS MODEL CANVAS BERDASARKAN PERJALANAN PELANGGAN UNTUK MENINGKATKAN PENDAPATAN FOURG VILLA DI INDUSTRI PERHOTELAN BANDUNG

Penelitian ini berfokus pada merekonstruksi Business Model Canvas (BMC) dari FourG Villa, sebuah bisnis perhotelan di Bandung, Indonesia, untuk meningkatkan daya saing melalui pendekatan integrasi perjalanan pelanggan. FourG Villa, yang didirikan pada tahun 2017, menghadapi fluktuasi tingkat okupansi, terutama akibat pandemi COVID-19 dan persaingan yang semakin ketat. Dengan pendekatan metode campuran, penelitian ini mengumpulkan data kuantitatif melalui survei tamu dan wawasan kualitatif dari wawancara dengan manajemen dan tamu. Temuan penelitian mengungkapkan masalah utama dalam keterlibatan pelanggan, kualitas fasilitas, dan komunikasi pasca-kunjungan yang mempengaruhi kepuasan dan loyalitas pelanggan. Penelitian ini juga menemukan bahwa FourG Villa kurang memiliki strategi diferensiasi yang efektif, sehingga sulit bersaing dengan akomodasi budget dan premium. Untuk mengatasinya, penelitian ini mengusulkan diversifikasi penawaran dengan pengalaman unik dan personal, seperti paket wisata ekologi dan tur budaya lokal. Rekomendasi lainnya termasuk meningkatkan proses pemesanan, memperbaiki kualitas fasilitas (Wi-Fi dan AC), menerapkan program loyalitas, mengoptimalkan pemasaran media sosial, dan mengadopsi praktik keberlanjutan melalui teknologi canggih seperti IoT. Strategi-strategi ini bertujuan untuk meningkatkan kepuasan pelanggan, efisiensi operasional, dan memastikan kelangsungan bisnis jangka panjang di pasar perhotelan yang kompetitif.

2025
πŸ‘€ Penulis: Gina Aninditha
🏷️ Business Model Canvas 🏷️ Perhotelan Bandung 🏷️ Pandemi Covid-19

DETERMINASI STRUKTUR MODAL DAN KECEPATAN PENYESUAIAN PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR ASEAN: KAJIAN DARI INDONESIA, THAILAND, MALAYSIA, DAN FILIPINA (2009–2023)

Studi ini meneliti faktor penentu struktur modal dan kecepatan penyesuaian (SOA) perusahaan manufaktur di Indonesia, Thailand, Filipina, dan Malaysia selama 2009– 2023. Dengan pendekatan positivis dan strategi pengarsipan, data dikumpulkan dari laporan keuangan serta basis data Thomson Reuters Datastream dan Bloomberg. Fokus utama adalah pengaruh faktor spesifik perusahaan terhadap keputusan struktur modal dan SOA, termasuk dampak profitabilitas, wujud aset, ukuran, pertumbuhan, serta guncangan eksternal seperti pandemi COVID-19. Studi ini menargetkan perusahaan manufaktur yang terdaftar di empat negara ASEAN, tidak termasuk Singapura, dan berfokus pada perusahaan dengan nilai pasar minimal 100 juta USD. Sampel akhir terdiri dari 30 perusahaan manufaktur. Berbagai model ekonometrik, termasuk regresi data panel, efek tetap, dan model efek acak, digunakan untuk menganalisis data. Pengujian asumsi dilakukan untuk memastikan validitas model-model ini, dengan penyesuaian yang dilakukan untuk heteroskedastisitas, autokorelasi, dan ketergantungan lintas sektor menggunakan kesalahan standar yang kuat.

2025
πŸ‘€ Penulis: Muhammad Reza Akbar
🏷️ Manajemen Modal 🏷️ Analisis Data Panel 🏷️ Pandemi Covid-19

ANALISIS PERILAKU KONSUMEN GEN Z UNTUK MAKAN DI LUAR RUMAH SEBAGAI BASIS PREDIKSI TEMPAT MAKAN BARU DI MASA POST-COVID -19

