📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 2 dokumenPERANCANGAN USULAN ACUAN KAPABILITAS HUMANWARE PADA PROSES PRODUKSI SOURCE MEASUREMENT UNIT XY DI PT X
PT X sebagai perusahaan manufaktur semikonduktor memiliki produk unggulan berupa Source Measurement Unit (SMU) tipe XY dengan tingkat permintaan pasar yang tinggi. Seiring dengan meningkatnya kompleksitas proses produksi, perusahaan membutuhkan kesiapan humanware yang terdefinisi secara jelas agar implementasi proses produksi dapat berjalan konsisten sesuai dengan Bill of Process (BOP). Namun, hingga saat ini PT X belum memiliki acuan kapabilitas humanware yang terstruktur sebagai dasar pengembangan sumber daya manusia pada proses produksi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk merancang usulan acuan kapabilitas humanware yang seharusnya dimiliki dalam proses produksi SMU XY di PT X. Metode penelitian meliputi pengumpulan data melalui kuesioner kepada panel ahli, validasi kriteria dan subkriteria menggunakan Metode Delphi, serta pembobotan tingkat kepentingan menggunakan pendekatan Analytical Hierarchy Process (AHP). Proses Delphi dilakukan dalam dua tahap, yaitu tahap pertama dengan melibatkan ahli internal PT X untuk memvalidasi kesesuaian kriteria dan subkriteria kompetensi terhadap konteks operasional proses produksi SMU XY, serta tahap kedua dengan melibatkan ahli eksternal industri untuk memperoleh konsensus yang lebih luas dalam penetapan batas derajat kapabilitas humanware pada setiap tahapan proses. Selanjutnya, AHP digunakan untuk menentukan bobot prioritas relatif antar kriteria dan subkriteria humanware. Hasil penelitian berupa acuan kapabilitas humanware yang memuat kriteria, subkriteria, bobot prioritas, serta batas kapabilitas yang seharusnya dimiliki pada masing-masing tahapan proses produksi. Acuan ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi perusahaan dalam melakukan evaluasi, perencanaan pelatihan, serta pengembangan sumber daya manusia secara lebih terarah untuk mendukung kualitas dan konsistensi produksi SMU XY di PT X.
PERANCANGAN ALAT BANTU POTONG DENGAN MEMPERTIMBANGKAN ASPEK KESTABILAN DAN KRITERIA OPERASIONAL PADA PROSES FINISHING SENDOK OBAT PLASTIK DI CV ARJUNA PLASTIK
CV Arjuna Plastik saat ini memiliki kendala pada proses produksi sendok obat plastik, khususnya pada proses finishing yang dilakukan secara manual menggunakan gunting. Proses pengguntingan ini memakan waktu hampir dua kali lipat sebesar 34,27 detik jika dibandingkan dengan waktu proses injection molding yaitu 18,85 detik. Hal ini menyebabkan adanya bottleneck pada aliran produksi sehingga menghambat proses produksinya. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk merancang alat bantu berupa alat bantu potong yang dapat meminimalkan waktu pengguntingan produk sendok obat plastik dengan mempertimbangkan biaya investasi yang akan dikeluarkan. Metodologi yang dilakukan pada penelitian ini menggunakan perancangan beberapa alternatif desain alat bantu potong dengan kombinasi yang berbeda. Tahapan dilakukan dengan mengidentifikasi kebutuhan, menrancang alternatif alat bantu potong, elaborasi alternatif hingga melakukan analisis. Setiap alternatif desain dikembangkan dalam bentuk prototype 3D produk berdasarkan prinsip mekanis serta metode pencekaman 3-0-0 sesuai kriteria yang akan ditentukan. Proses pemilihan alternatif terbaik akan dilakukan menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dan akan dihitung analisis kelayakan investasinya untuk alternatif terpilih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alat bantu potong yang dirancang dapat mengurangi waktu proses finishing sebesar 60,5% serta dapat mengurangi jumlah operator. Dengan berkurangnya waktu proses, bottleneck akan dapat dihilangkan sehingga aliran produksi menjadi lebih lancar, dapat meningkatkan produktivitas operator, serta meminimalkan potensi produk cacat. Berdasarkan evaluasi AHP dan analisis kelayakan investasi, rancangan alat bantu potong ini dinilai layak untuk diimplementasikan oleh perusahaan. Penelitian ini memberikan kesimpulan bahwa implementasi alat bantu potong dapat menjadi solusi efektif untuk memperbaiki alur produksi dan meningkatkan efisiensi operasional.