📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 5 dokumen

DESAIN DAN MANUFAKTUR SISTEM OTOMASI PENGHISAP SERANGGA PREDATOR PEMBASMI HAMA DENGAN MEMANFAATKAN EFEK VENTURI DARI PRINSIP BERNOULLI UNTUK REVOLUSI PERTANIAN BERKELANJUTAN

Sektor pertanian Indonesia menghadapi kendala besar berupa hama yang merusak tanaman, di mana penggunaan pestisida kimia secara masif telah menimbulkan dampak negatif bagi ekosistem dan kesehatan manusia. Sebagai solusi alternatif yang lebih ramah lingkungan, pemanfaatan serangga predator hidup dapat digunakan sebagai agen hayati untuk menjaga keseimbangan populasi hama secara alami. Namun, permasalahan utama muncul pada sulitnya melakukan penangkapan manual tanpa merusak integritas fisik serangga tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalisasi desain dan manufaktur sistem penghisap serangga predator berbasis otomasi cerdas yang mampu menangkap subjek dalam kondisi hidup dan utuh. Metodologi penelitian ini dimulai dengan perancangan geometri nozzle menggunakan perangkat lunak SolidWorks untuk mendapatkan profil aerodinamis yang optimal guna memfasilitasi efek Venturi. Komponen mekanik kemudian diproduksi melalui teknologi 3D printing menggunakan material PLA+ yang memiliki ketangguhan mekanik tinggi untuk menahan getaran operasional. Sistem ini mengintegrasikan teknologi jet fan berkecepatan tinggi dengan sistem kendali berbasis Arduino Uno yang dilengkapi dua sensor tekanan berbasis modul TM7711 untuk pemantauan parameter secara real-time dalam sistem jerat tertutup (closed-loop). Hasil pengujian eksperimental menunjukkan bahwa sistem yang ditenagai oleh jet fan 110.000 RPM mampu menghasilkan penurunan tekanan statis yang signifikan, dari 101,3 kPa menjadi 96,65 kPa pada bagian leher (throat) Venturi. Selisih tekanan sebesar 4,65 kPa tersebut menginduksi kecepatan aliran udara sebesar 87,15 m/s, yang secara signifikan melampaui target awal penelitian sebesar 30 m/s. Analisis unjuk kerja membuktikan alat ini memberikan daya hisap yang stabil dan aman melalui optimasi aliran laminer, dengan durasi operasional baterai mencapai 12,87 menit. Penelitian ini berhasil menciptakan alat bantu pertanian presisi portabel yang efisien untuk mendukung prinsip pertanian berkelanjutan.

2026
👤 Penulis: Naufal Mahardhika
🏷️ Desain Dan Manufaktur Sistem Otomasi 🏷️ Pertanian Berkelanjutan 🏷️ Venturi Prinsip

