📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 8 dokumen

PERANCANGAN INTERIOR PUSAT INFORMASI GEOPARK CILETUH-PALABUHANRATU BERBASIS EDUKASI INTERAKTIF SEBAGAI STRATEGI KONSERVASI

Geopark Ciletuh-Pelabuhanratu merupakan kawasan geowisata berkelas internasional dengan nilai geologi, biologi, dan budaya yang tinggi. Status UNESCO Global Geopark (UGGp) yang disandang telah mendorong peningkatan signifikan pada pariwisata. Keistimewaan geologis yang memperlihatkan formasi batuan kuno di Jawa Barat serta fenomena amfiteater alam raksasa yang muncul akibat proses tektonik yang rumit membuat Geopark Ciletuh-Palabuhanratu menjadi destinasi yang berkembang pesat. Meskipun Geopark Ciletuh-Pelabuhan Ratu telah menjadi destinasi unggulan, infrastruktur edukasi yang ada masih minim dan cenderung konvensional, sehingga tidak berhasil membangun pemahaman yang menyeluruh tentang konsep Geopark (konservasi, edukasi, dan pembangunan berkelanjutan) di kalangan pengunjung dan stakeholder lokal. Penelitian ini bertujuan untuk merancang interior pusat informasi Geopark Ciletuh- Pelabuhanratu yang tidak hanya memberikan informasi tetapi juga menciptakan pengalaman dengan pendekatan edukasi yang interaktif sehingga dapat memperkuat hubungan pengunjung dengan konteks geologi dan budaya kawasan. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif, melibatkan studi literatur terkait UGGp dan penyampaian informasi yang interaktif. Dengan demikian, pusat informasi ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana penyampaian informasi tetapi juga sebagai wadah untuk meningkatkan kesadaran terkait konservasi. Perancangan ini diharapkan dapat menjembatani kesenjangan pengetahuan, kepuasan pengunjung dan memastikan perkembangan ekonomi lokal selaras dengan upaya perlindungan warisan alam Geopark Ciletuh-Palabuhanratu di masa mendatang.

2026
👤 Penulis: Faisal Irdiansyah
🏷️ Geologi 🏷️ Pendidikan Publik 🏷️ Konservasi Alam

EFFECTIVENESS OF EDUCATION THROUGH COMMUNITY OUTREACH ON THE KNOWLEDGE OF PARENTS AND CHILD'S GUARDIANS ABOUT DIARRHEA IN TODDLERS AT TAMANSARI PRIMARY HEALTHCARE CENTER

Diarrhea is the second leading cause of death in children under five years around the world with dehydration as the most severe symptom which causes the loss of important fluids from the body through liquid stools. One way to prevent is to apply the principles of Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), but there are still several areas in Bandung City that have not implemented PHBS optimally, one of them is Bandung Wetan District. In this district, Tamansari Ward is the ward with the lowest percentage of PHBS and is also not yet an Open Defecation Free (ODF) environment, therefore knowledge about diarrhea in toddlers is needed by parents and guardians of children in Tamansari Ward who are registered at Tamansari Public Health Center. This research was a preexperimental study with a one-group pre–test and post–test design using questionnaires and tools in the form of flipcharts and leaflets for 173 respondents. Data sampling was conducted in January – April 2023. The results stated that 47.40% of parents and child’s guardians had poor knowledge about diarrhea in toddlers and the sociodemographic factor that influenced their knowledge was the toddler's gender (p = 0.029) which respondents with male toddlers tend to have better knowledge. Giving education significantly increased the knowledge of parents and guardians of children on diarrhea in toddlers (p < 0,001).

