📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 43 dokumen

USULAN STRATEGI KOMUNIKASI DANA LESTARI LULUSAN INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG BERDASARKAN FAKTOR YANG MEMENGARUHI INTENSI BERKONTRIBUSI MELEBIHI KEWAJIBAN

Sebagai perguruan tinggi negeri berbadan hukum (PTN-BH), sebagian besar pendanaan operasional Institut Teknologi Bandung (ITB) berasal dari pembiayaan non-APBN dan non-UKT, salah satunya dari dana lestari yang dikelola oleh BPUDL ITB. Salah satu segmen dengan jumlah donatur terbanyak bagi BPUDL ITB adalah mahasiswa yang wajib berkontribusi melalui program Dana Lestari Lulusan ITB. Namun, penghimpunan dana donasi tersebut belum pernah mencapai target dan mayoritas lulusan ITB hanya membayar nominal minimum tanpa inisiatif melebihkan nominal donasi (upselling). Oleh karena itu, diperlukan identifikasi faktor-faktor yang memengaruhi intensi calon lulusan ITB untuk berkontribusi melebihi kewajiban minimum (intention to contribute beyond obligation) sebagai dasar perumusan usulan strategi komunikasi bagi BPUDL ITB. Penelitian ini mengacu pada penelitian Arnett dkk. (2003), Brady dkk. (2002), dan Chen dkk. (2021). Model penelitian ini diolah dengan metode partial least square structural equation modeling (PLS-SEM) dan dengan memakai data 210 responden mahasiswa ITB yang sedang mengerjakan tugas akhir/tesis/disertasi. Hasil analisis menunjukkan delapan hipotesis yang berpengaruh signifikan. Konstruk identity salience dan trust berperan sebagai mediator terhadap intention to contribute beyond obligation. Tingkat kepentingan dan performa setiap faktor tersebut diukur menggunakan importance-performance map analysis (IPMA). Konstruk identity salience, trust, dan perceived need dipilih sebagai prioritas dengan kepentingan tertinggi. Analisis multigroup analysis (MGA) menunjukkan content quality dan platform reputation lebih berperan membentuk trust pada calon lulusan yang belum mengenal program, sedangkan institutional credibility lebih berperan dominan pada calon lulusan yang sudah mengenal program. Hasil penelitian ini adalah usulan strategi komunikasi bagi BPUDL ITB melalui kerangka source-message-channel. Pada level pesan (message), dirumuskan tiga prioritas: (1) pengaktifan identity salience melalui konten transformational appeal yang mengasosiasi kontribusi dengan identitas dan pengalaman selama di ITB; (2) peningkatan trust melalui konten informational appeal sesuai dengan tingkat pengetahuan calon lulusan; dan (3) penguatan persepsi calon lulusan atas kebutuhan ITB terhadap bantuan dari mahasiswanya. BPUDL ITB tetap berperan sebagai sumber pesan utama yang didukung saluran pesan yang berasal dari kolaborasi dengan akun resmi ITB dan saluran di tingkat fakultas dan program studi karena kredibilitas dan kedekatannya dengan calon lulusan ITB.

2026
👤 Penulis: M. Faiz Fadhlurrahman
🏷️ Kepatuhanan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Pemasaran

CUSTOMERS' PREFERENCE OF T-SHIRT CASE STUDY: SAND

SAND adalah sebuah merk kaos baru yang berusaha untuk masuk kedalam pasar penjualan kaos di ITC-Kuningan, Jakarta. Untuk dapat bersaing kedalam sebuah pasar penjualan kaos di ITC-Kuningan SAND membutuhkan banyak cara untuk menarik minat konsumen. Agar dapat memecahkan masalah-masalah tersebut maka dibuatlah penilitian tentang aspek-aspek marketing apa saja yg dibutuhkan SAND agar konsumen sadar akan eksistensi mereka dan tertarik untuk membeli produk mereka, mulai dari motivasi para konsumen dalam membeli sebuah kaos, pasar yang dituju oleh SAND, kompetitor daripada SAND, promosi apa yang menarik konsumen dan harga yang cocok daripada sebuah kaos. Untuk melakukan penilitian pertama-tama peneliti akan melakukan observasi lapangan langsung yang diikuti oleh diskusi dalam kelompok terhadap konsumen kaos pria dan interview terhadap pemilik daripada SAND. Dari data yang didapat tersebut peneliti akan mengetahui aspek-aspek apa saja yang dibutuhkan agar konsumen tertarik untuk membeli sebuah kaos. Dari aspek-aspek tersebut dibuatlah pertanyaan-pertanyaan agar peneliti dapat mengetahui dan mengambil kesimpulan tentang aspek-aspek apa saja yg dibutuhkan SAND agar produk mereka disukai konsumen. Hasil observasi dengan menggunakan analisa frekuensi dan analisa conjoint dengan alat bantu spss dan menggunakan non-probability sampel. Diketahui bahwa pengunjung utama daripada ITC-Kuningan adalah anak muda yang berusia 18-24 tahun dimana mereka menganggap bahwa harga sebuah kaos sepantasnya adalah Rp. 50,000- Rp 75.000, dan kaos yang paling disukai adalah kaos bergambar band dengan warna hitam (kaos lengan pendek). Maka disarankan agar SAND fokus terhadap konsumen muda yang menyukai kaos murah bergambar band dengan warna hitam agar dapat menarik konsumen membeli produk mereka.