Pandemi Covid-19 telah mengganggu tatanan hidup masyarakat global sejak kemunculannya di Wuhan, Cina, tahun 2019. Pemberlakuan lockdown atau pembatasan sosial diterapkan sesuai dengan kondisi di tiap negara untuk mengantisipasi lonjakan penderita. Penutupan sarana publik seperti restoran mempengaruhi keinginan konsumen untuk makan di luar rumah padahal sebelumnya kegiatan makan di luar rumah merupakan kebutuhan konsumen Gen Z untuk bersosialisasi, berelaksasi, dan mencari pengalaman lain selain makan di rumah. Kondisi lingkungan yang dirasa belum aman dari penularan virus Covid-19 mempengaruhi persepsi konsumen Gen Z untuk bersosialisasi dan memunculkan kekhawatiran untuk makan di luar rumah sehingga mereka akan memilih restoran yang dianggap aman dari penyebaran virus. Tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan faktor-faktor baru terkait perilaku makan di luar rumah dan menemukan variabel-variabel lingkungan yang mendukung persepsi bersosialiasi dan emosi terkait makan di luar rumah konsumen Gen Z di masa post-Covid-19. Penelitian ini dilakukan melalui dua tahap. Tahap pertama menggunakan Exploratory Factor Analysis untuk mencari faktor-faktor baru pembentuk perilaku makan di luar rumah konsumen Gen Z pada masa post-Covid-19. Tahap kedua dengan menggunakan metode eksperimen dengan menguji stimulus lingkungan yang mengandung variabel tema, partisi, dan zonasi masing-masing dalam dua level kualitas terhadap persepsi bersosialisasi, emosi, dan perilaku makan di luar rumah konsumen Gen Z. Hasil dari penelitian Tahap I diperoleh informasi tentang faktor-faktor baru perilaku makan di luar rumah, yaitu keamanan, kesenangan (pleasure), mood, sosialisasi, kecemasan, dan kepraktisan (convenience). Sedangkan hasil penelitian Tahap II diperoleh hasil bahwa variabel partisi buram, tema modern, dan zona indoor menunjang persepsi bersosialisasi, respon emosi, dan perilaku makan di luar rumah konsumen Gen Z. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa perilaku untuk makan di luar rumah konsumen Gen Z telah kembali seperti sebelum masa pandemi, namun dengan adanya faktor keamanan dan kecemasan mempengaruhi harapan lingkungan baru yang menunjang perilaku konsumen Gen Z untuk makan di luar rumah di masa post-Covid-19.

2025
πŸ‘€ Penulis: Niken Savitri Anggraeni
🏷️ Perilaku Konsumen 🏷️ Makan Luar Rumah 🏷️ Pandemi Covid-19

STUDI KESEHATAN KEUANGAN PERUSAHAAN KONSTRUKSI MILIK NEGARA BERDASARKAN KEPUTUSAN KEMENTERIAN BADAN USAHA MILIK NEGARA KEP-100/MBU/2002 PERIODE 2014-2024

Dalam dua periode kepemimpinan Presiden Joko Widodo, terjadi peningkatan jumlah proyek pembangunan infrastruktur dari tahun 2014-2024. Sebagian besar program pembangunan ini diberikan kepada empat BUMN konstruksi, yaitu PT Adhi Karya Tbk, PT Pembangunan Perumahan Tbk, PT Wijaya Karya Tbk, dan PT Waskita Karya Tbk. Melalui peningkatan jumlah proyek dari Pemerintah Indonesia ini, diprediksi akan adanya kemungkinan peningkatan pendapatan perusahaan, namun pada kenyataannya perusahaan mengalami kendala dalam memanfaatkan peluang tersebut. Penelitian ini mengkaji kinerja keuangan dan kesehatan keuangan keempat perusahaan konstruksi tersebut dengan pendekatan kuantitatif, dengan menggunakan analisis rasio keuangan berdasarkan Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor KEP-100/MBU/2002 untuk penilaian kesehatan BUMN untuk mengetahui tingkat kesehatan perusahaan, dan kemudian didukung dengan model Altman Z-Score (2006) untuk memprediksi kesulitan keuangan dan prediksi kebangkrutan dimasa mendatang. Temuan penelitian menunjukkan adanya penurunan dalam kesehatan keuangan keempat perusahaan tersebut, khususnya pada periode kedua masa jabatan Presiden Joko Widodo (2020-2024), yang sebagian besar diperburuk oleh pandemi COVID-19 yang menyebabkan meningkatnya ketergantungan pada pembiayaan oleh utang untuk proyek infrastruktur. ADHI, PTPP, dan WIKA menunjukkan terdapat upaya pemulihan sementara WSKT mengalami kesulitan keuangan yang paling parah diantara empat perusahaan tersebut, WSKT konsisten berada di zona "Tidak Sehat" atau "Bahaya" di sebagian besar periode kedua. Hasil penelitian ini menekankan masalah di keempat perusahaan terkait pemanfaatan aset, manajemen inventaris, dan profitabilitas. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi untuk internal dan eksternal perusahaan, dan menegaskan pentingnya perencanaan keuangan, efisiensi operasional, dan perencanaan strategis untuk keberlanjutan jangka panjang perusahaan..

