π Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 109 dokumenEFEKTIVITAS KOMUNIKASI DAN KESADARAN PUBLIK DI LEMBAGA PENGAWASAN PUBLIK: STUDI KASUS OMBUDSMAN INDONESIA
Pengawasan layanan publik tetap menjadi tantangan krusial di Indonesia, di mana rendahnya literasi kelembagaan terus menghambat kemampuan masyarakat untuk mengakses mekanisme pengaduan. Ombudsman Republik Indonesia (ORI) lembaga negara independen yang diberi mandat untuk mengawasi layanan publik dan menangani pengaduan maladministrasi masih kurang dikenal luas oleh masyarakat; hanya 34% penduduk Indonesia yang mengetahui keberadaan dan fungsinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh saluran Komunikasi Pemasaran Terpadu (IMC) terhadap kesadaran masyarakat mengenai Ombudsman serta menganalisis bagaimana kesadaran tersebut mendorong keterlibatan publik, dengan tujuan akhir merekomendasikan strategi komunikasi yang optimal bagi lembaga tersebut. Dengan menggunakan pendekatan metode campuran (mixed-methods), data kuantitatif dikumpulkan melalui survei terstruktur terhadap 248 responden di Jakarta dan Bandung serta dianalisis menggunakan metode PLS-SEM dengan perangkat lunak SmartPLS 4.0. Sementara itu, data kualitatif diperoleh melalui wawancara mendalam dengan Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan TI ORI dan divalidasi melalui triangulasi dengan hasil kuantitatif. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pemasaran digital (? = 0,362) memberikan pengaruh signifikan terkuat terhadap kesadaran masyarakat, diikuti oleh hubungan masyarakat (? = 0,228) dan pemasaran langsung (? = 0,190), sedangkan periklanan dan penjualan personal tidak menunjukkan dampak yang signifikan. Kesadaran masyarakat juga terbukti memiliki pengaruh positif yang kuat terhadap keterlibatan publik (? = 0,586, RΒ² = 0,352). Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini mengusulkan tiga pilar strategis: optimalisasi konten digital yang menyasar segmen usia produktif melalui Instagram dan TikTok; perluasan kemitraan kelembagaan dan program hubungan masyarakat yang terstruktur; serta integrasi saluran pengaduan yang sebelumnya terfragmentasi menjadi satu titik akses terpadu guna mengurangi hambatan partisipasi publik.
MEMPERTAHANKAN VISIBILITAS MEREK DI ERA AI OVERVIEW: PENDEKATAN AWAL TIKTOK-AUGMENTED SEO UNTUK NOOK
Peluncuran Google AI Overviews pada 2024 mengubah lanskap pencarian global karena menyediakan jawaban instan yang mengurangi klik ke situs web. Meskipun meningkatkan pengalaman pengguna, hal ini memicu penurunan lalu lintas (traffic) web di seluruh dunia. Studi kasus pada perusahaan co-living Nook di Indonesia ini meneliti dampaknya terhadap visibilitas merek sekaligus mengusulkan respons strategis. Penelitian ini menggunakan desain Action Research dalam dua fase berurutan. Fase 1 menganalisis data Google Search Console selama 12 bulan untuk melacak titik penurunan terbesar. Fase 2 menerapkan intervensi lintas saluran dalam dua siklus tindakan (Desember 2025 dan Januari 2026) melalui tahapan Rencana, Tindakan, Pengamatan, dan Refleksi, yang didukung oleh data kuantitatif digital dan wawancara informan kunci. Fase 1 menunjukkan penurunan terpusat pada subdomain blog Nook (-59,9% klik), menandakan adanya masalah kesenjangan kesadaran (awareness gap). Fase 2 menguji pengalihan anggaran dari SEO ke Iklan Kesadaran TikTok. Hasilnya, jangkauan TikTok melonjak 58,8%, pencarian merek naik 6,8%, Pangsa Suara Organik tumbuh 2,1 poin persentase, dan prospek (leads) SEO meningkat 24,6%, meskipun tren traffic blog turun 11,4%. Studi ini mengusulkan kerangka kerja SEO awal yang diintegrasikan dengan TikTok sejak awal. Iklan kesadaran TikTok dirancang untuk memperluas jangkauan dan memicu pencarian merek di Google, yang pada gilirannya memperkuat otoritas merek serta peringkat kata kunci non-merek. Strategi ini terbukti berdampak positif pada performa SEO keseluruhan, meskipun temuan ini masih bersifat indikatif karena keterbatasan waktu dua bulan dan desain kasus tunggal.