2026
👤 Penulis: Agga Toeloes Diguci
🏷️ Pemasaran 🏷️ Manajemen Rantai Pasokan 🏷️ Analisis Pasar

USULAN STRATEGI PEMASARAN UNTUK MENINGKATKAN KINERJA PENJUALAN DI NISKALA ART DECORATION

Persaingan yang semakin ketat dalam industri dekorasi pernikahan di Indonesia menuntut pelaku usaha untuk memiliki proposisi nilai yang jelas serta strategi penargetan yang tepat. Meskipun menawarkan desain yang personal dan penggunaan material berkualitas, Niskala Art Decoration mengalami stagnasi pendapatan pada tahun pertama operasinya. Data internal menunjukkan jumlah inquiry pelanggan yang tinggi, namun tingkat konversi yang relatif rendah. Kondisi ini mengindikasikan adanya kesenjangan antara minat pelanggan dan keputusan pembelian, yang mencerminkan ketidaksesuaian antara ekspektasi pelanggan, persepsi nilai, dan strategi pemasaran yang saat ini diterapkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis lingkungan bisnis internal dan eksternal, mengidentifikasi preferensi pelanggan terhadap elemen bauran pemasaran, menentukan segmen target yang potensial, serta merumuskan strategi pemasaran yang tepat untuk meningkatkan konversi dan mendukung pertumbuhan berkelanjutan. Penelitian menggunakan pendekatan mixed-method. Data kuantitatif dikumpulkan melalui survei terhadap calon pelanggan berusia 20–34 tahun di Bandung dan dianalisis menggunakan analisis deskriptif serta analisis klaster. Analisis kualitatif meliputi evaluasi internal (STP saat ini, bauran pemasaran yang berjalan, dan VRIO) serta analisis eksternal (PESTEL, Porter’s Five Forces, dan analisis kompetitor). Seluruh temuan kemudian diintegrasikan menggunakan kerangka SWOT dan TOWS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keandalan proses layanan, transparansi nilai harga, dan kemampuan personalisasi produk merupakan faktor utama yang memengaruhi preferensi pelanggan. Segmen pelanggan yang berorientasi pada nilai teridentifikasi sebagai target utama. Berdasarkan temuan tersebut, Niskala disarankan menerapkan strategi focused differentiation melalui standardisasi proses, komunikasi nilai yang jelas, penajaman positioning, serta perbaikan bauran pemasaran untuk meningkatkan konversi dan keberlanjutan bisnis jangka panjang.

2026
👤 Penulis: Nadia Cahya Dwinanda
🏷️ Pemasaran 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Analisis Swot

USULAN STRATEGI PEMASARAN UNTUK ZAMRA BACKYARD

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor internal dan eksternal yang memengaruhi penurunan kinerja penjualan Zamra Backyard Coffee Shop dan merumuskan strategi pemasaran yang tepat untuk meningkatkan kinerja bisnisnya. Dalam penelitian ini, pendekatan penelitian deskriptif kualitatif digunakan untuk mengumpulkan data berdasarkan wawancara mendalam dengan pemilik, manajer operasional, lima pelanggan tetap dan lima calon pelanggan, serta observasi lapangan dan dokumen pendukung lainnya. Analisis dilakukan menggunakan VRIO, Porter's Five Forces, SWOT, TOWS Matrix, dan kerangka kerja Marketing Mix (7P), yang didukung oleh analisis tematik data wawancara. Temuan menunjukkan bahwa penurunan penjualan terutama didorong oleh kelemahan internal, terutama kualitas "biasa" dan terbatasnya variasi makanan, lokasi kafe yang kurang mudah diakses, dan fasilitas parkir yang tidak memadai. Dari perspektif eksternal, tekanan persaingan yang tinggi, daya tawar pelanggan yang kuat, dan kecenderungan pelanggan untuk memilih kafe dengan akses yang lebih mudah semakin memperparah tantangan yang dihadapi Zamra. Berdasarkan analisis TOWS dan hasil tematik, sejumlah strategi pemasaran disarankan, seperti peningkatan kualitas makanan dan pengembangan menu, strategi harga, aksesibilitas dan parkir, konsistensi promosi digital, keandalan layanan, pelatihan staf, alur layanan selama jam sibuk, dan bukti fisik. Strategi-strategi ini diharapkan dapat meningkatkan kepuasan pelanggan, memperkuat diferensiasi, dan memulihkan kinerja penjualan Zamra Backyard secara berkelanjutan.