PERANCANGAN PUSAT AGROWISATA DENGAN PENDEKATAN KONSTRUKSI BAMBU PADA LAHAN YANG CURAM

Terasering Panyaweuyan di Kecamatan Argapura, Kabupaten Majalengka merupakan kawasan agrikultur dataran tinggi dengan karakter topografi curam (kemiringan hingga 45%) yang memiliki potensi besar sebagai kawasan agrowisata. Namun, praktik pertanian konvensional berupa teras bangku dengan tanaman hortikultura pada lahan curam berkontribusi terhadap tingginya risiko erosi dan degradasi tanah. Di sisi lain, aktivitas pariwisata yang berkembang masih bersifat visual dan belum terintegrasi dengan sistem pertanian serta konservasi lahan yang ada. Kondisi ini menunjukkan perlunya intervensi arsitektur yang mampu meningkatkan nilai sosial-ekonomi kawasan tanpa memperbesar risiko kerusakan lereng. Perancangan ini bertujuan merumuskan konsep pusat agrowisata pada lahan curam melalui pemanfaatan konstruksi bambu sebagai lightweight material yang adaptif terhadap kondisi topografi dan ekologi tapak. Pendekatan yang digunakan adalah sustainable slope design dan bamboo architectural system dengan metode perancangan arsitektur berbasis analisis topografi, klimatologi, hidrologi, karakteristik tanah Andosol, serta kajian literatur dan preseden terkait pembangunan pada lahan miring dan konstruksi bambu. Hasil perancangan menghasilkan konfigurasi kawasan bertingkat yang mengikuti kontur lereng melalui pembagian strategi ground terrace, water terrace, dan construction terrace. Massa bangunan dirancang sebagai struktur panggung dengan sistem pondasi titik (bore pile) untuk meminimalkan pemotongan tanah dan menjaga stabilitas lereng. Sistem konstruksi bambu diterapkan dengan sambungan fleksibel dan prinsip preservation by design guna merespons pergerakan tanah, beban angin, serta kondisi iklim lembab. Pengelolaan air hujan dilakukan melalui integrasi rainwater harvesting, bioswale, kolam retensi, dan drainase berlapis untuk mereduksi aliran permukaan dan kejenuhan tanah. Selain itu, penerapan Vetiver Grass Technology berfungsi sebagai elemen stabilisasi lereng berbasis vegetasi. Perancangan ini menunjukkan bahwa integrasi material bambu, strategi pengelolaan air, dan konfigurasi bangunan yang mengikuti kontur dapat menjadi model pengembangan pusat agrowisata berkelanjutan yang adaptif terhadap tantangan geografis lahan curam.

2026
👤 Penulis: Melis Muhlisoh
🏷️ Konstruksi Bambu 🏷️ Pertanian Berkelanjutan 🏷️ Desain Topografi

USULAN STRATEGI BISNIS MENGGUNAKAN PENDEKATAN MANAJEMEN STRATEGIS UNTUK PERTUMBUHAN BISNIS (STUDI KASUS PT. GUNA OLAH NIAGA)