ANALISIS INTERVENSI STRATEGI PEMASARAN DALAM MENDUKUNG PERTUMBUHAN PENDAPATAN DAN RETENSI PELANGGAN: IMPLEMENTASI FRAMEWORK RACE PADA KOPI TAKUA
Industri kedai kopi di Indonesia berkembang dalam pasar red ocean yang sangat ketat, di mana pelaku usaha independen terus-menerus dihadapkan pada tantangan stagnasi pendapatan dan sulitnya mempertahankan pelanggan. Penelitian ini mengkaji apakah intervensi pemasaran yang terintegrasi, yang disusun berdasarkan RACE Framework (Reach, Act, Convert, Engage), sebuah model pemasaran digital yang dikembangkan Chaffey (2022) untuk memandu bisnis melewati keseluruhan siklus perjalanan pelanggan, mampu meningkatkan pertumbuhan pendapatan dan retensi pelanggan di Kopi Takua, sebuah kedai kopi independen yang berlokasi di kawasan permukiman dengan visibilitas jalan yang terbatas di Jakarta. Penelitian ini menggunakan desain kuasi-eksperimental satu kelompok pretest-posttest, dengan membandingkan periode baseline 15 hari terhadap periode intervensi aktif 15 hari, menggunakan data transaksi harian sebagai unit analisis (n = 30 observasi). Intervensi yang diterapkan mencakup tiga manipulasi strategis yang masing-masing selaras dengan tahapan RACE: pemasangan spanduk QR fisik sebagai penunjuk arah lokasi dan kemitraan konten di Instagram (Reach); penerapan bundling produk strategis dan mekanisme upselling (Convert); serta peluncuran program kartu loyalitas fisik (Engage). Analisis kuantitatif melalui regresi berganda dan path modeling menunjukkan bahwa Pola Pengeluaran Pelanggan (Customer Spending Patterns), konstruk perilaku yang mengintegrasikan Nilai Transaksi Rata-rata (ATV) dan Frekuensi Pembelian, terbukti menjadi prediktor paling dominan terhadap total pendapatan (? = 0,923, p < 0,001, RΒ² = 0,991). Sementara itu, Visibilitas Merek (Brand Visibility), meski efektif secara operasional dalam mendatangkan foot traffic, tidak menunjukkan hubungan langsung yang signifikan secara statistik dengan total pendapatan (p = 0,314). Temuan ini mengindikasikan bahwa mekanisme konversi pada level transaksi jauh lebih berpengaruh dibandingkan eksposur digital secara luas, khususnya dalam konteks kedai kopi yang menghadapi keterbatasan visibilitas lokasi. Perlu ditegaskan bahwa meskipun temuan penelitian ini konsisten dengan adanya peningkatan kinerja bisnis dan stabilitas pelanggan, ketahanan organisasional (organizational resilience) tidak diukur secara langsung dan tidak seharusnya dimaknai sebagai hasil yang telah terbukti secara empiris. Penelitian ini juga mengakui sejumlah keterbatasan, antara lain cakupan yang hanya melibatkan satu unit usaha, periode observasi yang relatif singkat, serta tidak adanya kelompok kontrol teracak, yang secara keseluruhan membatasi sejauh mana temuan ini dapat digeneralisasi.
RISET KESADARAN MEREK DIGITAL BUTTERFLY SCOUT
Studi ini menganalisis seberapa efektif poster iklan digital dapat meningkatkan kesadaran merek terhadap Butterfly Drone, sebuah pesawat tanpa awak (UAV) pencarian dan penyelamatan (SAR) yang terinspirasi dari alam dan ditujukan untuk respons bencana perkotaan. Studi ini menggunakan proses penelitian terstruktur tujuh langkah yang meliputi definisi masalah, tinjauan literatur teori pemasaran, poster iklan digital, analisis data survei paparan, dan rekomendasi. Studi ini menggunakan skala Likert dan pertanyaan terbuka untuk mengukur daya ingat jangka pendek, pengenalan, dan metrik minat tanpa melakukan validasi teknis atau validasi pengetahuan produk mendalam terhadap responden. Temuan menunjukkan daya ingat visual yang kuat dari demonstrasi penyelamatan yang disimulasikan, yang juga menunjukkan keterbatasan dalam penerapan profesional dan dampak jangka panjang. Oleh karena itu, modifikasi kampanye seperti peningkatan grafik deteksi korban selamat direkomendasikan untuk pasar dengan keterbatasan sumber daya. Melalui analisis tematik dari respons kualitatif dan beberapa metode perekrutan (survei online melalui Google Form), metodologi ini memastikan akurasi metodologis dan konsistensi dengan model faktual dampak iklan digital. Untuk meningkatkan kesadaran publik, tambahan di masa mendatang dapat mencakup data kinerja yang telah diuji di lapangan dan analisis berkelanjutan.