2026
👤 Penulis: Muhammad Fariz Albouni
🏷️ Pemasaran 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Kecerdasan Buatan

PERANCANGAN STRATEGI PEMASARAN PENINGKATAN BRAND AWARENESS PRODUK CASCARA MILK TEA

Hayyatee merupakan usaha makanan dan minuman berbasis riset mahasiswa dan tenaga ahli Jurusan Rekayasa Hayati Institut Teknologi Bandung (SITH-ITB), dengan produk utama Cascara Milk Tea. Sejak diluncurkan pada tahun 2022, penjualan produk belum mencapai target yang ditetapkan karena rendahnya brand awareness di kalangan mahasiswa ITB sebagai target pasar utama, serta strategi pemasaran saat ini yang belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk merancang strategi pemasaran yang dapat meningkatkan brand awareness produk Cascara Milk Tea pada target konsumen tersebut. Perancangan strategi diawali dengan observasi lapangan, studi literatur, dan wawancara awal untuk memperoleh gambaran kondisi eksisting dan mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi oleh Hayyatee. Data primer dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada mahasiswa ITB, kemudian dianalisis menggunakan metode choice-based conjoint untuk mengetahui preferensi konsumen terhadap atribut produk, serta statistika deskriptif untuk mengukur tingkat brand awareness, faktor pendorong, dan penghambat. Hasil kedua analisis tersebut dikombinasikan untuk menyusun strategi pemasaran berbasis bauran pemasaran (marketing mix 4P) yang mencakup aspek produk, tempat, harga, dan promosi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa ITB lebih menyukai Cascara Milk Tea dengan kadar gula rendah, tanpa topping, aroma teh ringan, serta label informasi gizi pada kemasan. Temuan preferensi konsumen tersebut, bersama dengan hasil identifikasi kondisi brand awareness, menjadi dasar perancangan strategi pemasaran yang meliputi pengembangan varian produk sesuai preferensi konsumen, perluasan distribusi ke titik strategis kampus untuk meningkatkan eksposur, serta promosi melalui media sosial Instagram dengan konten informatif dan menarik. Strategi promosi tambahan berupa program referral dengan insentif, paket bundling “Buy 1 Get 1”, serta pemberian sampel di kantin untuk membantu meningkatkan eksposur produk dan memperluas brand awareness Cascara Milk Tea di kalangan mahasiswa ITB.

2025
👤 Penulis: Afifah Anugrayni
🏷️ Pemasaran 🏷️ Brand Awareness 🏷️ Manajemen Rantai Pasokan

STRATEGI IMPLEMENTASI CUSTOMER RELATIONSHIP MANAGEMENT (CRM) UNTUK MENINGKATKAN PENJUALAN PADA PERUSAHAAN B2B: KASUS PADA CV. TASMAL ANUGRAH MANDIRI

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan strategi CRM yang disesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan CV. Tasmal Anugrah Mandiri, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang perawatan dan perbaikan peralatan medis dan industri. Dengan menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif dan kerangka kerja CRM oleh Payne dan Frow, data dikumpulkan melalui wawancara dengan pemangku kepentingan internal dan beberapa klien saat ini. Analisis yang digunakan adalah penilaian kemampuan CRM, model IDIC, pemetaan penciptaan nilai, dan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik CRM CV. Tasmal Anugrah Mandiri saat ini masih bersifat informal, dengan pengelolaan data pelanggan yang terbatas, tidak ada segmentasi, dan penggunaan saluran digital yang minimal. Meskipun memiliki keterbatasan tersebut, perusahaan masih memiliki tingkat kepuasan yang tinggi dan pelanggan yang loyal, yang menjadi dasar bagi pengembangan CRM yang terstruktur. Rencana implementasi selama 12 minggu diusulkan, meliputi penunjukan juara CRM, sentralisasi data, segmentasi pelanggan, pengaktifan kembali saluran digital, dan pembentukan umpan balik klien. Penelitian ini dibatasi pada satu perusahaan dalam industri tertentu dengan menggunakan pendekatan kualitatif, yang dapat memengaruhi generalisasi hasil. Penelitian ini merekomendasikan agar CV. Tasmal mengadopsi CRM secara bertahap menggunakan alat-alat yang sederhana dan berbiaya rendah, sekaligus meningkatkan koordinasi lintas fungsi. Penelitian di masa mendatang dapat mengeksplorasi penerapan CRM di berbagai industri serupa menggunakan metode komparatif atau kuantitatif.

