📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 1 dokumenNIMA: SEBUAH PUSAT PROMOSI DAN BUDIDAYA PERIKANAN DI TEPI WADUK DARMA
Waduk Darma di Kabupaten Kuningan merupakan kawasan perairan multifungsi yang berperan sebagai sumber irigasi, destinasi wisata, sekaligus sentra budidaya perikanan air tawar melalui lebih dari 6.500 unit Keramba Jaring Apung (KJA). Potensi tersebut belum didukung oleh fasilitas yang mampu mengintegrasikan aktivitas produksi perikanan, mitigasi risiko budidaya, serta kegiatan wisata dan edukasi. Di sisi lain, fenomena upwelling (umbalan) yang terjadi secara berkala menyebabkan penurunan kualitas air dan kematian ikan secara massal sehingga menimbulkan kerugian ekonomi yang besar bagi para pembudidaya. Infrastruktur pascapanen, logistik, dan ruang publik yang tersedia juga masih terbatas sehingga belum mampu meningkatkan nilai tambah hasil perikanan maupun kualitas pengalaman wisata kawasan. Tugas akhir ini mengusulkan NIMA (Adaptive Fishery Hub) sebagai sebuah pusat promosi dan budidaya perikanan di tepi Waduk Darma yang berfungsi sebagai titik temu antara aktivitas ekonomi, sosial, dan ekologi. Perancangan menggabungkan tiga fungsi utama, yaitu fasilitas Pusat Pemasaran dan Promosi Hasil Perikanan (P3HP), pusat penyelamatan ikan berbasis Recirculating Aquaculture System (RAS) yang didukung sistem pemantauan kualitas air, serta ruang publik dan wisata edukatif yang memperlihatkan proses budidaya dan pengolahan hasil perikanan secara aman tanpa mengganggu operasional. Pendekatan perancangan menggunakan Concept-Based Approach dengan konsep Adaptive Confluence, yang memaknai bangunan sebagai antarmuka antara manusia dan alam, air dan daratan, serta aktivitas produksi dan rekreasi dalam satu ekosistem yang adaptif terhadap perubahan lingkungan. Konsep tersebut diwujudkan melalui strategi pemisahan sirkulasi publik dan logistik, penerapan alur pengolahan yang higienis, respons terhadap fluktuasi muka air waduk, serta pembentukan ruang transisi yang memungkinkan interaksi visual antara pengunjung dan aktivitas perikanan. Massa bangunan disusun mengikuti karakter tapak dan orientasi terbaik ke arah waduk untuk memperkuat hubungan visual dengan lanskap sekaligus mendukung efisiensi operasional. Hasil perancangan menghadirkan sebuah fasilitas terpadu yang tidak hanya meningkatkan efisiensi rantai pasok dan nilai tambah produk perikanan, tetapi juga memperkuat ketahanan sektor budidaya terhadap fenomena upwelling melalui sistem mitigasi berbasis teknologi. Di sisi lain, proyek ini membangun identitas baru kawasan Waduk Darma sebagai destinasi wisata edukatif yang menghubungkan masyarakat, nelayan, dan wisatawan dalam pengalaman ruang yang informatif, interaktif, dan berkelanjutan. Dengan demikian, NIMA diharapkan menjadi model pengembangan kawasan perikanan tepi waduk yang mampu mengintegrasikan produktivitas ekonomi, pelestarian lingkungan, dan penguatan kualitas ruang publik.