📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 2 dokumen

PENGARUH PERISTIWA HIDUP DENGAN PERUBAHAN KEPEMILIKAN KENDARAAN, MODA TRANSPORTASI, DAN FREKUENSI PERJALANAN DI DKI JAKARTA

Penelitian ini menganalisis asosiasi antara peristiwa hidup, yang terdiri dari pernikahan, kelahiran anak, dan perubahan pekerjaan, dengan perubahan kepemilikan kendaraan, moda utama, dan frekuensi perjalanan di Jakarta pada periode 2020 – 2025, menggunakan kerangka biografi mobilitas. Kerangka ini memandang peristiwa hidup sebagai titik balik yang berpotensi memicu penyesuaian kebutuhan mobilitas rumah tangga, dengan pola waktu penyesuaian yang dapat bersifat antisipatif, bersamaan, maupun tertunda relatif terhadap peristiwa yang dialami. Data dikumpulkan melalui survei retrospektif berbasis daring terhadap 1.000 responden berusia 17 hingga 60 tahun yang berdomisili di lima kota administrasi DKI Jakarta, telah mengalami setidaknya satu dari tiga peristiwa hidup tersebut dalam periode pengamatan, dan terjangkau melalui mekanisme rekrutmen panel riset daring Populix. Data hasil survei direkonstruksi menjadi 6.000 observasi berbentuk data retrospektif person-year, bukan data panel longitudinal asli, dengan enam observasi tahunan mewakili setiap responden pada rentang 2020 hingga 2025. Analisis dilakukan menggunakan model regresi logistik multinomial secara bertahap. Model A memasukkan variabel peristiwa hidup sebagai prediktor tunggal, Model B menambahkan karakteristik individu berupa jenis kelamin, usia, pendidikan, dan pendapatan, sementara Model C menambahkan karakteristik rumah tangga dan hunian berupa status pekerjaan, jumlah anggota rumah tangga, jenis dan status tempat tinggal, serta domisili. Ketiga model tersebut digunakan untuk menguji besaran asosiasi peristiwa hidup terhadap kategori perubahan tetap, meningkat, atau menurun pada masing-masing dimensi mobilitas. Model D digunakan secara terpisah untuk menganalisis pola waktu perubahan, yaitu apakah perubahan mobilitas terjadi secara antisipatif (anticipated) sebelum peristiwa berlangsung, bersamaan (immediate) dengan peristiwa, atau tertunda (lagged) setelah peristiwa terjadi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemilikan kendaraan merupakan dimensi mobilitas yang paling berasosiasi secara signifikan dengan peristiwa hidup dibandingkan dua dimensi lainnya, dengan kelahiran anak sebagai peristiwa hidup yang paling berkaitan secara konsisten, khususnya pada kategori penurunan i kepemilikan yang bertahan signifikan di seluruh tahapan model. Pernikahan berasosiasi secara signifikan dengan kecenderungan peralihan ke moda transportasi privat, yaitu mobil dan sepeda motor, sementara perubahan pekerjaan berasosiasi secara signifikan dengan kecenderungan peralihan ke layanan ride-hailing dan transportasi publik. Frekuensi perjalanan merupakan dimensi mobilitas yang paling tidak berasosiasi dengan peristiwa hidup secara langsung, dan lebih banyak dijelaskan oleh karakteristik struktural individu, seperti status pekerjaan wiraswasta dan jenis tempat tinggal sementara. Rendahnya asosiasi pada dimensi ini juga berpotensi dipengaruhi oleh resolusi pengukuran frekuensi perjalanan yang tergolong kasar, sehingga perubahan yang secara substantif berarti tidak selalu terdeteksi sebagai perubahan kategori. Pola waktu perubahan mobilitas bersifat spesifik untuk setiap kombinasi peristiwa hidup dan dimensi mobilitas yang diamati, tanpa satu pola tunggal yang berlaku seragam. Pernikahan secara konsisten menunjukkan pola tertunda pada ketiga dimensi mobilitas yang diteliti, mengindikasikan kecenderungan penyesuaian mobilitas yang membutuhkan waktu setelah peristiwa pernikahan berlangsung. Kelahiran anak menunjukkan pola yang kontras antar dimensi, yaitu bersifat antisipatif pada perubahan moda utama, namun bersifat tertunda pada perubahan kepemilikan kendaraan, mengindikasikan kemungkinan bahwa penyesuaian mobilitas terkait kelahiran anak berlangsung secara bertahap, tidak serempak pada seluruh dimensi. Estimasi pada seluruh model dalam penelitian ini menunjukkan asosiasi kondisional yang konsisten dengan urutan temporal, bukan efek kausal yang teridentifikasi secara metodologis. Kualifikasi ini penting mengingat kemungkinan endogenitas peristiwa hidup, potensi confounding akibat periode pandemi Covid 19 yang beririsan dengan awal periode pengamatan, serta ketiadaan strategi identifikasi kausal formal dalam desain penelitian yang bersifat observasional dan retrospektif. Sampel penelitian ini bersifat bersyarat, karena hanya mencakup responden yang mengalami salah satu peristiwa hidup terpilih, dan terjangkau melalui mekanisme rekrutmen panel riset daring sehingga generalisasi temuan perlu dibatasi pada karakteristik populasi tersebut, bukan diklaim mewakili populasi Jakarta secara umum. Dengan mempertimbangkan seluruh kualifikasi tersebut, temuan penelitian ini memperluas penerapan kerangka biografi mobilitas ke konteks kota berbasis sepeda motor, dan memberikan indikasi awal bahwa pola asosiasi antara kepemilikan kendaraan dan pemilihan moda transportasi dapat berbeda secara nyata dibandingkan pola yang ditemukan pada konteks negara maju berbasis mobil dan sistem transportasi yang lebih maju, yang memerlukan pengujian lebih lanjut melalui pendekatan model simultan pada penelitian mendatang.