2025
πŸ‘€ Penulis: Risyad Allenby
🏷️ Kepemimpinan Publik 🏷️ Manajemen Keuangan Perusahaan Konstruksi 🏷️ Pandemi Covid-19

GANGGUAN KEUANGAN PADA SEKTOR TEKSTIL DI INDONESIA: RASIO KEUANGAN KOMPREHENSIF DALAM MEMBEDAKAN WILAYAH YANG BERMASALAH DAN YANG TIDAK BERMASALAH

The Indonesian textile industry is one of the main economic sectors that contributes to exports and employment. However, in the last decade, this sector has experienced major challenges, such as increasing textile imports from China, intense competition in the global market, and the economic impact of the COVID-19 pandemic. Many textile companies are facing financial difficulties that lead to financial distress, even bankruptcy. Therefore, an in-depth analysis is needed regarding the factors that contribute to the financial resilience of companies in this industry. This study aims to identify differences in financial ratios between textile companies that experience financial distress and those that do not, using the Altman Z-Score model. Financial data from textile companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) during the period 2014-2023 are analyzed to evaluate aspects of liquidity, profitability, solvency, operational efficiency, and market valuation. Statistical techniques such as normality test, independent t-test, and Mann-Whitney U test are used to test the significance of differences in financial ratios between the two groups of companies. The results of the study show that financial ratios such as Current Ratio, Quick Ratio, Gross Profit Margin, Return on Assets, and Times Interest Earned significantly differentiate companies experiencing financial distress from those that are not. Meanwhile, ratios such as Debt to Equity Ratio and Inventory Turnover do not show significant differences. These findings provide insights for textile industry stakeholders to focus more on crucial financial aspects in preventing bankruptcy and increasing company competitiveness in an increasingly competitive market.

2025
πŸ‘€ Penulis: Farhan Bagas Andaru
🏷️ Keuangan Industri Textil 🏷️ Analisis Keuangan 🏷️ Pandemi Covid-19

ESTIMASI KUANTITAS VIRUS SARS-COV-2 TERHIRUP PENUMPANG SELAMA PROSES PENANGANAN PENUMPANG DI TERMINAL KEBERANGKATAN BANDAR UDARA

Penularan penyakit di bandara, terutama saat pandemi COVID-19, memerlukan pengelolaan risiko yang cermat. Penelitian ini mengembangkan model simulasi untuk proses penanganan penumpang di Terminal 3 Keberangkatan Bandara Internasional Soekarno-Hatta, dengan fokus pada security check, imigrasi, dan boarding lounge. Metode penelitian melibatkan pemodelan matematis dan simulasi berbasis distribusi statistik untuk antrean dan penyebaran virus. Model disesuaikan untuk penumpang Garuda Indonesia. Hasil simulasi menunjukkan bahwa faktor seperti jumlah counter, ventilasi, penggunaan air purifier, dan kebijakan masker dapat mengurangi risiko penularan SARS-CoV-2. Selain itu, faktor eksternal seperti nilai FNP dan perubahan jadwal juga mempengaruhi risiko paparan virus. Rata-rata jumlah virus yang terhirup oleh penumpang domestik adalah 1,17Γ—10?? quanta, sementara penumpang internasional 1,19 Γ— 10?? quanta. Boarding lounge domestik tercatat sebagai area dengan penambahan virus terbesar, diikuti oleh boarding lounge internasional, check-in, imigrasi, dan security check. Analisis lebih lanjut menunjukkan masker sebagai faktor utama pengurangan risiko, diikuti oleh optimasi jumlah counter. Faktor lain seperti nilai FNP, ventilasi, perubahan jadwal, dan air purifier juga mempengaruhi, tetapi kontribusinya lebih kecil. Model simulasi ini representatif untuk proses pelayanan penumpang Garuda Indonesia di Terminal 3 Soekarno-Hatta dan dapat digunakan untuk mengestimasi jumlah virus yang terhirup oleh penumpang dalam berbagai kondisi operasional, memberikan kontribusi dalam pengelolaan risiko pandemi di bandara.

