📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 2 dokumenANALISIS KEBERLANJUTAN PROGRAM DESA BAMBU LESTARI DILIHAT DARI PARTISIPASI DAN PERSEPSI MASYARAKAT (STUDI KASUS: DESA WOGO, KECAMATAN GOLEWA, KABUPATEN NGADA)
Desa Bambu Lestari Wogo merupakan program yang berfokus pada hilirisasi pengembangan bambu melalui model desa bambu hasil kerjasama YBLL dan Pemerintah Daerah. Partisipasi masyarakat merupakan kunci penting dalam pengelolaan program Desa Bambu Lestari. Persepsi dan partisipasi masyarakat dapat menggambarkan penilaian masyarakat yang akan mencerminkan keberlanjutan program. Diperlukan penelitian untuk melakukan identifikasi dan peninjauan terhadap keberlanjutan program Desa Bambu Lestari di Desa Wogo. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk memahami keberlanjutan Program Desa Bambu Lestari di Desa Wogo, Kecamatan Golewa, Kabupaten Ngada, Provinsi Nusa Tenggara Timur dilihat dari persepsi dan partisipasi masyarakat. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan deduktif. Metodologi penelitian yang digunakan mencakup analisis data primer dari observasi dan wawancara langsung di lapangan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa program Desa Bambu Lestari mampu memberikan dampak positif terhadap lingkungan dan ekonomi masyarakat. Akan tetapi persepsi masyarakat Desa Wogo yang masih rendah mengurangi partisipasi masyarakat yang berpengaruh dalam keberlanjutan program Desa Bambu Lestari. Faktor pendukung partisipasi masyarakat yaitu kemauan dan kemampuan masyarakat, pengadaan kegiatan rutin, insentif, ketersediaan modal dan alat, serta partisipasi pihak eksternal. Faktor penghambat partisipasi masyarakat yaitu keterbatasan modal dan alat, ketidakadaan BUMDes, serta kurangnya pendampingan. Dibutuhkan peningkatan keterlibatan masyarakat, advokasi program, serta peningkatan pendampingan dari pemerintah.
PARTISIPASI MASYARAKAT LOKAL DALAM PENGEMBANGAN DESA WISATA CIKASO (STUDI KASUS: DESA CIKASO, KABUPATEN KUNINGAN)
Pariwisata merupakan penggerak perekonomian yang dapat memanfaatkan potensi daerah menjadi pasar, bahkan industri melalui paduan atraksi, layanan, dan perjalanan. Untuk menggerakkan perekonomian desa, konsep desa wisata dapat menjadi opsi percepatan pembangunan desa. Dalam pengembangan desa wisata, perlu diperhatikan nilai-nilai lokal, terutama dengan memberdayakan masyarakat sebagai pengelola utama. Hal ini turut terjadi di Desa Wisata Cikaso yang meskipun masih dalam kategori berkembang, tetapi sudah menunjukkan perkembangannya yang pesat, salah satu pencapaiannya berupa memenangkan penghargaan 300 besar ADWI 2021. Penelitian ini juga dilakukan karena kebutuhan untuk meneliti mengenai partisipasi masyarakat dalam pengembangan desa wisata yang berkategori berkembang, serta perlunya mengecek kesesuaian implementasi program pengembangan desa wisata dalam Pedoman Desa Wisata dengan kenyataan. Meskipun sudah terdapat lembaga pengelola desa wisata, tumpang tindih bentuk partisipasi antar masyarakat masih terjadi, maka penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk dan tingkat partisipasi masyarakat lokal dalam pengembangan Desa Wisata Cikaso. Penggunaan analisis pengkodean dan deskriptif kualitatif dijadikan dasar pengolahan hasil wawancara, observasi, dan studi dokumen mengenai studi kasus partisipasi masyarakat di Desa Wisata Cikaso. Berdasarkan penelitian, menunjukkan bahwa masyarakat berperan dominan dalam partisipasi berbentuk keahlian/keterampilan. Tingkat partisipasi keseluruhan tahap pengembangan desa wisata semakin mengerucut ke arah pemangku kepentingan awam, komunikasi melalui diskusi dan negosiasi, serta otoritas dan kekuasaan dipegang oleh masyarakat.