📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 3 dokumenPRESERVING COMMUNITY MARKET: REVITALISASI PASAR KIARACONDONG MELALUI PENGUATAN AKTIVITAS EKONOMI DAN PRODUKTIVITAS RUANG
Pasar tradisional merupakan salah satu pusat penggerak aktivitas ekonomi utama masyarakat di wilayah perkotaan, sekaligus menjadi pilihan masyarakat sekitar sebagai area perdagangan untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari. Selain itu, pasar juga seringkali menjadi ruang interaksi dan aktivitas berbagai elemen lapisan masyarakat. Namun, keberadaannya saat ini sering dihadapkan pada permasalahan tata kelola, penurunan kualitas ruang, dan inefisiensi pemanfaatan lahan. Di kawasan Pasar Kiaracondong, ruang dagang yang tidak tertata dan sirkulasi yang buruk mengakibatkan kawasan ini tidak memiliki konektivitas yang baik terhadap lingkungan luar pasar maupun permukiman sekitarnya. Hal ini memicu penurunan tingkat kenyamanan, mobilitas, dan mematikan potensi ekonomi kawasan, sehingga pasar tradisional kerap memiliki citra buruk dan semakin ditinggalkan pengunjung jika dibandingkan dengan pasar modern. Merespons kondisi tersebut, perancangan ini mengusung gagasan "Preserving Community Market" yang berfokus pada revitalisasi Pasar Kiaracondong melalui penguatan aktivitas ekonomi dan produktivitas ruang. Pasar Tradisional dipilih sebagai tipologi bangunan yang dirancang ulang untuk menciptakan ruang dagang yang lebih adaptif, dinamis, dan optimal dalam pemanfaatan lahan. Ruang-ruang di dalam pasar dirancang serta dioptimalkan sebagai ruang sosial dan ekonomi yang fleksibel dan mampu mewadahi kepadatan aktivitas secara efektif tanpa mengurangi kenyamanan pengguna. Metode perancangan yang digunakan meliputi studi literatur mengenai revitalisasi pasar tradisional dan produktivitas tata ruang, observasi terhadap pola aktivitas dan pergerakan pengguna, serta analisis konfigurasi spasial untuk menilai efisiensi pemanfaatan lahan dan alur sirkulasi. Tujuan utama dari perancangan ini adalah menghadirkan model revitalisasi pasar tradisional yang mampu mempertahankan keberadaan komunitas lokal di sekitarnya, sekaligus meningkatkan daya saing melalui penciptaan ruang komersial yang produktif, terintegrasi, dan adaptif terhadap dinamika ekonomi perkotaan.
ANALISIS KETENTUAN INTENSITAS BANGUNAN PADA RUAS JALAN AHMAD YANI KOTA BANDUNG BERDASARKAN KAPASITAS JALAN
Kemacetan lalu lintas Kota Bandung merupakan masalah yang biasanya dialami oleh kawasan perkotaan lainnya. Pertumbuhan dan perkembangan Kota Bandung membuat diperlukannya sarana dan prasarana yang mampu melayani setiap aktivitas yang akan terjadi, terutama semakin tingginya intensitas pembangunan yang ditetapkan semakin tinggi pula kegiatan transportasi. Hal ini dapat dilihat dari arahan pembangunan mulai dari RTRW Jawa Barat (Perda Jawa Barat No. 9 Tahun 2022), RTR Perkotaan Cekungan Bandung (Perpres No. 45 Tahun 2018), RTRW Kota Bandung (Perda Kota Bandung Nomor 5 Tahun 2022), hingga RDTR Kota Bandung (Perda Kota Bandung No. 10 Tahun 2015) ditetapkan memiliki intensitas bangunan gedung yang tinggi. Kemacetan menjadi bukti sulitnya menyediakan pelayanan transportasi yang dalam penelitian ini adalah kapasitas jalan yang mampu menyeimbangi kebutuhan transportasi. Salah satu jalan dengan kondisi tersebut adalah Jalan Ahmad Yani Kota Bandung. Kapasitas jalan ini yang hanyalah 1.470,98 SMP/jam tidak mampu mengimbangi volume lalu lintas sebesar 1.681,25 SMP/jam. Alhasil VCR (Volume per Capacity Ratio) yang terjadi pada jalan ini menjadi 1,14, yaitu memiliki tingkat pelayanan F. Hal ini tetap akan semakin parah jika tidak segera diberikan tindakan karena ketentuan intensitas bangunan yang diarahkan pada RDTR Kota Bandung dan Peraturan Zonasi Kota Bandung mengarah pada tingkat pelayanan pelayanan VCR sebesar 0,97. Nilai koefisien dasar hijau yang hampir nol pada bangunan gedung koridor jalan ini membuat salah satu solusi tingginya lalu lintas, yaitu pelebaran jalan menjadi tidak memungkinkan. Untuk itu, penelitian ini menggunakan pendekatan manajemen permintaan transportasi sebagai strategi menyelesaikan permasalahan ini. Dengan pendekatan ini, solusi yang dapat dihasilkan adalah penyesuaian ketentuan intensitas sumber trip generation agar seimbang dengan daya tampung kapasitas jalan yang ada. Perhitungan dengan menggunakan pendekatan ini menghasilkan rekomendasi ketentuan intensitas pembangunan yang baru yaitu pengoptimalan nilai koefisien lantai bangunan (KLB) Perdagangan dan Jasa Linier (K3) dari 2,1 menjadi 1,94, Kawasan Fasilitas Umum dan Sosial (FSU) tetap dengan nilai 2,5, Pasar Tradisional (K1) tetap dengan nilai 2,4, zona perlindungan setempat: Sungai (PS4) tetap dengan nilai 0,02, dan Ruang Terbuka Hijau Privat tetap dengan nilai 0,02
PASAR TRADISIONAL KANOMAN CIREBON SEBAGAI SUMBER INSPIRASI PENGEMBANGAN MOTIF BATIK KHAS CIREBON
Pasar Kanoman Cirebon merupakan salah satu pasar tradisional yang keberadaannya masih berperan aktif bagi kehidupan masyarakat Cirebon hingga saat ini. Suasana kehidupan Pasar Kanoman Cirebon yang kaya akan nilai sejarah, sosial, dan budaya berpotensi untuk dijadikan inspirasi dalam mengembangkan salah satu warisan budaya Kota Cirebon, yaitu batik. Pengembangan motif batik khas Cirebon merupakan suatu bentuk upaya yang tidak hanya mencakup pelestarian tradisi, namun juga mencakup inovasi dengan menghadirkan motifmotif baru, menarik, dan relevan di mata konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana suasana suatu pasar tradisional yang dinamis dapat menjadi suatu potensi lokal yang dapat mendorong kreativitas dalam menciptakan motif batik yang mencerminkan karakteristik khas dari daerah tersebut. Metode penelitian melibatkan studi lapangan di Pasar Kanoman Cirebon, analisis terhadap motif-motif batik Cirebon, serta eksplorasi penerjemahan suasana kehidupan pasar menjadi suatu motif batik. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pada pelestarian pasar tradisional di Cirebon, serta kontribusi pada pelestarian dan pengembangan warisan batik khas Cirebon. Selain itu, hasil penelitian ini dapat memberikan pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana pengaruh pasar tradisional dapat digunakan sebagai sumber inspirasi dalam dunia industri kreatif seperti menciptakan batik yang tidak hanya memiliki nilai estetika tinggi, tetapi juga mencerminkan kekayaan budaya lokal. Hasil penelitian ini juga diharapkan dapat mendukung industri batik Cirebon dalam meningkatkan daya saingnya di pasar lokal maupun global.