2025
πŸ‘€ Penulis: Muhammad Afifuddin
🏷️ Pandemi Covid-19 🏷️ Model Simulasi 🏷️ Manajemen Rantai Pasok Bandara

USULAN STRATEGI UNTUK MENGEKSPLORASI POTENSI DIVERSIFIKASI SUMBER PENDAPATAN DI AIRNAV INDONESIA

Dampak dari krisis seperti pandemi COVID-19 telah sangat mempengaruhi dunia penerbangan dan penyedia layanan navigasi udara, termasuk AirNav. Langkah-langkah mitigasi perlu diambil untuk mengurangi risiko krisis serupa di masa depan. Diversifikasi pendapatan diusulkan sebagai upaya untuk mitigasi ini. Strategi diversifikasi yang diusulkan dieksplorasi menggunakan PESTLE, Resource-Based View, dan SWOT untuk menganalisis kondisi AirNav saat ini, sementara TOWS dan Ansoff digunakan untuk merancang strategi yang diusulkan. BMC digunakan untuk memvisualisasikan model bisnis baru yang diusulkan dalam diversifikasi. Studi ini mengidentifikasi layanan UAV, solusi digital, layanan infrastruktur, konsultasi, dan pelatihan sebagai potensi sumber pendapatan baru. Hasilnya dapat digunakan untuk transformasi AirNav dalam mempersiapkan diversifikasi guna mencapai ketahanan dan daya saing di industri penerbangan yang dinamis.

2025
πŸ‘€ Penulis: Andri Bharata H Hutapea
🏷️ Pandemi Covid-19 🏷️ Diversifikasi Pendapatan 🏷️ Transformasi Industri Penerbangan

PERANCANGAN STRATEGI KORPORASI PT INOVASI TEKNOLOGI BALON

PT Inovasi Teknologi Balon (Inotek Balon) merupakan badan usaha milik swasta yang bergerak di sektor periklanan dengan bidang usaha balon promosi. Berdasarkan data perusahaan pada tahun 2019 dan 2020, perusahaan mengalami penurunan signifikan pada performa bisnisnya sebagai akibat dari ketidakstabilan yang ditimbulkan pandemi Covid-19. Penurunan performa tersebut berupa penurunan revenue perusahaan mencapai 80% dari tahun 2019 ke tahun 2020. Studi literatur yang dilakukan menunjukkan bahwa dapat dilakukan penelitian manajemen strategis dengan memformulasikan strategi untuk menjadi solusi dari masalah tersebut. Selain itu, juga ditemukan bahwa perusahaan belum memiliki visi, misi, dan strategi. Oleh karena itu, dilakukan penelitian dengan Model Manajemen Strategis dari Wheelen, dkk (2018) dan Kerangka Kerja Analitikal Perumusan Strategi dari David & David (2017) yang meliputi pemindaian lingkungan, perumusan visi, perumusan misi, perumusan objektif, dan perumusan strategi. Hasil dari penelitian adalah tiga strategi. Strategi-strategi tersebut adalah strategi untuk pemanfaatan lokasi pabrik baru dan integrasi ke belakang untuk pengembangan produk, strategi untuk membuat divisi membuat dan menjalankan sistem pengelolaan pelanggan untuk penetrasi pasar dan pengembangan pasar, serta strategi untuk memanfaatkan perkembangan teknologi dan integrasi ke depan untuk pengembangan produk.

2025
πŸ‘€ Penulis: Alya Fasy
🏷️ Manajemen Strategis 🏷️ Perusahaan Swasta 🏷️ Pandemi Covid-19