Pertanian masih merupakan sektor penting dalam perekonomian Indonesia, dan merupakan penyumbang sekitar 13-15% PDB nasional dan mempekerjakan sebagian besar penduduk. Namun, ketergantungan yang berlebihan pada pupuk kimia sejak Revolusi Hijau telah menyebabkan degradasi tanah yang parah dan masalah lingkungan. Dengan meningkatnya kebutuhan untuk menciptakan pertanian berkelanjutan dan organik, kemungkinan inovasi dalam produksi pupuk organik diperkenalkan. Sebagai perusahaan rintisan di Bandung, PT Guna Olah Niaga (PT GON) bertujuan untuk memecahkan masalah produktivitas pertanian serta masalah pengelolaan limbah dengan memproduksi pupuk organik cair yang dihasilkan dari biomassa invasif dan terbuang, misalnya eceng gondok dan limbah sayuran. Meskipun idenya menjanjikan, PT GON memiliki sejumlah masalah strategis yang terkait dengan kurangnya kapasitas produksi, kredibilitas pasar yang buruk, keterbatasan keuangan, dan diferensiasi produk yang buruk. Tujuan dari studi ini adalah untuk mengembangkan strategi bisnis yang diusulkan untuk membantu PT GON tumbuh secara berkelanjutan melalui penerapan pendekatan manajemen strategis. Tujuan penelitiannya adalah: (1) untuk menguji kekuatan dan kelemahan internal perusahaan dan peluang dan ancaman eksternal perusahaan berdasarkan kerangka kerja manajemen strategis, (2) untuk merekomendasikan strategi bisnis yang dapat digunakan untuk mewujudkan pertumbuhan dan daya saing dalam industri pupuk organik, dan (3) untuk merencanakan beberapa Indikator Kinerja Utama (KPI) yang terukur yang dapat diimplementasikan dalam periode tiga tahun. Peneliti menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif di mana data primer akan dikumpulkan dengan melakukan wawancara semi-terstruktur dengan delapan pemangku kepentingan utama yang merupakan empat pendiri organisasi dan empat pakar luar seperti petani, pejabat pemerintah daerah, dan praktisi di industri pertanian. Temuan tersebut dilengkapi dengan data sekunder, yang didasarkan pada laporan industri, literatur akademis, dan publikasi pemerintah. Rantai Nilai dan VRIO telah digunakan sebagai dua kerangka kerja analitis dalam analisis internal, dan PESTEL dan Lima Kekuatan Porter dalam analisis eksternal. Temuan tersebut kemudian disintesis menggunakan matriks SWOT dan TOWS untuk menghasilkan alternatif strategis. Analisis internal menunjukkan bahwa PT GON memiliki kekuatan dalam pemanfaatan limbah yang inovatif dan keahlian pendiri, serta kelemahan dalam hal standarisasi produksi dan skalabilitas serta sumber daya keuangan yang tidak memadai. Analisis eksternal menemukan beberapa peluang dalam peningkatan pengetahuan tentang pertanian berkelanjutan, permintaan B2B akan input ramah lingkungan, dan kewenangan pemerintah dalam isu sertifikasi organik. Meskipun demikian, risiko terbesar adalah pupuk kimia bersubsidi, pasar yang kompetitif, dan keengganan petani untuk mengadopsi produk karena ketidakpastian produk yang dirasakan. Berdasarkan formulasi TOWS, terdapat empat pilar strategis yang disarankan: (1) Keunggulan Proses Bisnis Internal dan Kapabilitas Operasional; (2) Kekuatan Finansial dan Kapasitas Pertumbuhan Berkelanjutan; (3) Kredibilitas Pasar, Pengembangan Pelanggan, dan Keterlibatan Eksternal; serta (4) Inovasi Jangka Panjang, Pengembangan Kapabilitas, dan Pembelajaran Organisasi. Strategi-strategi ini memiliki kerangka kerja Balanced Scorecard yang menguraikan KPI dalam empat perspektif, meliputi finansial, pelanggan, proses bisnis internal, pembelajaran, dan pertumbuhan, serta tujuan spesifik tahun 2026-2028. Studi ini menemukan bahwa pendekatan bisnis gabungan yang berfokus pada keunggulan operasional, penetrasi pasar berbasis strategis, dan pengembangan kompetensi dapat memperkuat keberadaan PT GON di pasar pupuk organik Indonesia. Selain implikasi manajerial PT GON, studi ini dapat menambah literatur tentang proses manajemen strategis melalui bukti bagaimana kerangka kerja strategis terstruktur memungkinkan usaha kecil berkelanjutan yang beroperasi di pasar negara berkembang untuk mencapai keunggulan kompetitif. Lebih lanjut, studi ini memberikan contoh yang dapat direplikasi oleh perusahaan rintisan lain di sektor ekonomi hijau di Indonesia untuk beralih dari fase operasional awal ke fase pengembangan bisnis yang terorganisir.

2026
👤 Penulis: Raka Aludi Haryanto
🏷️ Pertanian Berkelanjutan 🏷️ Manajemen Strategis 🏷️ Inovasi Pupuk Organik

FOODSCAPES : A LIVING SPACE FOR FARMERS AND SOCIETY

Kehadiran perguruan tinggi menjadi salah satu faktor terjadinya urbanisasi di Kecamatan Dramaga. Meningkatnya jumlah penduduk menjadikan banyak lahan pertanian dialihkan menjadi lahan permukiman dan jalan menyesuaikan kebutuhan penduduk sehingga ketahanan pangan terancam karena adanya penurunan produksi pangan. Perubahan iklim juga menjadi tantangan bagi para petani karena dapat mengganggu pertumbuhan tanaman. Namun di samping itu, petani juga ikut berpartisipasi dalam peningkatan emisi dengan pertanian yang tidak berkelanjutan. Tingginya keinginan konsumen mengenai kualitas pangan menjadikan banyak produk pangan tidak laku sehingga produk pun membusuk dan terbuang sia-sia yang seharusnya jika ditangani dengan baik dapat menjadi solusi kelaparan dan kekurangan gizi masyarakatnya. Proyek ini menawarkan kolaborasi untuk membina para petani mengenai pertanian yang berkelanjutan dan memberikan dukungan terhadap hasil panennya. Dengan tujuan menciptakan wadah kolaborasi yang mendukung kesejahteraan petani melalui sistem pangan berkelanjutan, misi agar proyek ini tercapai adalah kolaborasi, edukasi, dan persuasif. Proyek ini menyediakan tempat produksi, pengolahan, pemasaran, hingga re-produksi pangan dengan konsep dari tanah kembali ke tanah yang akan bermitra dengan Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura, Institut Pertanian Bogor, dan Javara Indonesia. Proyek akan berlokasi di Jalan Tanjakan Dramaga, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor dengan pertimbangan aksesibilitas, keberadaan sungai, dan lahan yang sebelumnya merupakan lahan pertanian. Pengguna terdiri dari petani, sivitas akademika, pengunjung, dan pengguna lain. Persoalan pada perancangan arsitektur berupa wadah kolaborasi petani, penerapan arsitektur hijau dengan sistem berkelanjutan, tanaman sayur sebagai elemen lanskap, serta perancangan arsitektur dan lingkungan yang setara sehingga teori third place, arsitektur hijau, dan edible landscape digunakan untuk menanggapi persoalan yang ada.

