📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 2 dokumenPENGARUH PERSEPSI KELANGKAAN DAN PERSEPSI KEBUTUHAN MENDESAK TERHADAP PERILAKU PENGABAIAN KERANJANG BELANJA DI E-COMMERCE: BUKTI DARI PENGGUNA SHOPEE
Pengabaian keranjang belanja tetap menjadi isu kritis dalam e-commerce, yang mencerminkan kesenjangan antara minat pembelian konsumen dan penyelesaian transaksi. Isyarat promosi seperti kelangkaan dan kebutuhan mendesak banyak tertanam dalam platform digital untuk memengaruhi pengambilan keputusan konsumen. Namun, bukti empiris yang meneliti pengaruh langsungnya terhadap perilaku pengabaian keranjang belanja masih terbatas. Studi ini menyelidiki pengaruh persepsi kelangkaan dan persepsi kebutuhan mendesak terhadap perilaku pengabaian keranjang belanja di kalangan pengguna Shopee. Penelitian ini mengadopsi desain penjelasan kuantitatif menggunakan survei lintas sektoral terhadap 223 responden yang dipilih melalui pengambilan sampel bertujuan. Data dianalisis menggunakan regresi linier berganda setelah melakukan uji validitas, reliabilitas, dan asumsi klasik. Temuan menunjukkan bahwa baik persepsi kelangkaan maupun persepsi kebutuhan mendesak secara signifikan memengaruhi perilaku pengabaian keranjang belanja, dengan kebutuhan mendesak menunjukkan pengaruh yang lebih kuat. Model ini menjelaskan sebagian besar varians dalam pengabaian keranjang belanja, menunjukkan bahwa persepsi isyarat promosi memainkan peran penting dalam membentuk hasil transaksi. Studi ini memperluas penelitian isyarat promosi dari niat pembelian ke perilaku pembayaran aktual dan memberikan wawasan praktis untuk mengoptimalkan strategi promosi digital.
STUDI TERHADAP FAKTOR YANG MEMENGARUHI KESADARAN MEREK PADA PARFUM LOKAL UNISEKS DI INDONESIA
Pertumbuhan industri parfum lokal di Indonesia mencerminkan meningkatnya permintaan akan produk kecantikan yang personal, ekspresif, dan inklusif, terutama di kalangan Gen Z dan Milenial. Di tengah tren ini, brand parfum unisex hadir untuk menantang norma gender tradisional dengan menawarkan aroma yang menonjolkan kepribadian, bukan label. Namun, brand baru seperti L’Eternal, extrait de parfum, masih menghadapi tantangan dalam membangun brand awareness meskipun memiliki konsep produk dan storytelling yang kuat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor promosi yang berpengaruh signifikan terhadap brand awareness pada pasar parfum unisex lokal di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif melalui penyebaran kuesioner online kepada 200 responden berusia 17–35 tahun yang berdomisili di kota besar seperti Jakarta, Bandung, dan Surabaya. Kerangka penelitian diadaptasi studi sebelumnya dengan modifikasi berdasarkan studi pendahuluan, menghasilkan lima variabel independen: Iklan, Promosi Penjualan, Acara & Pengalaman, Hubungan Masyarakat, dan Electronic Word of Mouth (eWOM). Analisis regresi linier berganda dilakukan menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa empat dari lima variabel promosi, Iklan, Promosi Penjualan, Acara & Pengalaman, dan eWOM berpengaruh positif dan signifikan terhadap brand awareness. Promosi Penjualan menjadi faktor paling dominan, sementara Hubungan Masyarakat tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa strategi promosi berbasis pengalaman dan performa lebih efektif untuk menjangkau konsumen digital dibanding pendekatan PR konvensional. Sebagai rekomendasi, L’Eternal perlu mengoptimalkan bauran promosi melalui diskon kreatif, event imersif, konten berbasis TikTok, kampanye Konten Buatan Pengguna, serta mengevaluasi kembali strategi PR agar lebih emosional dan relevan.