2026
👤 Penulis: Fattaya Alyatuzzahra
🏷️ Kesehatan Anak 🏷️ Manajemen Rantai Pasokan Kesehatan 🏷️ Pendidikan Publik

PERANCANGAN TAMAN OBSERVATORIUM LAUT DI KAB. CILACAP SEBAGAI BAGIAN DARI PENINGKATAN WIASATA BERKELANJUTAN (SUSTAINABLE TOURISM) DI INDONESIA

Tugas akhir ini bertujuan untuk merancang sebuah Observatorium Laut di Kabupaten Cilacap yang berfungsi sebagai pusat edukasi, konservasi, dan pengembangan wisata berkelanjutan di wilayah pesisir selatan Jawa. Observatorium ini dirancang sebagai ruang multifungsi yang tidak hanya menjadi sarana pengamatan dan penelitian ekosistem laut, tetapi juga menjadi wahana wisata edukatif yang mendalam, menyatukan pendekatan ilmiah dan narasi lingkungan yang mampu meningkatkan kesadaran publik mengenai pentingnya pelestarian ekosistem pesisir. Dengan pendekatan desain interior yang mempertimbangkan keselarasan antara fungsi ruang dan karakteristik lingkungan tropis pesisir, observatorium ini mengusung prinsip arsitektur berkelanjutan melalui penggunaan material lokal, strategi bangunan pasif, serta integrasi elemen alam yang memperkuat pengalaman pengunjung terhadap konteks ekologis sekitar. Proyek ini mengkaji potensi wilayah Cilacap yang selama ini belum banyak dikembangkan dalam bidang wisata edukasi kelautan, khususnya melalui metode analisis kondisi lingkungan, karakter wisatawan, serta kebutuhan fasilitas edukatif berbasis konservasi. Observatorium ini juga berupaya menjadi katalis dalam pemberdayaan masyarakat lokal melalui pelibatan komunitas dalam kegiatan edukatif, konservasi, dan ekowisata, serta menjadi tempat kolaborasi antara akademisi, pemerintah daerah, dan pelaku wisata. Dengan memadukan fungsi pendidikan, riset, rekreasi, dan partisipasi sosial, observatorium ini diharapkan dapat memperkenalkan pendekatan baru dalam pengelolaan potensi laut secara berkelanjutan, mendorong peningkatan kunjungan wisata berbasis pengetahuan, serta menumbuhkan kepedulian terhadap isu-isu lingkungan laut.

2025
👤 Penulis: Besar Panguji
🏷️ Desain Interior 🏷️ Pendidikan Publik 🏷️ Konservasi Eksotim

PERANCANGAN KAMPANYE EDUKASI SOSIAL TENTANG KEPUTIHAN (VAGINAL DISCHARGE) SEBAGAI BAGIAN DARI PEMAHAMAN FEMININE HYGIENE SEJAK DINI PADA REMAJA USIA 11-13 TAHUN

Tingkat pemahaman remaja perempuan terhadap feminine hygiene di Indonesia masih rendah. Sekitar 90% perempuan mengalami keputihan sepanjang hidup, sementara lebih dari 60% remaja perempuan tidak mampu membedakan antara keputihan normal dan patologis. Keputihan yang tidak terdeteksi secara dini dapat meningkatkan risiko infeksi saluran reproduksi. Kondisi ini diperburuk oleh kurangnya materi edukatif yang sesuai dengan karakteristik usia, terbatasnya akses informasi, serta adanya stigma sosial. Perancangan kampanye edukasi sosial Clue on the Loo dilakukan sebagai upaya mengenalkan keputihan dalam konteks feminine hygiene kepada remaja perempuan awal usia 11–13 tahun. Proses perancangan menggunakan metode double diamond yang terdiri dari empat tahap: Discover, Define, Develop, dan Deliver. Pengumpulan data dilakukan melalui studi literatur dan wawancara dengan pakar kesehatan, gender, serta target audiens. Kampanye dikembangkan dalam bentuk media berbasis visual dan gamifikasi dengan pendekatan naratif. Hasil perancangan menghasilkan strategi komunikasi visual dan media edukasi yang disesuaikan dengan karakteristik target sasaran. Perancangan ini menyajikan pendekatan edukatif berbasis desain komunikasi visual untuk mendukung peningkatan pemahaman remaja terhadap tanda-tanda keputihan serta praktik kebersihan organ reproduksi sejak dini.

