📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 2 dokumenPERANCANGAN SERI VIDEO MENGENAI FEAR OF FAILURE SEBAGAI UPAYA MENGURANGI PERFEKSIONISME MALADAPTIF PADA USIA 20-25 TAHUN
Rentang usia 20–25 tahun merupakan fase transisi menuju kedewasaan yang sering ditandai oleh tekanan internal berupa fear of failure atau ketakutan akan kegagalan. Kondisi ini dapat berkembang menjadi perfeksionisme maladaptif yang berdampak pada kesejahteraan emosional, motivasi, dan pengambilan keputusan individu. Oleh karena itu, diperlukan media komunikasi yang mampu membantu individu memahami dan merefleksikan dinamika emosional tersebut secara empatik. Laporan perancangan ini bertujuan merancang seri video sinematik bertema fear of failure sebagai upaya meningkatkan kesadaran emosional dan mengurangi kecenderungan perfeksionisme berlebihan pada mahasiswa tingkat akhir dan fresh graduate usia 20–25 tahun. Metode perancangan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi literatur dan wawancara. Proses perancangan meliputi tahap praproduksi, produksi, dan pascaproduksi dengan penerapan visual storytelling, metafora visual, dan komunikasi emosional. Instagram Reels dipilih sebagai medium utama karena relevan dengan pola konsumsi media generasi muda.
PERANCANGAN ANIMASI 2D TENTANG PERFEKSIONISME UNTUK MAHASISWA
Perfeksionisme, yang dapat didefinisikan sebagai kombinasi dari standar personal yang terlalu tinggi dan evaluasi diri yang terlalu kritis, dapat menjadi sebuah tantangan besar bagi mahasiswa saat mereka menghadapi dunia akademik. Perfeksionisme juga berhubungan erat dengan burn out, procrastination, dan stres akademik. Sebuah studi bahkan menyatakan bahwa perfeksionisme kian meningkat di kalangan mahasiswa. Isu ini diperparah dengan kemajuan teknologi dan era media sosial yang juga membawa dampak kerugian psikologis, salah satunya kecemasan sosial. Untuk itu, diperlukan sebuah media informasi untuk membantu mahasiswa yang kesulitan dalam mengatasi perfeksionisme. Animasi merupakan media yang efektif untuk menyampaikan informasi karena animasi umumnya dapat diakses oleh berbagai macam kelompok usia, budaya, dan tingkat literasi, serta dapat menarik perhatian dan diingat oleh penonton. Proses perancangan animasi ini dimulai dengan tinjauan pustaka mengenai perfeksionisme, media animasi, dan psikografi kelompok usia mahasiswa. Kemudian, dilanjutkan dengan wawancara dengan psikolog konselor, kuesioner mahasiswa, dan wawancara mahasiswa. Sesuai rekomendasi perancangan dari hasil riset, animasi ditujukan untuk mahasiswa yang bermasalah dengan kecenderungan perfeksionis, dengan gaya visual disesuaikan dengan data kuesioner, dan memuat narasi dari peristiwa sulit yang dihadapi mahasiswa, serta menunjukkan cara mengatasi kecenderungan perfeksionis tersebut. Hasil rancangan berupa sebuah animasi yang menampilkan visualisasi dari narasi pengalaman mahasiswa yang mengalami kesulitan karena kecenderungan perfeksionis.