📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 2 dokumen

PERANCANGAN BUKU CERITA BERGAMBAR BERTEMA FRIENDSHIP QUALITY SEBAGAI MEDIA EDUKASI SOSIAL-EMOSIONAL ANAK USIA 7–11 TAHUN

Perkembangan sosial-emosional anak usia 7–11 tahun berperan penting dalam pembentukan karakter, kepercayaan diri, dan kesejahteraan emosional. Salah satu aspek penting dalam perkembangan tersebut adalah friendship quality, yaitu kualitas pertemanan yang ditandai oleh rasa nyaman, dukungan, penerimaan, dan hubungan timbal balik yang positif. Namun, konsep ini masih jarang diangkat secara eksplisit dalam media edukasi anak di Indonesia. Perancangan ini bertujuan merancang buku cerita bergambar bertema friendship quality sebagai media edukasi sosial-emosional bagi anak usia 7–11 tahun. Metode pengambilan data yang digunakan meliputi studi pustaka, wawancara dengan psikolog anak, guru bimbingan konseling, wali kelas, pustakawan, serta wawancara dan kuesioner kepada anak. Berdasarkan hasil analisis, dirancang buku cerita bergambar Mencari Cahaya yang dilengkapi dengan buku pendamping Ruang Cerita sebagai panduan diskusi antara anak dan orang tua. Hasil uji coba menunjukkan bahwa media yang dirancang membantu anak memahami konsep pertemanan yang sehat, mengenali teman yang membuat mereka merasa nyaman, serta menghubungkan pesan cerita dengan pengalaman pribadi. Sementara itu, buku pendamping dinilai efektif mendukung kegiatan membaca bersama dan refleksi antara anak dan orang tua.

2026
👤 Penulis: Dzakiyya 'Athifah Faza
🏷️ Kecerdasan Emosional 🏷️ Manajemen Rantai Pasokan Media Edukasi 🏷️ Pendidikan Anak Usia 7-11 Tahun

PENGEMBANGAN DESIGN THINKING UNTUK PENDIDIKAN ANAK USIA 7-11 TAHUN

Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan pendekatan pembelajaran design thinking yang disesuaikan dengan struktur berpikir anak usia 7-11 taun. Dalam konteks pendidikan di Indonesia, kreativitas cenderung dipersempit menjadi ekspresi visual semata dan belum dilihat sebagai proses berpikir. Akibatnya, pembelajaran kreatif yang mendorong eksplorasi makna, perumusan solusi, serta pemahaman sosial anak kurang mendapatkan tempat dalam praktik pendidikan dasar. Sementara itu, design thinking sebagai kerangka berpikir kreatif yang menekankan empati, eksperimen, dan refleksi iteratif, memiliki potensi untuk dijadikan pendekatan pedagogis yang lebih menyeluruh. Penelitian ini menggunakan pendekatan Educational Design Research dengan menganalisis literatur design thinking dan teori perkembangan anak, serta mengembangkan rancangan pembelajaran yang diuji di ruang kelas dan program pendidikan kreatif anak. Proses perancangan didasarkan pada sintesis antara model design thinking dan teori perkembangan kognitif dan konstruktivis untuk anak usia 7–11 tahun. Melalui pendekatan ini, dirumuskan kerangka konseptual yang dapat membantu pendidikan untuk memahami, merancang, dan mengevaluasi proses kreatif bagi anak secara lebih terarah. Dengan adanya pendekatan pembelajaran ini, diharapkan praktik pendidikan anak usia 7-11 tahun di Indonesia mampu mengintegrasikan aspek design thinking dalam proses belajar yang kontekstual, dan berkontribusi pada pengembangan pedagogi desain yang tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga berpijak pada struktur berpikir anak dan realitas sosial tempat anak belajar.

2025
👤 Penulis: Fabian Akhmad Sembiring
🏷️ Desain Berpikir 🏷️ Pendidikan Anak Usia 7-11 Tahun 🏷️ Kecerdasan Buatan
💬