📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 3 dokumen

PEMETAAN 3 DIMENSI TERESTRIS DENGAN BANTUAN FOTO NON TOPO (STUDI KASUS GEDUNG UTAMA KAMPUS INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG-JATINANGOR)

Pemetaan tiga dimensi (3D) bukan hanya dinyatakan dalam bentuk permukaan saja, melainkan dengan obyek yang ada di atas permukaan tanah. Pemetaan 3D obyek di atas permukaan bumi bertujuan untuk mendapatkan bentuk, ukuran, dan keadaan situasi di sekitar obyek tersebut. Untuk mempercepat proses pengukuran, maka dilakukan pengukuran terestris dengan bantuan foto agar mudah dipastikan titik detail pemetaan. Hasil pengukuran terestris sebagai acuan utama dan foto untuk pembuatan detail. Detail foto didapat dengan mentransformasi koordinat foto ke koordinat lokal yang sama dengan pengukuran terestris. Studi kasus dalam pemetaan ini adalah Gedung Utama kampus ITB-Jatinangor yang ditujukan untuk mendapatkan peta 3D digital. Adapun pengukuran terestris dalam pemetaan dilakukan beberapa metode pemetaan sekaligus.

2026
👤 Penulis: TASHADDA FADHLUR RAZZAQ
🏷️ Pemetaan 3 Dimensi 🏷️ Geoteknik 🏷️ Analisis Geologi

SURVEI PEMETAAN 3DIMENSI SECARA TERESTRIS (STUDI KASUS: GEDUNG FAKULTAS ILMU DAN TEKNOLOGI KEBUMIAN INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG)

Peta adalah suatu gambar yang berisi informasi tentang permukaan bumi dan obyek diatasnya. Pemetaan saat ini dapat dibagi atas dua model yaitu model konvensional dan model dijital. Pada pemetaan dijital sudah memungkinkan untuk secara langsung ataupun tidak langsung, pengukuran hingga penyajian, dalam bentuk 3 dimensi. Hal ini menyebabkan tidak perlu lagi untuk membagi pernyataan posisi setiap titik dalam posisi horizontal dan vertikal seperti dalam model konvensional. Dalam pelaksanaan pemetaan 3 dimensi, pemilahan data memegang peranan sangat penting agar dapat membedakan titik muka bumi dengan obyek dan membedakan bidang permukaan tanah sesuai terrain. Dari pelaksanaan, didapatkan peta 3 dimensi yang sebenarnya yang dapat digambarkan dari berbagai sudut pandang yang berbeda dalam bentuk softcopy disertai dengan prosedur pengukuran.

2026
👤 Penulis: KRISNA ANDHIKA DJOKO PUTRANTO
🏷️ Pemetaan 3 Dimensi 🏷️ Geodesi 🏷️ Analisis Data Geografis

PENGKAJIAN TEKNOLOGI LIGHT DETECTION AND RANGING (AIRBORNE LIDAR HYDROGRAPHY) UNTUK PEMETAAN PERAIRAN DANGKAL

Hingga saat ini wilayah perairan Indonesia belum sepenuhnya terpetakan. Luasnya perairan Indonesia berdampak pada faktor biaya dan waktu, serta metode survei hidrografi yang umumnya dirasakan kurang efektif. Pengukuran kedalaman dengan metode optik merupakan cara terbaru yang digunakan untuk pemeruman. Metode ini memanfaatkan transmisi sinar laser dari pesawat terbang dan prinsip-prinsip optik untuk mengukur kedalaman perairan. Pemanfaatan Laser untuk penentuan kedalaman perairan mulai dikembangkan di beberapa negara. Teknologi ini bernama LIDAR (Light Detection and Ranging) yang karena digunakan untuk keperluan pemetaan perairan, maka diubah namanya menjadi Airborne Lidar Hydrography. Teknologi ini menggunakan wahana pesawat terbang, tak ubahnya seperti fotogrametri. Sehingga dapat menyelesaikan pemetaan perairan dengan sangat cepat cocok untuk perairan dangkal dengan kedalaman hingga 76 meter, seperti wilayah pantai.Dengan kemampuannya menampilkan bentuk 3 Dimensi, maka output data ALH ini akan dapat diaplikasikan dalam banyak hal terkait perencanaan pengaturan tata ruang dan mitigasi bencana.

2026
👤 Penulis: GILANG WIDYAWISAKSANA H. P. (NIM 15104061); Pembimbing : Dr. Ir. Eka Djunarsjah, M.T. dan Sofan Prih
🏷️ Pengembangan Teknologi 🏷️ Analisis Kedalaman Perairan 🏷️ Pemetaan 3 Dimensi
💬