PENGAMBILAN KEPUTUSAN DAN ANALISA STRATEGI MARKETING DENGAN METODE INTEGRATED MARKETING COMMUNICATION UNTUK APLIKASI SIAKAD MATAER DIGITAL
Transformasi digital di sektor pendidikan tinggi telah meningkatkan kebutuhan akan sistem informasi akademik terintegrasi yang mampu mendukung efisiensi administrasi akademik, pengelolaan data, serta pelaporan institusi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemasaran PT Mataer Digital Nusantara dalam mengembangkan dan memasarkan platform SIAKAD kepada institusi pendidikan tinggi di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed-method dengan mengombinasikan analisis kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif diperoleh melalui kuesioner yang disebarkan kepada 30 responden internal yang terlibat langsung dalam aktivitas pemasaran, penjualan, pengembangan produk, dan manajemen klien. Hasil survei dianalisis menggunakan skala Likert untuk mengevaluasi kondisi strategis internal perusahaan. Data kualitatif diperoleh melalui wawancara dan analisis data sekunder untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai praktik pemasaran dan tantangan strategis yang dihadapi perusahaan. Analisis dalam penelitian ini menggunakan beberapa kerangka strategis, yaitu analisis PESTLE, analisis STP (segmentation, targeting, positioning), analisis bauran pemasaran yang berfokus pada 4P , analisis SWOT, serta metode weighted scoring untuk menentukan alternatif strategi yang paling tepat. Hasil analisis menunjukkan bahwa PT Mataer Digital Nusantara memiliki kemampuan internal yang kuat, khususnya pada kualitas produk, strategi harga yang kompetitif, serta aktivitas promosi yang efektif.. Analisis eksternal juga menunjukkan adanya peluang yang besar di sektor pendidikan tinggi, terutama karena dukungan pemerintah terhadap digitalisasi kampus serta meningkatnya adopsi sistem informasi akademik oleh perguruan tinggi. Berdasarkan hasil analisis SWOT dan evaluasi weighted scoring, strategi yang paling sesuai adalah strategi SO, yaitu memanfaatkan kekuatan internal perusahaan untuk menangkap peluang pasar yang ada. Strategi ini menekankan pada penguatan daya saing produk, peningkatan efektivitas promosi. Dengan mengoptimalkan strategi pemasaran yang terintegrasi, PT Mataer Digital Nusantara diharapkan dapat memperkuat posisi kompetitifnya serta mencapai pertumbuhan yang lebih konsisten dalam akuisisi klien di sektor pendidikan tinggi.
PENINGKATAN PURCHASE ACTION RATIO (PAR) MELALUI KAMPANYE INSTAGRAM YANG EFEKTIF DI NEGARA-NEGARA ASIA TERPILIH: STUDI KASUS GLOBAL MILLENNIAL MODEL UNITED NATIONS (GM MUN)
Perkembangan pemasaran digital telah mengubah cara organisasi membangun hubungan dengan audiens, khususnya melalui pemanfaatan media sosial sebagai sarana utama komunikasi pemasaran. Dalam konteks pemasaran internasional, keberhasilan suatu kampanye tidak lagi diukur semata-mata dari tingginya tingkat eksposur atau keterlibatan audiens, tetapi dari kemampuannya mengonversi kesadaran tersebut menjadi tindakan nyata. Salah satu indikator yang mencerminkan efektivitas proses ini adalah Purchase Action Ratio (PAR), yang menunjukkan perbandingan antara jumlah audiens yang terekspos dengan jumlah audiens yang melakukan tindakan aktual. Global Millennial Model United Nations (GM MUN), sebagai penyelenggara kegiatan Model United Nations berskala internasional, menghadapi tantangan signifikan berupa tingginya kesadaran merek internasional yang dihasilkan melalui Instagram, namun tidak diikuti oleh tingkat partisipasi internasional yang sebanding. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam faktor-faktor yang menyebabkan rendahnya konversi dari kesadaran audiens internasional menjadi tindakan pendaftaran pada GM MUN, serta mengevaluasi efektivitas strategi pemasaran internasional yang diterapkan melalui kampanye Instagram. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed methods dengan orientasi utama kualitatif, yang memungkinkan peneliti untuk tidak hanya mengidentifikasi pola kinerja pemasaran secara kuantitatif, tetapi juga memahami secara mendalam proses, persepsi, dan dinamika pengambilan keputusan audiens internasional. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur dengan pemangku kepentingan internal dan eksternal, observasi aktivitas pemasaran digital GM MUN di Instagram, serta analisis dokumen pendukung seperti data kampanye dan pendaftaran. Analisis penelitian ini didasarkan pada integrasi kerangka Marketing 5.0, komunikasi pemasaran, social media marketing, serta model perjalanan pelanggan 5A (Aware, Appeal, Ask, Act, Advocate). Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pemasaran GM MUN telah berhasil menciptakan tingkat kesadaran dan ketertarikan awal yang tinggi di kalangan audiens internasional, khususnya pada tahap Aware dan Appeal. Namun demikian, strategi tersebut masih bersifat awareness-driven dan belum dioptimalkan untuk mendorong audiens menuju tahap Ask dan Act. Hambatan utama konversi meliputi ketidakjelasan segmentasi internasional yang masih berfokus pada aspek geografis dan belum mempertimbangkan peran pengambil keputusan, lemahnya sinyal kredibilitas institusional di tingkat internasional, keterbatasan pesan persuasif dan call to action yang terstruktur, serta kurang optimalnya pengelolaan pengalaman audiens pada tahap lanjutan perjalanan pelanggan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa rendahnya PAR GM MUN bukan disebabkan oleh kurangnya eksposur atau visibilitas internasional, melainkan oleh ketidakseimbangan antara strategi peningkatan kesadaran dan strategi konversi. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan pergeseran strategi pemasaran internasional menuju pendekatan yang lebih berorientasi pada konversi, melalui penyempurnaan segmentasi berbasis peran, penguatan kredibilitas institusional, optimalisasi komunikasi pemasaran yang persuasif, serta perbaikan pengelolaan perjalanan pelanggan internasional. Temuan penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi praktis bagi pengelola kegiatan pendidikan dan event internasional, serta memperkaya kajian akademik mengenai efektivitas pemasaran digital dalam konteks pasar lintas negara
STRATEGI PEMASARAN DIGITAL UNTUK MENINGKATKAN PENJUALAN PRODUK CCTV DI TIKTOK
Pertumbuhan Tiktok yang sangat pesat sebagai platform e-commerce terbesar kedua Indonesia, tidak hanya memberikan impact positive terhadap beberapa pedagang Indonesia namun juga memberikan tantangan untuk bisa tumbuh di pasar yang penuh inovasi dibandingkan platform - platform lain pada umumnya. Reseller CCTV kesulitan menghasilkan penjualan signifikan karena kesenjangan kapabilitas sistematis. Penelitian ini mengembangkan strategi pemasaran digital komprehensif untuk meningkatkan pendapatan penjualan produk CCTV budget di TikTok melalui analisis gap triangulasi, kerangka strategis SWOT/TOWS, dan metodologi RACE (Reach-Act-Convert-Engage) yang diterapkan pada Eyesec CCTV, reseller kamera keamanan Indonesia. Analisis mengidentifikasi enam kesenjangan kapabilitas kritis: kurangnya penonton pada saat live stream (di bawah ambang minimum yang layak atau category performances), tidak ada kampanye video pre-heat, tidak ada kemitraan influencer, tidak ada optimasi GMV (kehilangan peningkatan traffic dan conversion boost), tidak ada stiker OBS interaktif (kehilangan peningkatan engagement), dan background 3D amatir (lebih rendah viewers untuk bisa klik live room). Kesenjangan ini mengarahkan pada masalah yang berupaya untuk diselesaikan yaitu penjualan. Analisis eksternal mengungkap peluang substansial dari pertumbuhan eksplosif TikTok dan permintaan keamanan kelas menengah yang belum terlayani (kesenjangan penetrasi), sambil menghadapi ancaman dari Bardi yang dominan, perang harga, dan volatilitas platform. Strategi terintegrasi tiga pilar mengatasi kesenjangan ini melalui Kerangka RACE untuk memastikan perusahaan mengeksekusi semua tahap funnel pemasaran dengan baik. Penelitian ini memvalidasi kerangka teoretis untuk kesuksesan perdagangan TikTok dalam konteks UKM Indonesia sambil menyediakan kerangka strategis yang actionable dan menyeimbangkan pertumbuhan dengan kehati-hatian finansial. Analisis gap triangulasi menawarkan metodologi penilaian kompetitif yang dapat direplikasi untuk perdagangan sosial. Kesuksesan bergantung pada eksekusi yang disiplin dan pembelajaran berkelanjutan, dengan tindakan segera sangat penting karena jendela peluang pasar menyempit selama fase konsolidasi.
USULAN STRATEGI PEMASARAN UNTUK MENINGKATKAN KESADARAN MEREK PADA PERUSAHAAN PARFUM (STUDI KASUS: CHARMA SCENTS)
CharmaScents, sebuah usaha kecil dan menengah (UKM) yang didirikan pada tahun 2023, menghadapi tantangan bisnis utama berupa kinerja penjualan yang terus rendah meskipun beroperasi di pasar parfum Indonesia yang berkembang pesat, yang diproyeksikan mencapai USD 427,81 juta dengan CAGR 3,35% hingga tahun 2030. Melalui analisis akar masalah (root cause analysis) yang sistematis, penelitian ini mengidentifikasi bahwa isu bisnis fundamental bukan terletak pada kualitas produk, strategi harga, maupun saluran distribusi, melainkan pada rendahnya brand awareness secara signifikan di kalangan konsumen target, dengan 58,6% responden survei menyatakan belum pernah mendengar merek ini. Kondisi ini menciptakan kesenjangan antara potensi pasar dan kinerja penjualan aktual, karena brand awareness merupakan langkah pertama yang esensial dalam proses pengambilan keputusan konsumen, terutama untuk produk berbasis pengalaman (experiential) seperti parfum, di