📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 2 dokumenPENERAPAN KONSOLIDASI LAHAN VERTIKAL MELALUI PENDEKATAN U-DEVELOP SEBAGAI UPAYA PENATAAN PERMUKIMAN KUMUH DI KELURAHAN PEJAGALAN, KECAMATAN PENJARINGAN, JAKARTA UTARA
Keterbatasan lahan di kawasan perkotaan mendorong berkembangnya permukiman padat dan kumuh, khususnya di kota metropolitan seperti Jakarta. Salah satu kawasan yang mengalami permasalahan tersebut adalah RW 15 RT 04 dan RT 05 Kelurahan Pejagalan, Penjaringan, Jakarta Utara, yang memiliki karakteristik berupa kepadatan bangunan tinggi, keterbatasan infrastruktur dasar, kondisi hunian yang belum layak, serta kerentanan terhadap banjir. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan rancangan penataan kawasan permukiman kumuh melalui penerapan Konsolidasi Lahan Vertikal (KTV) dengan pendekatan U-Develop. Metode pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, kuesioner, wawancara, dan pengumpulan data sekunder dari instansi terkait. Metode analisis yang digunakan meliputi analisis deskriptif kualitatif, analisis perhitungan konsolidasi lahan vertikal, dan analisis perancangan kawasan. Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa kawasan studi seluas 2,1 hektar memiliki tingkat kekumuhan sedang dengan kepadatan penduduk mencapai 433 jiwa per hektar, sehingga memerlukan penataan kawasan melalui pembangunan hunian vertikal berupa rumah susun. Hasil perhitungan KTV dengan pendekatan U-Develop menghasilkan pembagian kawasan ke dalam tiga zona utama, yaitu Zona A untuk pembangunan rusunawa milik pemerintah, Zona B untuk pembangunan rusunami sebagai kompensasi kepemilikan bagi peserta konsolidasi, dan Zona C sebagai area komersial untuk investasi melalui skema Kemitraan Masyarakat, Pemerintah, dan Badan Usaha (KMPBU). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan KTV dengan pendekatan U-Develop dapat menjadi alternatif penataan kawasan permukiman kumuh melalui optimalisasi pemanfaatan lahan serta peningkatan kualitas hunian dan lingkungan kawasan yang berkelanjutan.
PERANCANGAN KAWASAN PERMUKIMAN PADA DAERAH BUKIT BERGELOMBANG (UNDULATING HILL AREA) MELALUI PENDEKATAN TOPOGRAPHICALLY SENSITIVE URBANISM
Pada perencanaan pengembangan wilayah perkotaan, kawasan bukit bergelombang dengan karakteristik kontur lereng miring seringkali tidak dipertimbangan dikarenakan terdapat tantangan dalam membangun pada kawasan tersebut, yang diantaranya adalah proses konstruksi, transportasi dan logistik yang sulit, biaya yang tidak murah, serta keselamatan dan keamanan lokasi konstruksi yang extra. Tenggarong merupakan kecamatan yang menjadi pusat pemerintahan dan merupakan kawasan terpadat dari Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur yang setiap tahun mengalami pertumbuhan penduduk dan mengakibatkan semakin berkurangnya lahan kosong pada kawasan datar, sehingga pengembangan kawasan perkotaan berpotensi menuju kawasan bukit bergelombang. Oleh karena itu, tesis ini bertujuan untuk merancang kawasan hunian pada bukit bergelombang yang sesuai dengan kaidah keselamatan dan kenyamanan serta memperthatikan kesesuaian lingkungan dengan metode topographically sensitive urbanism. Proses perancangan dilakukan menggunakan metode fragmental serta dua teknik perancangan, yaitu Modular Division dan Division by Aspect. Hasil dari penerapan metode dan teknik perancangan ini adalah kriteria dan aspek perancangan kawasan permukiman daerah bukit bergelombang yang mampu merespons karakteristik kontur lereng miring serta memerhatikan keselamatan dan kenyamanan pengguna. Diharapkan hasil dari perancangan ini dapat menjadi acuan dan studi lanjutan bagi pemerintah, pengembang dan akademisi dalam merespon pengembangan kawasan permukiman pada wilayah bukit bergelombang.