FINANCIAL PERFORMANCE THROUGH COVID 19 PANDEMIC AND CURRENT STOCK VALUATION OF PT KINO INDONESIA TBK

Pandemi COVID-19 secara signifikan mengganggu sektor Fast-Moving Consumer Goods (FMCG) global, memengaruhi perilaku konsumen, rantai pasok, dan profitabilitas perusahaan. Penelitian ini, yang berjudul "Kinerja Keuangan Selama Pandemi COVID-19 dan Valuasi Saham PT Kino Indonesia Tbk," mengevaluasi dampak pandemi terhadap kesehatan finansial, valuasi saham, dan daya saing PT Kino Indonesia Tbk, sekaligus mengusulkan strategi untuk pertumbuhan yang berkelanjutan. Menggunakan pendekatan metode campuran, penelitian ini mengintegrasikan analisis eksternal melalui kerangka PESTEL dan Porter’s Five Forces untuk mengevaluasi faktor makroekonomi dan persaingan. Analisis internal melibatkan evaluasi rasio keuangan seperti Current Ratio (likuiditas), Net Profit Margin (profitabilitas), dan Debt Ratio (solvabilitas). Metode Discounted Cash Flow (DCF) digunakan untuk menghitung nilai intrinsik saham, dilengkapi dengan valuasi relatif terhadap pesaing di industri seperti Unilever dan Indofood, dengan menggunakan data keuangan periode 2019 hingga 2023. Hasil penelitian menunjukkan adanya gangguan signifikan. Likuiditas menurun seiring dengan turunnya Current Ratio dari 1,35 (2019) menjadi 0,83 (2023). Profitabilitas merosot, dengan Net Profit Margin turun dari 11,02% (2019) menjadi -26,17% (2022) sebelum sedikit pulih ke 1,87% (2023). Solvabilitas melemah karena Debt Ratio meningkat dari 23,44% (2019) menjadi 49,46% (2022) akibat peningkatan ketergantungan pada utang. Analisis DCF menunjukkan bahwa saham PT Kino berada dalam kondisi undervalued selama pandemi, dan hasil ini dikonfirmasi oleh analisis valuasi relatif. Pandemi mempercepat perubahan preferensi konsumen terhadap produk kesehatan dan kebersihan, sekaligus memperburuk gangguan rantai pasok dan meningkatkan biaya bahan baku. Untuk mengatasi masalah ini, penelitian ini mengusulkan transformasi digital untuk meningkatkan efisiensi dan memperluas penjualan daring, inovasi produk untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang terus berkembang, serta optimalisasi biaya untuk meningkatkan ketahanan finansial.

2024
πŸ‘€ Penulis: Steven Mikael Harijanto
🏷️ Pandemi Covid-19 🏷️ Valuasi Saham Pt Kino Indonesia Tbk 🏷️ Analisis Porter’S Five Forces