mana persepsi sensorik dan nilai emosional memegang peranan penting. Penelitian ini menjawab kesenjangan penting dalam pemahaman tentang bagaimana UKM parfum lokal yang baru berkembang di pasar negara berkembang dapat membangun brand awareness secara strategis melalui digital marketing dalam kondisi keterbatasan sumber daya, khususnya saat memasarkan produk sensorik yang secara tradisional membutuhkan uji coba fisik, namun kini semakin sering dibeli secara online tanpa pengalaman langsung sebelumnya. Studi ini semakin relevan mengingat 73% konsumen Generasi Z di Indonesia kini menunjukkan perilaku blind-buying parfum berdasarkan konten digital dan social proof, yang merepresentasikan pergeseran perilaku konsumen secara fundamental dan belum banyak dieksplorasi secara memadai dalam literatur, terutama dalam konteks strategi pengembangan merek lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed-methods yang komprehensif, mengintegrasikan survei kuantitatif konsumen dan wawancara kualitatif pemangku kepentingan untuk merumuskan strategi pemasaran berbasis bukti (evidence-based). Komponen kuantitatif menggunakan kuesioner terstruktur yang didistribusikan kepada 249 responden dari demografi Generasi Z dan Milenial di wilayah Jabodetabek, dengan data dianalisis menggunakan IBM SPSS Statistics melalui uji validitas, uji reliabilitas, analisis statistik deskriptif, dan analisis klaster. Komponen kualitatif dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur dengan co-founder CharmaScents untuk memperoleh insight kritikal terkait kapabilitas internal dan positioning strategis. Landasan teori penelitian ini mengintegrasikan teori Marketing Strategy dan Marketing Mix dari Kotler dan Armstrong, Resource-Based View (RBV) dari Barney, Value Chain dan Five Forces dari Porter, serta kerangka PESTLE, yang kemudian disintesis melalui analisis SWOT dan TOWS, dan pada akhirnya menggunakan Ansoffβs Matrix untuk menentukan strategi pertumbuhan yang paling sesuai. Hasil penelitian menegaskan bahwa brand awareness yang sangat rendah merupakan hambatan utama terhadap pertumbuhan penjualan. Analisis klaster mengidentifikasi Value Seekers (57% responden) sebagai segmen target paling optimal, yaitu profesional muda berpenghasilan menengah berusia 25β35 tahun, dengan daya beli yang lebih kuat, proses pengambilan keputusan yang lebih sistematis, serta keterlibatan tinggi pada platform digital. Analisis internal menunjukkan bahwa meskipun CharmaScents memiliki sumber daya bernilai seperti produk berkualitas tinggi, storytelling berbasis archetype yang unik, dan narasi budaya Indonesia yang autentik, kekuatan tersebut belum termanfaatkan secara optimal karena eksekusi konten digital yang tidak konsisten, keterbatasan anggaran pemasaran, dan minimnya social proof. Analisis eksternal mengindikasikan kondisi yang mendukung seperti dukungan pemerintah untuk produk lokal, meningkatnya preferensi konsumen terhadap merek domestik, serta adopsi e-commerce yang semakin luas, namun tetap dihadapkan pada rivalitas kompetitif yang tinggi, hambatan masuk yang rendah, serta switching cost yang minimal di pasar. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini mengusulkan strategi Market Penetration yang terdiri dari tiga komponen terintegrasi. Pertama, CharmaScents perlu mengembangkan kerangka digital content marketing yang sistematis dengan fokus pada kampanye storytelling yang konsisten dan selaras dengan personality archetypes, dengan memanfaatkan Instagram, TikTok, Shopee, dan Tokopedia melalui content calendar terstruktur, user-generated content, serta kolaborasi micro-influencer yang strategis. Kedua, perusahaan perlu menghadirkan penawaran produk berbasis nilai seperti trial kits dan scent bundles untuk menurunkan hambatan pembelian dan mendorong eksplorasi produk di lingkungan online. Ketiga, CharmaScents disarankan untuk berpartisipasi secara selektif dalam kegiatan aktivasi offline di area urban untuk memungkinkan pengalaman sensorik terhadap produk sekaligus memperkuat narasi digital. Implementasi strategi dilakukan melalui pendekatan bertahap: prioritas aksi jangka pendek (0β3 bulan) untuk membangun sistem konten yang konsisten dan meluncurkan produk percobaan, inisiatif jangka menengah (3β6 bulan) yang menekankan kemitraan micro-influencer dan optimasi marketplace, serta strategi jangka panjang (6β12 bulan) berupa aktivasi offline selektif dan program community-building. Pendekatan yang hemat sumber daya ini ditujukan untuk meningkatkan brand awareness pada konsumen Value Seeker, membangun kepercayaan melalui social proof, serta mengonversi potensi pasar menjadi pertumbuhan penjualan yang berkelanjutan, selaras dengan kapasitas organisasi CharmaScents yang terbatas dan positioning βaffordable luxuryβ.
