📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 3 dokumen

ANALISIS PENGARUH AUGMENTED REALITY (VIRTUAL TRY-ON) DAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE (ANALISIS WARNA) TERHADAP NIAT BELI GENERASI Z TERHADAP PRODUK MAKE-UP DI INDONESIA : KASUS WARDAH

Integrasi Augmented Reality (AR) dan Artificial Intelligence (AI) yang semakin meningkat dalam industri kecantikan di Indonesia telah mengubah cara konsumen mengevaluasi dan memilih produk makeup. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana Virtual Try-On berbasis AR dan Color Analysis berbasis AI memengaruhi niat beli konsumen Generasi Z terhadap produk makeup di Indonesia. Penelitian ini menggunakan kerangka Stimulus–Organism–Response (SOR), karena model ini memungkinkan penjelasan psikologis yang lebih mendalam mengenai bagaimana stimulus teknologi memicu evaluasi kognitif dan emosional internal, yang selanjutnya membentuk niat perilaku. Dengan berfokus pada persepsi nilai internal konsumen, penelitian ini tidak hanya menangkap aspek kinerja teknologi, tetapi juga proses psikologis yang mendasari pengambilan keputusan dalam konteks kecantikan digital. Pendekatan kuantitatif digunakan dengan mengumpulkan data melalui kuesioner terstruktur berskala Likert yang didistribusikan kepada responden Generasi Z di Indonesia berusia 18– 26 tahun yang memiliki pengalaman menggunakan fitur kecantikan berbasis AR/AI. Data dianalisis menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Interactive Experience secara signifikan meningkatkan Perceived Utilitarian Value, sementara Insight Experience secara signifikan memperkuat Perceived Hedonic Value. Sebaliknya, Accuracy Experience tidak berpengaruh signifikan terhadap Hedonic Value, yang menunjukkan bahwa akurasi dipersepsikan sebagai kebutuhan fungsional dasar, bukan sebagai pendorong emosional. Selain itu, Perceived Utilitarian Value muncul sebagai prediktor paling berpengaruh terhadap Purchase Intention, yang menegaskan pentingnya evaluasi fungsional dalam membentuk keputusan pembelian berbasis teknologi. Secara keseluruhan, model penelitian ini menunjukkan daya jelaskan yang kuat dan menekankan peran sentral persepsi nilai sebagai mekanisme psikologis yang menghubungkan pengalaman AR/AI dengan niat beli konsumen. Penelitian ini berkontribusi pada literatur perilaku konsumen digital dengan membedakan jalur nilai fungsional dan emosional dalam lingkungan berbasis AR/AI. Secara praktis, merek kecantikan disarankan untuk memprioritaskan desain sistem yang interaktif, insight berbasis AI yang terpersonalisasi, serta fitur pendukung keputusan guna meningkatkan keyakinan kognitif dan keterlibatan emosional konsumen. Penelitian selanjutnya dapat mengembangkan kerangka ini dengan memasukkan mediator psikologis tambahan seperti kepercayaan atau persepsi risiko, serta mengujinya pada kategori produk dan konteks budaya yang berbeda.

2026
👤 Penulis: Nabila Wadhah
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Virtual Try-On 🏷️ Perilaku Konsumen Digital

MENGEKSPLORASI BISNIS INTERNASIONAL DI ERA INFORMASI DAN DIGITAL: PERSPEKTIF GENERASI Z TERHADAP INOVASI TEKNOLOGI, KONEKTIVITAS GLOBAL, PERKEMBANGAN PERILAKU KONSUMEN, DAN MASA DEPAN PASAR DIGITAL DI INDONESIA

