📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 6 dokumen

PERANCANGAN WELLNESS CENTER SEBAGAI FASILITAS PENUNJANG KESEHATAN MENTAL DI BANDUNG DENGAN PENDEKATAN HEALING ARCHITECTURE

Permasalahan kesehatan mental seperti stres, kecemasan, hingga depresi ringan pada remaja dan dewasa muda di Kota Bandung semakin meningkat dan berdampak pada kualitas hidup, produktivitas, dan kemampuan komunikasi seseorang. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar atau Riskesdas 2018, 7,8% diantara masyarakat Jawa Barat merupakan masyarakat berusia diatas 15 tahun yang menderita depresi, Menginjak peringkat ke-9 prevelansi depresi tertinggi di Indonesia. Salah satu penyebab tingginya gangguan kesehatan mental ini, dikarenakan fase-fase transisi dan fase burnout yang dialami oleh masyarakat. Stigma masyarakata terhadap pengecekan ke psikolog saat ini cukup buruk, oleh karena itu, kebanyakan masyarakat saat ini memilih melakukan aktivitas pemulihanseperti jalan-jalan ataupun olahraga sebagai solusi atas kondisi stres ataupun depresi mereka. Oleh karena itu diperlukan sebuah wadah sebagai tempat pemulihan yang dapat sekaligus melibatkan proses penyembuhan psikologi didalamnya. Dalam dunia psikologi, terdapat sebuah terapi yang disebut mind body spirit. Kegiatan ini merupakan kegiatan yang melibatkan interaksi antara otak, pikiran, tubuh, serta perilaku dan faktor emosional. Pusat Kebugaran ini menawarkan Solusi Kesehatan mental melalui keterlibatan antara tubuh dan pikiran. Kedua faktor itu diterapkan dengan terapi yang memperlambat ritme Gerak dan melibatkan alam dalam aktivitas-aktivitas pemulihan seperti meditasi, yoga, ataupun terapi pijat dan spa yangbersifat ramah, interaktif, dan inklusif. Dalam kondisi gangguan mental, seseorang akan takut dan ragu dalam mengekspresikan diri mereka. Namun, dengan keberadaan pusat kebugaran, seseorang akan diberikan kebebasan dalam bertindak dan mendapatkan pemulihan mental di lingkungan yang tidak terasa seperti klinik. Dengan begitu, Pusat Kebugaran ini akan menjadi solusi untuk design for inclusivity yang menekankan desain yang berkontribusi dalam mengatasi isu aksesibilitas layanan bagi Masyarakat untuk memiliki akses ke ruang aman untuk mengekspresikan diri. Desain ini juga sejalan dengan SDGs 3: Good Health and Well-being dan SDGs 4: Quality Education, Pusat Kebugaran ini berkontribusi dalam Kesehatan mental dan berperan sebagai ruang edukasi non-formal untuk mengajarkan keterampilan kesedaran diri, ketangguhan Masyarakat, dan coping. Perancangan Pusat kebugaran ini melibatkan beberapa metode, yaitu studi literatur dan observasi lapangan untuk mengumpulkan data, metode desain trendspotting yang menyesuaikan bangunan dengan tren terkini supaya relevan dengan target pengguna, dan sintesis desain untuk merumuskan konsep ruang yang mengintegrasikan berbagai fungsi dalam satu bangunan.

2026
👤 Penulis: Azizah Fauziyah Hanifah
🏷️ Kesehatan Mental 🏷️ Desain Inklusif 🏷️ Pendidikan Non-Formal

PERANCANGAN MODEL BISNIS DAN SISTEM PEMESANAN PENGAJAR DAN TEMPAT BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN LAYANAN PEMBELAJARAN DAN EFISIENSI AKSES PENDIDIKAN NONFORMAL

Pendidikan nonformal memegang peranan penting dalam menunjang pendidikan formal, khususnya dalam memberikan alternatif pembelajaran yang fleksibel dan adaptif melalui layanan bimbingan belajar. Namun, hingga saat ini masih terdapat berbagai tantangan yang signifikan, seperti keterbatasan akses terhadap pengajar berkualitas, kurangnya fitur personalisasi dalam proses belajar, serta hambatan ekosistem yang menyulitkan interaksi antara pelajar, pengajar, dan penyedia tempat belajar. Layanan yang sudah ada pun belum sepenuhnya menjawab kebutuhan pengguna secara holistik. Oleh karena itu, tugas akhir ini bertujuan untuk merancang model bisnis dan mengembangkan sebuah sistem terintegrasi berbasis web yang mampu mempertemukan ketiga pihak tersebut dalam satu platform yang efisien dan mudah diakses. Sistem ini dirancang untuk membantu pelajar menemukan pengajar dan tempat belajar yang sesuai dengan kebutuhan dan preferensinya secara lebih cepat dan relevan. Pengembangan sistem dilakukan menggunakan pendekatan design thinking yang meliputi tahapan identifikasi kebutuhan pengguna, perumusan solusi, pembuatan prototipe, serta pengujian dan evaluasi. Evaluasi dilakukan melalui verifikasi terhadap pemenuhan kebutuhan fungsional sistem serta validasi terhadap tingkat penerimaan dan efektivitas solusi melalui survei kepada 128 responden. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa sistem ini tidak hanya mampu menjawab kebutuhan utama pengguna dari sisi aksesibilitas dan personalisasi, juga menunjukkan potensi dalam meningkatkan efektivitas hasil belajar. Dengan demikian, sistem ini diharapkan dapat menjadi solusi inovatif yang berkontribusi pada transformasi digital pendidikan nonformal di Indonesia, sekaligus mendorong pemerataan akses pembelajaran yang lebih inklusif dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