ANALISIS EFEKTIVITAS STRATEGI PEMASARAN DIGITAL BANK BJB DALAM MENJANGKAU GENERASI Z: STUDI KASUS PROGRAM KPR GAUL, BJB TANDAMATA GOALS, DAN KAMPANYE SMART BUDGETING
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas strategi pemasaran digital Bank BJB dalam meningkatkan engagement intention Generasi Z, khususnya melalui kampanye digitalnya untuk KPR Gaul, BJB Tandamata Goals, dan Smart Budgeting. Meskipun Bank BJB secara aktif menggunakan platform media sosial seperti Instagram dan TikTok, pengamatan awal menunjukkan tingkat keterlibatan yang relatif rendah dibandingkan dengan benchmark industri perbankan digital. Kondisi ini menyoroti perlunya mengevaluasi elemen-elemen kunci dari strategi pemasaran digital yang dapat mempengaruhi niat Generasi Z untuk terlibat dengan konten digital bermerek. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode campuran dengan desain kuantitatif yang dominan. Data kuantitatif primer dikumpulkan melalui survei terstruktur yang dibagikan kepada 162 responden Generasi Z berusia 20-27 tahun yang secara aktif menggunakan Instagram dan TikTok. Survei ini mengukur empat konstruk utama: relevansi konten, kredibilitas influencer, ajakan untuk bertindak, dan niat untuk terlibat. Data kuantitatif dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan regresi linier berganda untuk menguji pengaruh setiap variabel independen terhadap niat keterlibatan. Untuk memperkaya dan mengkontekstualisasikan temuan kuantitatif, data kualitatif diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur dengan dua informan dari Bank BJB, yang mewakili divisi Corporate Secretary dan Product KPR Expert. Data kualitatif dianalisis dengan menggunakan analisis tematik untuk memberikan wawasan yang lebih dalam mengenai strategi dan eksekusi kampanye. Penelitian ini menjawab tiga pertanyaan penelitian utama: (1) Apakah relevansi konten mempengaruhi niat keterlibatan Generasi Z? (2) Apakah kredibilitas influencer memengaruhi niat keterlibatan Generasi Z? dan (3) Apakah ajakan untuk bertindak memengaruhi niat keterlibatan Generasi Z? Temuan menunjukkan bahwa relevansi konten, kredibilitas influencer, dan ajakan untuk bertindak masing-masing memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap intensi keterlibatan. Secara keseluruhan, penelitian ini memberikan kontribusi baik secara teoritis maupun praktis dengan memberikan bukti empiris mengenai pendorong utama niat keterlibatan di kalangan Generasi Z dalam konteks pemasaran perbankan digital. Temuan ini menawarkan wawasan strategis bagi Bank BJB dan lembaga keuangan serupa dalam mengoptimalkan strategi pemasaran digital untuk meningkatkan efektivitas keterlibatan dan memperkuat hubungan jangka panjang dengan audiens yang lebih muda.
PENGEMBANGAN STRATEGI PEMASARAN DIGITAL TERINTEGRASI UNTUK MENINGKATKAN NIAT BELI BERDASARKAN PREFERENSI PELANGGAN TERHADAP BAURAN PEMASARAN DAN KONTEN MEDIA SOSIAL: STUDI KASUS PADA PLATFORM UPSKILLING ONLINE GRADUATS
Pertumbuhan pesat industri upskilling daring di Indonesia telah meningkatkan tingkat persaingan di antara penyedia pendidikan digital, khususnya yang menargetkan mahasiswa tingkat akhir, lulusan baru, dan profesional awal karier. Meskipun media sosial telah menjadi saluran utama dalam pencarian informasi dan evaluasi pembelajaran, banyak platform yang masih menghadapi tantangan terkait visibilitas merek, sinyal kredibilitas, dan efektivitas konversi. Dalam konteks ini, Graduats sebagai platform upskilling online yang diluncurkan tahun 2024 oleh PT Kreasi Edulab Indonesia beroperasi di pasar yang kompetitif sehingga memerlukan strategi pemasaran digital yang terstruktur dan berbasis bukti empiris, serta selaras dengan preferensi pelanggan dan proses pengambilan keputusan pembelian. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan strategi pemasaran digital terintegrasi bagi Graduats dengan mengkaji preferensi pelanggan terhadap Social Media Marketing Activities (SMMAs) dan elemen terpilih dari bauran pemasaran jasa 7P, serta hubungannya dengan niat beli. Analisis difokuskan pada empat dimensi SMMA, yaitu hiburan (entertainment), interaktivitas (interactivity), tren (trendiness), dan electronic word-of-mouth (e-WOM), sebagai karakteristik konten yang relevan dalam pengambilan keputusan berbasis media sosial pada konteks platform upskilling daring. Pendekatan kuantitatif digunakan dalam penelitian ini melalui penyebaran kuesioner terstruktur kepada 250 responden berusia 18β30 tahun yang merepresentasikan target pasar utama Graduats. Data dianalisis menggunakan teknik statistik deskriptif dan inferensial untuk mengidentifikasi pola preferensi terkait konten media sosial dan atribut bauran pemasaran. Temuan ini dilengkapi dengan wawasan dari data internal perusahaan dan observasi terhadap pesaing untuk memberikan pemahaman kontekstual mengenai posisi pasar Graduats. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konten media sosial memiliki keterkaitan yang kuat dengan niat beli, khususnya ketika mencerminkan kredibilitas, nilai pembelajaran yang dirasakan, dan keterlibatan pengguna. Instagram muncul sebagai platform yang paling sering digunakan baik untuk aktivitas media sosial secara umum maupun pencarian informasi terkait upskilling, yang menegaskan relevansi strategisnya dalam komunikasi pemasaran. Selain itu, pengaruh gabungan dari konten hiburan, interaktivitas, tren, dan e-WOM menjelaskan sebesar 81,3% variasi niat beli, yang menekankan pentingnya strategi media sosial berbasis konten dalam membentuk pengambilan keputusan konsumen. Temuan ini menunjukkan bahwa niat beli dalam konteks upskilling daring tidak dipengaruhi oleh atribut konten secara terpisah, melainkan oleh efek terintegrasi dari berbagai dimensi SMMA yang selaras dengan preferensi pelanggan. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini mengusulkan strategi pemasaran digital terintegrasi yang disusun dalam dua komponen utama, yaitu: (1) strategi konten berbasis SMMA yang mendefinisikan logika konten dan fokus pesan; serta (2) rencana implementasi pemasaran digital berbasis kerangka RACE (Reach, Act, Convert, Engage) yang menerjemahkan wawasan penelitian ke dalam langkahlangkah yang dapat diimplementasikan. Dari perspektif manajerial, penelitian ini memberikan panduan praktis bagi platform upskilling daring yang sedang berkembang untuk mengoptimalkan investasi media sosial di tengah keterbatasan sumber daya dengan menyelaraskan strategi konten dengan preferensi pelanggan dan bauran pemasaran. Secara akademik, penelitian ini berkontribusi dengan memperluas penerapan teori SMMA pada konteks upskilling daring di Indonesia, yang masih relatif terbatas dalam penelitian sebelumnya.
