📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 1 dokumen

PENGARUH PERBEDAAN SUMBER PIGMEN ALAMI DARI LIMBAH KULIT BAWANG MERAH, KUBIS MERAH, DAN KULIT BUAH NAGA TERHADAP KUALITAS PIGMEN SEBAGAI BAHAN BAKU LABEL INDIKATOR SMART PACKAGING

Limbah pangan di Indonesia mencapai 14,73 juta ton per tahun, di mana limbah kulit bawang merah (Allium cepa L.), kubis merah (Brassica oleracea var. capitata L.), dan kulit buah naga (Hylocereus polyrhizus L.) mengandung pigmen alami yang berpotensi tinggi sebagai bahan baku smart packaging dalam bentuk indikator kesegaran makanan, namun belum dimanfaatkan secara maksimal. Pigmen ini memiliki sifat halokromik yang sensitif terhadap perubahan pH. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh perbedaan sumber pigmen terhadap kualitas dan karakteristik ekstrak, serta menentukan sumber bahan baku yang paling efektif dan stabil sebagai indikator kesegaran makanan. Penelitian dirancang menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan sumber limbah yang diekstraksi menggunakan metode perkolasi. Parameter yang diamati meliputi rendemen, kadar total antosianin, pH, warna (hue angle), dan stabilitas warna terhadap perubahan pH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan sumber pigmen berpengaruh signifikan (P<0,05) terhadap seluruh parameter yang diuji. Limbah kubis merah merupakan sumber pigmen paling efektif dengan rendemen tertinggi sebesar 95,06%, kadar total antosianin 11,90 mg/100g, pH 5,16, dan nilai hue angle 18,8. Selain itu, kubis merah memiliki spektrum respon halokromik paling luas dan kontras pada rentang pH 2–12 (merah-ungu-biru-hijau), sehingga memudahkan deteksi visual penurunan kualitas pangan secara real-time. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pigmen dari kubis merah adalah kandidat terbaik untuk aplikasi indikator kesegaran pada smart packaging.

2026
👤 Penulis: Saviera Fidela Arawinda
🏷️ Pigmen Alami 🏷️ Smart Packaging 🏷️ Manajemen Rantai Pasokan
💬