2025
👤 Penulis: Thoriq Saladin Naufal
🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Pemasaran

ANALISIS BISNIS REFLEKTIF PAKAIAN OLAHRAGA BACH: MENGEVALUASI KINERJA & STRATEGI PADA STARTUP PAKAIAN BUDAYA

BACH Sportswear adalah startup yang menggabungkan inovasi pakaian olahraga modern dengan kekayaan budaya Indonesia, yang menyasar konsumen muda yang mencari pakaian aktif yang fungsional, nyaman, dan bermakna secara budaya. Meskipun memiliki proposisi nilai yang kuat, BACH menghadapi stagnasi penjualan selama dua tahun pertama, yang memicu peninjauan terhadap strategi dan kinerja bisnisnya. Penelitian ini mengevaluasi kinerja bisnis BACH di bidang keuangan, pemasaran, dan operasional dengan menganalisis perjalanan perusahaan dari fase peluncuran awal hingga kondisi saat ini. Menggunakan pendekatan autoetnografi kualitatif, penelitian ini menganalisis data internal seperti laporan keuangan, hasil pemasaran, dan operasional dengan alat strategis seperti SWOT, Business Model Canvas, DuPont Analysis, PESTEL, dan Porter’s Five Forces. Penelitian ini menjawab pertanyaan: Bagaimana evaluasi BACH Sportswear dalam aspek keuangan, operasional, dan pemasaran dari fase peluncuran awal hingga kondisi saat ini? Temuan penelitian menunjukkan bahwa meskipun BACH memiliki potensi merek yang kuat, perusahaan ini menghadapi ketidakefisienan operasional, pemasaran yang tidak konsisten, dan ketergantungan yang berlebihan pada pendanaan internal. Rekomendasi mencakup peluncuran situs e-commerce, pengembangan Standard Operating Procedures (SOP), penargetan segmen pasar yang lebih luas, dan peningkatan perencanaan keuangan. Langkah-langkah strategis ini sangat penting untuk membantu BACH tumbuh dari startup berbasis passion menjadi merek pakaian olahraga budaya yang kompetitif dan berkelanjutan. Penelitian di masa depan dapat memperbaiki keselarasan antara tujuan dan pertanyaan penelitian, mengintegrasikan sumber data eksternal, dan mengadopsi metodologi yang lebih terstruktur seperti triangulasi untuk meningkatkan objektivitas dan validitas. Standarisasi pelaporan dan peningkatan ketelitian metodologis akan memberikan wawasan yang lebih aplikatif untuk BACH dan startup serupa.

2025
👤 Penulis: Muhammad Hafizh
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Pemasaran

STRATEGI PEMASARAN YANG DIUSULKAN UNTUK PATIN BOARDING HOUSE

Yogyakarta, yang dikenal luas sebagai “Kota Pelajar,” menampung lebih dari 350.000 mahasiswa dan terus mengalami pertumbuhan di sektor pendidikan dan pariwisata. Kondisi ini mendorong meningkatnya permintaan terhadap hunian terjangkau seperti rumah kos. Patin Boarding House, sebuah kos khusus perempuan di Sleman, Yogyakarta, mengalami penurunan okupansi sebesar 51% antara tahun 2021 hingga 2024, disebabkan oleh perubahan pasca-pandemi, persaingan yang ketat, dan tidak adanya strategi pemasaran yang terstruktur. Penelitian ini bertujuan merancang strategi pemasaran dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif, melalui survei pelanggan, wawancara dengan pemangku kepentingan, serta analisis lingkungan internal dan eksternal. Analisis internal meliputi RBV, VRIO, dan Value Chain, sementara analisis eksternal menggunakan PESTEL, Porter’s Five Forces, dan analisis pesaing dan pelanggan. Temuan utama menunjukkan perlunya transformasi digital, reposisi merek, serta strategi pemasaran yang ditargetkan untuk perempuan muda berusia 21–35 tahun yang aktif secara digital. Solusi yang diajukan mencakup strategi STP baru dan bauran pemasaran (4P), dengan fokus pada digital marketing, branding, platform pemesanan online, serta promosi media sosial. Strategi ini diharapkan dapat meningkatkan kembali tingkat hunian dan menjamin keberlanjutan usaha di tengah persaingan industri akomodasi yang semakin kompetitif.

2025
👤 Penulis: Pierre Laporte Malau
🏷️ Pemasaran 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Digitalisasi Akomodasi

