📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 2 dokumen

PEMBANGUNAN TITIK TETAP REFERENSI TINGGI UNTUK KEGIATAN SURVEI PEMETAAN DAN REKAYASA DI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA

Titik tetap referensi tinggi sangat dibutuhkan dalam berbagai kegiatan survei pemetaan dan rekayasa, sebagai acuan referensi ketinggian. Namun dengan adanya peristiwa penurunan muka tanah yang sering terjadi di kota-kota besar seperti Jakarta, maka titik-titik tetap tersebut juga mengalami penurunan dan sudah tidak merepresentasikan nilai ketinggiannya. Dengan demikian, diperlukan titik tetap referensi tinggi yang stabil terhadap peristiwa penurunan muka tanah tersebut. Berdasarkan pengamatan para ahli, penurunan muka tanah terjadi disebabkan oleh pengambilan air di sumur yang berlebih, beban bangunan, kompaksi tanah, dan tektonik. Penurunan muka tanah tersebut berlangsung diantara lapisan permukaan tanah dan lapisan akuifer tempat air tanah berada.Metode penelitian tugas akhir ini melakukan pengamatan GPS statik pada titik-titik tetap yang telah dibangung dengan pondasi tertentu, pengamatan GPS setidaknya dua tahun sebagai penguji kestabilan titik tersebut. Data hasil pengamatan tersebut diolah menggunakan perangkat lunak ilmiah Bernese 5.0, kemudian nilai tinggi titik tetap hasil pengolahan tersebut diamati perubahannya. Perubahan tinggi yang terjadi pada titik-titik yang dibangun dengan pondasi mencapai kedalaman 400 meter di bawah permukaan tanah tersebut, tidak signifikan, hanya dalam level milimeter, dan perubahan tersebut berada pada interval koreksi pengamatan GPS. Dengan demikian, titik-titik tersebut dapat dinyatakan stabil dan layak digunakan sebagai titik tetap refrensi tinggi di DKI Jakarta.

2026
👤 Penulis: SALMAN AL FARISI PANJAITAN ( NIM : 15108002 )
🏷️ Geodesi 🏷️ Pengolahan Data Geografi 🏷️ Analisis Teknik Gps

PEMBUATAN BASIS DATA dan PROSES KARTOGRAFIK PETA LINGKUNGAN PANTAI INDONESIA (DAERAH STUDI: PANTAI BARAT SUMATERA UTARA)

Indonesia adalah negara kepulauan dengan panjang pantai 95,181 kilometer. Dengan pantai sepanjang itu, lingkungan pantai menjadi aset yang sangat potensial untuk dikembangkan demi kemajuan kesejahteraan masyarakat, terutama masyarakat yang tinggal di daerah pantai. Peta merupakan salah satu syarat untuk mengembangkan suatu wilayah. Dalam pengembangan daerah pantai, peta harus memberikan informasi secara khusus untuk wilayah pesisir dan laut, terutama tentang kedalaman, jenis pantai (berpasir, berlumpur, atau berbatu), serta informasi dasar lainnya terkait dengan navigasi dan administrasi di wilayah laut. Peta pada zaman sekarang ini sudah dibuat dalam format basis data spasial. Jadi pada pembuatannya, pertama dilakukan pembuatan basis datanya terlebih dahulu, setelah itu dilakukan proses kartografik untuk keperluan penampilan (visualisasi) dan pencetakan .Hasil akhir yang diharapkan adalah peta Lingkungan Pantai Indonesia dalam format basis data yang sesuai dengan standard.

2026
👤 Penulis: NIKSON M N (NIM 15107083); Pembimbing: Dr. Ir. Samsul Bachri, M.Eng dan Dr. Ir. Akhmad Riqqi, M.Si
🏷️ Pengolahan Data Geografi 🏷️ Basis Data Spasial 🏷️ Analisis Kecerdasan Buatan
💬