π Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 6 dokumenPEMANFAATAN GOOGLE FUSION TABLES DALAM SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS BERBASIS WEB UNTUK PEMASARAN PROPERTI
Properti adalah sebuah komoditas bisnis yang sangat menarik. Menurut teori mikroekonomi, properti adalah komoditas yang nilainya secara ekonomi akan selalu meningkat, karena ketidakseimbangan antara penawaran dan permintaan (pasar tidak sempurna). Meskipun permintaan akan properti cukup tinggi, namun saat ini pemanfaatan sistem informasi geografis (SIG) berbasis web untuk pemasaran properti masih terbatas. Oleh karena itu pada penelitian ini akan dibuat sebuah SIG berbasis web untuk pemasaran properti. Pembangunan SIG berbasis web akan dilakukan menggunakan perangkat lunak Google Fusion Tables sebagai DBMS dan Google Maps untuk tampilan peta. Penelitian akan diawali dengan analisis kebutuhan pengguna dan studi literatur, kemudian dilanjutkan dengan pengumpulan data. Setelah itu akan dilakukan perancangan basis data. Kemudian, dilakukan pembangunan basis data dan implementasi antarmuka berbasis web. Sistem ini kemudian akan dianalisis dan ditarik kesimpulan. Hasil penelitian ini adalah sebuah SIG berbasis web sebagai sarana pemasaran properti. Sistem ini diharapkan akan memberikan kemudahan bagi pengguna (agen dan klien properti) terutama dalam memfasilitasi pemasaran properti.
KAJIAN PENGERTIAN PREFERENSI PEMBELI TERHADAP PROPERTI PERUMAHAN SYARIAH DI INDONESIA
Menanggapi permintaan properti hunian yang sesuai dengan Syariah yang terus meningkat di Indonesia, yang didorong oleh pertimbangan ekonomi dan nilai-nilai Islam, penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi faktor-faktor penentu utama yang memengaruhi preferensi pembeli rumah. Secara khusus, penelitian ini meneliti dampak dari empat faktor utama: keterjangkauan, religiusitas, strategi pemasaran dan promosi, dan karakteristik lingkungan perumahan. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif, data primer dikumpulkan dari 255 calon pembeli rumah di perkotaan Indonesia melalui kuesioner terstruktur. Penelitian ini menggunakan analisis regresi linier berganda dengan alat bantu SPSS 25.0 untuk menentukan signifikansi relatif dari setiap faktor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterjangkauan yang dikombinasikan dengan religiusitas bertindak sebagai elemen dominan yang mendorong konsumen untuk memperoleh properti yang sesuai dengan Syariah. Keterjangkauan menentukan produk apa yang memenuhi kriteria pembelian awal, tetapi faktor agama menentukan pembelian rumah pada akhirnya. Inisiatif pemasaran yang berfokus pada pencitraan merek Islami yang dipadukan dengan kegiatan promosi yang tepat sasaran menghasilkan preferensi konsumen yang lebih baik. Hunian yang sesuai dengan Syariah menarik pembeli rumah karena lingkungan perumahannya yang menarik yang mencakup fasilitas komunitas beserta dukungan gaya hidup Islami. Studi ini menyimpulkan bahwa preferensi pembeli rumah Indonesia terhadap perumahan yang sesuai dengan Syariah didorong oleh kombinasi yang seimbang antara kepraktisan ekonomi, kepatuhan agama, pemasaran yang efektif, dan fitur lingkungan yang menarik. Para pemangku kepentingan, termasuk pengembang, pembuat kebijakan, dan otoritas agama, harus menangani faktor-faktor ini secara kolektif untuk secara efektif memenuhi harapan konsumen di pasar perumahan yang sesuai dengan Syariah.