PENENTUAN STRATEGI PEMASARAN UNTUK MENINGKATKAN PEMBIAYAAN UMKM DI INDONESIA EXIMBANK

Penelitian ini mengkaji pengembangan strategi pemasaran yang efektif untuk meningkatkan pemanfaatan program pembiayaan ekspor yang disediakan oleh Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia, yang dikenal sebagai Indonesia Eximbank (IEB), di kalangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Meskipun IEB telah melakukan berbagai upaya signifikan dan mencatatkan penyaluran pembiayaan sebesar Rp12,86 triliun kepada UMKM berorientasi ekspor pada tahun 2023, rasio pembiayaan masih berada di angka 19,6%, jauh di bawah target pemerintah yang ditetapkan sebesar 30%. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor utama yang menyebabkan rendahnya tingkat pemanfaatan tersebut dan merumuskan strategi yang dapat diterapkan untuk meningkatkan kesadaran, aksesibilitas, dan keterlibatan UMKM terhadap fasilitas pembiayaan IEB. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh peran penting UMKM dalam perekonomian Indonesia yang berkontribusi lebih dari 60% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan menyerap lebih dari 97% tenaga kerja. Namun, partisipasi mereka dalam kegiatan ekspor masih terbatas akibat kendala akses pembiayaan, kurangnya kesadaran, serta prosedur aplikasi yang kompleks. Penelitian dimulai dengan mengeksplorasi hambatan-hambatan yang dihadapi UMKM, termasuk rendahnya pengetahuan tentang program IEB, minimnya keterlibatan digital, dan persyaratan pembiayaan yang kaku. Untuk menjawab tantangan ini, penelitian mengacu pada teori-teori pemasaran termasuk : marketing mix (bauran pemasaran), customer journey, dan customer value proposition (proposisi nilai pelanggan), untuk merancang strategi yang terstruktur dan berbasis bukti bagi IEB. Dengan pendekatan metode kualitatif, data dikumpulkan melalui survei awal dan juga wawancara mendalam dengan 18 pemangku kepentingan UMKM dari berbagai sektor seperti pertanian, tekstil, makanan dan minuman, furnitur, serta perikanan. Responden melaporkan tantangan seperti persepsi rumitnya persyaratan pembiayaan, kurangnya sosialisasi, minimnya dukungan pelatihan, serta keterlibatan digital yang rendah. Sebagian besar UMKM mengetahui pembiayaan IEB melalui saluran informal daripada kampanye yang terstruktur. Selain itu, hampir separuh responden menyatakan tidak akan merekomendasikan pembiayaan IEB kepada UMKM lain, dengan alasan ketidakpuasan terhadap mekanisme komunikasi dan dukungan. Penelitian ini menggunakan Value Proposition Canvas dan Customer Journey Mapping untuk memahami harapan, hambatan, dan persepsi UMKM dalam berinteraksi dengan layanan IEB. Analisis menunjukkan adanya kesenjangan antara nilai yang ditawarkan IEB dan kemudahan akses yang dirasakan oleh UMKM. Melalui analisis SWOT dan TOWS, kekuatan internal seperti portofolio pembiayaan yang luas dan dukungan pemerintah dibandingkan dengan kelemahan seperti visibilitas yang rendah, proses yang kaku, dan strategi promosi yang lemah. Peluang meliputi pasar ekspor UMKM yang belum tergarap secara optimal dan potensi kemitraan dengan lembaga lokal, sedangkan ancaman melibatkan meningkatnya persaingan dari lembaga keuangan komersial dan tingginya biaya kepatuhan bagi UMKM. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini mengusulkan beberapa strategi pemasaran: (1) Menyederhanakan prosedur aplikasi untuk mengurangi beban kognitif dan administratif bagi UMKM; (2) Meningkatkan brand awareness melalui pendekatan lokal dan digital, termasuk media sosial, seminar, dan kemitraan dengan lembaga pengembangan UMKM daerah; (3) Mengoptimalkan kegunaan website IEB serta mengintegrasikan alat komunikasi yang ramah pelanggan; (4) Mengembangkan program pelatihan dan pendampingan yang kuat, disesuaikan dengan kebutuhan UMKM, khususnya dalam memahami prosedur pembiayaan dan strategi masuk ke pasar global; dan (5) Melakukan segmentasi pelanggan UMKM berdasarkan sektor, lokasi, dan kesiapan ekspor untuk menyampaikan pesan yang lebih terarah dan penawaran produk yang relevan. Penelitian ini berkontribusi baik terhadap literatur akademik maupun implementasi praktis. Secara teoretis, penelitian ini menegaskan pentingnya penyelarasan strategi pemasaran dengan kerangka customer value proposition and customer journey di lembaga keuangan publik. Secara praktis, studi ini menawarkan peta jalan berbasis data bagi IEB untuk meningkatkan dampak pembiayaannya dan memenuhi target pengembangan ekspor nasional. Studi ini menekankan bahwa selain produk keuangan, UMKM membutuhkan informasi yang mudah diakses, proses yang mendukung, dan keterlibatan berkelanjutan agar dapat memanfaatkan program pembiayaan ekspor secara optimal. Dengan mengatasi isu-isu ini, IEB dapat lebih baik dalam menjalankan mandatnya, memperluas jangkauannya, dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi inklusif melalui pemberdayaan ekspor.

2025
👤 Penulis: Fajar Hargiana
🏷️ Pemasaran 🏷️ Usaha Mikro Kecil Menengah (Umkm) 🏷️ Ekspor

STRATEGI PEMASARAN DALAM PENINGKATKAN PENDAPATAN PENJUALAN PADA AMA GROUP BANDUNG

The research has the aim of seeing marketing strategy to increase sales revenue at AMA Group Bandung which focuses on Business to Costumer (B2C) and finding solutions to business problems that exist in AMA Group, namely the instability of AMA Group's sales revenue. This research includes quantitative and qualitative. In this study were AMA Group B2C customers Population. The sample was 100 AMA Group. Data collection using some techniques by researcher used include interviews, observation, internal analysis (Segmenting, Targeting, Positioning and Marketing Mix) and external analysis (PESTEL analysis, Competitor analysis), and also use customer analysis obtained through the use of questionnaires. The method used by researchers in this study using Validity analysis, Reliability analysis, Descriptive Analysis, and path analysis. Researchers in this study used an analytical tool is smartPLS. The analysis results by this researcher indicate that there is an influence between the variables of Product Quality, Service Quality, and Service Recovery on customer satisfaction and customer loyalty.

