๐Ÿ“š Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 2 dokumen

ANALISIS PAJANAN PM2,5 TERHADAP SISWA SEKOLAH DASAR DI JAKARTA TIMUR

Polusi udara perkotaan, khususnya PM2,5, merupakan permasalahan kesehatan lingkungan yang signifikan di Jakarta dan berisiko tinggi bagi anak-anak sekolah dasar sebagai kelompok rentan. Kerentanan ini berkaitan dengan sistem pernapasan yang masih berkembang serta intensitas aktivitas harian yang meningkatkan peluang pajanan melalui inhalasi. Dalam konteks tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pajanan PM2,5 serta mengevaluasi potensi risiko kesehatannya pada siswa sekolah dasar di Jakarta Timur, sekaligus membandingkan konsentrasi antara Sekolah Dasar Negeri dan Sekolah Dasar Swasta sebagai dasar perumusan manajemen risiko. Penelitian melibatkan 42 siswa dengan pengukuran konsentrasi PM2,5 menggunakan alat pemantau kualitas udara PurpleAir dengan pendekatan Health Risk Assessment (HRA). Melalui pendekatan ini, nilai intake dihitung untuk selanjutnya dilakukan karakterisasi risiko non-karsinogenik menggunakan parameter hazard quotient (HQ). Analisis statistik turut dilakukan untuk menguji perbedaan konsentrasi antarjenis sekolah serta menilai hubungan antara intake PM2,5, fungsi paru, dan karakteristik antropometri siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi PM2,5 di Sekolah Dasar Negeri berada pada kisaran 20โ€“46 ยตg/mยณ, lebih tinggi dibandingkan Sekolah Dasar Swasta yang berada pada kisaran 8โ€“38 ยตg/mยณ, dengan perbedaan signifikan berdasarkan uji T. Secara rata-rata, konsentrasi di Sekolah Dasar Swasta masih memenuhi baku mutu udara dalam ruang, sedangkan di Sekolah Dasar Negeri melampaui baku mutu. Pola tersebut sejalan dengan nilai intake, di mana siswa Sekolah Dasar Negeri memiliki kisaran 0,00020โ€“0,00028 mg/kg/hari, sementara Sekolah Dasar Swasta berkisar 0,00015โ€“0,00027 mg/kg/hari. Meskipun demikian, seluruh nilai HQ ? 1 yang menunjukkan risiko non-karsinogenik rendah pada frekuensi pajanan 240 hari/tahun. Namun, mengingat sifat pajanan yang kumulatif, strategi manajemen risiko preventif tetap diperlukan. Analisis korelasi menunjukkan hubungan yang tidak signifikan antara intake PM2,5 dan fungsi paru, demikian pula antara karakteristik antropometri dan fungsi paru. Temuan ini mengindikasikan bahwa fungsi paru anak tidak hanya dipengaruhi oleh pajanan selama jam sekolah, tetapi juga oleh akumulasi pajanan dari mobilitas harian dan lingkungan rumah. Oleh karena itu, upaya pengendalian direkomendasikan melalui peningkatan filtrasi ruang kelas, pemantauan kualitas udara secara berkala, pemeriksaan kesehatan pernapasan, edukasi, serta penggunaan masker pada periode kualitas udara buruk.

2026
๐Ÿ‘ค Penulis: Madelaine Gloria Naarga
๐Ÿท๏ธ Polusi Udara Pm2,5 ๐Ÿท๏ธ Manajemen Rantai Pasok Kesehatan ๐Ÿท๏ธ Analisis Risiko Non-Karsinogenik

PEMODELAN INFEKSI PNEUMONIA DENGAN MEMPERHATIKAN FAKTOR POLUSI UDARA

Pneumonia merupakan infeksi paru-paru yang menyebabkan peradangan pada jaringan paru-paru yang merupakan satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas. Penelitian ini memodifikasi model kompartemen SISD (SusceptibleInfected-Susceptible-Death) dengan mengintegrasikan pengaruh polusi udara partikulat PM2.5 melalui fungsi laju infeksi ????(????) yang bergantung pada konsentrasi polutan PM2.5 dengan harapan dapat diperoleh model yang dapat menggambarkan dinamika infeksi pneumonia. Estimasi parameter pada dua dataset jumlah infeksi pneumonia di DKI Jakarta, yakni data jangka pendek (2022-2023) dan data jangka panjang dengan pola musiman (2017-2019). Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk data jangka pendek, fungsi kuadrat dan eksponensial kuadrat menghasilkan kinerja terbaik dengan nilai RMSE terendah 1.15-1.16ร—10??, mengonfirmasi korelasi positif antara PM2.5 dan laju infeksi. Namun, pada data jangka panjang, model mengalami keterbatasan dalam menangkap pola data dan puncak infeksi meskipun memberikan hasil yang memadai pada data latih. Temuan mengindikasikan bahwa PM2.5 dapat menjadi variabel efektif dalam pemodelan pneumonia jangka pendek. Meskipun demikian, penelitian ini menemukan bahwa model tidak mampu menangkap pola musiman pada pemodelan jangka panjang sehingga diperlukan pendekatan yang lebih komprehensif dalam memodelkan pneumonia jangka panjang.

2025
๐Ÿ‘ค Penulis: Ariansyah
๐Ÿท๏ธ Pneumonia ๐Ÿท๏ธ Polusi Udara Pm2.5 ๐Ÿท๏ธ Model Kompartemen Sisd
๐Ÿ’ฌ