MENJELAJAHI STRATEGI PEMASARAN UNTUK MENGATASI PENURUNAN TINGKAT HUNIAN DAN MENINGKATKAN HUNIAN PADA USAHA SEWA RUMAH MON PROPERTY
Pasar properti rumah sewa berubah dengan cepatnya di seluruh dunia. Fluktuasi ekonomi yang ada, kebutuhan penyewa yang terus berkembang dan inovasi teknologi mengubah daya saing pasar sewa rumah properti. Studi ini mengeksplorasi masalah pada bisnis Mon Properti yang kehilangan pangsa pasar karena tingkat hunian properti yang lebih tinggi yang dinikmati oleh para pesaing yang menawarkan fasilitas yang jauh lebih menarik. Selain itu juga karena para pesaing yang mahir dalam hal digital. Pemasaran perusahaan yang ketinggalan zaman dan keengganan untuk melakukan pemutakhiran teknologi baru telah menjadi masalah. Sementara para pesaing mencantumkan detail properti secara daring, menyediakan content video dan menangapi pertanyaan calon penhuni yang sering diajukan dalam hitungan menit. Sementara itu, bangunan properti yang baru menarik penyewa dengan penawaran khusus seperti tempat parkir mobil atau ruang publik dan wi-fi. Jarak antara keinginan penyewa dan apa yang ditawarkan perusahaan semakin melebar. Untuk mengidentifikasi solusi, penelitian ini menggabungkan wawancara penyewa dengan data observasi dan informasi pasar. Saat ini calon penyewa yang lebih suka pencarian daring tanpa repot, komunikasi cepat dengan pemilik properti, dan fasilitas termasuk strategi perumahan sewa yang terjangkau. Ini menunjukkan bahwa perusahaan ini kalah dari para pesaing disekitarnya yang kompetitif. Ini bisnis yang terlibat dalam membangun fasilitas modern atau memberikan strategi sewa yang fleksibel seperti yang dilakukan banyak pesaing. Idenya adalah membantu dalam masalah penurunan hunian tetapi tidak mengeluarkan biaya terlalu tinggi. Sarannya termasuk iklan media sosial, tur virtual dasar, dan tanggapan yang lebih cepat terhadap pertanyaan penyewa. Peningkatan seperti renovasi bangunan atau Wi-Fi gratis akan berdampak positif dan dapat membuat properti lebih menarik. Ini juga menunjukkan bahwa modifikasi dalam pemasaran konvensional dan digital atau penyesuaian komunikasi penyewa dapat berdampak besar. Saat bersaing di pasar yang ramai, bertahan hidup berarti menemukan tempat terbaik antara tradisi dan inovasi cerdas yang terjangkau untuk mencapai kembali optimalisasi hunian.
ADAPTASI STRATEGI BISNIS DAN PELUANG PERTUMBUHAN CIPUTRA BEACH RESORT DI LINGKUNGAN PESISIR BALI YANG KOMPETITIF
Penelitian ini menganalisa strategi adaptasi dan peluang pertumbuhan untuk Ciputra Beach Resort di industri properti yang sangat kompetitif di Bali. Penelitian ini berfokus pada pengidentifikasian faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian pelanggan dalam memutuskan untuk membeli properti di Bali dan menemukan kesenjangan antara faktor yang dianggap penting oleh pelanggan dan faktor yang dipandang oleh PT. CNDP penting di mata pelanggan. Kebutuhan untuk penelitian ini timbul dari penjualan yang stagnan dalam proyek. Sementara industri properti di Bali telah pulih dari stagnansi selama Pandemi Covid-19, penjualan tetap stagnan. Masalah ini mendorong pentingnya eksplorasi untuk memahami faktor-faktor yang menyebabkan penjualan stagnan. Penelitian ini menggunakan data primer dan sekunder, dengan data primer yang dikumpulkan melalui metode kuantitatif dan kualitatif sementara data sekunder yang dikumpulkan dari data internal, jurnal dan buku. Data kuantitatif dikumpulkan melalui kuesioner yang melibatkan responden yang berniat membeli properti di Bali. Survei ini melibatkan 178 responden dari berbagai segmen demografis. Hasil yang dikumpulkan dari kuesioner dianalisis secara deskriptif menggunakan metode tabulasi silang. Alasan untuk menggunakan metode tabulasi silang berasal dari kebutuhan untuk mengetahui hubungan antara variabel. Dari analisis data kuantitatif, pengumpulan data kualitatif dilakukan untuk mengeksplorasi lebih lanjut faktor-faktor tersebut dan untuk memvalidasi data dari kuesioner. Data kualitatif dilakukan melalui wawancara dengan pihak eksternal dan internal yang terlibat di Ciputra Beach Resort. Responden eksternal adalah perwakilan responden yang telah mengisi kuesioner dan responden internal adalah manajemen Ciputra Beach Resort. Dari hasil wawancara, data dianalisis dengan metode pengkodean untuk mengeksplorasi faktor-faktor yang paling sering muncul. Banyak penelitian yang mengungkapkan faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian pelanggan dalam membeli properti. Penelitian ini menggunakan pendekatan 7P marketing mix sebagai parameter dari faktor-faktor. Penelitian ini juga menawarkan perspektif lain dengan mengeksplorasi kesenjangan yang dapat menimbulkan masalah nantinya. Temuan dalam penelitian iv ini sejalan dengan beberapa studi yang telah dilakukan sebelumnya dan juga menyarankan bahwa ada kesenjangan antara faktor-faktor yang dianggap penting oleh pelanggan dan oleh manajemen PT. CNDP. Untuk pelanggan, faktor-faktor penting termasuk tempat, harga, orang dan kategori produk, sedangkan untuk manajemen PT. CNDP, faktor penting melibatkan tempat, orang, harga dan produk. Meskipun mungkin tampak serupa, sub-faktor dalam β7P marketing mixβ berbeda antara pelanggan dan manajemen PT. CNDP. Setelah mengidentifikasi kesenjangan tersebut, penelitian ini mengeksplorasi lebih lanjut tentang strategi yang telah diimplementasikan oleh PT. CNDP. Beberapa strategi telah sesuai dengan harapan pelanggan, tetapi beberapa dari strategi tersebut membutuhkan penyesuaian untuk beradaptasi dengan harapan klien. Selain penyesuaian strategi, penelitian ini juga menganalisis peluang pertumbuhan untuk Ciputra Beach Resort. Studi ini mengungkapkan beberapa faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian pelanggan yang tidak dipertimbangkan dalam studi sebelumnya dan menawarkan dimensi lain tentang pentingnya penyesuaian perspektif. Penelitian ini menekankan bahwa perusahaan harus selalu meninjau dan menyesuaikan strategi mereka untuk memenuhi harapan pelanggan agar tetap relevan, terutama dalam lanskap bisnis yang sangat kompetitif.