2025
👤 Penulis: Adam Cahyo Putro
🏷️ Pemasaran 🏷️ Manajemen Penjualan 🏷️ Kepuasan Pelanggan

MENINGKATKAN KINERJA PERJANJIAN LAYANAN WHOLESALE FIXED BROADBAND TELKOM GROUP DENGAN MENGGUNAKAN 9 ELEMEN PEMASARAN

Seiring dengan transformasi digital yang signifikan dalam industri telekomunikasi (Hari et al., 2023), Telkom Group telah melakukan restrukturisasi strategis melalui program Fixed Mobile Convergence (FMC) dengan mengintegrasikan layanan IndiHome ke dalam Telkomsel melalui Wholesale Service Agreement (WSA). Langkah strategis ini bertujuan untuk memperkuat segmen fixed broadband dan meningkatkan kualitas layanan secara keseluruhan (Telkom Indonesia, 2023). Namun, masih terdapat kesenjangan kinerja dalam implementasi WSA, khususnya pada rasio sales fulfillment IndiHome yang berdampak langsung terhadap realisasi pendapatan. Fokus dari penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana kinerja pemasaran dapat dioptimalkan dalam skema layanan Wholesale Fixed Broadband milik Telkom Group, dengan menggunakan kerangka kerja 9 Elemen Pemasaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara dengan pemangku kepentingan dari internal Telkom, Telkomsel, dan Telkom Infrastruktur Indonesia. Studi ini menggabungkan analisis bisnis eksternal dan internal dengan menggunakan kerangka kerja PESTLE, VRIO, SWOT, dan TOWS Matrix untuk mengidentifikasi akar permasalahan dari inefisiensi penjualan dan pemenuhan layanan serta menyusun rekomendasi perbaikannya. Hasil temuan menunjukkan bahwa hambatan utama berasal dari kualitas penjualan dan proses pemenuhan layanan yang belum optimal. Rekomendasi yang diajukan meliputi perbaikan proses pemenuhan melalui sistem digital yang terintegrasi, optimalisasi kapabilitas tenaga penjualan, serta peningkatan koordinasi teknisi untuk memperkuat kemampuan pemenuhan layanan. Dengan menyelaraskan strategi penjualan dan operasional dengan 9 elemen pemasaran—segmentasi, targeting, positioning, diferensiasi, bauran pemasaran, penjualan, branding, layanan, dan proses—akan meningkatkan kinerja WSA Fixed Broadband Telkom Group dan mendorong pertumbuhan pendapatan yang berkelanjutan.

2025
👤 Penulis: Shida Habsari
🏷️ Pemasaran 🏷️ Fixed Broadband 🏷️ Wholesale Service Agreement

USULAN STRATEGI PEMASARAN UNTUK MENINGKATKANDAYA SAING PADA GERAI FRANCHISEE MIXUE(STUDI KASUS: MIXUE MERDEKA LHOKSEUMAWE)

Industri makanan dan minuman di Indonesia mengalami pertumbuhan pesat, model waralaba seperti Mixue yang berkembang agresif di berbagai segmen pasar. Meskipun memiliki kekuatan merek dan harga yang terjangkau, beberapa gerai mitranya termasuk Mixue Merdeka, yang dikelola oleh PT Ciptautama Waralaba Nusantara, mengalami kinerja penjualan dan pengembalian investasi yang belum optimal karena persaingan lokal yang ketat serta kebijakan waralaba yang ketat terkait harga, inovasi produk, dan tidak adanya aturan eksklusivitas wilayah. Dalam keterbatasan ini, strategi pemasaran menjadi satu-satunya alat untuk meningkatkan daya saing. Penelitian ini bertujuan merumuskan strategi pemasaran kompetitif yang relevan dengan kondisi Mixue Merdeka dengan fokus: (1) menganalisis faktor internal dan eksternal yang memengaruhi kinerja toko, dan (2) merancang strategi pemasaran yang sesuai. Metode didominasi pendekatan kualitatif melalui wawancara semiterstruktur dengan pihak internal dan konsumen, observasi kompetitor, serta segmentasi pelanggan berbasis RFM untuk mendukung analisis STP. Analisis internal dengan Marketing Mix dan VRIO mengidentifikasi kekuatan manajemen yang berpengalaman, konsistensi operasional, dan kepuasan pelanggan terhadap harga dan kualitas. Namun, terdapat tantangan seperti keterbatasan inovasi, kurangnya pemanfaatan digital, dan rendahnya upselling. Analisis eksternal melalui PESTEL dan Porter’s 5 Forces menunjukkan peluang digitalisasi, pemasaran lokal, serta ekspektasi konsumen yang meningkat, tetapi juga terdapat ancaman dari persaingan ketat dan sensitivitas harga. Strategi dikembangkan melalui SWOT dan TOWS, lalu disaring dengan Matriks Ansoff. Strategi penetrasi pasar dan modifikasi produk dianggap paling layak lalu disusun menggunakan kerangka 8P: peningkatan pengalaman dine in, bundling, promosi digital tepat sasaran, serta peningkatan proses layanan dan pemantauan kinerja. Penelitian ini menghasilkan strategi pemasaran kontekstual dan aplikatif bagi peningkatan daya saing waralaba. Penelitian lanjutan disarankan untuk mengevaluasi dampak jangka panjang terhadap loyalitas pelanggan dan ROI.

