📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 3 dokumen

TEKNOLOGI LIDAR DALAM PEKERJAAN EKSPLORASI TAMBANG BATUBARA

Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki cadangan batubara terbesar di dunia. Kalimantan dan Sulawesi merupakan daerah penghasil batubara terbesar di Indonesia. Kegiatan penambangan batubara tidak lepas dari kebutuhan akan peta topografi sebagai peta dasar untuk pembuatan peta lainnya yang diperlukan dalam kegiatan penambangan batubara.Dalam kegiatan penambangan batubara, sering ditemukan kesalahan-kesalahan dalam perencanaan kegiatan. Salah satu penyebabnya yaitu ketidaktepatan informasi yang diberikan oleh peta topografi yang digunakan. Dalam hal ini yang sangat potensial menimbulkan kesalahan tersebut adalah informasi tinggi dari peta topografi.Permasalahan ini dapat diatasi dengan menggunakan teknologi LIDAR untuk pemetaan di wilayah penambangan batubara, dimana karakteristik wilayah penambangan batubara dilingkupi oleh hutan. LIDAR merupakan suatu teknologi yang dapat digunakan untuk memperoleh informasi topografi dengan teliti, khususnya informasi ketinggian.Dalam aplikasi survei dan pemetaan dewasa ini, pemetaan dengan LIDAR diintegrasikan dengan ortofoto untuk memperoleh informasi planimetrik. Tugas Akhir ini lebih membahas pada penggunaan teknologi LIDAR dalam proses penambangan batubara khusunya dalam kegiatan eksplorasi.

2026
👤 Penulis: A'AN MEIZA (NIM 15105014); Pembimbing : Dr. Ir. Bobby Santoso D., M.Sc. dan Sofan Prihadi, ST.
🏷️ Teknologi Lidar 🏷️ Pemetaan Topografi 🏷️ Penambangan Batubara

STUDI KARAKTERISASI GEOKIMIA PEMBENTUKAN AIR ASAM TAMBANG DAN REKOMENDASI PENIMBUNAN BATUAN PENUTUP PADA TAMBANG BATUBARA PT XYZ

Kegiatan penambangan dapat mengubah bentang alam yang dapat mengakibatkan perubahan kondisi lingkungan, sehingga memungkinkan terjadinya perubahan sifat fisika dan kimia batuan. Perubahan tersebut dapat mempengaruhi kualitas air yang jika menunjukkan tingkat keasaman yang tinggi, maka air tersebut merupakan air asam tambang atau AAT. Studi karakterisasi geokimia batuan di lokasi tambang merupakan langkah awal yang sangat penting untuk memprediksi potensi pembentukan air asam tambang. Dengan mengetahui potensi pembentukan AAT, diharapkan dapat diketahui rencana dan strategi pencegahan AAT. Salah satunya dengan menggunakan metode enkapsulasi pada area timbunan batuan penutup. Dalam penelitian ini dilakukan karakterisasi geokimia dari sampel batuan yang diambil secara grab dan core sampling saat kunjungan lapangan yang dilakukan di PT XYZ. Karakterisasi Geokimia dari sampel batuan tersebut dilakukan dengan menggunakan uji statik yang kemudian hasilnya akan dibuat suatu model geokimia yang terbagi menjadi 2 area, yaitu area pit utara dan selatan. Hasil dari karakterisasi geokimia yang dilakukan melalui uji statik, terdapat 11 sampel batuan bersifat menghasilkan asam atau PAF (potentially acid forming) dan 9 sampel batuan bersifat tidak menghasilkan asam atau NAF (non-acid forming). Adapun hasil dari karakterisasi geokimia batuan dibuatkan model geokimia untuk masing-masing area pit. Pada area pit utara melalui karakterisasi geokimia yang dihasilkan dari 12 sampel, didapatkan 63% batuan merupakan PAF dan 37% batuan adalah NAF. Pada area pit selatan melalui karakterisasi geokimia yang dihasilkan dari 8 sampel, 80% batuan merupakan PAF dan 20% batuan adalah NAF. Adapun hasil model geokimia dan rencana produksi OB tahunan digunakan untuk menghasilkan desain dan strategi perencanaan penimbunan batuan PAF dan NAF dengan menggunakan metode enkapsulasi.

2024
👤 Penulis: Rafy Rafsanjani
🏷️ Geokimia 🏷️ Penambangan Batubara 🏷️ Pengendalian Air Asam Tambang

PENJADWALAN PRODUKSI PENAMBANGAN BATUBARA SANGA-SANGA, KABUPATEN KUTAI KERTANEGARA, KALIMANTAN TIMUR

Daerah Sanga-sanga mempunyai cadangan batubara yang termasuk dalam Formasi Balikpapan, bagian dari Cekungan Kutai. Daerah ini mempunyai topografi berbukit-bukit dan berada di daerah pesisir Sungai Sanga-sanga, anak Sungai Mahakam. Di daerah ini banyak terdapat sumur bor minyak bumi dan gas alam beserta jaringan pipa (di permukaan dan di dalam tanah), sehingga dalam penggalian tidak diperbolehkan menggunakan metode peledakan. Metode penambangan yang dilakukan adalah block cut opet pit mining. Dengan metode ini daerah penambangan dibagi menjadi 6 blok. Luas konsesi penambangan 180 ha dan cadangan batubara yang akan ditambang 1647750 ton dengan stripping ratio 7,29. Masa produksi batubara diperkirakan sekitar 15 bulan. Penambangan menggunakan metode free digging memakai ekskavator backhoe Komatsu PC 3000 dan PC 1250 berpasangan dengan Dump Truck Caterpillar 777D untuk penggalian dan pengangkutan overburden. Sedangkan untuk batubara digunakan ekskavator backhoe Caterpillar 385 B dan 345 B berpasangan dengan Dump Truck HINO FM 260JD. Penggalian juga dibantu dengan ripping dozer CAT D10T dan Komatsu D375. Prosedur dan sistematika dalam merancang tambang dan menentukan penjadwalan produksi harus diperhatikan dengan baik sebagai patokan dalam penentuan tahapan penambangan sekaligus mencapai target produksi sesuai waktu yang telah ditentukan. Mengingat posisi endapan batubara, topografi, dan lokasi penimbunan overburden dan top soil, maka penggalian direncanakan dimulai dari sisi utara menuju sisi selatan blok penambangan.

2024
👤 Penulis: Yuga Hayu Bramani
🏷️ Penambangan Batubara 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Analisis Topografi
💬