2026
👤 Penulis: Diva Khansa Gusanti
🏷️ Biografi Mobilitas 🏷️ Pemilihan Moda Transportasi 🏷️ Perubahan Kepemilikan Kendaraan

ANALISIS PROBABILITAS PEMILIHAN MODA ANTARA BRT METRO JABAR TRANS DAN KENDARAAN PRIBADI DI KOTA BANDUNG: PENDEKATAN BINOMIAL LOGIT BERBASIS STATED PREFERENCE PADA KORIDOR LEUWIPANJANG-DAGO

Kota Bandung menghadapi kemacetan 64,1% (peringkat ke-12 dunia, TomTom Traffic Index 2024) dengan dominasi penggunaan kendaraan pribadi (81,75%) dibanding transportasi umum (18,12%). BRT Metro Jabar Trans (MJT) dihadirkan sebagai solusi, namun Koridor Leuwipanjang–Dago memiliki jumlah penumpang terendah (7,95%) dan load factor 26,48%, jauh di bawah standar 70%. Penelitian ini bertujuan membentuk model probabilitas pemilihan moda BRT, menganalisis sensitivitasnya, serta mengukur Ability to Pay (ATP) dan Willingness to Pay (WTP). Data survei stated preference dari 155 responden dianalisis menggunakan regresi linier (backward elimination) untuk membentuk model logit biner. Hasil menunjukkan bahwa selisih biaya, waktu tempuh, serta waktu akses dan egres berpengaruh signifikan terhadap pemilihan BRT. Nilai WTP dan ATP pengguna motor masing-masing Rp4.357 dan Rp4.280, sedangkan pengguna mobil Rp5.349 dan Rp28.427. Dibandingkan tarif eksisting Rp4.900, tarif tersebut belum sesuai bagi pengguna motor, namun masih sesuai bagi pengguna mobil. Untuk meningkatkan probabilitas perpindahan moda di atas 50% pada tingkat individu, sesuai karakteristik sampel penelitian, direkomendasikan tarif sekitar Rp3.700, waktu tempuh 28 menit, dan waktu akses-egres 17 menit.

2026
👤 Penulis: Gilbert Ferlin Yakin
🏷️ Analisis Kemacetan Kota Bandung 🏷️ Model Logit Binomial 🏷️ Pemilihan Moda Transportasi
💬