📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 1 dokumen

EVALUASI PEMBANGUNAN PERKOTAAN DAN MASYARAKAT YANG CERDAS MELALUI INDIKATOR SNI ISO 37122 DI KOTA BANDUNG

Perkembangan perkotaan di Indonesia yang semakin pesat menuntut penyelenggaraan pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan, tetapi juga menjamin keberlanjutan, kecerdasan, dan ketangguhan wilayah, sebagaimana diamanatkan Peraturan Pemerintah Nomor 59 Tahun 2022 tentang Perkotaan. Pasal 41 ayat (1) PP tersebut mengamanatkan penyusunan Indeks Perkotaan Berkelanjutan mengacu pada Standar Nasional Indonesia (SNI), yang kemudian diterjemahkan Badan Standardisasi Nasional melalui adopsi identik SNI ISO 37120 tentang kota berkelanjutan, SNI ISO 37122 tentang kota cerdas, dan SNI ISO 37123 tentang kota berketahanan. Meskipun kerangka regulasi tersebut telah tersedia, implementasi pengukuran kota cerdas di Indonesia hingga kini masih menghadapi persoalan mendasar. Kota Bandung, sebagai salah satu kota pelopor kota cerdas di Indonesia dengan Peraturan Wali Kota Nomor 1470 Tahun 2018 tentang Rencana Induk Bandung Kota Cerdas Periode 2018-2023, masih menghadapi kesenjangan antara ketersediaan standar pengukuran SNI ISO 37122:2019 dengan penerapannya di lapangan yang belum terpadu dan konsisten. Penelitian ini bertujuan menilai kondisi dan capaian Kota Cerdas Kota Bandung berdasarkan indikator SNI ISO 37122 dalam mendukung arah pembangunan perkotaan sesuai PP Nomor 59 Tahun 2022, melalui tiga sasaran, yaitu meninjau relevansi indikator terhadap ketersediaan data di Kota Bandung, mengkaji kondisi eksisting berdasarkan indikator terpilih, serta menganalisis rating capaian antarindikator dan merumuskan strategi pengembangannya.viii Penelitian ini menggunakan data sekunder yang bersumber dari instansi pemerintah Kota Bandung, dokumen perencanaan, dan portal data terbuka, dengan rentang waktu pengamatan tahun 2020 hingga 2025 dan prioritas pada data tahun 2024- 2025 melalui pendekatan best available data. Analisis dilakukan melalui tiga tahap yang saling berkelanjutan, yaitu peninjauan relevansi dan ketersediaan data pada 80 indikator dalam 19 tema SNI ISO 37122:2019, pengukuran kondisi eksisting setiap indikator terpilih menggunakan data sekunder yang dilengkapi data primer kuesioner untuk indikator bersifat rumah tangga, serta analisis rating capaian antartema yang divisualisasikan melalui diagram radar dan dilanjutkan dengan perumusan strategi pengembangan menggunakan kerangka Strategic Choice Approach (SCA) yang dikembangkan oleh Friend dan Hickling (2005) melalui empat mode kerja shaping, designing, comparing, dan choosing, serta ditinjau lebih lanjut melalui empat aspek pendekatan Technology, Organization, Process, dan Product (TOPP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak seluruh indikator SNI ISO 37122:2019 dapat diterapkan secara langsung pada konteks Kota Bandung akibat keterbatasan ketersediaan data resmi di tingkat kota, sehingga diterapkan pendekatan proxy indicator secara konsisten pada indikator-indikator yang datanya belum terdokumentasi. Rata-rata capaian Kota Cerdas Kota Bandung secara keseluruhan tercatat sebesar 34,19%, dengan variasi capaian yang cukup lebar antartema. Tema Perencanaan Perkotaan mencatatkan capaian tertinggi (79,15%), diikuti Kesehatan (66,11%), Telekomunikasi (63,12%), Perumahan (61,15%), dan Keuangan (51,79%), yang menunjukkan fondasi kuat pada aspek tata ruang digital, layanan kesehatan, infrastruktur telekomunikasi, penyediaan perumahan, serta digitalisasi keuangan kota. Sebaliknya, tema Keamanan (4,18%), Air Limbah (8,26%), dan Energi (8,76%) mencatatkan capaian terendah, yang mengindikasikan keterbatasan sistem pemantauan berbasis teknologi, seperti kamera pengintai digital terintegrasi, SCADA, dan smart metering, pada ketiga sektor tersebut. Analisis rating melalui diagram radar mengonfirmasi pola ketimpangan pembangunan Kota Cerdas Kota Bandung antarsektor, dengan sektor yang telah memiliki basis kelembagaan dan regulasi mapan cenderung mencapai kinerja lebih tinggi dibandingkan sektor yang membutuhkan investasi infrastruktur teknologi berskala besar dan koordinasi lintasix lembaga yang kompleks. Penerapan kerangka SCA-TOPP selanjutnya menghasilkan rekomendasi strategi pengembangan yang terintegrasi pada aspek penyediaan teknologi terbuka, penguatan kelembagaan lintas perangkat daerah, penerapan siklus pengambilan keputusan bertahap, serta penetapan keluaran nyata berupa kebijakan, infrastruktur, dan platform digital, yang dikelompokkan menjadi prioritas jangka pendek, menengah, dan panjang. Penelitian ini memberikan kontribusi akademik berupa contoh penerapan operasional SNI ISO 37122:2019 pada konteks kota di Indonesia, termasuk strategi mengatasi kesenjangan data melalui pendekatan proxy indicator, serta menunjukkan relevansi Strategic Choice Approach sebagai kerangka perumusan strategi pembangunan kota dalam kondisi ketidakpastian data yang tinggi. Secara praktis, penelitian ini menghasilkan basis data dan rekomendasi awal yang dapat menjadi masukan bagi Pemerintah Kota Bandung dalam menyusun kebijakan dan prioritas pengembangan Kota Cerdas ke depan, sejalan dengan arah kebijakan pembangunan perkotaan nasional sebagaimana diamanatkan PP Nomor 59 Tahun 2022. Penelitian ini juga memiliki sejumlah keterbatasan, antara lain ketergantungan pada data proksi yang bersifat estimasi, perbedaan periode data antarindikator akibat pendekatan best available data, serta rekomendasi strategi yang bersifat akademik dan belum melalui proses konsultasi publik langsung dengan pemangku kepentingan Pemerintah Kota Bandung, sehingga memerlukan verifikasi dan penyesuaian lebih lanjut oleh pengambil kebijakan sebelum diimplementasikan secara penuh.

2026
👤 Penulis: Fairuz Zahra Ghaniyyah
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Perkembangan Perkotaan 🏷️ Indikator Sni Iso 37122
💬