2025
👤 Penulis: Anggi Nur Fadhila
🏷️ Pemasaran 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Digitalisasi

USULAN STRATEGI PEMASARAN UNTUK MENINGKATKAN NIAT KUNJUNGAN KEMBALI PELANGGAN : STUDI KASUS KEDAI MALABAR

Pendapatan Kedai Malabar di Cabang 1 dan 2, Jakarta Timur pada tahun 2024 mengalami penunuran dibandingkan tahun 2023. Penurunan sebesar 5% dari pendapatan tahun sebelumnya. Menurunnya pendapatan Kedai Malabar diprediksi karena munculnya kafe dengan konsep yang sama dilokasi dekat Kedai Malabar.Penurunan revisit Intention Kedai Malabar diasumsikan akibat dari muncul nya pesaing tersebut. Meningkatkan tingkat kunjungan ulang menjadi usaha Kedai Malabar meningkatkan revenue. Temuan dari penelitian ini digunakan untuk mengetahui internal dan eksternal faktor yang menentukan strategi untuk meningkatkan tingkat kunjungan ulang. Analisis internal mengungkapkan beberapa faktor yang mendukung didirikanya strategi marketing untuk revisit Intention menggunakan buaran pemasaran 7P, menunjukkan variable produk, tempat, harga, promosi, tampilan fisik, karyawan, dan proses dapat meningkatkan niat kunjungan ulang pelanggan melalui kepuasan pelanggan sebagai variable mediasi. Kedai Malabar memiliki berbagai sumber daya yang dapat menunjang keberhasilan bisnis kafe, antara lain sumber daya keuangan, transportasi dan aset lain yang dimiliki, latar belakang pendidikan dan pengalaman pemilik, citra merek bisnis grosir, dan hubungan positif bisnis dengan pemasok, pelanggan, dan intansi pemerintah. Analisis eksternal mengidentifikasi beberapa peluang yang dapat dimanfaatkan Kedai Malabar untuk meningkatkan retensi kunjungan ulang, seperti faktor digital yangsudah diterapkan oleh pesaing. Kehadiran pesaing menjadi bukti berkembangnya industri cafe mengikuti perkembangan teknologi dan keinginan pasar. Proses validasi analisis pelanggan menghasilkan tujuh penerimaan hipotesis dan satu penolakan hipotesis. Dengan menggunakan analisis SEM-PLS pada data survei temuan menunjukkan enam faktor buaran pemasaran yaitu, produk, tempat, promosi, tampilan fisik, karyawan, dan harga berpengaruh signifikan terhadap kunjungan ulang pelanggan. Kedai Malabar dapat melakukan perbaikan terhadap elemen dengan performa dibawah ekspektasi pelanggan serta melakukan perubahan strategi bisnis kearah digital.

2025
👤 Penulis: Rahmadila Alif Madia Putri
🏷️ Pemasaran 🏷️ Manajemen Rantai Pasokan 🏷️ Analisis Pemilihan Strategi

USULAN STRATEGI PEMASARAN BAGI APOTEK MULYANI UNTUK MENINGKATKAN PENJUALAN DI PASAR YANG KOMPETITIF

Peningkatan kompetisi pada industri ritel farmasi telah menyebabkan dampak peningkatan persaingan yang semakin ketat seiiring berjalannya waktu. Apotek Mulyani yang merupakan apotek lokal di Depok, menghadapi masalah yang sama dengan ditandai dengan terjadi stagnansi serta penurunan penjualan. Dalam mengatasi masalah tersebut, Apotek memerlukan strategi marketing yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan strategi yang tepat dengan melakukan analisis internal (STP, bauran pemasaran 7Ps, VRIO, dan rantai nilai) dan analisis eksternal (PESTEL, lima kekuatan porter, pelanggan, dan pesaing). Pendekatan metode gabungan digunakan pada studi ini dengan melibatkan kuesioner yang disebar kepada 74 responden untuk mendapatkan prefensi pelanggan dan wawancara untuk mendapatkan perspektif internal. Model SERVQUAL dan analisis klaster digunakan untuk mengidentifikasi gap pada kualitas layanan dan segmen pelanggan Apotek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun Apotek Mulyani memiliki beberapa keunggulan kompetitif seperti lokasi strategis, layanan pegawai yang ramah, dan kelengkapan produk, namun masih diperlukan beberapa perbaikan dalam kualitas layanan yang diberikan. Untuk itu, strategi pemasaran melalui STP dan bauran pemasaran 7Ps diusulkan untuk Apotek Mulyani. Strategi pemasaran dan rencana implementasi difokuskan pada peningkatan beberapa aspek termasuk peningkatan kegiatan promosi, perluasan akses digital, dan peningkatan pengalaman layanan pada pelanggan. Pada akhirnya, inisitiatif ini dapat meningkatkan pertumbuhan penjualan dan memperkuat posisi Apotek Mulyani di pasar yang semakin kompetitif.

