📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 1 dokumenPERANCANGAN DAN EVALUASE TEKNIS, EKONOMI, SERTA LINGKUNGAN PADA PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SAMPAH BERBASIS INSINERASI DAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA GAS
Timbulan sampah di Indonesia mencapai 30,54 juta ton pada tahun 2025, dengan 75% di antaranya tidak diolah dan berakhir di tempat pembuangan akhir, sehingga diperlukan teknologi pengolahan sampah yang optimal, salah satunya Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) berbasis insinerasi. Penelitian ini membahas perancangan dan evaluasi kinerja PLTSa berbasis insinerasi dan Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) menggunakan perangkat lunak Ebsilon Professional. Penelitian diawali dengan pembuatan dan validasi model dasar PLTSa dan PLTG berdasarkan data literatur dan diperoleh error seluruh parameter di bawah 5%. Setelah model tervalidasi, dilakukan pengembangan alternatif konfigurasi pada masing-masing pembangkit. Pada PLTSa, alternatif yang dikembangkan meliputi penyamaan input MSW seperti PLTSa Putri Cempo, perubahan tekanan dan temperatur uap, penambahan feedwater preheater dan stage turbin, serta kombinasi keduanya. Pada PLTG, alternatif yang dikembangkan meliputi substitusi bahan bakar menjadi syngas disertai optimasi Air to Fuel Ratio (AFR), pengembangan konfigurasi Combined Cycle Gas Turbine (CCGT), optimasi konfigurasi CCGT, dan menggunakan syngas hasil pirolisis. Setelah itu dilakukan evaluasi simulasi yang dibuat berdasarkan aspek teknis, ekonomi, dan lingkungan menggunakan matriks keputusan dengan rasio penilaian teknis sebesar 45,5%, lingkungan sebesar 44,2%, dan ekonomi sebesar 10,3%. Didapatkan alternatif paling optimal pada PLTSa adalah alternatif keempat dengan daya output sebesar 2.545,81 kW, efisiensi sebesar 35,17%, CAPEX sebesar 5.782.553 USD, OPEX sebesar 404.778 USD, dan emisi CO2 sebesar 32.079 ton per tahun. sementara Pada PLTG, alternatif paling optimal adalah alternatif keempat dengan daya output sebesar 3.110,09 kW, efisiensi sebesar 57,14%, CAPEX sebesar 14.505.605 USD, OPEX sebesar 1.450.561 USD, dan emisi CO2 sebesar 11.255 ton per tahun.