2025
👤 Penulis: Michael Sihotang
🏷️ Pendidikan Nonformal 🏷️ Desain Thinking 🏷️ Efisiensi Akses Pendidikan

FASILITAS PEMBELAJARAN NONFORMAL DAN PUSAT PEMBERDAYAAN SEBAGAI UPAYA PENGURANGAN RISIKO BENCANA BERBASIS KOMUNITAS

Kondisi geografis Indonesia yang dilintasi oleh sabuk seismik cincin api pasifik menyebabkan Indonesia rentan mengalami bencana geologis seperti gempa bumi dan letusan gunung berapi. Kerentanan masyarakat Indonesia tidak hanya disebabkan oleh kondisi geografis tetapi juga kondisi sosioekonomi, salah satunya adalah akses pendidikan yang tidak merata. Untuk menanggapi isu tersebut, dirancang sebuah fasilitas pembelajaran nonformal sebagai wadah pemberdayaan masyarakat untuk pengurangan risiko bencana. Fasilitas ini tidak hanya akan digunakan sebagai sarana edukasi tetapi juga sebagai sarana perlindungan pertama saat terjadi bencana. Rancangan ini berlokasi di Kelurahan Belakang Tangsi, Kota Padang, Sumatera Barat yang tidak jauh dari pesisir Pantai Padang sehingga dapat membantu juga dalam memenuhi kebutuhan tempat evakuasi sementara di kawasan setempat.

2025
👤 Penulis: Muhammad Fajri Bukhaira
🏷️ Geologi 🏷️ Pendidikan Nonformal 🏷️ Manajemen Risiko Bencana

USULAN STRATEGI BISNIS UNTUK SAKOLA MOTEKAR DI CIAMIS UNTUK MENINGKATKAN LABA

Penelitian ini mengkaji pengembangan strategi bisnis berkelanjutan untuk Sakola Motekar, sebuah lembaga pendidikan non-formal di Desa Sukajadi, Kabupaten Ciamis, yang bertujuan untuk meningkatkan profitabilitas. Penelitian ini menangani tantangan keuangan yang signifikan yang dihadapi oleh Sakola Motekar, terutama karena ketergantungannya pada donasi yang tidak stabil, yang mengancam kelangsungan operasionalnya. Dalam konteks Industri 4.0, mengamankan sumber pendapatan yang berkelanjutan menjadi sangat penting bagi lembaga seperti Sakola Motekar untuk terus memberikan layanan pendidikan yang esensial. Penelitian ini menggabungkan analisis kualitatif dan alat manajemen strategis untuk mengembangkan strategi yang dapat diimplementasikan. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dengan pemangku kepentingan utama dan dilengkapi dengan data sekunder dari literatur serta dokumen organisasi. Analisis ini mencakup penilaian internal dan eksternal yang mendalam menggunakan Resource-Based View (RBV), kerangka VRIO, analisis PESTEL, dan model Lima Kekuatan Porter, yang mengarah pada rekomendasi strategis. Temuan utama menunjukkan bahwa Sakola Motekar memiliki sumber daya berharga, termasuk keterlibatan komunitas yang kuat, program pendidikan yang unik, dan jaringan yang mapan. Namun, tantangan yang dihadapi mencakup manajemen keuangan yang kurang memadai dan ketergantungan yang berlebihan pada tenaga sukarelawan. Peluang eksternal termasuk meningkatnya permintaan pendidikan non-formal di daerah pedesaan dan potensi ekspansi digital, sementara ancaman mencakup kepatuhan regulasi dan persaingan. Strategi yang diusulkan mencakup peningkatan manajemen keuangan, diversifikasi pendapatan melalui komersialisasi program pendidikan, dan pemanfaatan kemitraan strategis. Pendekatan pemasaran yang lebih formal dan sistem manajemen sukarelawan yang terstruktur juga direkomendasikan. Hasil yang diharapkan adalah dasar keuangan yang stabil bagi Sakola Motekar, memungkinkan perluasan dampaknya dan kelanjutan dalam melayani komunitas. Penelitian ini berkontribusi pada manajemen bisnis pendidikan dengan menawarkan kerangka praktis bagi sekolah non-formal untuk mencapai keberlanjutan finansial sambil mempertahankan misi pendidikan mereka.

