📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 2 dokumen

CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY IMPACT ON DESA NANGGERANGFOR SANITATION AND HEALTHY BEHAVIOR FROM PT. TIRTA INVESTAMA

Saat ini sikap sehat dan sanitasi tidak hanya dilakukan olch pemerintah, namun juga perusahaan swasta. Perusahaan swasta membuat program pengembangan masyarakat sebagai bentuk Corporate Social Responsibility dari perusahaan. Perusahaan swasta yang secara langsung membantu pemerintah yang berperan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Program pengembangan masyarakat yang dibuat untuk memecahkan masalah dan memenuhi kebutuhan orang-orang di sekitar proyek tersebut. Kemitraan Multi-Pihak (KMP) merupakan suatu strategi kolaborasi untuk mengoptimalisasikan dan mengambil keuntungan dari dampak kolaborasi yang lebih memilih sistem bekerja sama, sebuah sistem integrasi kompeten, urgensi dan inovasi dari semua pihak yang mengambil bagian dalam kemitraan ini Sektor air minum dalam kemitraan multi-pihak dan penyehatan lingkungan (AMPL), hal ini merupakan respons dari kondisi pelayanan air mineral dan menindaklanjuti ketetapan undang-undang nomor 7 tahun 2004 tentang sumber air. Untuk mencapai target yang terus meningkat dan keberhasilan, tentang pelayanan air mineral yang mengatakan secara nasional dan sekaligus merupakan target Millennium Development Goals (MDGs), proyek ini memerlukan kemauan dan investasi yang besar. Karena itu kontribusi dan partisipasi dari semua pihak yang terkait adalah hal yang sangat diperlukan. PT. Tirta Investama melihat peluang dan potensi daerah yang bernama Desa Nanggerang yang memilih potensi untuk mengembangkan air mineral dan sanitasi. PT. Tirta Investama sebagai perusahaan air minum terbesar di indonesia, mereka akan menggakan air yang berasal dari sumber mata air Gurung Gede Pangrango dalam rangka untuk mencapai tujuan dari proyek Mitra PHAST. Desa Nanggerang memiliki masalah sanitasi dan air mineral. Untuk mengatasi masalah ini, PT. Tirta Investama, mereka mengumpulkan dana dan menjadi pemimpin dari proyek yang diwakili oleh YPCII sebagai Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang biasa menangani kegiatan Corporate Social Responsibility di Desa Nanggerang. Kesadaran untuk mengumpulkan kekuatan yang menciptakan kebersamaan merupakan sebuah inovasi dalam bentuk kemitraan yang baru, yang disebut Kemitraan Multi-Pihak (KMP) di mana ada banyak pihak yang memiliki komitmen untuk memberikan kontribusi sebagai kewajiban mereka dan kemampuan untuk mengatur dan menyelenggarakan program dalam proyek ini yang memiliki tujuan untuk mencapai target Millenium Development Goals (MDGs) di bidang air mineral dan sanitasi. Kata Kunci: Corporate Social Responsibility (CSR), Pengembangan Masyarakat, Prilaku Sehat, Sanitasi.

2026
👤 Penulis: Muhammad Dien Lesmana
🏷️ Corporate Social Responsibility 🏷️ Desa Nanggerang 🏷️ Pengembangan Masyarakat

ASSET BASED COMMUNITY DEVELOPMENT DALAM MENDORONG INOVASI SOSIAL (STUDI KASUS: KAWASAN CONDET)

Teori pertumbuhan endogen menyebutkan bahwa gagasan pertumbuhan dan pembangunan ekonomi regional mungkin ditopang oleh kekuatan internal lokal. Pendekatan pembangunan endogen berpendapat bahwa akumulasi modal merupakan proses kunci dalam pertumbuhan ekonomi. Kemampuan untuk melakukan pembangunan sendiri dan memobilisasi potensi ekonomi merupakan ciri khas dari gagasan pembangunan endogen. Berdasarkan literatur, inovasi sosial terkait dengan pertumbuhan neo endogen. Inovasi sosial bergantung pada proses peningkatan kesadaran, mobilisasi, dan pembelajaran. Salah satu bentuk inovasi sosial adalah pengembangan masyarakat. Asset Based Community Development merupakan salah satu pendekatan dalam pengembangan masyarakat yang menyebutkan bahwa sebagai pendekatan alternatif, daya tariknya terletak pada premisnya bahwa masyarakat dapat menggerakkan proses pembangunan sendiri dengan mengidentifikasi dan memobilisasi aset-aset yang ada dengan merespon dan menciptakan peluang ekonomi lokal. Kawasan Condet merupakan salah satu kawasan di Kota Jakarta yang memiliki cerita panjang sejarahnya dan terkenal dengan keunikan dan kekhasan terkait potensi yang dimilikinya. Hal tersebut menarik untuk dikaji dan diteliti untuk melihat bagaimana karakteristik asset based community development yang ada di kawasan Condet dan bagaimana proses dalam pengembangan aset di Kawasan Condet. Penelitian dilakukan melalui metode kualitatif dengan menganalisis karakteristik modal sosial dan proses mobilisasi aset. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada dasarnya masyarakat di Kawasan Condet telah memiliki modal sosial yang cukup mumpuni sebagai landasan dalam pengembangan aset. Kawasan Condet memiliki potensi aset alam dan budaya, di mana pihak yang berperan dalam pengidentifikasian dan pengembangan aset tersebut dilakukan oleh adanya peran warga lokal sebagai inisiator dan inovator. Selain itu adanya permasalahan terkait ancaman tergerusnya budaya setempat dan masalah lingkungan menjadi pemicu munculnya inisiatif pengembangan aset di Kawasan Condet.

2024
👤 Penulis: Muhammad Fahmi Iskandar Alam
🏷️ Asset Based Community Development 🏷️ Pengembangan Masyarakat 🏷️ Inovasi Sosial
💬