2025
👤 Penulis: Dwi Asih Kurniati
🏷️ Pemasaran 🏷️ Manajemen Rantai Pasokan 🏷️ Analisis Swot

STRATEGI PEMASARAN UNTUK MENINGKATKAN PENJUALAN YOGA STUDIO: SULLA WELLNESS CLUB

Pesatnya perkembangan tren kebugaran dan kesehatan di Indonesia telah meningkatkan kesadaran masyarakat akan kesehatan mental dan fisik secara signifikan. Perubahan ini telah meningkatkan permintaan untuk semua jenis latihan seperti yoga, menjadikan studio yoga sebagai kontributor penting bagi kesehatan masyarakat. Pergeseran ini telah menyebabkan permintaan yang cukup untuk aktivitas latihan holistik seperti yoga, di mana ia mulai memberikan kontribusi besar bagi kesehatan masyarakat. Sulla Wellness Club, sebuah studio yoga yang berdiri pada tahun 2023. Meskipun telah banyak diminati pelanggan, studio ini menghadapi tantangan: tingkat retensi pelanggan rendah, dan pertumbuhan keseluruhan stagnan pada paruh pertama tahun 2024, meskipun strategi pemasaran difokuskan pada keterlibatan media sosial. Penelitian ini difokuskan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berkontribusi terhadap retensi rendah dan penjualan yang stagnan. Mengevaluasi kondisi eksternal dan internal yang memengaruhi Sulla Wellness Club, dan mengembangkan strategi pemasaran untuk meningkatkan pelanggan baru dan pelanggan tetap. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed-method, di mana menggunakan wawancara kualitatif dengan tim internal Sulla Wellness Club dan metode kuantitatif berdasarkan data pasar dan survei yang dilakukan terhadap 110 partisipan, yang merupakan pengguna yang mengetahui tentang Sulla Wellness Club. STP Analysis untuk membedekan segmen. Analisis internal menggunakan kerangka kerja, Marketing Mix 7P (Product, Price, Place, Promotion, People, Process, Physical Evidence), dan Analisis VRIO (Value, Rarity, Imitability, Organization). Sedangkan Analisis Eksternal menggunakan Analisis PESTLE (Political, Economic, Social, Technological, Legal, Environmental), Analisis Pesaing, Segmentasi Pelanggan, dan Porter’s Five Forces untuk memetakan lanskap industri yang lebih luas. Integrasi temuan-temuan ini melalui analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) untuk memeriksa identifikasi prioritas strategis untuk retensi dan pertumbuhan. Penelitian ini menemukan bahwa meskipun Sulla Wellness Club memiliki desain studio terbuka yang unik, berbagai penawaran yoga, retensi pelanggan dibatasi oleh jangkauan merek di luar area tersebut, keterlibatan yang dipersonalisasi tidak memadai, dan ketergantungan berlebihan pada Instagram sebagai saluran pemasaran utama. Umpan balik pelanggan menyoroti perlunya pengalaman yang lebih disesuaikan, insentif loyalitas, dan kegiatan membangun komunitas untuk menumbuhkan keterikatan jangka panjang. Untuk mengatasi tantangan ini, penelitian ini mengusulkan strategi pemasaran. Rekomendasi utama meliputi diversifikasi saluran pemasaran digital untuk menjangkau audiens yang lebih luas, meluncurkan konten yang ditargetkan dan kemitraan dengan merek gaya hidup, serta menyelenggarakan acara komunitas secara berkala untuk memperdalam keterlibatan. Pengenalan sistem manajemen hubungan pelanggan (CRM) disarankan untuk mempersonalisasi komunikasi, melacak kehadiran, dan menghargai loyalitas, sementara format kelas baru dan lokakarya kesehatan harus dikembangkan untuk membedakan penawaran studio. Rencana implementasi menampilkan tonggak pencapaian yang terukur untuk pertumbuhan dan retensi pelanggan, didukung oleh mekanisme umpan balik yang berkelanjutan untuk menyempurnakan strategi dalam menanggapi tren pasar.

2025
👤 Penulis: Annaya Jasmin Putri Tinus
🏷️ Pemasaran 🏷️ Manajemen Hubungan Pelanggan (Crm) 🏷️ Segmentasi Pasar
Halaman 1 dari 3
💬