📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 3 dokumenPENGEMBANGAN LINI CASTING MACHINING PLANT Y PT X MELALUI PENJADWALAN PRODUKSI, PERANCANGAN ULANG TATA LETAK FASILITAS, DAN PERANCANGAN SISTEM TRACEABILITY
PT X menghadapi inefisiensi operasional pada lini casting-machining Plant Y yang berdampak pada tiga aspek: (1) ketidaksesuaian rencana dan realisasi produksi akibat downtime mesin yang tidak diperhitungkan dalam jadwal, (2) hambatan aliran material akibat penumpukan WIP pada aisle karena konfigurasi tata letak yang tidak optimal, dan (3) penurunan akurasi traceability akibat tidak adanya penugasan lot material berbasis FIFO. Penelitian ini bertujuan merancang solusi terintegrasi untuk mengatasi ketiga permasalahan tersebut. Penjadwalan produksi diselesaikan menggunakan model Integer Linear Programming yang mempertimbangkan estimasi downtime berbasis model Crow- AMSAA dan diselesaikan dengan solver Gurobi. Perancangan ulang tata letak menggunakan pendekatan Systematic Layout Planning (SLP) yang diintegrasikan dengan model optimasi MILP berbasis ongkos material handling jarak rectilinear dengan dua skenario alternatif (centralized dan point-of-use). Sistem informasi traceability dikembangkan menggunakan metode Waterfall dan diimplementasikan sebagai prototipe berbasis ekosistem Microsoft (Power Apps, SharePoint) dengan pemindaian QR Code yang tersinkronisasi dengan Master Production Schedule. Model penjadwalan menghasilkan jadwal dengan nol part terlambat dan mampu menekan biaya produksi non-reguler sebesar 65% dibandingkan kondisi eksisting. Tata letak usulan skenario centralized menurunkan ongkos material handling sebesar 36,5% dan jarak tempuh material sebesar 29,9%, sekaligus mengeliminasi backtracking, dengan hasil yang robust terhadap perubahan demand, upah, dan biaya energi. Sistem informasi yang dikembangkan memenuhi 14 dari 16 kebutuhan fungsional dan memproyeksikan penghematan biaya sebesar Rp1,81 miliar per tahun melalui pengecilan radius isolasi produk cacat. Secara keseluruhan, integrasi ketiga solusi ini berhasil meningkatkan keandalan pemenuhan jadwal, kelancaran aliran material, dan akurasi traceability pada lini casting-machining Plant Y PT X.
PENGEMBANGAN LINI CASTING MACHINING PLANT Y PT X MELALUI PENJADWALAN PRODUKSI, PERANCANGAN ULANG TATA LETAK FASILITAS, DAN PERANCANGAN SISTEM TRACEABILITY
PT X menghadapi inefisiensi operasional pada lini casting-machining Plant Y yang berdampak pada tiga aspek: (1) ketidaksesuaian rencana dan realisasi produksi akibat downtime mesin yang tidak diperhitungkan dalam jadwal, (2) hambatan aliran material akibat penumpukan WIP pada aisle karena konfigurasi tata letak yang tidak optimal, dan (3) penurunan akurasi traceability akibat tidak adanya penugasan lot material berbasis FIFO. Penelitian ini bertujuan merancang solusi terintegrasi untuk mengatasi ketiga permasalahan tersebut. Penjadwalan produksi diselesaikan menggunakan model Integer Linear Programming yang mempertimbangkan estimasi downtime berbasis model Crow-AMSAA dan diselesaikan dengan solver Gurobi. Perancangan ulang tata letak menggunakan pendekatan Systematic Layout Planning (SLP) yang diintegrasikan dengan model optimasi MILP berbasis ongkos material handling jarak rectilinear dengan dua skenario alternatif (centralized dan point-of-use). Sistem informasi traceability dikembangkan menggunakan metode Waterfall dan diimplementasikan sebagai prototipe berbasis ekosistem Microsoft (Power Apps, SharePoint) dengan pemindaian QR Code yang tersinkronisasi dengan Master Production Schedule. Model penjadwalan menghasilkan jadwal dengan nol part terlambat dan mampu menekan biaya produksi non-reguler sebesar 65% dibandingkan kondisi eksisting. Tata letak usulan skenario centralized menurunkan ongkos material handling sebesar 36,5% dan jarak tempuh material sebesar 29,9%, sekaligus mengeliminasi backtracking, dengan hasil yang robust terhadap perubahan demand, upah, dan biaya energi. Sistem informasi yang dikembangkan memenuhi 14 dari 16 kebutuhan fungsional dan memproyeksikan penghematan biaya sebesar Rp1,81 miliar per tahun melalui pengecilan radius isolasi produk cacat. Secara keseluruhan, integrasi ketiga solusi ini berhasil meningkatkan keandalan pemenuhan jadwal, kelancaran aliran material, dan akurasi traceability pada lini casting-machining Plant Y PT X.
PENGEMBANGAN LINI CASTING MACHINING PLANT Y PT X MELALUI PENJADWALAN PRODUKSI, PERANCANGAN ULANG TATA LETAK FASILITAS, DAN PERANCANGAN SISTEM TRACEABILITY
PT X menghadapi inefisiensi operasional pada lini casting-machining Plant Y yang berdampak pada tiga aspek: (1) ketidaksesuaian rencana dan realisasi produksi akibat downtime mesin yang tidak diperhitungkan dalam jadwal, (2) hambatan aliran material akibat penumpukan WIP pada aisle karena konfigurasi tata letak yang tidak optimal, dan (3) penurunan akurasi traceability akibat tidak adanya penugasan lot material berbasis FIFO. Penelitian ini bertujuan merancang solusi terintegrasi untuk mengatasi ketiga permasalahan tersebut. Penjadwalan produksi diselesaikan menggunakan model Integer Linear Programming yang mempertimbangkan estimasi downtime berbasis model Crow-AMSAA dan diselesaikan dengan solver Gurobi. Perancangan ulang tata letak menggunakan pendekatan Systematic Layout Planning (SLP) yang diintegrasikan dengan model optimasi MILP berbasis ongkos material handling jarak rectilinear dengan dua skenario alternatif (centralized dan point-of-use). Sistem informasi traceability dikembangkan menggunakan metode Waterfall dan diimplementasikan sebagai prototipe berbasis ekosistem Microsoft (Power Apps, SharePoint) dengan pemindaian QR Code yang tersinkronisasi dengan Master Production Schedule. Model penjadwalan menghasilkan jadwal dengan nol part terlambat dan mampu menekan biaya produksi non-reguler sebesar 65% dibandingkan kondisi eksisting. Tata letak usulan skenario centralized menurunkan ongkos material handling sebesar 36,5% dan jarak tempuh material sebesar 29,9%, sekaligus mengeliminasi backtracking, dengan hasil yang robust terhadap perubahan demand, upah, dan biaya energi. Sistem informasi yang dikembangkan memenuhi 14 dari 16 kebutuhan fungsional dan memproyeksikan penghematan biaya sebesar Rp1,81 miliar per tahun melalui pengecilan radius isolasi produk cacat. Secara keseluruhan, integrasi ketiga solusi ini berhasil meningkatkan keandalan pemenuhan jadwal, kelancaran aliran material, dan akurasi traceability pada lini casting-machining Plant Y PT X.