2025
👤 Penulis: Lu'lu'il Mahfuzh
🏷️ Kebijakan Publik 🏷️ Pertanian Berkelanjutan 🏷️ Manajemen Sumber Daya Alam

MENGIDENTIFIKASI FAKTOR KUNCI KEBERHASILAN DAN PENDEKATAN STRATEGIS UNTUK KEBERLANJUTAN AGRIDESA DI SEKTOR AGRITECH YANG KOMPETITIF

Pertanian di Indonesia sangat erat kaitannya dengan identitas bangsa, mencakup tradisi, mata pencaharian, dan budaya. Namun, sektor pertanian saat ini sedang mengalami transformasi signifikan yang didorong oleh kemajuan teknologi. Agridesa, sebuah perusahaan agritech, berada di garis depan pergerakan ini, mendorong batasan dan menetapkan standar baru. Tesis ini mengeksplorasi faktor-faktor kunci yang berkontribusi terhadap keberlanjutan Agridesa di tengah banyaknya kegagalan di sektor agritech, melalui kerangka Resource-Based View (RBV). Tesis ini bertujuan untuk memahami faktor-faktor yang berkontribusi pada keberlanjutan Agridesa meskipun banyaknya kegagalan yang terjadi di sektor agritech. Selain itu, tesis ini juga berupaya mengembangkan rekomendasi strategis untuk memastikan keberlanjutan dan pertumbuhan Agridesa di masa depan. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kualitatif untuk mengeksplorasi dinamika yang rumit antara teknologi, tradisi, dan keberlanjutan dalam operasi Agridesa. Dengan menggunakan wawancara semi-terstruktur dan analisis tematik, penelitian ini menggali pengalaman dan perspektif para pemangku kepentingan Agridesa, termasuk CEO, koordinator proyek, agronom, pemegang saham, dan perwakilan dari asosiasi petani. Temuan penelitian ini mengungkapkan faktor-faktor keberhasilan kritis yang memungkinkan Agridesa untuk mempertahankan dan mengembangkan operasinya. Faktor-faktor ini meliputi integrasi teknologi modern dengan praktik pertanian tradisional, penerapan protokol agri-input yang ramah lingkungan, dan keterlibatan pemangku kepentingan yang proaktif. Penelitian ini menyimpulkan dengan rekomendasi strategis untuk Agridesa, yang menekankan pada peningkatan strategi berbasis data, kolaborasi dengan pemangku kepentingan, serta keseimbangan antara inovasi dan kearifan tradisional. Wawasan ini bertujuan untuk berkontribusi pada diskusi yang lebih luas tentang praktik pertanian berkelanjutan dan peran inovasi agritech dalam mencapai keberlanjutan ekonomi, tanggung jawab lingkungan, dan penerimaan sosial di Indonesia..

2024
👤 Penulis: Kenji Widyarta
🏷️ Pertanian Berkelanjutan 🏷️ Inovasi Agritech 🏷️ Manajemen Rantai Pasok
💬