📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 2 dokumenIDENTIFIKASI SISTEM PENYEDIAAN DAN TINGKAT KEPUASAN MASYARAKAT PENGGUNA AIR BERSIH DI KAWASAN PERMUKIMAN INFORMAL (STUDI KASUS: KAMPUNG PELANGI 200, KOTA BANDUNG)
Pertumbuhan penduduk di kawasan perkotaan yang dipicu oleh urbanisasi meningkatkan kebutuhan terhadap lahan hunian serta penyediaan infrastruktur dasar. Kondisi tersebut kemudian mendorong muncul dan berkembangnya permukiman informal di berbagai wilayah perkotaan. Kawasan ini umumnya tumbuh secara bertahap dan masih menghadapi keterbatasan akses terhadap layanan dasar, termasuk penyediaan air bersih. Air bersih menjadi kebutuhan pokok yang berperan dalam menjaga kesehatan masyarakat, mendukung kualitas hidup, serta menunjang keberlanjutan lingkungan tempat tinggal. Dalam konteks pembangunan global, penyediaan air bersih menjadi bagian dari target Sustainable Development Goals (SDGs), terutama pada Tujuan 6 yang menekankan pemenuhan akses air minum dan sanitasi yang layak secara merata dan berkelanjutan. Pada tingkat nasional, penyelenggaraan layanan air bersih diatur melalui Peraturan Pemerintah Nomor 122 Tahun 2015 tentang Sistem Penyediaan Air Minum yang menekankan pemenuhan aspek kualitas, kuantitas, dan kontinuitas pelayanan. Namun, penyediaan air bersih pada kawasan permukiman informal masih menghadapi berbagai kendala yang berpengaruh terhadap kualitas layanan yang diterima masyarakat. Permasalahan tersebut tidak hanya berkaitan dengan kecukupan pasokan air, tetapi juga berhubungan dengan bagaimana masyarakat menilai layanan serta tingkat kepuasan yang dirasakan. Kampung Pelangi 200 di Kelurahan Dago, Kota Bandung merupakan salah satu kawasan permukiman informal perkotaan yang menjadikan layanan air bersih sebagai bagian penting dalam menunjang kebutuhan domestik sehari-hari. Berdasarkan kondisi tersebut, penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi sistem penyediaan air bersih sekaligus mengidentifikasi tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan yang diterima. Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods dengan menggabungkan metode kuantitatif dan kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, penyebaran kuesioner kepada 150 responden, wawancara dengan masyarakat dan pihak terkait, serta pengujian kualitas air di laboratorium. Selanjutnya, data dianalisis menggunakan analisis deskriptif, analisis supply–demand air bersih, Importance–Performance Analysis (IPA), dan evaluasi kualitas air berdasarkan hasil pengujian laboratorium.
DESAIN DAN IMPLEMENTASI SISTEM HYBRID SOLAR STILL DENGAN PEMANAS BERTENAGA SOLAR PV UNTUK DESTILASI AIR LIMBAH
Ketersediaan air bersih merupakan tantangan global, khususnya di wilayah dengan sumber daya air terbatas. Salah satu solusi yang efisien dan ramah lingkungan adalah teknologi solar still, yang memanfaatkan energi surya untuk proses distilasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan membandingkan performa solar still konvensional dengan solar still tipe hibrida yang dilengkapi elemen pemanas (heater) sebagai sumber energi tambahan. Variasi kedalaman air (2 cm, 5 cm, dan 8 cm) serta lima titik pengukuran temperatur (A–E) digunakan untuk menganalisis distribusi termal dan pengaruhnya terhadap output sistem. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa penggunaan pemanas secara signifikan meningkatkan suhu air basin, temperatur kaca, dan temperatur udara di dalam unit. Efek ini berdampak langsung pada peningkatan laju evaporasi dan volume air hasil distilasi. Output tertinggi tercatat pada solar still hibrida dengan kedalaman air 2 cm, yakni sebesar 160 mL, lebih tinggi dibandingkan unit konvensional dengan 140 mL. Efisiensi termal dan laju evaporasi sistem hibrida juga lebih unggul pada seluruh variasi kedalaman. Analisis distribusi temperatur dari lima titik pengukuran menunjukkan bahwa titik tengah (Titik C dan E) mengalami akumulasi panas tertinggi, yang berkontribusi signifikan terhadap performa distilasi. Dengan demikian, integrasi antara pemanasan pasif (matahari) dan aktif (elemen pemanas) dalam desain solar still hibrida terbukti mampu meningkatkan efisiensi termal dan produktivitas air suling. Teknologi ini memiliki potensi aplikatif untuk penyediaan air bersih di daerah terpencil dengan keterbatasan energi konvensional.