📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 1 dokumen

ANALISIS SPASIAL PENENTUAN KECAMATAN POTENSIAL UNTUK PENGEMBANGAN 15-MINUTE NEIGHBOURHOOD DI DKI JAKARTA

Perubahan iklim yang disebabkan tingginya emisi gas rumah kaca telah menjadi permasalahan dunia yang mendorong penerapan konsep pembangunan perkotaan yang lebih berkelanjutan. Salah satu pendekatan untuk mengatasi masalah tersebut adalah 15-Minute City, yaitu konsep tata kota yang memungkinkan masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka dengan berjalan kaki sekitar 15 menit sehingga dapat mengurangi ketergantungan terhadap kendaraan bermotor. Sejalan dengan target DKI Jakarta untuk menurunkan emisi gas rumah kaca hingga 50% pada tahun 2030 dan mencapai nol emisi pada tahun 2050, penelitian ini bertujuan menganalisis kecamatan yang memiliki potensi tinggi untuk dikembangkan sebagai 15-Minute Neighbourhood. Pada penelitian ini, metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan menggunakan pendekatan spasial. Pembobotan kriteria dan subkriteria 15-Minute Neighbourhood dilakukan menggunakan metode AHP, kemudian kondisi eksisting wilayah diidentifikasi berdasarkan dimensi 15-Minute Neighbourhood diantaranya adalah density, proximity, diversity, dan digitalization. Berdasarkan hasil AHP, proximity memiliki bobot global tertinggi, disusul oleh kepadatan penduduk dan keragaman fasilitas dasar. Bobot tersebut diintegrasikan ke dalam formula indeks komposit 15-Minute Neighbourhood untuk menentukan indeks pada setiap kecamatan. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa Kecamatan Cempaka Putih dan Kecamatan Tambora memperoleh nilai indeks tertinggi, sehingga menjadi kecamatan yang paling berpotensi untuk dikembangkan sebagai 15-Minute Neighbourhood di DKI Jakarta. Sebaliknya, sebagian besar kecamatan yang berada di wilayah pinggiran Jakarta cenderung memiliki nilai indeks yang lebih rendah yang disebabkan oleh tingkat aksesibilitas layanan, kepadatan, dan keragaman fasilitas yang relatif lebih rendah dibandingkan wilayah perkotaan yang lebih terpusat. Hasil analisis juga menunjukkan bahwa kecamatan yang memiliki nilai tinggi pada satu indikator tertentu tidak selalu memperoleh nilai indeks yang tinggi. Beberapa kecamatan seperti Gambir, Tanah Abang, Kebayoran Baru, Menteng, dan Setiabudi menunjukkan performa yang baik pada dimensi tertentu, seperti keragaman guna lahan maupun keragaman fasilitas dasar, namun tidak termasuk ke dalam kelompok kecamatan dengan nilai indeks tertinggi. Temuan ini mengindikasikan bahwa pencapaian karakteristik 15-Minute Neighbourhood bergantung pada sinergi antar seluruh dimensi penilaian, sehingga performa yang5 tinggi pada satu dimensi saja belum cukup untuk menghasilkan tingkat kesiapan wilayah yang optimal. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memperluas wawasan terkait pengembangan kajian 15-Minute Neighbourhood serta menjadi dasar perencanaan kebijakan untuk pembangunan perkotaan berkelanjutan di DKI Jakarta. Hasil penelitian juga memperkaya studi empiris mengenai pengukuran 15- Minute Neighbourhood melalui integrasi pembobotan AHP dan analisis spasial.

2026
👤 Penulis: Aisa Kansha Amany
🏷️ Geografi Urban 🏷️ Analisis Spasial 🏷️ Pengembangan Perkotaan Berkelanjutan
💬