2025
👤 Penulis: Kiyasati Putri Kurniasih
🏷️ Pendidikan Publik 🏷️ Hygiene Fisik Wanita 🏷️ Desain Komunikasi Visual

PERANCANGAN KEMASAN PRODUK MENSTRUASI SEBAGAI MEDIA EDUKASI MENSTRUAL HEALTH MANAGEMENT (MHM) UNTUK PEREMPUAN FASE MENARKE USIA 11-14 TAHUN

Menstruasi merupakan sebuah perubahan fisiologis pada sistem reproduksi yang dialami semua perempuan setiap bulan dan adalah salah satu penanda pubertas pada tubuh. Pengalaman menstruasi ini pun harus didukung oleh pengetahuan dan kebiasaan setiap individu dalam menjalani Menstrual Health Management (MHM) yaitu menjaga kebersihan dan kesehatan tubuh selama keseluruhan siklus menstruasi, termasuk penggunaan produk terkait. Namun, pengetahuan perempuan usia menarke mengenai MHM dan produk pembantu masa menstruasi seperti pembalut masih cenderung kurang. Desain kemasan produk pembalut juga belum ada yang dikhususkan untuk perempuan yang baru pertama kali mengalami menstruasi. Perancangan kemasan ini ditujukan untuk menjadi sarana edukasi MHM pada pembeli perempuan usia menarke.

2025
👤 Penulis: Jeumpa Kanya Kalila
🏷️ Kesehatan Reproduksi 🏷️ Pendidikan Publik 🏷️ Desain Produk Kemasan

PERANCANGAN ANIMASI 2D TENTANG FELINE CALICIVIRUS UNTUK MENINGKATKAN KESADARAN PEMILIK KUCING

Lockdown pandemi tahun 2020 menjadi katalis bagi tren pengadopsian hewan peliharaan untuk menemani manusia yang kesepian. Kucing menjadi pemegang gelar hewan peliharaan terpopuler di Indonesia. Sebagai penanggung jawab hidup hewan peliharaannya, pemilik kucing harus mengetahui bagaimana cara merawat kucing, salah satunya yaitu mengetahui apa ancaman yang berisiko dihadi kucing. Salah satu contoh ancaman tersebut adalah penyakit yang disebabkan oleh feline calicivirus (FCV). Kucing yang terinfeksi FCV memiliki kemungkinan kematian hingga 50%. Untuk mengedukasi isu ini, penulis merancang sebuah animasi 2D sebagai media penyebaran informasi. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah dengan studi literatur, wawancara ahli, dan penyebaran kuisoner kepada pemilik kucing. Sedangkan dalam perancangan animasinya akan dibagi menjadi tiga tahap: pra-produksi, produksi, dan post-produksi. Hasil pengumpulan data menunjukan bahwa mengabungkan informasi dengan cerita dengan media animasi dapat membuat suatu informasi menjadi suatu kombinasi yang efektif untuk menghibur sekaligus mengedukasi.

2024
👤 Penulis: Desi Nurannisa
🏷️ Animasi 2D 🏷️ Kesehatan Hewan Peliharaan 🏷️ Pendidikan Publik

