📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 3 dokumen

PERANCANGAN MODEL FINANSIAL DENGAN ANALISIS RISIKO BERBASIS MONTE CARLO UNTUK PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA (PLTS) PLN GROUP (STUDI KASUS: PLTS TERAPUNG 100 MW JAWA TIMUR)

Pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) merupakan prioritas PLN Group dalam mewujudkan target energi baru terbarukan sebesar 20,9 GW pada tahun 2030. Namun, evaluasi kelayakan finansial proyek PLTS di PLN Group selama ini mengandalkan pendekatan deterministik berbasis discounted cash flow (DCF) yang berpotensi menghasilkan overvaluation profitabilitas proyek. Penelitian ini merancang model finansial dengan analisis risiko berbasis Monte Carlo untuk mendukung pengambilan keputusan investasi proyek PLTS di PLN Group, dengan studi kasus PLTS Terapung 100 MW Jawa Timur. Model dirancang dalam satu workbook Microsoft Excel yang mengintegrasikan model skema project financing, model finansial deterministik, serta model analisis risiko berbasis Monte Carlo menggunakan Add-Ins XLRisk dengan variabel stokastik global horizontal irradiation berdistribusi empiris dan capital expenditure berdistribusi PERT ±10%. Model dijalankan 10.000 iterasi dengan nilai median kemungkinan (P50) sebagai basis keputusan dan P90 sebagai estimasi risiko konservatif. Hasil penerapan model pada studi kasus membuktikan adanya overvaluation pada model deterministik dengan equity IRR PLN 10,78% dan equity NPV PLN 3.079.190 dolar AS. Angka ini turun menjadi 7,58% dan 186.137 dolar AS pada nilai median (P50) Monte Carlo. Pada P90, ditemukan risiko kemungkinan sebesar 10% proyek menghasilkan equity IRR PLN -3,99% dan average debt service coverage ratio (DSCR) sebesar 0,81 di bawah ambang minimum bankability. Analisis delapan skenario intervensi strategis mengidentifikasi bahwa kombinasi direct procurement modul surya, asumsi produksi listrik ke hasil median (P50) simulasi, dan penambahan pendapatan carbon credit menghasilkan performa terbaik dengan P50 untuk equity IRR PLN 13,13%, equity NPV PLN 5.489.414 dolar AS, dan average DSCR 1,35. Model telah diverifikasi secara matematis dan divalidasi oleh PT PLN (Persero) Kantor Pusat dan PT PLN Nusantara Renewables sebagai alat pendukung keputusan investasi yang andal.

2026
👤 Penulis: Rido Finovalda Daud
🏷️ Model Finansial 🏷️ Analisis Risiko Berbasis Monte Carlo 🏷️ Pembangkit Listrik Tenaga Surya (Plts)

ANALISIS INDIKATOR KESTABILAN SISTEM BATAM – BINTAN TERKAIT RENCANA PENETRASI PLTS

Sistem kelistrikan di wilayah Batam-Bintan memiliki tantangan unik dalam menghadapi penetrasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Kajian ini bertujuan untuk menganalisis kestabilan sistem kelistrikan di wilayah tersebut dengan mempertimbangkan lima indikator utama: inersia sistem, ramp rate sistem, technical minimum loading, indeks kekuatan sistem, dan reserve margin sistem. Penelitian ini dilakukan melalui simulasi berbasis perangkat lunak analisis kelistrikan untuk mengevaluasi dampak penetrasi PLTS pada stabilitas, keandalan, dan fleksibilitas operasional sistem. Hasil analisis menunjukkan bahwa penetrasi PLTS memberikan dampak signifikan pada dinamika inersia sistem, yang berimplikasi pada respons frekuensi awal. Selain itu, ramp rate sistem mengalami peningkatan kebutuhan penyesuaian untuk mengakomodasi fluktuasi daya PLTS. Technical minimum loading dari pembangkit konvensional menjadi perhatian penting karena memengaruhi efisiensi operasi. Indeks kekuatan sistem juga menunjukkan penurunan pada beberapa skenario penetrasi tinggi, yang berpotensi memengaruhi kestabilan tegangan. Di sisi lain, reserve margin sistem memperlihatkan perubahan yang bergantung pada pola beban dan kontribusi daya PLTS. Penelitian ini memberikan rekomendasi strategis untuk pengelolaan penetrasi PLTS melalui peningkatan kapasitas cadangan sistem, pengembangan teknologi penyimpanan energi, dan optimalisasi pengaturan operasi pembangkit. Dengan pendekatan ini, diharapkan sistem kelistrikan Batam-Bintan dapat mengintegrasikan PLTS secara berkelanjutan tanpa mengorbankan keandalan dan stabilitas sistem

2024
👤 Penulis: Azman Fadhli R
🏷️ Stabilitas Sistem Listrik 🏷️ Pembangkit Listrik Tenaga Surya (Plts) 🏷️ Analisis Dinamika Energi

EVALUASI KINERJA PLTS BERDASARKAN KUANTIFIKASI RUGI AKIBAT SOILING

Salah satu sumber Energi Baru Terbarukan yaitu energi matahari dapat dimanfaatkan untuk diubah menjadi energi listrik. Proses tersebut dilakukan dengan menggunakan panel surya yang memanfaatkan prinsip fotovoltaik. Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) memiliki kelemahan dengan performanya yang sangat dipengaruhi oleh faktor lingkungan. Salah satu faktor yang sering diabaikan dan diremehkan adalah Soiling. Soiling merupakan benda asing yang dapat menumpuk di permukaan panel surya dan mengurangi produksi daya. Dengan adanya soiling, terjadi pengurangan produksi listrik sebesar 3 – 4 % pada 2018 dengan rugi secara finansial sebesar 3 – 5 miliar Euro. Untuk mengatasi hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja PLTS berdasarkan kuantifikasi rugi akibat soiling. Tujuan tersebut dicapai dengan merancang dan mengimplementasi sebuah sistem pemantauan yang dapat menguantifikasikan rugi akibat soiling. Sistem pemantauan tersebut dapat mengetahui rugi daya akibat soiling dengan menggunakan dua buah sistem PLTS. Panel dari salah satu PLTS dibersihkan tiap hari dan digunakan sebagai nilai referensi. Panel yang lain atau panel kotor, akan diberi perlakuan yang berbeda, sesuai dengan kebutuhan percobaan. Pada penelitian ini, rugi akibat soiling akan menggunakan nilai produksi daya panel surya yang diukur dan telah dikoreksi temperatur. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sistem pemantauan yang dikembangkan mampu memantau dengan akurasi yang tinggi. Hal ini didasari dari laju rugi soiling yang spesifik pada lokasi penelitian sebesar 0,316 %/hari dengan perbedaan sebesar 0,049 % / hari jika dibandingkan dengan perhitungan rugi dari produksi panel secara langsung. Diketahui pula bahwa pada densitas soiling 10 gr/m2, 20 gr/m2, dan 30 gr/m2 mengakibatkan rugi masing – masing sebesar 2,34%, 5,17%, dan 9,25%. Penelitian ini juga membuktikan bahwa soiling memiliki efek mendinginkan panel surya. Soiling dapat mendinginkan panel surya hingga 4°C. Penemuan – penemuan ini diharapkan dapat meningkatkan kinerja PLTS dengan mengurangi kerugian yang disebabkan oleh soiling. Kata kunci: PLTS, soiling, rugi akibat soiling, sistem pemantauan, laju rugi soiling?

2024
👤 Penulis: Rayhan Farid Akbari
🏷️ Soiling 🏷️ Pembangkit Listrik Tenaga Surya (Plts)
💬