KONSTRUKSI PENGETAHUAN, IDEOLOGI, DAN RELASI KUASA PADA WACANA PETA DAN GRAFIK COVID-19

Visualisasi data merupakan objek visual yang mendeskripsikan kebenaran, yang dikonstruksi dengan kode tertentu untuk mengomunikasikan sesuatu. Permasalahan dalam penelitian ini berawal dari pernyataan mengenai kredibilitas visualisasi data yang kerap dinilai memiliki modalitas rendah jika dibanding dengan objek visual lain seperti gambar atau foto. Di samping itu, kecanggihan teknologi memunculkan isu krusial tersendiri dalam komunikasi visual khususnya terkait reliabilitas. Apakah penggunaan elemen-elemen visual dimaknai sama oleh semua publik yang melihat, atau sebaliknya, menimbulkan ketidakpastian dan perasaan tidak aman? Dalam konteks pandemi Covid-19, persoalan modalitas visualisasi data memiliki dinamika yang menarik, yang tidak hanya menyematkan wacana, tetapi juga berpotensi membentuk pengetahuan dan ideologi tertentu, serta memiliki relasi kuasa. Penelitian ini mengidentifikasi bagaimana konstruksi pengetahuan, ideologi, dan relasi kuasa pada wacana peta dan grafik Covid-19. Ada tujuh (7) objek peta dan/atau grafik yang dipilih peneliti, yang bersumber dari tiga media online yaitu www.covid19.go.id, www.kawalcovid19.id, dan www.laporcovid19.org. Penelitian ini menggunakan kajian Semiotika Sosial, Representasi Visual, Narasi Visual, dan Analisis Wacana Foucault. Untuk menjaga keandalan metodologi, peneliti menerapkan metode campuran (mixed methods). Pertama, peneliti menerapkan analisis tematik dan intra-coder reliability untuk membedah delapan (8) penanda modalitas dan empat (4) orientasi validitas dari setiap objek ii penelitian. Metode ini digunakan untuk menelusuri ragam representasi visual pada peta dan grafik Covid-19, serta kaitannya dengan relasi kuasa. Selanjutnya, peneliti melakukan uji opini pubik melalui purposive sampling dan melakukan analisis Semantic Differential, Uji Kaiser Meyer Olkin (KMO), Bartlett's Test of Sphericity, Semantic Colour Palette, dan Component Transformation Matrix untuk menyingkap bagaimana wacana dominan mengonstruksi pengetahuan dan ideologi masyarakat, serta bagaimana wacana memvalidasi kebenaran dan membentuk relasi kuasa dalam tatanan sosial selama pandemi Covid-19. Peneliti menemukan ada tiga (3) objek penelitian dengan modalitas dan validitas paling tinggi yaitu objek pertama, objek keempat, dan objek keenam. Temuan orientasi sensori dan natural menjelaskan representasi visual yang selaras dan menyematkan elemen sensori tertentu tidak hanya meningkatkan aspek kognitif, tetapi juga mampu menyentuh level emosional individu. Menariknya, temuan orientasi ini dipelajari dari berbagai tindakan masyarakat sehingga memunculkan proposisi-proposisi tertentu. Media online sebagai sign maker memanfaatkan metafora representasi visual untuk menarasikan pandemi Covid-19 tidak hanya berada dalam istilah warning, tetapi dalam keadaan gawat darurat. Temuan ini mengarahkan pada apa yang disebut oleh Foucault bahwa praktik diskursif akan membentuk kuasa dan mengarahkan pada evolusi konsep-konsep pengetahuan baru. Temuan lainnya terkait dengan peran ketiga media online yang melakukan dikotomi wacana, yang dimanfaatkan untuk memobilisasi ragam retorika mengenai pandemi Covid-19. Peneliti memandang pengetahuan yang diciptakan pada wacana peta dan grafik Covid-19 merupakan cara-cara bagaimana ideologi diperkenalkan. Munculnya makna strong, intelligent, logical, excitable, unbiased, dan relaxed sebagai wacana dominan pada peta dan grafik Covid-19 memungkinkan adanya serangkaian respons yang dapat dimanfaatkan untuk mengorginisasi perilaku masyarakat. Adanya praktik-praktik diskursif maupun non-diskursif dalam representasi visual data Covid-19 merupakan bentuk iii pengawasan berlapis dari berbagai tingkat kekuasaan sistemik yang mengarahkan masyarakat pada ideologi tertentu. Tatanan sosial selama pandemi dan budaya visual era digital turut membentuk ideologi dan kekuasaan. Setiap media online mempelajari struktur pengetahuan melalui algoritma tertentu dan relasi antar pihak-pihak yang berinteraksi. Melalui diskursus publik, wacana dimunculkan dan kebenaran divalidasi dari konteks sosialnya. Meskipun demikian, wacana ini sebenarnya adalah bagian dari agenda media dan strategi reduksi kekuasaan. Peneliti merumuskan dalil-dalil temuan mengenai pengetahuan, validasi kebenaran, serta mekanisme kekuasaan. Pengetahuan berisikan gagasan atau ide yang mengandung nilai-nilai dan wacana dominan, yang mengarahkan pada legitimasi kebenaran baru. Sementara validasi kebenaran dalam wacana terkait erat dengan siapa yang memiliki sumber daya dan berdampak pada sensibilitas tertentu. Selanjutnya, pandangan mengenai kekuasaan yang tersebar dalam ruang- ruang wacana digital. Media online sebagai sign maker memiliki kekuasaan yang secara langsung dapat melihat aktivitas masyarakat melalui algoritma data dan keterjangkauan. Praktik-praktik tersebut dilakukan oleh tiga platform media online dalam mengonstruksi visualisasi data Covid-19. Teknologi digital sebagai sebuah rezim memiliki kekuatan yang luar biasa untuk membentuk pengetahuan, mengarahkan kebenaran, sekaligus melanggengkan kekuasaan yang lebih solid pada institusi atau lembaga yang memiliki sumber daya.

2024
πŸ‘€ Penulis: Vivi Varlina
🏷️ Visualisasi Data 🏷️ Semiotika Sosial 🏷️ Pandemi Covid-19

DAMPAK PANDEMI COVID-19 PADA SEKTOR PERBANKAN INDONESIA: STUDI PERBANDINGAN BANK KBMI 4

Awal dekade 2020 an dibuka dengan gangguan global sangat besar yang disebabkan oleh pandemi Coronavirus disease 2019 (COVID-19). Seluruh aspek kehidupan terdampak oleh virus ini. Sektor perbankan Indonesia yang terikat erat dengan beraneka ragam industri, mendapatkan dampak secara langsung dan tidak langsung. Penelitian ini menyelidiki dampak dari pandemi COVID-19 (pada masa 2020-2021) terhadap performa keuangan bank-bank yang masuk dalam Kelompok Bank berdasarkan Modal Inti 4- KBMI 4. Tujuan dari penelitian ini tidak hanya untuk menyelidiki perbedaan antara performa keuangan sebelum dan sesaat periode pandemi tetapi juga faktor makroekonomi yang mungkin bisa membantu menjelaskan performa bank-bank ini pada periode pandemi. Penelitian ini menemukan perbedaan antara performa keuangan sebelum dan pada saat pandemi. Ditemukan juga bukti bahwa ada faktor makroekonomi yang mempengaruhi performa keuangan, terutama kepercayaan konsumen, yang berkorelasi secara positif dan negatif dengan performa keuangan bank-bank tersebut.