PERANCANGAN MUSEUM BUDAYA JAMBI DENGAN PENDEKATAN UNIVERSAL DESIGN

Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 66 Tahun 2015 tentang museum, museum didefinisikan sebagai lembaga yang berfungsi untuk mengembangkan, melindungi, memanfaatkan, serta mengkomunikasikan koleksi kepada masyarakat. Museum harus dapat memenuhi kebutuhan publik secara terbuka melalui kegiatan konservasi, pengumpulan, penelitian, komunikasi, dan pameran objek nyata kepada masyarakat untuk tujuan studi, pendidikan, maupun rekreasi. Oleh karena itu, peran museum sangat penting bagi masyarakat dan seharusnya dapat diakses oleh berbagai kalangan. Namun, saat ini terdapat beberapa museum yang masih kurang inklusif, salah satunya adalah Museum Siginjai Jambi. Tujuan dari perancangan ini adalah untuk mengatasi masalah inklusivitas Museum Siginjai Jambi dengan mengolah interior museum agar lebih menarik bagi masyarakat. Metode desain yang digunakan meliputi pengumpulan data secara langsung dan tidak langsung. Observasi langsung dan survei dilakukan untuk mendapatkan informasi mengenai lokasi museum serta koleksi benda di dalamnya. Studi pustaka dilakukan untuk memperoleh data tentang standar perancangan, data pendukung, dan data pembanding yang akan memperkuat konsep desain. Proyek perancangan museum ini bertujuan untuk menjadi tempat wisata yang menarik bagi wisatawan lokal dan mancanegara serta menyediakan fasilitas edukasi bagi para remaja untuk mengenal keberagaman arsitektur nusantara. Museum yang akan dirancang akan memamerkan rumah adat tradisional Indonesia dengan metode eksibisi yang menarik menggunakan pendekatan analogi di setiap ruang pameran. Museum ini menargetkan pengunjung wisatawan domestik maupun mancanegara serta kalangan remaja dan usia muda.

2024
👤 Penulis: Zahra Litania Fakhirah
🏷️ Desain Museum 🏷️ Universal Design 🏷️ Pendidikan Publik

PERANCANGAN WARENHUIS FOOD HUB SEBAGAI SOLUSI ALTERNATIF DALAM PENANGGULANGAN PERMASALAHAN LIMBAH MAKANAN DI KOTA MEDAN

Dalam konteks global yang semakin menyoroti urgensi penanganan isu lingkungan, Limbah Makanan atau Food Loss and Waste (FLW) sering kali dianggap sebelah mata dibandingkan jenis limbah lain. Namun, studi mendalam yang dilakukan oleh FAO (2011, 2015) serta Bappenas (2021) menunjukkan bahwa FLW memiliki dampak negatif yang signifikan terhadap lingkungan, sosial, dan ekonomi, dengan data menunjukkan sekitar sepertiga produksi pangan global terbuang, menyumbangkan emisi gas rumah kaca yang signifikan, dan menyebabkan kerugian ekonomi yang substansial, termasuk kerugian hingga triliunan rupiah di Indonesia. Tesis ini berfokus pada perilaku konsumen sebagai salah satu penyebab utama FLW, menyoroti kurangnya informasi, kesadaran, dan apresiasi masyarakat terhadap rantai makanan serta bahayanya bagi lingkungan. Tesis ini mengusulkan suatu pendekatan edukasi Mindful Eating kepada masyarakat, yaitu praktik yang mengajak individu untuk menjadi lebih sadar, bersyukur, dan membuat pilihan yang etis dan berkelanjutan dalam konsumsi pangan. Pendekatan ini diperkuat dengan pengembangan konsep Food Hub sebagai pusat informasi dan praktik pangan berkelanjutan di pusat kota, dengan studi kasus potensial pada Kawasan Kesawan di Kota Medan sebagai lokasi ideal berkat sejarah dan kekayaan kulinernya, serta keberadaan bangunan bekas pusat toserba bersejarah Warenhuis. Melalui perancangan Warenhuis Food Hub, inisiatif ini bertujuan tidak hanya untuk mengatasi permasalahan FLW secara lokal tetapi juga memberikan kontribusi pada solusi global, mempromosikan budaya makanan lokal berkelanjutan, dan menjadi model inspiratif bagi kota-kota lain dalam menghadapi tantangan ketahanan pangan dan lingkungan.

2024
👤 Penulis: Muhammad Fathur Rahman
🏷️ Lingkungan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Pendidikan Publik
💬