PERAN PEMASARAN DIGITAL DALAM AKUISISI PASIEN: STUDI KASUS DDS JIVAS GROUP
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi yang digunakan oleh DDS Jivas dalam pemasaran digitalnya mampu melakukan akuisisi pasien. Untuk mengevaluasi efektivitas berbagai saluran digital dalam menarik pasien baru, menggunakan kerangka kerja corong AIDA. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Jenis data menggunakan data primer dengan kuesioner. Sumber data primer kedua adalah wawancara. Data Sekunder, Data sekunder diperoleh dari sumber perantara, seperti: laporan internal DDS JIVAS, termasuk wawasan Instagram, Google Analytics, data lalu lintas situs web, dan demografi pasien. Data historis kunjungan pasien dan kinerja kampanye pemasaran. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh populasi pasien DDS JIVAS. Sampel sebanyak 41 responden atau pasien DDS JIVAS. Metode Analisis Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Structural Equation Modeling (SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengujian hipotesis menggunakan koefisien jalur melalui proses bootstrapping menunjukkan bahwa faktor-faktor yang dapat memengaruhi pelanggan di DDS Jivas Group adalah kesadaran merek (X1), kehadiran situs web (X3), kredibilitas klinik (X6), kehadiran Instagram (X4), perilaku konten (X8), dan akuisisi pasien (Y). Namun, penggunaan media sosial (X2), visibilitas (X7), konsistensi pesan (X5), esensi konten (X9), penargetan (X10), dan kesesuaian strategis (X11) bukanlah faktor yang secara signifikan memengaruhi keputusan pelanggan untuk mengunjungi DDS Jivas Group. Dapat diamati bahwa keberadaan situs web, khususnya, merupakan faktor paling dominan yang memengaruhi pelanggan untuk datang ke DDS Jivas Group..
PENGARUH PENGALAMAN MEREK, POPULARITAS PEMASARAN, DAN CITRA MEREK TERHADAP KESETIAN PELANGGAN: STUDI KASUS PADA LUXXE STUDIO
Tujuan penelitian ini akan dilakukan pada Luxxe Studio untuk menganalisis bagaimana pengalaman merek, popularotas pemasaran, dan citra merek terhadap loyalitas pelanggan. Dengan desain pendekatan kuantitatif survei dilakukan secara daring pada 197 pelanggan Luxxe Studio yang dianalisis dengan analisis regresi linier berganda. Temuan penelitian menunjukkan adanya pengaruh pengalaman merek, popularotas pemasaran, dan citra merek terhadap loyalitas pelanggan Luxxe Studio. Ini menjadikan strategi pemasaran digital yang telah dilakukan Luxxe Studio yang ke depannya perlu fokus pada integrasi pengalaman merek dan penguatan citra merek menjadi guna meningkatkan loyalitas pelanggan.