2024
πŸ‘€ Penulis: Juan Sebastian Marten
🏷️ Pandemi Covid-19 🏷️ Manajemen Risiko Keuangan 🏷️ Analisis Perbandingan Bank

PENINGKATAN PROGRAM REHABILITASI KERJA DI PT KALPRI

Program rehabilitative kerja merupakan salah satu upaya penting yang dilakukan perusahaan untuk membantu karyawan yang mengalami kondisi kesehatan yang menganggu produktivitas kerja agar dapat kembali bekerja secara optimal. Namun, di PT. KALPRI terjadi peningkatan jumlah karyawan yang menjalani program rehabilitasi kerja disertai dengan rendahnya tingkat keberhasilan dalam mengembalikan karyawan ke posisi semula setelah menjalani program tersebut. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan kondisi tersebut terjadi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan menggunakan instrument kusioner kepada 71 responden dan melakukan wawancara mendalam 5 anggota komite rehabilitasi di PT. KALPRI. Data yang terkumpul kemudian dianalisis untuk mengidentifikasi faktor-faktor kunci yang mempengaruhi peningkatan jumlah karyawan yang direhabilitasi dan rendahnya tingkat keberhasilan program. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor internal yang menyebabkan peningkatan jumlah karyawan yang direhabilitasi adalah kebiasaan dan gaya hidup karyawan yang tidak sehat, seperti kebiasaan merokok, olahraga dan istirahat yang tidak teratur, sehingga memicu timbulnya berbagai penyakit seperti kardiovaskular, muskuloskeletal, dan obesitas. Secara eksternal, pandemi COVID-19 juga berkontribusi meningkatkan jumlah karyawan yang direhabilitasi akibat pembatasan aktivitas yang berdampak pada kesehatan karyawan. Sementara itu, faktor-faktor internal yang menyebabkan rendahnya tingkat keberhasilan program rehabilitasi adalah kebiasaan dan gaya hidup karyawan yang memperlambat proses penyembuhan, sehingga beberapa karyawan harus menjalani program "long sick" yang memperpanjang masa rehabilitasi. Secara eksternal, pembatasan aktivitas akibat pandemi COVID-19 juga berkontribusi besar terhadap rendahnya serapan kembali kerja karyawan setelah menjalani program rehabilitasi. Temuan penelitian ini menunjukkan perlunya peningkatan intervensi dan edukasi kesehatan yang lebih intensif untuk mengubah kebiasaan dan gaya hidup karyawan, serta perlunya koordinasi yang lebih kuat antara tim rehabilitasi dan manajemen dalam mengelola program rehabilitasi kerja, terutama di masa pandemi. Upaya-upaya tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan keberhasilan program rehabilitasi kerja di PT. KALPRI.

2024
πŸ‘€ Penulis: Syamsul Bahri
🏷️ Kesehatan Kerja 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Pandemi Covid-19

PENILAIAN DAUR HIDUP PRODUK COLD-PRESSED JUICE DALAM MENDUKUNG PRODUKSI BERSIH (STUDI KASUS PT X)