USULAN PENINGKATAN STRATEGI PEMASARAN DAN PENJUALAN UNTUK MENINGKATKAN PENJUALAN PERUMAHAN SYNTHESIS HUIS OLEH PT SYNTHESIS KARYA PRATAMA (PERUSAHAAN PENGEMBANG PROPERTI)
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan Strategi Pemasaran dan Penjualan serta menyelidiki faktor-faktor yang memengaruhi kinerja penjualan proyek Synthesis Huis oleh PT Synthesis Karya Pratama. Hingga Oktober 2023, hanya 64 dari 211 unit yang terjual, atau 19,6% dari target. Survei terhadap 221 responden dan wawancara dengan delapan karyawan perusahaan mengidentifikasi lima faktor utama penyebab target penjualan tidak tercapai: Produk, Harga, Orang (SDM), Promosi, dan Tempat. Masalah yang terungkap meliputi kinerja tim penjualan dan pemasaran yang kurang optimal, harga lebih tinggi dibandingkan pesaing, serta anggaran pemasaran yang terbatas. Hasil kuesioner memberikan wawasan penting tentang profil demografis, preferensi, dan persepsi calon pembeli, yang menekankan pentingnya lokasi strategis, fasilitas, tata letak ruang, legalitas, dan reputasi pengembang dalam keputusan pembelian. Wawancara dengan personel kunci menunjukkan perlunya peningkatan dalam praktik manajemen proyek, komunikasi dengan pemangku kepentingan, serta pengembangan strategi pemasaran yang lebih kuat dan efektif. Analisis eksternal menggunakan kerangka kerja seperti PESTEL, Porterβs Five Forces, dan Analisis Pesaing mengungkapkan pengaruh signifikan dari kondisi ekonomi, kebijakan regulasi, dan dinamika persaingan terhadap kinerja proyek. Sementara itu, analisis internal melalui Resource-Based View dan VRIO mengidentifikasi kekuatan seperti lokasi strategis, desain inovatif, dan budaya organisasi yang kuat, namun juga mengungkap kelemahan seperti kemacetan lalu lintas, ketidaksesuaian dengan preferensi pelanggan, dan komunikasi pemasaran yang tidak konsisten. Analisis SWOT menekankan pentingnya memanfaatkan kekuatan dan mengatasi kelemahan ini, yang membentuk dasar untuk formulasi strategi yang lebih baik menggunakan Strategi Berlian dan Business Model Canvas. Strategi yang diusulkan mencakup tindakan jangka pendek seperti peningkatan riset pasar dan manajemen proyek, serta tindakan jangka panjang seperti pengembangan komunitas dan layanan purna jual untuk mencapai pertumbuhan berkelanjutan dan keunggulan kompetitif
MERANCANG STRATEGI PEMASARAN MEDIA SOSIAL YANG MENARGETKAN GENERASI Z DENGAN MENJELAJAHI KEBIASAAN PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL MEREKA TERKAIT PERUMAHAN BERSUBSIDI DI INDONESIA (STUDI KASUS PT. GRAHA PUTRA ASIDO)
PT. Graha Putra Asido, sebuah perusahaan perumahan di Pematangsiantar yang berfokus pada perumahan bersubsidi, belum memiliki strategi pemasaran yang terarah, dengan hanya 22,22% pembeli berasal dari Generasi Z meskipun kelompok ini mendominasi program perumahan bersubsidi di Indonesia. Untuk menghindari kehilangan pasar dan memanfaatkan penggunaan media sosial yang signifikan oleh Gen Z, penelitian ini dilakukan untuk mengusulkan strategi pemasaran yang sesuai dengan preferensi dan perilaku Generasi Z guna meningkatkan jangkauan dan keterlibatan pasar PT. Graha Putra Asido, menggunakan metode P.O.S.T dan sentuhan pada Strategi P.O.E.M. Melalui pendekatan metode campuran, termasuk survei pasar dan wawancara informan kunci, penelitian ini mengeksplorasi pola penggunaan dan preferensi media sosial Gen Z, serta strategi pemasaran dari perusahaan saat ini. Penelitian ini menyimpulkan dengan rencana yang komprehensif, termasuk sebuah bagan Gantt, untuk mencapai tiga tujuan utama dengan menerapkan strategi media sosial yang terarah, seperti jadwal posting yang dioptimalkan, konten fokus platform, visual yang menarik, kemitraan dengan influencer, dan kampanye menarik yang disesuaikan dengan preferensi Generasi Z.