Dalam beberapa tahun terakhir, perekonomian digital Indonesia telah berkembang pesat, yang sebagian besar didorong oleh meningkatnya pengaruh Generasi Z terhadap tren bisnis internasional dan perkembangan ekonomi digital. Sebagai generasi asli digital (digital natives), mereka tumbuh dengan akses yang konsisten terhadap internet, ponsel pintar, dan platform media sosial, yang membentuk cara mereka berkomunikasi, berbelanja, dan terhubung dengan merek lintas negara. Generasi ini menghargai transparansi, pengalaman yang dipersonalisasi, dan interaksi yang autentik, ekspektasi yang mempengaruhi cara perusahaan merancang produk, memberikan layanan, dan berinteraksi dengan pelanggan di era globalisasi saat ini. Namun, meskipun peluangnya besar, banyak perusahaan internasional maupun usaha kecil dan menengah (UKM) masih menghadapi tantangan dalam membangun hubungan yang bermakna dengan Generasi Z di Indonesia. Meskipun kelompok ini diakui secara luas sebagai segmen pasar yang penting, masih terdapat kesenjangan dalam memahami bagaimana perilaku digital, konektivitas global, dan preferensi konsumen yang terus berkembang membentuk keterlibatan mereka dengan merek. Salah satu tantangan yang umum adalah kegagalan bisnis dalam mengubah inovasi teknologi menjadi pengalaman digital yang mulus, relevan, dan mudah digunakan. Sementara konektivitas global memberikan peluang bagi brand untuk menjangkau audiens yang lebih luas, banyak yang belum berhasil menyesuaikan strategi mereka dengan budaya lokal menyebabkan konten dan kampanye terasa umum dan kurang selaras dengan konteks unik Indonesia. Kesenjangan ini semakin melebar karena Generasi Z mengadopsi teknologi baru jauh lebih cepat dibandingkan kemampuan banyak perusahaan internasional dalam menyesuaikan strategi mereka. Lambat beradaptasi bisa membuat perusahaan tertinggal di pasar digital Asia Tenggara yang berkembang pesat dan melewatkan peluang menjangkau generasi yang membentuk tren global. Penelitian ini mengkaji adaptasi strategi bisnis Indonesia di pasar global terhadap nilai, preferensi, dan perilaku Gen Z. Fokus penelitian meliputi tiga faktor utama: inovasi teknologi, konektivitas global, dan perilaku konsumen yang terus berkembang, serta bagaimana ini mempengaruhi persepsi terhadap globalisasi dalam perekonomian digital. Studi ini melibatkan responden berusia 18 hingga 28 tahun di Indonesia yang secara rutin berinteraksi dengan merek internasional dan menggunakan platform digital dalam kehidupan sehari-hari. Data dikumpulkan melalui survei daring dan dianalisis menggunakan IBM SPSS Statistics versi 29, dengan penerapan analisis regresi linear berganda, statistik deskriptif, serta uji validitas dan reliabilitas. Penelitian ini memberikan wawasan untuk membantu perusahaan menyesuaikan strategi dengan kebutuhan dan ekspektasi Gen Z yang memiliki literasi digital tinggi dan konektivitas global.

2025
👤 Penulis: Agnes Amelia Citra Kristiari
🏷️ Inovasi Teknologi 🏷️ Konektivitas Global 🏷️ Perilaku Konsumen Digital

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN PEMBELIAN LAYANAN PESAN ANTAR MAKANAN ONLINE DI BANDUNG

Pertumbuhan layanan pesan-antar makanan online (Online Food Delivery/OFD) telah mengubah pola konsumsi masyarakat modern dengan menawarkan kecepatan, kemudahan, dan aksesibilitas. Di kota Bandung yang memiliki tingkat literasi digital tinggi dan gaya hidup masyarakat yang semakin dipengaruhi oleh teknologi, pemahaman terhadap faktor- faktor yang memengaruhi keputusan pembelian layanan OFD menjadi sangat penting. Penelitian ini mengkaji tujuh variabel utama yaitu: sensitivitas harga, penawaran promosi, ulasan pelanggan, citra merek, kualitas makanan, kecepatan pengiriman, dan variasi menu untuk melihat pengaruhnya terhadap perilaku konsumen. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif melalui penyebaran kuesioner kepada 167 pengguna OFD di Bandung yang telah menggunakan layanan GoFood, GrabFood, atau ShopeeFood dalam tiga bulan terakhir. Data dianalisis menggunakan regresi linier berganda melalui bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil analisis menunjukkan bahwa penawaran promosi, citra merek, kualitas makanan, dan kecepatan pengiriman berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen. Sementara itu, sensitivitas harga, ulasan pelanggan, dan variasi menu tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan secara statistik. Penawaran promosi menjadi faktor paling dominan, menunjukkan bahwa konsumen sangat responsif terhadap diskon dan penawaran khusus. Citra merek juga berperan penting dalam meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap restoran atau platform layanan. Kualitas makanan dan ketepatan waktu pengiriman terbukti menjadi atribut layanan utama yang meningkatkan kepuasan dan niat pembelian ulang. Implikasi praktis dari temuan ini menunjukkan bahwa pelaku usaha di sektor OFD Bandung sebaiknya memprioritaskan strategi promosi, membangun citra merek yang kuat, menjaga kualitas makanan, dan mengoptimalkan logistik pengiriman. Sebaliknya, upaya untuk menurunkan harga di luar program promosi, memperluas variasi menu, atau meningkatkan sistem ulasan pelanggan kemungkinan tidak memberikan dampak yang signifikan terhadap keputusan pembelian. Secara keseluruhan, penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pemahaman perilaku konsumen secara lokal dalam sektor layanan makanan berbasis digital dan menyediakan kerangka kerja bagi strategi pemasaran dan pelayanan yang lebih efektif sesuai dengan karakteristik pasar urban Bandung.

2025
👤 Penulis: Ahmad Irsyad Hindrawan
🏷️ Analisis Data Kuantitatif 🏷️ Perilaku Konsumen Digital
💬