Pandemi COVID-19 membawa banyak dampak pada perilaku manusia, terutama pada pola hidup masyarakat yang lebih peduli terhadap kesehatan. Dampak dari pergeseran pola hidup masyarakat menjadi lebih sehat ini adalah perkembangan tren industri pangan fungsional yang pesat secara global, dengan pilihan pangan fungsional yang digandrungi oleh masyarakat Indonesia adalah produk coldpressed juice karena mudah untuk dibawa serta memiliki pilihan yang beragam, salah satunya adalah produk PT X. Seiring dengan permintaan yang meningkat, pasar yang semakin luas, serta industri yang skalanya semakin besar, dapat dipastikan bahwa dampak negatif lingkungan yang ditimbulkan oleh kegiatan produksi juga semakin besar. Berdasarkan berbagai hal tersebut, maka diperlukan evaluasi terhadap proses produksi yang dilakukan oleh perusahaan demi memenuhi prinsip produksi yang lebih bersih (cleaner production) serta untuk meminimalisir dampak negatif yang ditimbulkan ke lingkungan. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan untuk mengkuantifikasi dampak lingkungan dari tiap rangkaian produksi cold-pressed juice ini adalah metode life cycle assessment (LCA). Dalam penelitian ini, dampak lingkungan yang dikuantifikasi adalah potensi pemanasan global, penipisan sumber daya abiotik, penipisan lapisan ozon, ekotoksisitas terrestrial, asidifikasi, serta potensi eutrofikasi dengan unit fungsional (FU) berupa 1 botol cold-pressed juice ukuran 250ml. Berdasarkan perhitungan, PT X memberikan nilai 6,85 x 107 kg CO2 eq untuk potensi pemanasan global, 2,50 x 10-9 kg Sb eq untuk potensi penipisan sumber daya abiotik, 4,92 x 10-11 kg CFC-11 eq untuk potensi penipisan lapisan ozon, 1,30299 kg 1,4-DB eq untuk nilai potensi ekotoksisitas terrestrial, 8,06 x 106 kg SO2 eq untuk nilai potensi asidifikasi, dan 4,40 x 105 kg PO4-3 eq untuk nilai potensi eutrofikasi. Untuk mendukung produksi yang bersih, maka proses yang perlu ditinjau ulang oleh PT X adalah proses initial sorting yang memberikan nilai paling tinggi pada seluruh kategori penilaian dampak lingkungan. Lebih lanjut lagi, berdasarkan hasil pembobotan penilaian dampak lingkungan, dicanangkan skenario perbaikan jangka pendek, jangka menengah, serta jangka panjang yang berfokus pada transisi energi dan pengolahan limbah. Skenario perbaikan ini dilakukan untuk meminimalisir dampak negatif yang ditimbulkan proses produksi PT X, utamanya untuk meminimalisir nilai potensi pemanasan global yang memiliki kontribusi paling besar.

2024
πŸ‘€ Penulis: Athira Syifa Puti Salim
🏷️ Pandemi Covid-19 🏷️ Produk Pangan Fungsional 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

DAMPAK FINANSIAL AKIBAT PENUNDAAN PELAKSANAAN PROYEK PEMBANGUNAN APARTEMEN X

Akibat pandemi Covid-19, Proyek Apartemen X mengalami penurunan penjualan dan penyimpangan terhadap progres konstruksi sehingga cashflow terganggu dan terjadi penundaan proyek pada tahun 2021. Penundaan pelaksanaan proyek ini berpotensi tidak terealisasinya profit yang ditetapkan dari rencana awal. Proyek ini direncanakan akan di lanjutkan kembali namun tentunya terdapat berbagai permasalahan yang dihadapai. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi risiko, menganalisis dampak finansial akibat risiko yang ditimbulkan dan membangun skenario untuk rencana usaha kedepan agar proyek ini dapat layak secara finansial. Penelitian ini dilihat dari sudut pandang pemilik proyek dan menggunakan parameter NPV dan IRR dengan 3 skenario, optimis, moderate dan pesimis. Dimana penjualan unit apartemen pada skenario optimis adalah 134 unit/ tahun, skenario moderate adalah 84 unit/ tahun, dan skenario pesimis adalah 56 unit/ tahun. Dengan jangka waktu pelaksanaan konstruksi untuk semua skenario adalah 4 tahun, maka didapatkan skenario optimis dengan nilai NPV bernilai positif Rp 10,6 miliar, dan IRR 18,39% (>MARR). Untuk skenario moderate nilai NPV masih bernilai positif Rp 2,9 milyar dan IRR 10,96% (>MARR). Dan untuk skenario pesimis menghasilkan nilai NPV yang negatif -Rp 13,9 milyar dengan nilai IRR 7,48% (<MARR). Berdasarkan hasil analisis sensitivitas, kelayakan finansial proyek sangat bergantung pada upaya dan strategi untuk mencapai target penjualan dan tidak terjadi cost overrun atau pembengkakan biaya pada skenario optimis maupun moderate. Untuk skenario pesimis dengan penjualan selama 12 tahun, dibutuhkan kenaikan harga jual sebesar 5% atau dengan efisiensi biaya sebesar 4% agar dapat tetap layak secara finansial jika kembali dilanjutkan.

2024
πŸ‘€ Penulis: Ignatius Indras Setyabudi
🏷️ Pandemi Covid-19 🏷️ Analisis Keuangan Proyek Properti 🏷️ Manajemen Risiko
Halaman 1 dari 2
πŸ’¬