📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 1 dokumen

BANDUNG TENNIS ACADEMY: TENNIS FACILITY INTEGRATING PROFESSIONAL AND WHEELCHAIR ATHLETE TRAINING

Prestasi olahraga tenis lapangan di Indonesia saat ini masih menghadapi kesenjangan yang signifikan, di mana data menunjukkan hanya sekitar 1% atlet nasional yang mampu menembus peringkat 1000 besar dunia, sementara 99% sisanya masih terbatas pada sirkuit kompetisi domestik. Kondisi ini diperparah oleh absennya atlet tenis adaptif (kursi roda) di peringkat global akibat ketiadaan infrastruktur pelatihan yang berjenjang, minimnya pemenuhan regulasi internasional International Tennis Federation (ITF), serta rendahnya aksesibilitas lingkungan terbangun yang ramah disabilitas. Penelitian rancangan ini bertujuan untuk menghasilkan desain Bandung Tennis Academy di kawasan Gedebage, Kota Bandung, sebagai sebuah tiered training hub yang inklusif dan integratif bagi atlet profesional reguler maupun atlet kursi roda. Metode perancangan dilakukan melalui pendekatan analisis spasial berbasis data untuk menyelaraskan regulasi teknis makro dan kebutuhan fungsional kawasan olahraga. Gubahan massa dikembangkan melalui pendekatan Clustered Form guna mengompresi jarak tempuh sirkulasi horizontal antar-fungsi utama. Respon terhadap iklim tropis diwujudkan secara pasif melalui penerapan operasi bentuk subtraktif berupa void melingkar (O-Shape) pada massa asrama dan lapangan tanding untuk mengoptimalkan ventilasi silang (cross-ventilation) serta pencahayaan alami. Hasil perancangan mengintegrasikan tiga massa bangunan utama (Massa Utama, Lapangan Tanding, dan Asrama Atlet) berskala total 22.200 m² di atas lahan seluas 35.500 m². Proyek ini mengalokasikan total 13 lapangan tenis, dengan pembagian 2 lapangan latihan indoor khusus pengguna kursi roda, 10 lapangan latihan reguler, dan 1 lapangan tanding, sebuah keputusan spasial yang didasarkan secara presisi pada rasio populasi atlet tenis dunia sebesar 1:6. Solusi inklusivitas vertikal dan horizontal diwujudkan melalui sistem Elevated Pedestrian Deck bebas hambatan (barrier-free) yang menghubungkan lantai dua seluruh kluster bangunan, menjamin kemandirian mobilitas penuh bagi atlet disabilitas. Kompleks ini disempurnakan dengan artikulasi fasad menggunakan static undulating fins yang menciptakan efek visual kinetik dinamis. Melalui integrasi struktur bentang lebar rangka baja (steel truss), kepatuhan standar teknis ITF, dan penerapan desain universal, Bandung Tennis Academy hadir sebagai solusi arsitektural konkret dalam memfasilitasi kemajuan prestasi tenis Indonesia di kancah internasional.

2026
👤 Penulis: Dzulfaqar Abdul Malik
🏷️ Pengembangan Infrastruktur Olahraga 🏷️ Manajemen Rantai Pasok Tenis 🏷️ Desain Arsitekturnya
💬