USULAN STRATEGI BISNIS UNTUK MEMPERKUAT DAYA SAING DALAM LINGKUNGAN INDUSTRI KEBUGARAN DI PASAR SKALA KECIL MELALUI PENYEMPURNAAN BISNIS MODEL KANVAS: STUDI KASUS AW FITNESS CENTER
AW Fitness Center telah menjadi satu-satunya pusat kebugaran di Nanga Pinoh selama lebih dari sebelas tahun, sehingga memiliki monopoli alami dan basis pelanggan di pasar lokal yang kecil. Situasi ini berubah pada Juni 2025 ketika pesaing baru dan lebih modern masuk ke wilayah tersebut, sehingga pendapatan AW Fitness Center turun sekitar 40%. Perubahan mendadak ini membuat ekspektasi pelanggan menjadi jelas dan bagaimana AW Fitness Center perlu merevisi model bisnisnya untuk tetap relevan. Studi ini berfokus pada faktor internal dan eksternal yang memengaruhi tantangan saat ini yang dihadapi oleh gym dan bertujuan untuk menawarkan model bisnis yang lebih sesuai untuk lingkungan kompetitif baru. Penelitian ini menggunakan studi kasus kualitatif dengan 15 peserta dari pemangku kepentingan internal dan eksternal. Mengimplementasikan analisis Lima Kekuatan Porter, analisis VRIO, dan pemetaan Business Model Canvas untuk memahami kondisi bisnis saat ini. Temuan menunjukkan kekuatan mulai dari hubungan berbasis kepercayaan dan layanan fleksibel, hingga kelemahan utama seperti fasilitas yang sudah tua, operasi informal, dan kapasitas staf yang terbatas. Dengan menggunakan analisis SWOT-TOWS, studi ini merumuskan 14 arah strategis yang diterjemahkan menjadi 32 perbaikan dalam Business Model Canvas yang dirancang ulang. Model yang diusulkan menyediakan jalur yang praktis dan realistis bagi AW Fitness Center untuk meningkatkan daya saingnya, memberikan pengalaman anggota yang lebih baik, dan mencapai keberlanjutan dalam lingkungan pasar yang kecil.
USULAN STRATEGI PEMASARAN PT KASPEA CAHAYA UTAMA
Permintaan bahan bangunan terus meningkat dan menyebabkan para pelaku industri bersaing ketat untuk mengembangkan bisnisnya. Kaspea Bangunan merupakan salah satu pemain di sektor ritel bahan bangunan yang menghadapi persaingan ketat ini. Saat ini, penjualan Kaspea Bangunan sedang menurun dan tidak mencapai target penjualan perusahaan. Berdasarkan analisis 5 Why, Kaspea Bangunan belum mengoptimalkan pemasaran digitalnya, dan hal ini diidentifikasi sebagai akar penyebab penurunan penjualan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang berkontribusi terhadap industri bahan bangunan, mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi perilaku pembelian bahan bangunan, dan merumuskan strategi pemasaran yang tepat untuk Kaspea Bangunan. Analisis internal dilakukan melalui analisis STP terkini dan analisis Bauran Pemasaran 4P terkini, sedangkan analisis eksternal dilakukan dengan menggunakan analisis PESTEL, Analisis Pesaing, dan Analisis Pelanggan. Hasil penelitian ini menyarankan Kaspea Bangunan untuk meningkatkan dan fokus pada strategi pemasaran digital untuk mengikuti perubahan perilaku konsumen.
MENGEVALUASI DAMPAK BISNIS MELALUI LIVESTREAMING DENGAN KECERDASAN BUATAN SEBAGAI INOVASI STRATEGIS DALAM INDUSTRI FMCG: EFISIENSI BIAYA DAN KELAYAKAN DI INDONESIA
Kecerdasan Buatan (AI) terus berkembang dari hari ke hari menjadi sesuatu yang besar dalam industri. Pada awalnya, AI hanyalah sebuah konsep teoretis dan dianggap sebagai sebuah ide, tetapi kini teknologinya sendiri tidak hanya berkembang tetapi juga membentuk kembali industri dan memengaruhi perilaku bisnis. Sebelumnya, AI berperan sebagai pendukung di mana ia bekerja di backend, teknologi ini membantu otomatisasi untuk tugas harian & berulang yang biasanya berfokus pada analisis dan prediksi, tetapi sekarang AI telah berevolusi menjadi berhadapan langsung dengan pelanggan, di mana orang/pengguna dapat dengan mudah memasukkan perintah mereka dan AI dapat meresponsnya dengan tepat. Seiring orang-orang mengintegrasikan AI ke dalam semua aspek bisnis, perkembangan terkini adalah siaran langsung bertenaga AI, yang dianggap sebagai pelopor transformasi dan inovasi strategis di bidang pemasaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk berfokus pada analisis penggunaan AI dalam siaran langsung, khususnya untuk berfokus pada peran AI sebagai host dalam siaran langsung. Sudut pandang penelitian ini akan mengambil perspektif efisiensi biaya melalui analisis biaya-manfaat atau analisis perbandingan biaya untuk melihat biaya antara penggunaan AI sebagai host siaran langsung dan manusia sebagai host siaran langsung. Lebih lanjut, penelitian ini akan mempersempit kelayakan penggunaan host siaran langsung AI untuk melihat apakah pengguna ingin mengadopsi teknologi baru ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk berkontribusi pada wawasan strategis bagi bisnis, untuk mengadopsi penggunaan AI dalam siaran langsung, dan untuk menempatkan inovasi strategis ini ke dalam corong pemasaran mereka dengan menganalisis aspek finansial dan kelayakan khususnya pada tahap adopsi awal. Lebih lanjut, tujuan penelitian ini adalah untuk menunjukkan dan mengemukakan bahwa teknologi AI, khususnya dalam siaran langsung, bukanlah tren pemasaran atau bisnis yang harus diikuti, melainkan lebih merupakan inovasi strategis yang perlu dipertimbangkan.