2024
👤 Penulis: Ignatius Aldo Widjanarko
🏷️ Pendidikan Non-Formal 🏷️ Manajemen Keuangan Bisnis 🏷️ Strategi Bisnis Sekolah

MEMELIHARA AKAR, MENUMBUHKAN PERTUMBUHAN: PEMBERDAYAAN MASYARAKAT LOKAL MELALUI EDU-WISATA BAMBU DI DESA CANDIREJO

Kemiskinan di Indonesia merupakan masalah serius yang mempengaruhi jutaan penduduk, terutama mereka yang tinggal di pedesaan. Ketimpangan pendapatan dan pendidikan menjadi faktor utama yang memperparah masalah ini. Data pendidikan menunjukkan bahwa masih banyak penduduk yang belum mencapai tingkat pendidikan yang memadai. Untuk mengatasi masalah kemiskinan ini, diperlukan pendekatan pemberdayaan masyarakat yang komprehensif, bertujuan meningkatkan kemandirian dan memberikan pengetahuan serta keterampilan yang diperlukan, sejalan dengan tujuan pembangunan nasional untuk menciptakan masyarakat yang mandiri, maju, dan adil. Indonesia memiliki kekayaan alam melimpah, termasuk sumber daya bambu yang sangat beragam dan serbaguna. Namun, belum semua potensi sumber daya bambu dimanfaatkan secara optimal. Di Desa Candirejo, Jawa Tengah, yang kaya akan bambu, penduduknya masih menghadapi kemiskinan tinggi, disebabkan oleh ketidakmampuan mereka dalam mengoptimalkan potensi sumber daya bambu. Oleh karena itu, pendekatan pendidikan nonformal dan pemberdayaan masyarakat di desa ini menjadi sangat penting. Solusi yang diusulkan adalah pendirian pusat edukasi bambu yang berfokus pada pendidikan nonformal. Fasilitas ini akan membantu meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan bambu sebagai sumber daya. Selain itu, fasilitas pengolahan bambu juga harus disediakan untuk mendukung keberlanjutan dan kualitas produk bambu. Ini akan memberikan manfaat ekonomi yang signifikan bagi masyarakat setempat sambil melestarikan sumber daya alam yang penting. Arsitektur berperan dalam menciptakan fasilitas yang mendukung pemberdayaan masyarakat di Desa Candirejo. Fasilitas ini harus mencerminkan kekayaan budaya dan sumber daya alam setempat, memungkinkan masyarakat untuk belajar, berlatih, dan mengembangkan produk yang berkelanjutan. Dengan desain yang tepat, masyarakat Candirejo dapat meningkatkan kualitas hidup mereka melalui pendidikan, pelestarian budaya, dan pemanfaatan sumber daya bambu secara berkelanjutan.

2024
👤 Penulis: Zefanya B. T. Hasmanan
🏷️ Pendidikan Nonformal 🏷️ Desain Arsitekturnya 🏷️ Mengelola Sumber Daya Alam

BUDAYA KOPI DI INDONESIA: MERASAKAN INDONESIA MELALUI SENTRA KOPI

Indonesia merupakan negara keempat terbesar di dunia dalam sektor penghasil biji kopi. Ragam jenis dan budaya kopi di Indonesia menjadi alasan untuk tidak heran jika Indonesia dapat menyentuh angka produksi 794,8 ribu ton biji kopi pada tahun 2022. Selain tingginya angka produksi kopi, Indonesia juga memiliki ragam budaya dalam menikmati kopinya, seperti Kopi Luwak, Kopi Tubruk, Kopi Joss, dan Kopi Tarik. Hal ini menjadi salah satu faktor konsumsi kopi di Indonesia menduduki peringkat kedua di Asia dan Pasifik. Dari data yang dikelola, Indonesia diperkirakan akan menyentuh angka 4.800.000 kantong pada tahun konsumsi 2022/23. Hal ini juga berpengaruh dari meningkatnya jumlah gerai kopi yang menyentuh angka 170% dari tahun 2016 hingga 2019. Dengan data-data yang ada, bisa dimengerti bahwa Indonesia memiliki kekayaan kopi dan memiliki tren konsumsi kopi yang meningkat. Namun sayangnya, edukasi mengenai kopi yang ada di Indonesia masih minim. Maka dari itu, pembentukan sentra kopi bisa membantu dalam ranah edukasi non-formal, wisata, dan ekonomi. Sentra kopi ini diharapkan dapat menjadi sarana bagi pengunjung untuk dapat mengenal kekayaan kopi di Indonesia lebih lanjut besamaan dengan sarana konsumsi serta wisata.

2024
👤 Penulis: Gracelynn Joanne
🏷️ Kebudayaan Kopi 🏷️ Ekonomi Wisata 🏷️ Pendidikan Non-Formal
💬